
Adeh maap baru sempet up. Kalo mens gini nih, idenya di kepala udh mbludak, waktunya yg gak ada. Belom kudu perang sama nyeri yang bikin kacau badan.
Baiklah makasih yg udah setia menunggu hingga malam menjelang. Sembari nunggu update bisa baca kisah Casanova atau Marco-Polo ya. Makasih atas dukungannya, lele padamu^^
------ back to Story :
Informasi mengejutkan yang didapat dari Lysa dan Sierra tentu saja membuat semua orang dalam jajaran 13 Demon Heads, terlebih orang-orang yang bertugas di lapangan panik seketika.
Rencana yang mereka sudah susun dengan matang serasa dimentahkan begitu saja oleh Tobias.
Meski demikian, tim Han yang mengincar Mr. White dan Venelope telah berhasil tiba sebelum orang-orang itu kabur.
Han dan lainnya berhasil menerobos gerbang utama mansion setelah menjebolnya dengan senjata peleleh logam dan peluncur RPG.
Terlihat, sekelompok orang memakai setelan hitam rapi dan topeng seperti burung gagak menghadang mereka.
Sayangnya, sosok Venelope tak terlihat. Seorang lelaki yang diyakini Han dan lainnya, berdiri di antara sekumpulan orang-orang bersetelan aneh tersebut.
Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Non-baku bahasa Indonesia campuran.
"Jadi ... kau, Mr. White?" tanya One menatapnya tajam dan pria berwajah tampan itu hanya menunjukkan sedikit senyumnya.
"Serahkan Arjuna dan Sandara," tegas Han berdiri gagah di depan timnya.
Mr. White tak menjawab dan malah tersenyum makin lebar. Nafas Han dan lainnya menderu, terlihat mereka seperti menahan diri agar tak tersulut emosi.
"Tobias meminta hadiah pernikahannya. Kami datang untuk menagihnya," tegas Han, tapi Mr. White malah tertawa kencang dan membuat Han serta lainnya makin waspada.
"Kalian ... orang suruhan Tobias? Wow! Dia memang hebat! Pamanku memang hebat! Dia bahkan bisa memerintah seorang Kim Han Bong, One dan manusia purba, Tora. Tobiasā"
JLEB!! BRUKK!!
Mata Mr. White terbelalak. Ucapannya terputus saat Tora melemparkan belatinya dan menancap di dada seorang 'Gagak' di samping Mr. White. Orang bertopeng gagak tersebut tewas tergeletak di atas conblock.
"Oh, kalian ingin melakukan pembunuhan dari jarak jauh ya? Boleh saja, tapi jangan salahkan aku jika sasaran kalian salah dan menewaskan Sandara," ucapnya tersenyum licik.
Kening Han dan lainnya berkerut. Seorang yang memakai topeng gagak di tarik ke depan oleh salah satu anggota gagak yang lain. Seketika, mata Han melebar.
"Dara!" teriak Han lantang saat topeng gagak tersebut di buka dan terlihat wajah Sandara yang sudah tergenang air mata dengan rambut berantakan dan mulut yang dilakban.
Kepala Sandara kembali di pakaikan topeng gagak dan sosoknya tersamarkan oleh anggota gagak lainnya.
Nafas Han dan lainnya menderu ketika Sandara hilang dari pengamatan mereka karena ia kembali dikerumuni oleh pasukan gagak.
"Menyingkir, jika masih menginginkan gadis kecil kalian hidup," ucap Mr. White dengan kibasan kedua tangannya ke samping kiri dan kanan agar Han membuka jalan.
Han terpaksa memerintahkan anak buahnya untuk memberikan jalan kepada Mr. White dan lainnya menuju ke mobil mereka yang dihadang oleh tim Han.
Mr. White melangkah maju dengan penuh percaya diri saat melewati Han yang menatapnya tajam.
Mata Tora dan One mengamati para pasukan gagak yang berjalan bergerombol saling berdempetan sehingga sosok Sandara tak terlihat.
__ADS_1
Namun tiba-tiba, JLEB! JLEB! JLEB!
"Tora!" pekik Han saat lelaki gundul itu menusuk tiga anggota topeng gagak yang berjalan melewatinya.
Rintihan tiga orang itu tak terdengar. Mereka langsung ambruk dan tewas bersimbah darah. Mr. White dengan sigap melemparkan sebuah bom asap hingga kepulan gas berwarna putih menyeruak dan menutupi sosoknya.
"Jangan sampai lengah!" teriak Han seraya memakai masker gas yang ia sembunyikan di bagian belakang pinggulnya, tertutupi oleh jas anti peluru Black Armys.
Han dan lainnya diserang oleh pasukan gagak. Mereka kesulitan untuk melakukan aksi balas karena musuh tak terlihat.
Han, One dan Tora bersusah payah menghindari serangan baik senjata tajam atau peluru yang menembaki mereka.
"Sandara!" teriak Han lantang mencoba memanggil anak perempuan Kai yang sosoknya tak terlihat.
Tora melepaskan semua topeng dari anggota gagak yang berhasil ditangkap olehnya, tapi ternyata, semua mulut pria itu diplester sehingga rintihan mereka tak terdengar.
Han terlihat ragu saat akan menembaki para gagak yang menyerangnya karena takut jika Sandara akan menjadi korban dari peluru tajamnya tersebut.
"Tora! Jangan bunuh mereka!" teriak Han memperingatkan dan hanya bisa melumpuhkan anggota gagak menggunakan tangan kosong begitu pula One.
Namun, Tora seperti hilang kendali. Ia tetap menghunuskan pedang Silent Gold meski lasernya tak ia nyalakan. Ia menyabet semua tubuh pasukan gagak yang datang kepadanya seakan tak peduli jika nanti Sandara terkena imbasnya.
"Tora, hentikan!" teriak Han lantang karena salah satu bodyguard Vesper tak mengindahkan ucapannya.
Hingga tiba-tiba, JLEB!
Mata Tora melebar saat ia menusuk salah satu anggota gagak dan Mr. White muncul di belakang orang itu yang kedua pergelangan tangannya diikat. Mr. White menyeringai sembari melepaskan topeng gagak orang tersebut.
Tora menjatuhkan pedangnya ketika ia melihat wajah Sandara pucat dan ia langsung ambruk dengan mata terbuka.
Tangan Tora gemetaran melihat Sandara roboh di depan kakinya dengan mata terbuka dan mulut diplester tak bergerak lagi.
Han dan One terkejut ketika melihat sosok yang harus mereka selamatkan dari misi tersebut tewas. Keduanya berlari kencang mendatangi Sandara dan berjongkok di depannya.
"Dara! Dara!" teriak Han panik hingga seluruh tubuhnya gemetaran ketika memangku Sandara.
Tora terdiam dengan pandangan tak menentu. Ia melihat tangannya yang terkena tetesan darah gadis yang ia tusuk perutnya dengan pedang Silent Gold.
Han membuka plester yang membungkam mulut Sandara dengan air mata menetes begitu saja di pipi. Tora melangkah mundur dengan terhuyung dan tangan menengadah dipenuhi oleh darah.
"Ya Tuhan, Dara ... Dara ... Dara!" teriak Han memeluknya erat dan menangis sedih.
One duduk bersimpuh di samping tubuh Sandara dengan air mata ikut membasahi wajahnya meski tak terdengar isak tangis dari mulutnya.
Han meletakkan Sandara di conblock perlahan dan berdiri dengan nafas menderu. One terkejut saat Han mendatangi Tora dengan langkah gusar dan langsung memukul wajah pria gundul itu kuat hingga ambruk.
Han tak memberikan celah bagi Tora untuk melakukan aksi balas ataupun bertahan. Han terus memukulinya dengan air mata tak berhenti menetes di wajah rupawannya. Tora terlihat pasrah dan menerima pukulan Han di wajahnya bertubi-tubi.
"Mas Han! Mas! Mr. White berhasil kabur dengan anak buahnya!" teriak Biawak Hijau dari sambungan earphone.
"Tak ada gunanya lagi! Sandara sudah mati!" jawabnya lantang dengan cengkeraman kuat di kerah jas anti peluru seragam Black Armys Tora.
"Han! Ada yang aneh," panggil Biawak Putih yang mendatangi mayat Sandara setelah keluar dari mobil, sengaja bersembunyi untuk melindungi kendaraan mereka.
__ADS_1
Han menoleh seketika. Ia segera mendatangi Biawak Putih yang memegangi wajah Sandara dan mengamatinya lekat.
"Ada apa? Apa dia masih hidup?" tanya Han dengan nafas tersengal dan air mata mulai mengering.
"Bukan. Dia ... bukan Sandara. Lihat, ada bekas sayatan besar di bawah rahangnya, seperti orang operasi plastik, tapi belum pulih sepenuhnya. Aku yakin, gadis ini bukan Sandara. Ia mirip dengannya," sahut Putih yang membuat semua orang terkejut seketika.
Han segera berjongkok dan mengamati wajah gadis malang itu dengan seksama, begitupula One serta Biawak Putih.
Han membuka mata gadis itu lebih lebar dan meletakkan ujung telunjuknya di salah satu bola matanya.
Biawak Putih menelan ludah karena jari Han seperti akan mencongkel mata mayat itu. Kening One berkerut.
"Softlens. Mata gadis ini biru. Kau benar, ia bukan Sandara," ucap One.
"Hargghhh! Mr. White mengelabuhi kita. Kurang ajar!" teriak Han geram dan langsung berdiri dengan kedua tangan mengepal.
Tora memejamkan mata terlihat lega meski ia sudah terkapar di conblock dengan wajah babak belur. Han melirik Tora dan menatapnya tajam.
"Aku tetap tak memaafkanmu, Tora. Kau ceroboh dan egois. Jika kau tak bisa mengikuti perintahku dan bekerjasama dalam tim, sebaiknya kau pulang saja. Kami tak butuh orang yang hanya memikirkan dendamnya sendiri," tegas Han.
Tora langsung bangun dan merangkak mendekati Han. Ia bersujud memohon ampun dan berjanji tak akan melakukan perbuatan bodoh itu lagi. Han terlihat masih begitu marah dengan sikapnya.
"Hijau, bagaimana dengan pengamatanmu?" tanya One dari sambungan radio yang terhubung dengan earphone.
"Ijo berhasil menembakkan pelacak di salah satu pakaian anggota gagak hitam itu, Bang One. Namun, kita harus cepat. Mereka melaju dengan sangat cepat meninggalkan wilayah ini," jawab Hijau dari tempatnya mengintai sebagai sniper.
"Oke, kita susul mereka," sahut Han dan semua orang mengangguk cepat.
Han segera menghubungi Tim Tawar dan Laut dari The Circle Jonathan untuk segera mengamankan kediaman Venelope yang telah ditinggalkan.
Orang-orang itu telah bersiaga di titik tunggu. Dengan sigap, mereka mendatangi Mansion tersebut untuk ditelusuri dan mencari berkas yang diminta oleh Tobias agar rumah tersebut menjadi hak miliknya.
Tim Molusca Jonathan sudah mengejar lebih dahulu dan mengirimkan sinyal kepada Han ke ponselnya.
Sebuah mobil yang dikemudikan oleh Melati dan didampingi oleh Matahari dari Tim Bunga Jonathan di lokasi pertempuran, berhasil mempertahankan kendaraan dari serangan pasukan gagak yang menyerang mereka.
Han, Tora dan One segera masuk ke mobil untuk menyusul Tim Molusca.
Mobil lainnya datang yang sudah ditumpangi oleh Biawak Hijau dan Anggrek sebagai sopirnya. Biawak Putih segera masuk ke dalam di mana Mawar dan Kamboja juga telah duduk menunggunya.
Saat mobil Han dan lainnya keluar dari gerbang Selatan yang digunakan oleh rombongan Mr. White keluar dari mansion, tiba-tiba ....
BROOMM! BLUARRR!!
BLANG! BLANG! BLANG!
Mobil Han yang berada di depan mobil Biawak meledak hebat saat melewati gerbang tersebut. Mobil Biawak langsung berhenti karena mobil di depan mereka terbakar hebat hingga terbalik.
"Mas Han!" teriak Biawak Hijau melotot dan segera keluar bersama penumpang lainnya.
***
makasih tipsnya. lele padamuš
__ADS_1