
Vesper dan lainnya berada di ruang meeting yang berada di laboratorium Jeremy, Cebu, Filipina.
Mereka bicara dalam bahasa Indonesia campuran. Baku dalam bahasa Inggris.
"Lalu, di mana Click and Clack?" tanya Vesper menatap Jonathan seksama.
"Mereka ditugasin sama Sierra buat cari Smiley, tapi sampai sekarang dua orang itu belum ada kabar," jawab Jonathan yang duduk di samping kiri Ibunya.
"Hubungi Eiji. Cek dari pelacak pada gelang pemenggal," perintah Vesper dan Jonathan segera menghubungi salah satu bodyguard kepercayaan Vesper yang kini menjadi user ketiga GIGA DARA.
"Di Italia? Oh, oke. Makasih, Om Eiji," ucap Jonathan lalu menutup sambungan teleponnya.
Vesper meminta Jonathan untuk menelepon dua bodyguard dari kelompok The Circle tersebut.
Vesper ingin mengetahui, apakah Click and Clack berbohong atau tidak dengan posisi keberadaan mereka.
"Smiley di Italia? Kalian di Italia juga?" tanya Jonathan yang mengejutkan semua orang.
Naomi langsung melirik Vesper dan sang Ratu mengangguk pelan.
"Minta mereka tetap berada di sana. Katakan, Naomi akan berkunjung ke sana bersama Biawak Cokelat dan Kuning. Minta mereka menjemput dan bergabung dengan Naomi nantinya," ucap Vesper sembari menyentuh lembut punggung tangan anak lelakinya itu.
Jonathan mengangguk dan segera meneruskan informasi itu. Saat suasana sedang serius, dua BIAWAK muncul dan terlihat sungkan ketika ikut bergabung.
"Maaf, Nyonya Vesper. Tadi nyasar, hehe," kekeh Biawak Cokelat dan Vesper mengangguk maklum.
Dua BIAWAK langsung menjabat tangan semua orang yang ada di dalam. Mereka duduk di samping Naomi yang akan menjadi anggota tim ketika di Italia nanti.
"Italia ya, hemm ...," guman Vesper dengan kedua tangan saling menggenggam seperti orang berdoa. Semua orang menatapnya seksama.
"Ada apa, Nyonya? Kau mencurigai sesuatu?" tanya Naomi terlihat tegang.
"Selama kalian menjalankan misi dariku, tempat berlindung kalian ada di sana. Amanda juga memiliki rumah yang dulunya di tempati oleh mendiang Tuan Vigo. Kalian memiliki dua tempat perlindungan jika keadaan mendesak terjadi," ucap Vesper menegaskan.
Naomi dan dua BIAWAK mengangguk paham.
"Yohanes, hubungi Amanda. Dia memiliki markas di Italia," perintah Vesper.
Yohanes segera menghubungi Amanda dari ponselnya. Tak lama, Yohanes mengangguk sebagai tanda pesan dari Vesper sudah diterima dan mendapat izin dari Amanda. Vesper berterima kasih.
"Cokelat. Kalian pernah ke Italia sebelumnya 'kan? Pernah berkunjung ke rumah salah satu pemimpin No Face atau The Circle sebelumnya?" tanya Vesper penuh selidik.
"Enggak, Nyonya. Di sini 'kan ada Sierra. Kenapa gak tanya sama dia aja?" jawab Biawak Cokelat mengusulkan.
Vesper tersenyum. Ia lalu meminta Lucy untuk membawa Sierra ikut serta dalam rapat. Lucy segera pergi untuk mengundang Sierra bergabung.
Tak lama, Sierra datang bersama Jeremy dan Kai. Biawak Cokelat dan Kuning terkejut ketika melihat Sierra muncul dan bisa berjalan, meski masih terlihat kaku seperti robot.
"Kok, kok?" pekik Biawak Cokelat terheran-heran, menunjuk Sierra yang berjalan melewatinya dan kini duduk di samping calon suaminya.
__ADS_1
"Hehe, kaget ya?" kekeh Jonathan dan dua Biawak mengangguk lugu seketika.
Sierra tersenyum. "Anda memanggilku, Mah?" tanya Sierra.
"Mah? Mbah?" sahut Biawak Cokelat.
Semua orang terlihat bingung. Vesper berkerut kening.
"Sierra 'kan anak Tobias. Sierra 'kan kaya King D. Tu bocah gembul panggil Nyonya Vesper Oma. Sierra juga begitu 'kan? Harusnya Sierra panggil Nyonya Vesper Simbah," terang Cokelat mencoba menjelaskan.
Mata Vesper melebar.
"Oh kau benar, Cokelat. Joel kakakku. Joel memilki anak Tobias. Sierra anak Tobias. Secara tak langsung, Sierra itu ... cucuku?" tanya Jeremy ikut terkejut.
Mulut semua orang menganga. Vesper terlihat pusing, ia memegangi kepalanya.
"No, no. Aku tak mau dipanggil Oma olehnya. Itu penghinaan. Tetap panggil aku Mama. Kau mengerti, Sierra," tegas Vesper menunjuk gadis bermata biru itu.
Sierra mengangguk terlihat canggung. Semua orang menahan senyum. Mereka tahu jika Vesper menolak tua. Jonathan meringis.
"Jadi ... tadi Mama memanggilku ada apa?" tanya Sierra lagi yang mencoba mencairkan suasana karena semua orang terlihat canggung seketika.
"Italia. Jujur, Sierra. Aku memiliki misi yang melibatkan Naomi dan dua Biawak. Aku tak ingin mereka terluka selama berada di sana. Terlebih, Click and Clack menginformasikan jika Smiley, berada di negara itu termasuk Tessa dan Mr. White. Jadi ... apa yang kau tahu?"
Mata Sierra melebar. Ia terlihat gugup. Pandangannya tak menentu. Semua orang menatapnya tajam.
"A-aku tak tahu," jawabnya dengan wajah tertunduk. Jonathan menatap wajah kekasihnya lekat.
"Bukan begitu. Hanya saja ...," jawab Sierra menggantung, masih terlihat seperti enggan untuk berucap.
"Sierra. Kami ini keluargamu. Apa kau tak senang setelah mengetahui jika aku ini Kakekmu?" tanya Jeremy yang duduk di depannya.
Sierra terlihat makin bingung. Ia seperti tertekan.
"Yang. Kamu bilang mau hukum orang yang udah celakain kamu. Ini Kak Naomi dan Om-Om Biawak mau bantu cari pelakunya loh. Kalo kamu gak mau kasih informasi, mau sampai kiamat, pelakunya gak bakal ketemu. Kamu mau ikhlasin aja penjahatnya kabur?" tanya Jonathan masih menatap wajah kekasihnya lekat.
Sierra memejamkan mata. Ia menarik nafas dalam dan mulai menatap wajah orang-orang yang memandanginya lekat penuh rasa ingin tahu.
"Venelope."
"What?" tanya Jonathan bingung.
"Kediaman Venelope ada di Italia. Mr. White, dia saudara laki-laki dari Venelope meski lain ibu, tapi satu ayah. Dia ... anak terakhir dari Damian Flame," jawab Sierra pada akhirnya.
Wajah semua orang terlihat serius seketika. Orang-orang dalam kubu Vesper saling melirik dalam diam. Jonathan masih menatap wajah kekasihnya lekat.
"Lalu ... keterlibatan Smiley dengan Mr. White dan Venelope?" tanya Vesper mulai menginterogasi.
Sierra menarik nafas dalam dengan pandangan tertunduk. Jonathan menggenggam tangan kekasihnya dan tersenyum padanya. Sierra balas tersenyum.
__ADS_1
"Smiley ... seperti yang kalian tahu. Ia adalah pelatih para pion D. Entah kalian tahu atau tidak, tapi ... Mr. Smiley yang membentuk adanya kedelapan pion dari kedelapan D keturunan Flame," ucap Sierra lesu.
"Oke, lanjutkan," tegas Vesper.
"Para pion bertugas untuk menutupi sosok D yang asli. Mereka yang bekerja di luar sana. Atau bisa diibaratkan, para pion itu digunakan sebagai objek incaran dari para musuh-musuh D yang ada di luar sana dengan mengumpankan diri mereka. Oleh karena itu, sebelum kalian menggempur habis para 8 Mens, sangat sulit untuk menemukan sosok asli mereka 'kan?" tanya Sierra menatap Vesper tajam.
Vesper mengangguk. Semua orang terlihat serius mendengarkan.
"Oleh karena itu, saat 8 Mens musnah, wajar saja jika Smiley geram. Kau membuatnya seakan-akan ... usahanya selama ini gagal untuk melindungi para D. 8 Mens lenyap, tapi para pion D masih hidup. Seharunya, para pion yang mati bukan 8 Mens. Sekarang ... 8 pion dikendalikan penuh oleh daddy-ku, Tobias. Daddy, mengklaim dirinya sebagai satu-satunya Flame dan pemimpin The Circle. Jadi, sangat masuk akal jika daddy tak mengakuimu, Jonathan. Kau merebut impiannya," imbuh Sierra terlihat sedih.
"Bukan salah Nathan jika pada akhirnya takdir bawa Nathan jadi pemimpin The Circle. Sierra gak suka ya, kalau Nathan jadi pemimpin The Circle? Apa karena Nathan gak pantes? Apa karena Nathan bukan keturunan Flame?" tanyanya terlihat kecewa.
Sierra kebingungan saat Jonathan melepaskan genggaman tangannya dan mulai duduk tegak, tak menghadap ke dirinya lagi. Vesper dan lainnya terdiam.
"Bukan seperti itu. Hanya saja ...," ucap Sierra terlihat sulit untuk berkata-kata.
"Intinya di Italia ada Venelope, Smiley, Tessa dan pasti pasukannya. Kalau tempat itu membahayakan, jangan kirim kak Naomi dan lainnya ke sana, Mah. Nathan gak mau kak Naomi terluka. Nanti kak Juna bisa ngamuk dan malah bunuhin semua orang The Circle itu. Biar Click and Clack aja di sana. Setidaknya mereka aman karena orang The Circle," ucap Jonathan dengan wajah dingin tak memandang Sierra.
Sierra berlinang air mata. Ia terlihat sedih karena Jonathan seperti kecewa padanya.
Semua orang terdiam, tak mau ikut campur dalam urusan yang melibatkan dua kelompok mafia dengan dua pemimpin berada dalam ruangan tersebut.
"Nathan aja yang pergi ke sana sama dua Om Biawak. Setidaknya, mereka udah pernah ke Italia," sahut Jonathan melirik dua BIAWAK.
"Siap!" jawab dua Biawak dengan hormat.
"Tidak. Aku harus pergi ke sana. Aku juga memiliki misi penting di negara itu. Jangan khawatir Jonathan, aku akan baik-baik saja. Kakakmu juga tak akan merasa sedih jika aku terluka, akan ada Tessa yang menggantikan posisiku. Kau belum tahu ya? Arjuna akan menikahi Tessa," ucap Naomi berwajah sinis.
Mata semua orang melebar. Vesper dan Kai langsung memejamkan mata sejenak. Mereka tak menyangka jika Naomi akan membocorkan hal ini.
"Oh ya? Sungguh? Kok nikah sama Tessa bukan sama Kak Naomi? Padahal Nathan yakin seribu persen kalo kak Juna itu cintanya sama Kak Naomi loh," sahut Jonathan begitu saja.
Semua orang makin terlihat tegang akan pengakuan Jonathan yang mengejutkan.
"Mulutnya sih mengatakan demikian, tapi nyatanya, tidak. Sudahlah, itu masa lalu. Aku sudah tak peduli lagi dengannya. Jangan ungkit hal itu. Aku ingin fokus dengan misi dan masa depanku tanpa dirinya," tegas Naomi serius dan Jonathan mengangguk pelan.
Sierra tampak bingung dalam bersikap. Vesper dan Kai mencoba untuk tenang dalam menyikapi hal ini.
"Anda sudah mempercayakan misi ini padaku, Nyonya Vesper, Tuan Kai. Jadi, biarkan saya tetap menjalankan perintah itu. Jangan khawatir, kalaupun nantinya saya bertemu Tuan Muda di Italia, tak akan terjadi apapun di sana. Saya akan melakukan tugas saya seperti dulu. Cukup menjadi bayangannya saja," sambung Naomi yang kini menatap Vesper dan Kai bergantian terlihat begitu serius dengan ucapannya.
Kai dan Vesper menarik nafas dalam. Mereka mengangguk mengerti dalam senyum tipis.
"Baiklah, persiapkan diri kalian. Esok pagi, Jonathan, Naomi, Biawak Cokelat, Kuning dan Yohanes, pergi ke Italia. Misi utama, Perusahaan Farmasi mendiang Elios. Detail, Naomi yang akan jelaskan," tegas Vesper.
Mata Sierra melebar. "No! Jangan! Jangan pergi ke sana! Kalian bisa mati. Tidak, jangan," ucapnya langsung menggeleng dengan cepat terlihat ketakutan.
Mata semua orang kini terfokus pada Sierra yang panik akan sesuatu yang tak mereka ketahui.
***
__ADS_1
Uhuy, makasih tipsnya. Lele padamu^^ Hari ini ada event di Room Mafia Games Dadu Dendam. Kemarin Mug dan pulsa udah jadi hadiah utama buat 3 pemenang nih. Hari ini apa ya??