4 YOUNG MOBSTERS S2

4 YOUNG MOBSTERS S2
Ancaman Sierra


__ADS_3

Jonathan yang malu akan perbuatannya langsung kabur meninggalkan Sierra begitu saja dengan wajah merah padam.


Jonathan menutup pintu kamar Sierra rapat.


Sierra yang awalnya canggung malah merasa jika Jonathan sangat polos dan lucu.


Sierra tersenyum jika mengingat sosok Jonathan, tapi tiba-tiba wajahnya serius seketika.


Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Non-baku bahasa Indonesia campuran.


"Smiley. Berani dia melukai Jonathan, aku tak segan membunuhnya," ucap Sierra keji.


Sierra yang ditinggal di kamar sendirian, mengeluarkan ponselnya dan mengarahkan wajahnya ke kamera. Seketika, ponsel itu menyala.


Sierra memasang earphone di salah satu telinganya. Ia melirik ke arah pintu dan melihat sekitar ruangan, untuk memastikan tak ada yang mengawasi pergerakannya dari kamera tersembunyi.


"GIGA IGOR."


"May i help you, Sierra?" tanya GIGA yang menjawab pertanyaan gadis cantik itu dengan tulisan muncul di layar.


"Lakukan pencarian keberadaan Smiley," perintahnya.


"IGOR searching ...."


Sierra menatap layar ponselnya saat GIGA melakukan penelusuran dari CCTV yang ada di seluruh dunia. Sierra menyipitkan mata.


"IGOR stop! Fokuskan di Italia. Cari keberadaan Smiley," perintah Sierra mempersempit lokasi pencarian.


"IGOR searching ...."


Sierra menatap layar ponselnya tajam hingga sosok Smiley terekam di sebuah Bandara ketika memasuki sebuah mobil sedan hitam.


"Kunci plat nomor mobil yang kutandai. Cari keberadaan mobil tersebut," perintah Sierra yang menekan gambar mobil dalam video, menandai plat nomornya.


"IGOR searching ...."


Tak lama, Sierra terlihat tegang seketika. Ia akhirnya tahu, kemana tujuan Smiley. Sierra mematikan koneksinya dengan GIGA IGOR sembari melepaskan earphone di telinganya.


"Venelope. Menusukku dari belakang, hem? Coba saja, maka ... akan kuberikan kematian padamu," ucap Sierra bengis.


TOK! TOK! TOK!


Sierra terkejut seketika. Ia menoleh ke arah pintu dan kembali berwajah manis. Ia mengizinkan orang tersebut untuk masuk.


Click and Clack datang membawakan kursi roda serta koper miliknya. Sierra berterima kasih. Namun, saat dua lelaki itu akan keluar, Sierra menahannya.


"Kemarilah. Ada tugas penting dariku," ucapnya serius.


Kening Click and Clack berkerut. Keduanya menutup pintu rapat dan mendatangi Sierra yang duduk di kasur.


"Apa itu, Nona Sierra? Anda tahu, jika kami kini mengabdi pada Jonathan Benedict. Kami tak bisa menjalankan misi darimu, maaf," tegas Clack.


"Aku tahu. Namun, ini menyangkut keselamatan Jonathan. Venelope. The Mask. Smiley dan ... Mr. White. Tandai mereka. Orang-orang itu ancaman bagi Jonathan."


Sontak, mata dua lelaki berkepala gundul itu melebar seketika. Keduanya saling memandang.


"Venelope terlibat? Termasuk Mr. White bahkan The Mask?" tegas Click seakan tak percaya.


Sierra mengangguk pelan.


"Lindungi Jonathan tanpa sepengetahuannya. Biarkan mereka datang padanya. Jangan sampai Jonathan yang mendatanginya, aku tak mau calon suamiku terluka. Venelope licik dan kalian tahu itu," tegas Sierra dan dua lelaki bertubuh besar itu mengangguk.


"Kau ... yakin, akan melawan saudarimu sendiri? Walaupun dia bukan kakak atau adikmu, tapi Venelope adalah sepupumu, Sierra," tanya Click menegaskan.

__ADS_1


"Aku tahu, tapi jika dia mengancam kehidupan orang yang kusayangi, tak akan kubiarkan. Aku tak akan tinggal diam. Jangan berdebat denganku. Selama Jonathan bersamaku, takkan kubiarkan mereka menyentuh Jonathan," jawabnya tegas.


"Jika begitu, segeralah menikah dengannya. Hanya saja, kau ingat 'kan persyaratan Tobias?" tanya Clack mengingatkan.


"Yes. Kalian pergilah. Aku akan memikirkan cara untuk memenuhi persyaratan daddy-ku," jawab Sierra dengan pandangan teralih ke lain tempat.


Dua orang itu mengangguk pelan dan segera pergi. Click kembali menutup pintu rapat. Sierra menyalakan ponselnya lagi dan menghubungi seseorang.


TUT .... KLEK!


"Yes, Nona Sierra. Apakah ini side job?" tanya orang itu serius.


"Ya. Bayaran apa yang kau inginkan untuk misi kelas S?"


"Aku ingin memiliki sebuah laboratorium dengan fasilitas lengkap."


"Deal. Akan kukirimkan rincian pekerjaannya padamu. Lakukan dengan rapi dan jangan sampai ketahuan oleh jajaran."


"Anda bisa mengandalkanku, Nona Sierra. Terima kasih atas kepercayaan Anda."


Sierra menutup panggilannya. Ia segera mengirimkan detail pekerjaan pada orang yang diteleponnya tadi.


"Oke," jawab orang itu setelah menerima pesan dari gadis cantik keturunan Flame tersebut.


Sierra menarik nafas dalam dan merebahkan tubuhnya yang mendadak terasa lemas. Sierra memejamkan mata dan tak lama, ia tertidur pulas.


Entah sudah berapa lama gadis cantik bermata biru itu tertidur, hingga ia mencium aroma maskulin seorang pria. Sierra membuka matanya seketika dan menoleh.


"Hai. Dinner?" ajak Jonathan tersenyum manis, tidur di sampingnya entah sudah berapa lama.


Jantung Sierra berdebar seketika. Ia mengangguk dengan tersipu malu. Jonathan membantunya duduk dan merapikan rambutnya dengan jemarinya.


"Aku ... ganti pakaian dulu," ucapnya gugup.


Sierra mengangguk pelan. Jonathan memakaikan sepatu di kedua kaki Sierra yang lunglai seperti tak memiliki tulang.


Jonathan terdiam beberapa saat, tapi ia segera berdiri dan membopongnya. Sierra menatap wajah Jonathan lekat yang mendudukkannya ke kursi roda.


Jonathan dengan penuh perhatian mendorong kursi roda elektrik itu menuju lift yang membawa keduanya ke lantai dasar.


Sierra tersipu malu saat semua orang tersenyum padanya. Jonathan mengajak kekasihnya makan malam romantis di restoran mewah dengan pemandangan menara Eiffel di malam yang indah itu.


Sierra begitu terharu akan perhatian yang Jonathan berikan padanya. Jonathan selalu mendampingi kekasihnya kemanapun ia pergi. Sierra menggenggam tangan Jonathan erat.


"Aku tak pernah bermimpi atau membayangkan, akan bertemu pria sepertimu, Jonathan. Kau bagaikan sebuah keajaiban di hidupku yang membosankan ini. Bahkan, seketika keinginanku untuk bisa berjalan sirna. Selama kau bersamaku, bagiku itu sudah lebih dari cukup," ucap Sierra dengan senyum terpancar di wajah cantiknya.


"Gak, Sierra. Nathan udah janji agar Sierra bisa berjalan lagi dan akan Nathan tepati. Selain itu, kita memang akan selalu bersama. Di mana ada Nathan di situ ada Sierra," jawabnya menatap wajah sang kekasih dalam.


Sierra tersenyum bahagia. Ia meletakkan kedua tangan Jonathan di kedua pipinya dengan mata terpejam. Jonathan mencondongkan tubuhnya dan mencium kening kekasihnya lembut.


"Haduh ... gawat. Deket-deket sama kamu bawaannya gerah mulu," ucapnya sembari menarik nafas dalam lalu melepaskan kedua tangan di wajah kekasihnya.


Sierra terkekeh. Ia tahu apa yang Jonathan maksud dari earphone translator. Keduanya lalu menikmati makan malam berdua bahkan mengambil banyak foto untuk mengabadikan momen kebersamaan mereka.


Terlihat, Click and Clack serta para anak buah Sierra waspada dengan sekitar, menjaga dua bos besar mereka.


Hingga akhirnya, makan malam romantis penuh kehangatan itu berakhir. Udara semakin dingin di malam yang mulai larut. Jonathan menggendong Sierra dan mendudukkannya di kursi roda elektrik perlahan.


Namun, saat Jonathan akan duduk di sebelahnya, tiba-tiba ....


SHOOT!


BRUKK!

__ADS_1


"Argh!"


"Jonathan!" pekik Click lantang saat Jonathan terkena tembakan di punggung dan membuatnya roboh di paha sang kekasih.


"Cepat pergi dari sini!" teriak Clack langsung masuk ke dalam mobil dan duduk di sebelah Jonathan.


BROOM!!


Mobil melaju kencang meninggalkan lokasi. Clack langsung melepaskan jas Jonathan dengan panik.


"Oh, syukurlah," ucapnya lega saat melihat jika Jonathan tak terluka karena jasnya anti peluru.


Sierra menatap Clack tajam dan lelaki itu mengangguk paham. Jonathan duduk diapit Sierra dan Clack. Keduanya segera kembali ke toko.


Click mengabarkan berita penyerangan ke orang-orang yang menjaga toko dan mereka segera bersiaga.


Jonathan dan Sierra diamankan ke kamar yang berada di lantai 3. Click and Clack serta seluruh orang yang berada di toko itu segera mengamankan keadaan dari segala bentuk serangan yang bisa datang tiba-tiba.


"Entah yang diincar kau atau aku, tapi sepertinya ada yang tak setuju dengan hubungan kita, Sayang," ucap Jonathan sembari menutup tirai jendela.


Sierra ikut tegang karena mencemaskan kondisi kekasihnya.


"Sebaiknya, kita kembali ke rumahku saja, Jonathan. Di sana lebih aman," jawab Sierra berpendapat dan Jonathan mengangguk setuju.


"Oke. Besok kita pergi. Nanti soal peresmian, biar kak Zaid aja yang kerjain. Keselamatan Sierra prioritas Nathan. Sierra gak boleh terluka," jawabnya serius, berdiri di samping ranjang.


"A-aku takut," jawab Sierra terlihat seperti orang ketakutan.


Jonathan segera mendatangi sang kekasih dan memeluknya erat.


"Jangan takut. Nathan akan lindungi Sierra apapun yang terjadi," jawabnya menenangkan sang kekasih.


"Kau ... di sini saja, Nathan. Temani aku," pinta Sierra tak melepaskan pelukannya.


Jonathan mengangguk pelan. Ia merebahkan dirinya dan menjadikan lengannya sebagai alas kepala sang kekasih.


Sierra bisa mendengarkan detak jantung Jonathan yang berdebar kencang. Keduanya saling diam tak ada yang dibicarakan cukup lama.


Namun tiba-tiba, terdengar suara Jonathan mendengkur. Sierra bangun dan tertawa tanpa suara, melihat Jonathan seperti orang kelelahan.


Sierra mengambil tas yang diletakkan Jonathan di meja samping kasur dan mengambil ponselnya. Ia terlihat marah saat mengetikkan pesan di layar ponselnya.


"Kau sudah bertindak terlalu jauh, Venelope," tulis Sierra menatap layar ponselnya tajam.


Sierra terlihat menunggu balasan dan, TING! Matanya terbelalak seketika.


"Kau menuduhku? Kau bahkan tak memiliki bukti," balasnya.


"Isi balasmu sudah membuktikan kau yang melakukannya, Sepupu. Sniper-mu payah. Jika aku jadi kau, kupenggal dia hidup-hidup."


Venelope tak lagi membalas pesannya. Sierra langsung mematikan ponselnya. Ia mengepalkan kedua tangan dengan nafas menderu.


Ia kembali merebahkan tubuhnya dan memeluk Jonathan semakin erat.


"Tunggu balasanku," ucapnya dalam hati.


***


sinyal oh siyal. prasaan rumah lele di jogja gak dipucuk gunung tapi mau upload naskah syusahnya. kalo ada tipo2 koreksi aja. tar kalo lele ketemu sinyal akan langsung di koreksi.


makasih tipsnya. lele padamu😍


oia dikasih cover lagi sama MT cuma lele mau ajuin revisi. mirip sama yg kemaren lele jadi takut salah novel pas update naskah😆

__ADS_1



__ADS_2