4 YOUNG MOBSTERS S2

4 YOUNG MOBSTERS S2
Dendam Tora*


__ADS_3

Malam itu, Kediaman Tobias, Newfoundland Island, Kanada, Amerika.


"VESPER-SAMA!" teriak Tora lantang yang mengejutkan Vesper, Yuri dan Torin.


SHOOT! JLEB!


Vesper dengan sigap memegang pengait yang tergantung di tali tambang tombak yang tertancap pada dinding di sebelahnya.


Vesper menyiagakan pistolnya saat ia meluncur menuju ke helikopter. Tora melemparkan granat gas dari atas ke para Pion D yang mulai membidik helikopternya.


Para Pion langsung menghindar karena ledakan dari granat yang menyemburkan gas berwarna hitam.


DOR! DOR!


"Shit!" pekik Lysa saat ia siap membidik kepala belakang Torin, tapi malah terkena hujan tembakan dari Vesper meski tak mengenainya.


Yuki ikut meluncur dan diikuti Torin. Tora menatap Vesper tajam yang mengarahkan ujung pistolnya ke tubuh Lysa, tapi ia tak menembaknya.


Tangan Vesper bergetar dan pada akhirnya ia tak mampu menembak darah dagingnya sendiri.


Saat Yuki dan Torin berhasil meluncur, Tora melihat Lysa ditarik oleh salah satu pion D menuju ke balik dinding dan membuat sosoknya tak terlihat.


Tora langsung menekan tombol berwarna merah dalam genggamannya. Seketika, ujung dari ujung tombak seperti anak panah yang tertancap di dinding itu berkedip dan mengeluarkan suara nyaring.


PIPIPIPIPIPI!! BLUARRR!!


Bangunan milik Tobias meledak hebat dengan kepulan asap dan kobaran api yang membumbung tinggi di malam yang gelap. Vesper memejamkan mata terlihat sedih akan kejadian hari ini.


"Vesper-sama ...," panggil Tora menatapnya bingung.


"Tora, aku minta maaf. Mitsuki dan Tokio, mereka ...," ucap Vesper menggantung, memalingkan wajah.


Kening Tora berkerut. Ia langsung berlinang air mata.


"HARRGHHH!! TIDAKKK!! TIDAKKK!!" teriak Tora lantang dengan air mata langsung menetes begitu saja.


Torin langsung memeluknya erat saat Tora jatuh bersimpuh di lantai helikopter. Benda terbang itu pergi menjauh dari rumah Tobias yang mulai di datangi warga.


Vesper berdiri diam melihat dari pintu dan tak tahu bagaimana nasib anak perempuannya, apakah ia selamat atau tidak dari ledakan.


"Nyonya Vesper," panggil Yuki lirih dan Vesper langsung memeluknya.


"Kirim tim pencari, Yuki. Temukan Lysa," pinta Vesper sedih dan Yuki mengangguk.


Helikopter mendarat di sebuah dermaga dengan beberapa orang sudah berkumpul di sana termasuk Rohan.


Para Black Armys, The Kamvret dan Red Skull yang bertugas di pos darurat milik Jonathan dibuat bingung karena wajah Vesper yang lesu.

__ADS_1


"Bagaimana? Ada apa?" tanya Hadi bingung.


Yuki akhirnya menceritakan semua dan orang-orang itu terkejut bukan main, terlebih Tora.


"Lysa yang membunuh Mitsuki-san dan Tokio-san? Dia yang membunuhnya?!" tanya Tora dengan mata melotot dan wajah sudah tergenang air mata.


"Itu bukan Lysa, Paman Tora. Lysa tak mungkin melakukannya. Aku sangat yakin, Tobias melakukan sesuatu padanya. Lysa bahkan menembak Torin seakan tak mengenalnya!" jawab Yuki tegas menunjuk anak mendiang Bardi itu.


"Ya, itu benar. Aku khawatir jika tebakan Nyonya Vesper benar. Tobias mencuci otaknya. Hal keji lainnya yang biasa dilakukan oleh orang-orang The Circle ketika orang-orang yang diinginkannya membangkang dan berpihak padanya," tegas Torin.


"Ya Tuhan, kasus William terjadi lagi?" tanya Bayu The Kamvret pucat.


"Mungkin. Ini tak bisa dibiarkan. Kita harus segera menemukan Tobias. Segera susuri tempat ini. Aku yakin jika mereka berhasil kabur. Aku sempat melihat beberapa Pion selamat dari ledakan dengan berlari menuju ke hutan," sahut Torin.


Nafas Tora menderu dengan kedua tangan mengepal meski ia tak mengatakan apapun. Vesper mendekati salah satu bodyguard-nya dan memegang pundaknya.


"Maafkan Lysa, Tora. Ini bukan salahnya. Ia tak sadar ketika melakukan hal itu," ucap Vesper sedih.


Namun, Tora tak menjawab. Ia berpaling dari Tuannya dan berjalan pergi menuju ke mobil. Vesper terlihat panik, ia takut jika Tora melakukan balas dendam kepada anaknya.


Vesper melirik Hadi dan Bayu. Dua orang itu mengangguk lalu mengejar Tora, untuk memastikan lelaki itu tak nekat melakukan hal keji yang semakin menimbulkan perpecahan.


Para anak buah Vesper melakukan pencarian. Dua puluh tim yang terbesar, menyusuri pulau baik melalui darat ataupun jalur air.


Lysa dan para D dengan target utama Tobias kini menjadi buronan nomor satu dalam jajaran 13 Demon Heads.


Kabar duka inipun tersiar di seluruh jajaran dewan. Duka mendalam menyelimuti keluarga Mitsuki dan Tokio yang ditinggalkan.


Mayat keduanya berhasil di evakuasi oleh Tora dan timnya setelah mereka membius para warga dan polisi yang berada di sekitar kejadian.


Sayangnya, mayat dua pria Jepang itu cukup mengenaskan. Sebagian tubuhnya sudah terbakar karena ledakan dan terkena timbunan puing hingga tubuh mereka remuk.


Tora tak henti-hentinya menangis karena kehilangan dua orang yang sudah ia anggap seperti saudara laki-lakinya selama ini.


Tora tak sanggup membawa mayat mereka untuk dibawa pulang. Vesper membawa mayat keduanya ke Jumbo Island, salah satu markas milik Amanda Theresia ditemani oleh Yuki dan Torin.


Pemakaman yang dilakukan pada dini hari dengan cara dikubur itupun, dirasa lebih baik bagi Tora ketimbang harus dibakar setelah melihat betapa mengenaskannya mayat mereka.


Tora tak ingin dua seniornya makin tersiksa dalam panasnya api bila dikremasi. Tora bahkan sempat membersihkan mayat Mitsuki dan Tokio serta mengganti pakaian mereka.


Semua orang tertunduk dengan pakaian hitam yang mereka kenakan, melingkar di sekitar kuburan Tokio dan Mitsuki.


Suasana pemakaman begitu hikmad dengan tiupan angin laut di hari menjelang matahari terbit.


Tora menyalakan dupa untuk keduanya sebagai tanda penghormatan terakhir. Tora masih menggunakan cara kuno dan semua orang menghormati kepercayaannya.


Makam Mitsuki dan Tokio berada di hutan Jumbo Island. Tora membacakan naskah kitab sutra yang berisi, diharapkan orang yang meninggal akan tidur dalam ketenangan.

__ADS_1


Vesper ikut memegang tiga stik dupa yang telah dibakar. Terlihat kesedihan di wajahnya.


"Mitsuki dan Tokio. Mereka adalah ... dua orang kepercayaanku sejak kesetiaan mereka kurebut dari tangan Tatsuya Tendo. Meski demikian, selama masa pengabdian, mereka mengatakan jika lebih nyaman ketika hidup dalam jajaranku. Meskipun mengalami banyak perang, tapi ... mereka mendapatkan kedamaian bahkan bisa memiliki keluarga selama mengikutiku. Kastil Hashirama dijaga baik oleh mereka selama puluhan tahun. Mereka juga membimbing para Black Armys Ninja yang selama ini melindungi markas-markasku. Aku sangat menghormati mereka. Semoga ... Dewa menempatkan kalian di tempat yang paling mulia di sisi mereka."


Semua orang berusaha agar tak meneteskan air mata. Tora menancapkan dupa miliknya ke kuburan Mitsuki dan Tokio, begitupula para pelayat lainnya termasuk Vesper.


Vesper mendekati Tora dan berdiri di sebelahnya. Tora masih berdiri di hadapan kuburan dua seniornya dengan wajah datar.


"Tora ...."


Namun, Tora berpaling begitu saja. Vesper langsung menangkap pergelangan tangannya kuat. Tora menghentikan langkah. Semua orang tegang seketika.


"Mereka sudah mati dan tak akan hidup lagi. Seperti itulah kehidupan. Jangan jadi orang naif karena kau kehilangan dua orang yang begitu kau sayangi. Mereka tahu konsekuensi menjadi seorang mafia. Mereka tahu jika suatu hari akan mati saat bertugas," ucap Vesper tegas yang kini memandangi makam dua penjaga Kastil Hashirama.


"Aku lebih rela jika yang membunuh mereka adalah Tobias atau para musuh kita, Vesper-sama. Kenapa harus Lysa?" tanya Tora menoleh meski matanya tak tertuju pada Tuannya.


"Jangan ceroboh, Tora. Dendammu bisa menghancurkan keluargamu. Ingat isteri dan anak-anakmu. Mereka ingin kau kembali ke rumah dalam keadaan selamat. Kau pikir, jika kau membunuh Lysa, maka semua petaka ini akan berakhir? Tidak, Tora. Kau akan membuat kematian ini seperti rantai yang akan terus mengait hingga akhirnya kau menyesal suatu saat nanti, meratapi kebodohanmu yang diliputi oleh kebencian. Jangan jadi pria yang berpikiran sempit, Tora. Kau bisa lebih baik dari itu," tegas Vesper merapatkan tubuhnya dan kini berdiri di hadapan Tora, menatap matanya tajam.


Semua orang panik seketika, melihat Vesper bersitegang dengan salah satu bodyguard-nya. Nafas Tora menderu, ia balas menatap mata Vesper tajam bahkan tak berkedip.


"Aku mengerti," ucapnya tiba-tiba dengan pandangan sayu.


Vesper melepaskan cengkeramannya. Tora berpaling dan berjalan pergi meninggalkan semua orang, memasukkan kedua tangannya ke dalam Yukata hitam.


Vesper menatapnya seksama yang sudah berjalan jauh memunggunginya.


"Nyonya Vesper?" tanya Yuki mendatanginya terlihat cemas.


"Dia akan balas dendam, Yuki. Aku bisa merasakannya," jawab Vesper sedih.


Yuki terkejut dan terlihat bingung akan hal ini. Vesper memejamkan mata. Ia terlihat tertekan akan hal ini.


Yuki memegangi Vesper yang terlihat sedih meski tak menangis. Ia memapahnya masuk ke dalam diikuti oleh Torin dan lainnya.


Pagi itu, orang-orang melihat Tora sedang di pinggir pantai tanpa ekspresi di wajahnya.


Mendengar informasi dari Yuki mengenai kekhawatiran Vesper dengan aksi balas dendam Tora entah apa yang akan ia lakukan nanti, membuat semua orang mengawasinya di kejauhan.



***


ILUSTRASI


SOURCE : PINTEREST


Tengkiyuw tipsnya dan selamat malam minggu di musim PPKN😆

__ADS_1



__ADS_2