
Jonathan segera memetakan lokasi dari aset miliknya karena para The Circle telah ia tempatkan di beberapa wilayah untuk bertugas di sana.
Jonathan mengantisipasi serangan Miles selanjutnya kepada anak buahnya yang diyakini ingin menculik mereka.
Malam itu. Jonathan melakukan teleconference ke seluruh Pos Darurat miliknya yang tersebar di beberapa negara.
"Miles mengincar kami untuk dijadikan anak buahnya dengan mencuci otak?" tanya salah seorang anggota Pasukan Gagak.
"Yep. Jadi, kalian sediakan serum penawar halusinasi tiap bertugas dalam seragam. Jadi, kalau kalian liat ada gas putih tiba-tiba menyeruak, langsung aja suntik serum itu ke tubuh kalian. Paham?" tegas Jonathan.
Para pemimpin dari tiap markas mengangguk paham.
"Selain itu, Nathan punya misi maha penting untuk kalian para pemimpin kelompok," ucapnya. Para pria itu terlihat serius mendengarkan.
"Setelah kalian menggunakan serum, segera sembunyi. Lihat pergerakan Miles saat mereka membawa orang-orang kita yang berhasil ditangkap olehnya. Namun, kita juga berikan serangan kejutan. Nathan kepikiran sebuah ide untuk aksi kita selanjutnya," ucapnya mantap.
"Apa itu, Bos?" tanya salah satu pemimpin dengan nama jenis bunga.
Seringai Jonathan muncul. Ia pun menjelaskan idenya dan ternyata diterima oleh semua orang termasuk Sierra, Venelope, Click and Clack. Segera, para pemimpin kelompok itu menindaklanjuti instruksi dari bos mereka.
"Hem, kerja bagus," ucap Sierra memuji seraya meraih gelas jus alpukat yang dibuatkan oleh Venelope untuknya.
"Ya, dong. Nathan 'kan pinter," ucapnya bangga, tapi membuat empat orang mantan The Circle itu memutar bola mata terlihat malas.
"Jadi. Kau siap untuk menjebak Miles? Kau yakin, jika dia akan datang ke tempat itu?" tanya Click memastikan.
"Hem. Tempat itu 'kan jauh dari keramaian karena masuk dalam wilayah private. Banyak The Circle Nathan yang ditugasin di sana karena lagi proses pembangunan ulang rumah Sierra. Nathan yakin, Miles akan berkunjung, dan sebagai Tuan rumah, wajib hukumnya kasih sambutan buat para tamunya. Sayang, Miles jenis tamu tak diundang," jawabnya gusar seraya merapikan koper berisi pakaian ganti yang akan digunakan selama bertugas.
"Hati-hati, Jonathan. Miles licik. Cara kerjanya hampir mirip seperti Cassie. Bedanya, Cassie ditugaskan, sedang Miles, dia menugaskan. Sangat berbeda kinerja antara pemimpin dan pesuruh," ucap Sierra mengingatkan.
Jonathan mengangguk paham terlihat serius. Tiba-tiba saja, Jonathan mendekati Sierra. Gadis cantik itu gugup ketika Jonathan mencium keningnya. Venelope dan dua algojo Madam menahan senyum karena Sierra tersipu malu.
"Doain Nathan berhasil ya. Miles jengkelin sumpah dan dia harus dibinasakan," ucapnya menatap Sierra lekat dan mantan pemimpin No Face itu mengangguk pelan.
Keesokan harinya, Jonathan dan Click and Clack pergi ke Paris tanpa membawa pasukan. Anak buahnya sengaja ditugaskan untuk melindungi markas yang belum disentuh Miles dan menjaga Sierra serta Venelope.
Dua wanita cantik itu kembali ke Perusahaan. Bagi mereka, berada di kantor lebih aman dan terhindar dari serangan Miles.
Paris. Kediaman Sierra dalam tahap pembangunan.
"Kalian sudah siap?" tanya Jonathan saat ia memberitahukan maksud dan tujuannya datang ke tempat pembangunan.
"Yes, Boss!" jawab para pekerja The Circle miliknya mantap.
Pusat Kendali bawah tanah yang telah selesai dibangun, meski belum beroperasi, menjadi tempat Jonathan dan dua bodyguard-nya untuk menyiapkan serangan balasan jika Miles menyerang.
__ADS_1
Tak terasa, bulan sudah berganti dan memasuki Juni. Diperkirakan bulan depan, kediaman Sierra sudah rapi dan bisa di tempati. Namun, belum ada tanda-tanda dari Miles untuk menyerang.
Bangunan yang sedang dibangun bahkan hampir selesai, seperti bukan target serangan Miles padahal banyak anggota The Circle di sana.
Saat Jonathan mulai bosan dan merasa strateginya salah, tiba-tiba saja, Click and Clack memasuki ruangan berwajah serius.
"Jonathan. Zaid menginformasikan jika tempat usaha di Lebanon sudah diamankan oleh anak buahmu. Miles juga tak terlihat berkunjung ke sana. Sayangnya, Zaid memutuskan untuk menutup sementara usaha WO karena khawatir dengan serangan Miles. Jadi, Black Armys Vesper dipulangkan sampai dipastikan bisa beroperasi kembali," ucap Click menginformasikan dari email yang dikirim Zaid.
"Kak Zaid cemen banget sih. Masa cuma gitu aja nutup usaha. Bisa bangkrut dan client kita hilang karena beralih ke tempat lain. Agh, payah!" sahut Jonathan kesal dari tempat duduknya.
Click and Clack enggan berkomentar. Selang beberapa detik, Sierra menelepon. Jonathan segera menerima panggilan itu dengan men-speaker-nya.
"Jonathan! Dugaanmu salah! Miles tak menyerangmu. Ia menyerang anak buah Arjuna yang menjaga kediaman anak Sutejo di Suriname. Tessa memberikanku kabar jika 15 Bala Kurawa hilang. Setelah diselidiki, cara yang digunakan Miles sama ketika menangkap orang-orang kita. Sepertinya, Miles sedang menghimpun pasukan hingga sesuai target lalu akan ia kerahkan dalam jumlah besar untuk menyerang. Ini bahaya!" ucap Sierra yang membuat mata Jonathan melebar seketika.
"Yang. Bisa akumulasi total pasukan dari Bala Kurawa kak Juna dan The Circle Nathan yang hilang gak? Setidaknya, kita bisa tahu berapa jumlah orang yang sudah ia himpun termasuk persenjataan kita yang dicolong sama dia. Biar kita bisa antisipasi," pinta Jonathan.
"Ya, aku bisa melakukannya. Aku akan menghubungimu kembali," jawabnya lalu menutup panggilan.
"Jika yang dikatakan Sierra benar, ini gawat. Kita harus segera bertindak," ucap Clack mendekati Jonathan yang terlihat serius dengan serangan Miles.
"Kamu pengen Nathan ngapain?" tanya pemuda itu meminta nasihat.
"Hubungi Lysa, Sandara dan Arjuna. Kita harus bekerjasama untuk meringkus Miles sebelum terlambat," sahut Click yang diangguki oleh Clack.
"Hah? Sudi amat. Mereka aja gak ada terima kasihnya pas Nathan kasih peringatan soal serangan mama. Ogah. Eh bentar. Mama?" ucapnya langsung berkerut kening.
"Bisa jadi Miles menghimpun pasukan bukan buat serang kita, tapi buat serang Black Armys mama. Nathan yakin, kalau tujuan Miles itu buat jatuhin mama bukan para mafia dalam jajarannya. Black Armys mama 'kan ribuan jumlahnya. Miles tahu jika dia butuh banyak orang dan senjata untuk gempur mama," ucapnya mantap.
"Jika itu benar, kita harus peringatkan Vesper!" tegas Click.
"Ih, ngapain? Biarin aja. Kalian gak inget kalau hampir dimampusin sama mama? Lihat, Tobias aja mati. Itu bang ded loh, bukan orang sembarangan. Sampai sekarang aja pelakunya gak ketemu. Yang bisa melakukan kekejaman itu, siapa lagi kalau bukan orang-orang mama," tolak Jonathan kesal.
Click and Clack saling memandang terlihat bingung dalam bersikap.
"Ini karma buat mama karena udah nyelakain banyak orang. Mama lagi dihukum sama Tuhan. Jadi, biarin aja, gak usah ikut campur," sambungnya.
"Kau ... membiarkan ibumu tewas?" tanya Click menyipitkan mata. Jonathan diam tak menjawab dan memalingkan wajah.
"Kalau tujuan Miles himpun pasukan buat lenyapin Black Armys dan orang-orang gak guna di sekitar mama, Nathan kayaknya bakal dukung rencana papa Cassie."
Praktis, mata Click and Clack melebar.
"Kau gila? Mendukung aksi Miles?!" pekik Clack terheran-heran.
"Hem. Bagaimanapun si Miles itu 'kan ayah mertua Nathan nantinya. Gak mungkin Nathan dimampusin sama Miles. Kan Nathan calon mantunya," jawabnya yakin.
__ADS_1
Click and Clack bertolak pinggang terlihat pusing dengan cara berpikir Jonathan.
"Hei, kau mau ke mana?" tanya Click bingung karena Jonathan terlihat bersiap seperti akan pergi.
"Pulang. Ngapain masih di sini? Toh semua sudah jelas. Miles ingin hancurin mama. Jadi, biarin aja. Ayo," ajak Jonathan seraya menarik koper miliknya keluar dari pusat kendali bawah tanah.
Click and Clack memijat dahi mereka yang mendadak terasa berat usai mendengar pernyataan Jonathan. Hari itu juga, Jonathan pergi meninggalkan Colmar.
Saat pemuda itu melewati Butik dan Salon milik Sandara, Jonathan terkejut saat menyadari jika toko tersebut tutup.
Jonathan menanyakan hal tersebut kepada dua bodyguard-nya, tapi mereka mengatakan tidak tahu.
Akhirnya, Jonathan menghubungi Zaid dan meminta informasi mengenai hal itu. Ternyata, kabar yang ia dapat cukup mengejutkan.
"Kau tak tahu? Afro terluka parah hingga ia harus diamputasi. Aku tak begitu mengerti detailnya, tapi yang jelas, Sandara tak muncul lagi hingga sekarang bahkan ia meninggalkan tugasnya sebagai isteri dan pemilik perusahaan Farmasi Elios di Italia. Namun, Sandara memberikan pengakuan kepada Made Red Ribbon sebelum pergi jika pelaku yang mencelakai Afro adalah salah satu anak dari Sutejo," jawabnya yang membuat Jonathan langsung melebarkan mata.
"Anak Sutejo?"
"Ya, tapi masih diselidiki. Sandara bahkan menjadi buronan karena wajahnya masuk di berita kriminal negara Sudan dan sekitarnya. Sekarang, Afro ditemani oleh Arjuna dan Doug. Rencananya, Afro akan dipulangkan ke Italia. Aku bermaksud untuk menjenguknya saat Afro sudah siap bertemu dengan orang-orang. Kasihan dia, kaki robot bahkan tak bisa menolongnya. Bukan karena sakit yang dideritanya, tapi rasa kecewa karena sikap Sandara membuat mentalnya jatuh," jawab Zaid yang membuat Jonathan terdiam sesaat.
"Oh, gitu. Makasih, Kak Zaid. Ya udah, Nathan ... masih ada urusan. Makasih ya," ucapnya lalu menutup panggilan.
"Ini semakin buruk Jonathan. Afro bahkan terkena imbas padahal ia tak memiliki pasukan. Aku khawatir, jika Miles mengincar keturunan The Circle seperti Venelope, Tessa, dan Sierra. Bisa jadi, Tobias tewas karena ulah Miles. Selama ini, Tobias adalah mimpi buruk baginya," ucap Click berpendapat.
"Maksudmu ... Sierra dalam bahaya? Bagaimana dengan Cassie? Dia 'kan juga keturunan No Face," tanya Jonathan panik.
"Cassie anak Miles. Aku rasa, Cassie sebuah pengecualian. Dia akan baik-baik saja, meski sampai sekarang kita tak tahu keberadaannya," jawab Clack.
Jonathan terlihat lesu jika teringat dengan salah satu kekasihnya. Namun tiba-tiba, mata Jonathan melotot.
"Eh, eh, bentar. Sekarang bulan Juni. Seharusnya ... seharusnya Cassie udah lahiran! Anak Nathan harusnya udah lahir!" ucapnya semangat. Click and Clack terkejut karena baru menyadari hal itu.
"Sungguh?" tanya Click memastikan dan Jonathan mengangguk mantap.
"Lalu ... sekarang bagaimana? Cassie tak meninggalkan jejak," tanya Clack penasaran.
"Banyak asumsi di kepala Nathan. Sebaiknya, kita kembali ke Black Castle dulu aja. Setidaknya, Miles lagi sibuk dengan Bala Kurawa kak Juna. Entah kenapa Nathan yakin kalo selanjutnya, Miles akan menyerang The Eyes milik kak Lysa," jawabnya santai, tapi membuat dua bodyguard itu memikirkannya dengan serius.
***
uhuy tengkiyuw tipsnya😍 lele udh stok 3 eps. 2 sisanya nunggu sodakoh tips koin ya😁
terus yg mau kalender meja ini, bisa japri lele by dm instagram atau wa. harganya 40k tapi belom termasuk ongkir.
__ADS_1
yg di jogja kalo berminat, lele ksh gratis free ongkir atau nanti pas lele udh balik jakarta. itu aja infonya💋 lele padamu❤️