4 YOUNG MOBSTERS S2

4 YOUNG MOBSTERS S2
Analisis Sierra


__ADS_3

Giamoco Island, Minggu ketiga.


Sierra sungguh mampu memuaskan mantan kekasihnya yang kini menjadi Bosnya itu. Jonathan, juga terlihat tak keberatan dengan sikap manja puteri dari Tobias tersebut.


"Nathan, punyamu enak sekali. Bolehkah ... jika aku sering bermain denganmu?" tanya Sierra seraya mengecup wajah Jonathan dengan lembut.


"Hem," jawabnya dengan mata terpejam terlihat sudah letih dengan kegiatan panasnya di malam yang diselimuti hujan salju di luar.


Senyum Sierra terkembang, ia memeluk Jonathan erat dan membiarkan tubuh polosnya diselimuti kain tebal yang menghangatkan tubuh keduanya.


Tak lama, Sierra tertidur lelap usai dipuaskan oleh Jonathan. Sedang pemuda itu, masih terjaga dan menatap langit-langit.


Banyak tempat sudah ditandai dan tak ada pergerakan mencurigakan dari Miles dan anak-anak Sutejo. Hanya tinggal mereka saja ngengat di jajaran 13 Demon Heads. Cassie .... Jonathan diam sejenak saat teringat akan kekasihnya yang kini mengandung anaknya.


Apa yang Miles lakukan hingga Cassie masih bertahan dengannya? Ancaman jika Miles akan membunuh bayiku? Apakah benar, kabar yang mengatakan jika Miles dendam padaku karena aku menghamili anaknya? Jadi selama ini, pria bertopeng gagak itu adalah Miles? Dia sudah ada sejak lama. Bahkan pasukan gagak berikut atributnya aku duplikat untuk kujadikan pasukanku.


Jonathan makin berpikir keras mengingat kejadian masa lalu di mana kepergian Cassie selalu mengganggu perasaannya.


Hem ... pasukan gagak. Eh? Pasukan gagak? pekiknya tiba-tiba dengan mata melotot lebar dalam hati saat menyadari sesuatu.


Perlahan, Jonathan memindahkan tubuh Sierra yang menghimpitnya, tapi ternyata gerakannya itu membangunkan gadis bermata biru tersebut.


"Kau mau ke mana?" tanya Sierra dengan pandangan sayu menatap Jonathan seksama.


"Aku haus, ingin minum. Tidurlah, aku tak lama," jawabnya seraya meninggalkan kecupan di pipi Sierra, tapi dengan sigap, Sierra langsung memeluk Jonathan yang akan pergi meninggalkannya. Jonathan diam sejenak.


"Berjanjilah jangan menyingkirkanku. Kau pernah mengusirku hanya karena aku berubah menjadi Sierra yang dulu. Kau harus tahu satu hal, Jonathan. Aku menjadi seperti ini, karena didikkan leluhurku. Namun, saat aku bersama kakek Jeremy, meski hanya sehari, aku seperti ... merasa disayangi. Ia tak takut padaku, bahkan selalu tersenyum padahal aku tahu jika selama ini, yang dilakukan oleh jajaranku merenggut banyak hal di kehidupannya. Namun, kakek Jeremy memaafkanku. Dan aku ... merasa nyaman denganmu. Jadi ... berjanjilah padaku, jika ...."


"Jika apa?" tanya Jonathan menatap Sierra lekat yang tak melepaskan pelukannya.


"Jika Cassie kembali suatu saat nanti, biarkan aku tetap di sampingmu. Jangan singkirkan aku. Jangan. Aku rasa belum terlambat untuk menyesal dan ... memaafkan masa laluku," ucap Sierra dengan suara dan tubuh bergetar.


Jonathan bisa merasakan kesungguhan dari ucapan gadis bermata biru itu.


"Apa kau tahu, Sierra? Cassie pernah mengatakan padaku. Jika kau ada di sampingku, dia tak akan muncul. Namun, jika kau tak ada, dia akan muncul. Jadi ... aku ingin membuktikan ucapannya. Menyingkirlah dariku."


Praktis, Sierra langsung melepaskan pelukannya. Keduanya saling bertatapan tajam.


Sierra terlihat kesal dan langsung duduk di pinggir ranjang memakai kembali sepatu dan sarung tangan robot meski terlihat kesulitan.


Ia membiarkan tubuhnya yang tak terbungkus kain polos begitu saja di hadapan Jonathan. Pemuda itu menatapnya saksama.


"Semudah itu? Oke, kita buktikan saja. Iris leherku, jika aku menyingkir dan Cassie kembali padamu. Dia, tak akan datang. Nyalinya tak sebesar itu untuk melawanku. Dia tahu batasannya. Sampai kapanpun, pelayan, tetap pelayan," tegasnya.


"Kau menghina calon ibu dari anakku?" tanya Jonathan tajam.


"Jangan munafik, Jonathan. Kau lahir sudah menjadi seorang Tuan Muda, berbeda dengan saudaramu yang lain di mana mereka harus berjuang untuk mendapatkan kekuasaan dan kekayaan sepertimu. Kau, tinggal menjentikkan jari, semua hal yang kauminta di dunia akan datang padamu. Kau, memiliki kemampuan untuk melakukannya, sama sepertiku. Aku juga bisa melakukannya, tapi jajaranmu, merenggut semuanya," jawab Sierra tegas. Jonathan mendengarkan ucapan Sierra dengan hati-hati.


"Namun, berbeda dengan Cassie. Dia lahir sudah ditakdirkan menjadi budak. Dia, tak akan pernah menjadi penguasa. Dia hanya mengerti tentang membunuh. Potong kakiku, aku cukup yakin jika dia kebingungan saat tahu hamil anakmu. Dia, tak seperti kita. Dia, tak berpendidikan. Dan hidupnya, hanya untuk misi," jawab Sierra panjang lebar begitu serius dari tempatnya berdiri.


"Walk," ucapnya memberikan perintah pada sepatu robotnya. Ia berjalan menjauh mengambil pakaiannya yang berserakan di lantai akibat ulah Jonathan.

__ADS_1


Pemuda itu melihat gerak-gerik Sierra yang mengenakan kembali pakaiannya dengan gusar.


"Besok aku akan kembali ke Ceko bersama anak buahmu. Lakukan bisnis di Grey House tanpaku. Kita lihat, awal bulan Februari, apakah calon ibu dari anakmu akan hadir? Jawabku, tidak."


Sierra keluar dari kamar Jonathan dengan wajah dingin. Jonathan terdiam di ranjang masih dalam posisi miring. Ia seperti memikirkan ucapan Sierra. Jonathan lalu bangkit dan mengambil ponselnya. Ia menghubungi seseorang di malam yang sudah larut.


"Kau meneleponku setelah mengabaikan panggilanku?"


Jonathan menghembuskan nafas panjang. "Nathan minta maaf, Paman BinBin. Nathan ... pusing," jawabnya lesu seperti kejantanannya yang telah mengempis.


"Apa yang kauinginkan?"


"Kostum gagak. Apakah Paman masih simpan daftarnya? Siapa saja anggota Nathan yang memakai kostum asli itu sebelum Nathan buatin yang baru?"


"Ya. Ada sekitar 35 orang. Mereka sekarang berada di Ceko. Akan aku kirimkan daftarnya ke ponselmu."


"Oke. Terima kasih, Paman. Dan ... jika kau tak sibuk, maukah kau datang ke Ceko? Ada hal penting yang ingin kubicarakan," pintanya.


BinBin diam sejenak. "Oke."


Jonathan tersenyum tipis. "Terima kasih, Paman. Sampai bertemu lagi."


Jonathan menutup panggilan telepon itu. Ia yang awalnya ingin menelepon One untuk meminta pesanan berupa kapsul dan perlengkapan menyelam mengurungkan diri. Ia meletakkan ponselnya dan kembali merebahkan diri.


Namun, sudah satu jam, ia tak bisa tidur dan malah gelisah entah apa yang dipikirkannya. Jonathan kembali memakai boxer dan mengenakan jas tebalnya. Ia keluar kamar dan malah mendatangi kamar Sierra yang ternyata tak terkunci.


CEKLEK!


"Berubah pikiran?" tanya Sierra ketus tak merespon sentuhan Jonathan.


"Hem. Aku mendengarkanmu. Sudah malam, tidurlah. Aku akan ikut kembali ke Ceko. Aku tak membutuhkan kapsul dan lainnya. Aku rasa, semua persediaan kita sudah cukup untuk bertahan dan menyerang," jawabnya dengan mata terpejam.


"Jangan lupa, Jonathan. Aku calon pemimpin No Face. Aku paham benar yang terjadi di antara jajaranmu dan jajaranku. Ikuti kata-kataku, dan kita akan menyelesaikan konflik ini lebih cepat dari yang kauduga," ucapnya tegas.


"Oke," jawab Jonathan seraya merapatkan pelukannya. Sierra tersenyum. Ia membalik tubuhnya dan menatap Jonathan lekat yang menatapnya dengan wajah sendu.


"Cassie akan datang dengan sendirinya tanpa kau harus mencarinya. Sama seperti Miles. Ia akan datang tanpa kita harus memburunya. Perkuat pertahananmu, dan kita sambut kedatangannya dengan semua persenjataan yang kita miliki," ucap Sierra seraya mengecup ujung bibir Jonathan lembut.


"Apa kau bisa menebak jalan pikiran Miles?" tanya Jonathan membiarkan Sierra menjamahinya.


"Jika aku tak salah hitung. Jumlah pria narkotika tersisa 3 orang. Ditambah Miles, jadi 4 orang. 4 lawan 4. Kau tahu siapa yang kumaksud?"


Jonathan menggeleng. Sierra menghembuskan nafas terlihat malas.


"Empat anak Vesper, melawan 3 anak Sutejo dan Miles. Ia akan datang kepada kalian. Namun dengan cara seperti apa, aku tak tahu. Yang jelas, ia membawa seluruh dendam semasa hidupnya kepada kalian semua. Bersiaplah, Sayang," ucap Sierra dengan senyum penuh maksud dan perlahan menurunkan tubuhnya hingga ia menghilang di balik selimut.


Jonathan memejamkan mata terlihat bergairah saat ia merasakan Sierra kembali memanjakan kejantanannya. Seperti sebuah keajaiban, pemuda itu kembali tersenyum.


"Hem, aku suka caramu dalam menjelaskan dan menganalisis, Sierra. Kau juga sangat pintar dalam memuaskanku. Jadi ... kau kuizinkan untuk tetap di sampingku," ucap Jonathan seraya memijat kepala Sierra yang sedang memuaskan kejantanannya di mulutnya.


"Aku pegang janjimu," jawab Sierra yang kini menelusuri tubuh Jonathan yang kembali polos dengan kecupan lembut.

__ADS_1


Jonathan menatap Sierra lekat yang selalu terlihat cantik dan wangi seperti ciri-ciri seorang kekasih yang diidamkannya.


"Jangan mengacau, atau aku tak segan membuangmu ke laut," tegasnya seraya memegang kepala Sierra erat yang kini sudah berada di dadanya.


"Deal," jawabnya lalu menjulurkan lidah meminta untuk disambut, dan lidah Jonathan dengan sigap merespon ajakan itu.


Keesokan harinya. Red tak jadi membawa pesanan Jonathan ke Bandara karena laporan dari Black Suit mengatakan jika petugas yang biasanya mereka suap telah ditangkap dan diamankan di penjara.


Sierra dengan sigap memberikan nasehat untuk Bosnya. Jonathan mengirimkan anak buahnya yang berada di Pos Darurat miliknya di Amerika untuk mengambil pesanan itu melalui jalur air.


Sierra dengan cepat memberikan instruksi kepada anak buah Jonathan untuk membawa benda tersebut ke titik-titik yang telah ia tandai untuk diamankan.


"Aku akan gunakan nama perusahaan eksport-import milikku untuk mengamankan muatan kita, Jonathan. Senjata-senjata Vesper dan Boleslav akan aman sampai tujuan," ucap Sierra menegaskan dan Jonathan mengangguk setuju.


Jonathan melihat kegesitan Sierra dalam merespon sebuah ancaman. Ia menggunakan kapal kargo miliknya untuk membawa senjata-senjata itu.


Koper berisi serum dan penawar dari laboratorium Jeremy ikut dipindahkan, tak jadi Jonathan bawa ke Ceko untuk diamankan di tempat lain.


Dominic, ikut terkejut saat anak buah Jonathan datang ke Kastil Borka. Mereka meminta agar senjata-senjata pesanan Jonathan dikirimkan melalui jalur air tepat sebelum pengiriman dilakukan.


Tentu saja, Dominic tak langsung percaya, meski Jonathan telah mengkonfirmasi kebenaran itu.


Mantan anggota dewan 13 Demon Heads beserta petugas yang dipercaya olehnya, dibuat kagum saat melihat sebuah kapal kargo siap untuk mengamankan pesanan Jonathan.


"Golden Coorporation?" guman Dominic saat melihat kapal kargo tersebut berlabuh untuk memasukkan muatan.


"Ya. Sama seperti Robicon Coorporation. Kini, nona Sierra CEO-nya, meski tuan Tobias adalah pemilik saham terbesar di dua perusahaan tersebut," jawab salah seorang anggota The Circle Jonathan yang mengurus pengangkutan.


"Aku ingat dua perusahaan itu. Jika boleh tahu, di mana tepatnya barang-barang ini akan dibawa?" tanya Casilda penasaran.


"Bukankah kalian semua sudah tahu, di mana letak perusahaan itu? Sudah tak ada lagi hal yang ditutupi oleh The Circle dan No Face. Kami tahu tentang 13 Demon Heads, begitupula sebaliknya," jawab utusan itu.


"Anggap saja aku tak tahu," desak Casilda.


"Kami memiliki beberapa tempat untuk menyimpan persediaan. Meski kalian sudah menghancurkannya, tapi ... tanah itu masih milik petinggi The Circle dan No Face. Maaf, bukannya tak ingin menyebutkan, tapi sebaiknya, kalian ingat-ingat saja di mana letak markas-markas itu," jawab pria itu santai.


Dominic dan Casilda menyipitkan mata.


"Sudah selesai! Ayo!" panggil salah seorang petugas di atas kapal kargo.


"Terima kasih. Sampai jumpa," ucap utusan itu lalu berpaling meninggalkan orang-orang dalam jajaran 13 Demon Heads yang masih berdiri di pinggir dermaga seraya melihat kapal besar tersebut kembali berlayar di malam yang sudah larut.


"Apa maksud ucapannya tadi?" tanya Casilda curiga.


"Entahlah, aku tak begitu yakin," jawab Dominic dengan pemikiran serupa.


***



kayaknya ada beberapa reader yang pengen novel ini cepet ditamatin. baiklah, lele percepat semoga akhir november tamat ya. begitu 4YMS2 berarti cerita dunia mafia udah bubar ya dan beralih ke fantasi-action dengan bumbu mafia tapi sejimpit aja. tengkiyuw buat yg udah kasih vote selama ini. lele padamu❤️

__ADS_1


__ADS_2