4 YOUNG MOBSTERS S2

4 YOUNG MOBSTERS S2
Adu Nyali*


__ADS_3

Mata semua anggota tim terbelalak. Biawak Kuning dan Cokelat akhirnya bisa melihat sosok dari Mr. White yang selama ini dibicarakan oleh jajaran Vesper.


Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Non-baku bahasa Indonesia campuran.


"Bagaimana status tim yang lain?" tanya Jonathan dengan mata terpaku pada sosok Mr. White yang mulai mengamati Galundeng dalam genggamannya.


"Aman, Boss. Mr. White hanya menemukan satu," jawab Paus mantab.


Sierra terlihat serius saat melihat sosok pria berambut putih panjang yang dulu satu kelompok dengannya ketika masih dalam kepemimpinan Madam.


Tiba-tiba, kamera pada Galundeng padam. Semua orang kembali terkejut.


Jonathan melihat sisa tampilan empat kamera dari Galundeng, salah satunya yang dikendalikan oleh Hiu, berhasil bersembunyi di bawah almari tempat berdirinya orang-orang No Face tersebut.


"Bos! Kami menemukan Click and Clack!" sahut Tongkol dan praktis, mata Jonathan kini beralih ke tampilan dari dua bodyguard-nya yang berada di sebuah ruangan, memasukkan beberapa botol ke dalam koper hitam.


"Itu ...," ucap Sierra pelan.


"Apa, Yang?" tanya Jonathan langsung menoleh ke arah kekasihnya.


"Mr. White akan meledakkan gedung! Cepat keluarkan semua anggota tim-mu!" pekik Sierra lantang yang mengejutkan semua orang.


"What? Sial!" pekik Jonathan kesal.


Jonathan segera menghubungi seluruh tim agar pergi dari lokasi meski masih berada di luar gedung. Namun, kening Jonathan berkerut saat ia terpikirkan sesuatu.


"Wait! Tahan!" pekik Jonathan yang membuat seluruh tim yang berada di lapangan kembali bersembunyi.


"Ada apa, Jo?" tanya Cokelat dari sambungan radio.


"Sierra bilang kalau Mr. White mau meledakkan gedung. Kalau begitu, jangan sungkan untuk membuat keributan. Berikan kesempatan buat kak Naomi dan tim Tawar untuk menyusup. Go, now!" teriak Jonathan mengomandoi.


"Yes, Boss!" jawab seluruh tim.


Mata Sierra terbelalak saat melihat semua tim Jonathan yang mengepung tiga sisi dari gedung peninggalan Elios, mulai mengeluarkan senjata besar mereka.


"Tim laut. Buat keributan di Utara," perintah Jonathan mulai menunjukkan seringainya.


"Yes, Boss!" jawab kelima anggota dengan nama-nama ikan tersebut serentak.


Terlihat, Hiu dan Paus mengeluarkan senjata pelontar granat yang berisi granat mini, mengarah ke dinding terluar bagian utara.


Seketika, KLIK! SWOOSH!!


BLUARRR!! DOOM! DOOM! DOOM!


Sierra terperanjat karena suara ledakan begitu santer terdengar dari radio tim Laut. Ledakan itu meruntuhkan dinding setinggi lima meter dan jatuh menimpa ladang ranjau di bagian depan dari tembok terluar.


"Jangan biarkan kendaraan apapun meninggalkan kawasan. Halangi!" teriak Jonathan lagi.


"Yes, Boss!" jawab Tim Laut yang segera menyiapkan penghalang di jalan aspal tempat semua kendaraan masuk ke dalam gedung.


Paku-paku hitam yang menyerupai warna aspal disebar oleh Kakap dan Teri sepanjang seratus meter.


Sierra terpaku melihat kinerja anak buah Jonathan di mana sebelumnya, ia tak pernah melihat pertempuran secara langsung meski melalui kamera.


"Bos! Alarm gedung mulai dinyalakan. Semua orang di dalam gedung dievakuasi!" lapor Tongkol setelah melihat dari kamera Galundeng di mana terlihat jelas, lampu merah berkedip di seluruh koridor dan kaki-kaki para pekerja di tempat itu berlarian meninggalkan ruang kerja mereka.

__ADS_1


"Jangan biarkan mereka kabur. Mr. White ingin meledakkan gedung 'kan? Kita lihat, apakah ia tega melakukannya dengan banyak pegawai masih terperangkap di dalam sana," ucap Jonathan dengan senyum liciknya.


Sierra menatap kekasihnya seksama yang terlihat begitu bersemangat mengomandoi pasukannya. Sierra menelan ludah.


"Jo! Sensor panas melihat orang-orang berlari menuju selatan bangunan. Kita tak memiliki tim di sana," ucap Biawak Kuning melaporkan.


"Kamboja! Tak perlu sembunyi lagi. Tembakkan seluruh amunisi CD ke pagar di selatan," perintahnya.


"Yes, Boss!" jawab Kamboja yang kini mulai mendekati gedung, tapi tiba-tiba BRAKK!!


"Apa yang terjadi?" tanya Jonathan bingung karena CD yang diterbangkan oleh Kamboja jatuh begitu saja.


"Ada anti-drone, Boss! Namun, saya tak tahu ada di mana penembak itu," jawab Kamboja melaporkan.


"Aku melihatnya, Jo! Akan kulumpuhkan," sahut Biawak Kuning.


Tak lama, terlihat seorang pria ambruk dan tubuhnya tergantung setengah pada bingkai jendela setelah terkena tembakan telak di leher oleh Biawak Kuning.


"Good, Om! Biawak Kuning dan Cokelat! Jangan biarkan satupun pegawai keluar dari gedung! Namun, jika kalian melihat Kak Naomi dan tim Tawar, amankan mereka sampai ke titik evakuasi," tegas Jonathan.


"Siap, Jo!" jawab dua BIAWAK mantab.


Kamboja dan Mawar menerbangkan CD ke bagian selatan di mana drone-drone bersenjata itu telah diletakkan pada titik-titik khusus untuk melihat pergerakan dari atas langit.


Para pekerja yang mulai terlihat di bagian selatan, kembali masuk karena takut terkena tembakan dari peluru-peluru tajam tersebut.


Kamboja dan Mawar menembaki dinding setinggi 5 meter tersebut meski dari jarak 300 meter karena penghalang sinyal masih aktif dan belum ditemukan letak pemancarnya.


Suasana mulai kacau-balau, tapi gedung belum juga meledak. Tim Laut kembali menggerakkan Galundeng untuk mencari keberadaan orang-orang yang menjadi target mereka.



Segera, Mini Domino diluncurkan. Namun, meriam yang sedang terlontar itu ditembaki oleh senapan otomatis hingga bom itu meledak di udara.


"Habiskan amunisi mereka! Gunakan senjata yang lain untuk menghancurkan sisi barat!" pekik Jonathan lantang dengan mata melebar, saat melihat dari pantauan kamera, lima senapan otomatis menembaki meriam-meriam Mini Domino.


Segera, Gurita dan Lintah menyiapkan pelontar granat gas. Mereka sengaja melontarkan bom asap tersebut agar meledak di udara dan racunnya terhirup oleh para penjaga yang bersiaga di balik tembok.


SWOOSH!!


DODODODODOOR!! BLUARR!! BUZZ!!


Kombinasi gas berwarna-warni menyeruak di bagian barat bangunan. Mata Jonathan menyipit dengan dagu ia topang dengan kepalan tangan kanan untuk melihat apakah serangannya di bagian barat memberikan dampak atau tidak.


Para penjaga berseragam The Circle mulai terkena dampak. Mereka menggelepar di tanah dan beberapa pegawai yang muncul di balik pintu tersebut, kembali masuk ke dalam untuk menyelamatkan diri.


Mata Jonathan secara bergantian melihat seluruh kamera yang melakukan penyerangan di sekitar kawasan gedung, mengepungnya dari segala sisi.


"Bos! Para pekerja di gedung bergerak ke sisi timur. Kami belum melakukan serangan. Apa yang harus kami lakukan?" tanya Lalat melaporkan dari teropong sensor panas.


"Hem, biarkan orang-orang itu keluar. Lalu, tembakkan Gas Halusinasi. Setidaknya, jika ada anggota tim kita, masih bisa diselamatkan," jawab Jonathan dengan senyum terkembang.


"Yes, Boss!" jawab mereka lantang.


"Boss! Tim tawar terlihat menuju ke gerbang selatan dengan Naomi bersama mereka!" jawab Kamboja dari pantauan CD.


"Yes! Mereka berhasil keluar dan ... oh! Mereka membawa sesuatu! Cepat! Amankan mereka!" perintah Jonathan tegas.

__ADS_1


"Aku akan melindungi mereka dari luar, Bos!" sahut Mawar yang menembaki para anggota The Circle, kawan lama mereka yang mengejar tim Tawar dan Naomi.


"Matahari! Anggrek! Segera evakuasi tim kita! Now!" perintah Jonathan menunjuk dua orang yang terlihat siap untuk pergi.


Dua orang itu segera keluar dari Van dengan menggendong tas ransel besar. Sierra diam terpaku dan tak bisa melakukan apapun. Ia hanya bisa melihat bahkan tak berucap sepatah katapun sejak serangan dilakukan.


CUP!


Sierra tertegun, saat Jonathan tiba-tiba menciumnya dan kini memeluknya dari belakang. Sierra menelan ludah, ia tegang dengan keadaan ini, tapi Jonathan malah seperti mengajaknya berdansa.


Jonathan meletakkan dagunya di atas pundak kanan dan memegangi pinggulnya, bergoyang ke sana kemari sambil bersenandung.


"Bos! Tim Naomi terdesak! Mereka tak bisa keluar dari gerbang. Amunisi CD juga telah habis," pekik Kamboja terlihat tegang.


"Hem, biar kuurus," jawab Jonathan santai yang malah memangku Sierra saat ia duduk di sebuah bangku sembari membuka koper di atas meja.


"Tolong tekan tombol merah itu, Sayang," pinta Jonathan dan Sierra menekan tombol bertulisan START dengan gugup.


Sierra diam saja, saat kedua tangan Jonathan menyelinap di bawah ketiaknya dan kini, dua tangan kekasihnya itu sibuk memegang joystick seperti mengendalikan sesuatu.


"Pernah main video games? Jika belum, lihat baik-baik ya, ini seru," ucapnya sembari mengecup tengkuk kekasihnya.


Jantung Sierra berdebar, saat melihat tampilan dari layar monitor pada koper tersebut seperti sebuah mobil yang bergerak.


Sierra melongo, ketika melihat mobil yang dikendalikan Jonathan terlihat pada kamera CD Kamboja, menuju ke gerbang selatan gedung yang masih kokoh berdiri.


"Anggrek, Matahari! Siapkan evakuasi!" perintah Jonathan lantang yang wajahnya berada di atas bahu kanan Sierra.


Mata gadis cantik itu terpaku saat tiba-tiba, kamera pada mobil Jonathan berhenti tepat di gerbang tersebut.


"Tolong tekan tombol berwarna biru. Cepatlah, Sayang. Aku tak mau membawa mayat pulang ke rumah," pinta Jonathan dengan senyum terkembang saat mencium pipi kanan kekasihnya yang malah bengong dan tak bersiap.


KLIK!


SHOOT!! CESSS!!


"Oh! Gerbang besi itu ... meleleh?" pekik Sierra terkejut.


"Hem. Kaya cokelat lumer ya? Tekan lagi boleh, dua kali deh," pinta Jonathan lagi dan Sierra pun melakukannya.


Sierra tersenyum, ia terlihat menyukai aksinya meski terbilang sepele tersebut. Jonathan menatap Sierra yang akhirnya menunjukkan senyuman di mana sedari tadi hanya menunjukkan wajah dingin dan ketus.


"Aduh, Yang, jangan goyang-goyang. Kita masih gak boleh bobo bareng sama mama. Duduk yang bener ya, jangan mancing," ucap Jonathan sembari melihat pantat kekasihnya yang bergerak-gerak karena senang.


Wajah Sierra merona seketika. Ia terlihat malu dan kembali duduk dengan manis tak menggerakkan pantatnya lagi yang menindih kejantanan kekasihnya.


***


ILUSTRASI


SOURCE : GOOGLE


Tengkiyuw tipsnya. Maaf telat up. Lele agak gak enak badan ini. Jangan lupa like ya. Ini jumlah likenya kok merosot, keasyikan scroll dan komen lupa jempolnya. Huhu.


Jangan lupa baca Casanova mumpung masih gratis! Jalankan misi buat dptin koin utk buka eps. Semangat!


__ADS_1


__ADS_2