
Gaes mau info. Novel SIMULATION akan dicetak cuma isinya dalam novel terbit akan lele pangkas cuma 35 eps dan isinya sedikit berbeda dg yang di MT. Jadi ekslusif gitu. Dan tentu saja di novel cetak udah sampai tamat ya. Yg kepo seperti apa kisah akhir dari jeng Sandra boleh diintip pada novel cetak nanti.
Untuk berapa harga novelnya, lele belom tau jadi, tapi estimasi gak sampai 100k. Yg mau dpt coretan ekslusif dari lele, cap bibir merekah dalam novel, silakan nabung mulai dari sekarang, biar bisa peluk bukunya. Kapan lagi lele cetak novel ya kan. Kwkwkw buat kenang2an misal lele nanti udah gak bisa nulis lagi entah dg kendala apa. Itu aja infonya dan jangan lupa boom like audio book lele ya. Makasih❤
------ back to Story :
Jantung Sandara berdebar. Kurungan besi di tengah-tengah barisan kursi penonton membuatnya berpikir keras dengan membayangkan gaya pertarungannya saat di dalam nanti.
'Pergerakanku dibatasi. Pakaian ini sedikit menyulitkanku. Bagaimana jika ...,' batinnya dengan banyak asumsi berseliweran di kepalanya.
TING!
Kesadaran Sandara ke dunia nyata kembali, saat mendengar suara denting dari bel yang dipukul oleh seorang wanita berambut pirang di gelung, mengenakan pakaian menyilaukan seperti emas, berikut cincin melingkar di jari tengah.
Wanita tersebut berjalan melenggang memasuki ruangan dengan sorot mata tajam.
Sekejap, keriuhan menjadi keheningan. Wanita bercadar emas dengan manik-manik tajam menutup hidung dan mulutnya tersebut, kini menjadi sorotan.
"Selamat siang semua. Dan selamat datang ke perayaan 'Perkumpulan Keluarga Besar Sutejo di Mauritania'. Kepada Den Bagus, kami ucapkan terima kasih atas kelapangan hati Anda sebagai penyelenggara acara pada hari ini," ucap wanita itu seraya membungkuk hormat.
Semua tamu meletakkan ujung tangan kanan pada dahi masing-masing sebagai salam hormat. Sandara duduk diam menyaksikan dengan fokus.
Sosok yang disebut sebagai Den Bagus beranjak dari tempat duduknya. Pria itu berdiri dengan rentangan tangan, berputar sebagai tanda penerimaan hormat tersebut.
'Mereka bertopeng dan bercadar. Jumlah orang-orang bertopeng ada ... eh, pria gemuk itu? Bukankah ... dia Biawak Ungu? Dia masih hidup? Bagaimana mungkin? Kak Naomi membunuhnya. Laporan GIGA tak mungkin palsu. Ada yang tidak beres. Apakah ... mereka kembar?' selidik Sandara dalam hati yang kini matanya terfokus pada sosok Ungu genit yang duduk di sebelah Smiley seperti membicarakan suatu hal dengan serius.
Saat Sandara sibuk memindai, ia melihat Neon menggerakkan telunjuknya seperti membuat sebuah ketukan di atas lutut kanan.
Sandara melirik semua penonton yang terlihat serius mendengarkan ucapan dari wanita bercadar sebagai MC.
'Morse. Yudhi mengatakan ....'
"Dan kini! Di hadapan kita, salah satu keturunan dari Vesper, Sandara Liu, akan menunjukkan kebolehannya dalam permainan pedang atas didikan Neon," ucap wanita bercadar menunjuk Neon, yang duduk diapit para wanita bercadar lainnya.
Neon berdiri, dan kini ia menjadi sorotan.
"Aku mengajarkan Sandara ilmu pedang yang aku pelajari selama ini. Muridku itu ... belajar dengan cepat. Yah, kita lihat saja hasil latihan kerasnya bersamaku. Terima kasih," jawab Neon berlagak.
'Mengajarkan apanya. Kau sibuk makan jagung, keripik, merokok, bahkan meminum airku selama latihan. Berlagak,' ucap Sandara kesal dalam hati.
Semua orang mulai berbisik entah apa yang mereka bicarakan.
"Baiklah. Langsung saja. Sandara Liu, silakan ... masuk ke arena," ucap wanita bercadar dari tempatnya berdiri.
Seketika, pintu besi yang memenjarakannya terbuka secara otomatis, entah siapa yang melakukannya. Sandara menarik nafas dalam, ia gugup karena diperhatikan.
Perlahan, gadis cantik itu melangkah keluar dari penjara yang mengurungnya. Langkah Sandara terfokus pada kurungan besi yang menjulang tinggi dan tak terlihat celah baginya untuk kabur.
KLEK!
Pintu kurungan lagi-lagi terbuka dengan sendirinya. Sandara melangkah masuk. Ia merasakan suatu tekanan ketika berada di dalam kurungan, terlebih ia sudah tahu lawannya.
KLEK!
Pintu kurungan kembali tertutup. Sandara terlihat tegang dan melirik ke arah Neon. Remaja itu mengangguk pelan di kejauhan seraya memberikan kode dengan ketukan telunjuk seperti yang ia lakukan tadi.
__ADS_1
Sandara mengedipkan mata, dan Neon menghentikan ketukan jarinya.
"Peraturan pertarungan. Sandara Liu, tak boleh mati. Jika ia dianggap sekarat oleh juri, maka pertarungan akan dihentikan. Namun, dengan catatan," ucap wanita pembawa acara itu tegas. Jantung Sandara berdebar tak karuan hingga ia kesulitan bernafas. "Jika lawan dari Sandara masih hidup, sedang petarung kita sudah tak mampu melawan, ketika ia sembuh nanti, pertarungan akan dilanjutkan hingga semua lawannya habis tak bersisa."
Mata Sandara melotot. "Kalian menjadikanku sebagai kelinci percobaan? Oh, tragis," ucapnya sinis.
"Gadis pintar. Kami kekurangan orang sebagai kelinci percobaan, dan kehadiranmu, sangat pas sekali. Jadi ... tunjukkan kehebatanmu. Jangan mempermalukan jajaranmu yang mengatakan jika ... mereka kelompok mafia terhebat sepanjang sejarah," ucapnya menyindir dengan lirikan tajam.
"Aku tak pernah mendengar ucapan 'Kelompok mafia terhebat sepanjang sejarah'. Itu pasti akal-akalan kalian saja. Namun aku pastikan, aku akan mewujudkannya. Kesombonganku, akan membawa 13 Demon Heads ke titik itu," ucapnya mantap seraya menarik pedang di pinggulnya dan mengarahkan tepat ke wajah wanita pembawa acara.
Semua penonton dibuat tegang dan kesal akan tingkah Sandara yang bagi mereka memuakkan.
"Lepaskan!" teriak pembawa acara murka.
Seketika, NGEKKK!!
"HARRGHHHH!"
"Ohhhh!" seru para penonton saat atap dari kurungan itu terbuka.
Sebuah rantai besi turun dengan kurungan berisi seekor serigala buas mengerang, yang membuat kulit merinding.
"Hah. Kita lihat, apakah mulutmu setajam pedang di tanganmu, Sandara Liu. Habisi makhluk itu, dan buktikan omong kosongmu!" teriak wanita itu lantang.
Mata Sandara melebar seketika saat kurungan besi yang memperangkap serigala itu terbuka, padahal benda itu masih berada 2 meter dari permukaan lantai.
"Harrghhh!!"
Neon terlihat kaget karena serangan serigala yang melompat dari kurungan. Hewan bergigi tajam itu siap menerkam Sandara dari ketinggian. Sandara terperanjat hingga kakinya mundur ke belakang selangkah.
"Sandara!" teriak Neon panik, tapi dengan cepat, tubuhnya ditarik oleh para wanita bercadar di sampingnya yang memaksanya kembali duduk.
"HARRGHHH!!
BRUKK!
"Ohhhh!" seru para penonton, ketika Sandara menggenggam gagang pedang Persia dengan kedua tangan.
Ia melakukan sabetan pertama yang mengenai wajah dari serigala itu. Kakinya lalu bergeser ke kanan seraya menarik tubuhnya ke samping hingga posisinya dengan serigala itu saling berhadapan.
Serangan kedua, Sandara dengan cepat mengayunkan pedang dalam posisi melintang, terarah ke perut samping serigala.
Serigala itu mendarat dengan keempat kakinya ke lantai dengan erangan dan roboh karena luka sayat yang membuat darah langsung terciprat ke lantai akibat goresan luka panjang merobek kulitnya.
"Bunuh dia! Cepat!" teriak Neon dari tempatnya duduk.
Sandara mendengar perintah Neon. Dengan segera, KRASSS!
"Ohhh!" seru para penonton untuk kesekian kalinya, ketika Sandara menebas kepala serigala yang berusaha untuk bangun dari tempatnya tergeletak.
Namun, Sandara yang begitu sigap dengan serangannya, lebih dulu melakukan eksekusi.
DANGG!!
Para penonton terperanjat, saat Sandara melemparkan potongan kepala serigala ke dinding jeruji besi hingga suara getarannya mengejutkan semua orang.
"Lagi!" pintanya dengan sorot mata tajam. Sandara berdiri tegap di samping mayat serigala yang sudah tergenang darah.
__ADS_1
Wanita bercadar emas kesal. Ia menggerakkan cincin emas di jari tengah seraya menekannya. Mata Sandara menyipit melihat gerakan dari MC itu.
'Oh, jadi kau yang mengendalikannya? Ketahuan. Amarah memancing kecerobohanmu, Nona alis pirang,' ucapnya dalam hati dengan senyum sinis di wajah.
"Cit! Cit! Cit!"
Kepala Sandara kembali mendongak. Kini musuhnya kumpulan tikus liar yang terlihat begitu agresif. Sandara terlihat waspada kali ini. Ia melihat bangkai serigala di sampingnya seperti terpikirkan sesuatu.
"Nah, apa kau bisa mengalahkan mereka? Serigala terget besar dan mudah untuk ditumbangkan. Bagaimana dengan pasukan kecil dari Venelope? Asal kau tahu, gigitan mereka bisa merobek kulitmu, dan mereka akan menggerogoti tubuhmu hingga kau memilih mati daripada harus tersiksa. Hehehehe," kekeh wanita berambut pirang tersebut dari balik cadar.
Seketika, "Cit! Cit! Cit!"
Para tikus dilepaskan dari bawah kurungan, saat kerangkeng itu masih diturunkan dari atap. Hewan-hewan pengerat itu berjatuhan dari pintu bawah kerangkeng, dan kini berlari dengan sangat cepat ke arah Sandara.
Gadis itu terlihat panik dan langsung melangkah tergesa ke arah bangkai serigala.
KRASSS!!
SWINGG!! GLUNDUNGG ....
"Cit! Cit! Cit!"
'Hewan tetaplah hewan,' ucapnya dalam hati usai ia memotong ekor serigala malang dan melemparkannya ke arah para tikus yang akan mendatanginya.
Sandara terus memotong bangkai hewan itu dan melemparkannya ke berbagai tempat. Para tikus berlari dan mengerubungi potongan tubuh tersebut lalu menggerogotinya.
'Bagus. Kalian masuk perangkapku,' ucap Sandara dengan seringai saat ia sudah selesai melakukan strateginya.
Mata para penonton menyipit ketika Sandara melepaskan yukata lapisan luar dan membungkus kumpulan para tikus yang sedang asyik berpesta pora menyantap hidangan bangkai mereka.
BRUKK!!
"Hiyaahhh!!"
"Ohhhhh!" seru para penonton, saat Sandara menggunakan pedang Persia-nya untuk mencincang para tikus yang terperangkap di balik jubah yukata dengan cepat.
Darah para hewan pengerat itu merembes di balik kain. Sandara menarik kembali kain itu usai melakukan pembantaian, lalu berlari dengan cepat ke kerumunan tikus yang lain.
Sandara melakukan penyerangan secara terstruktur. Para tikus yang asik menikmati makan siang, tak menyadari jika kematian datang dari sabetan pedang Sandara.
KLANGG!!
"Hah?!" kejut Sandara, saat seorang penonton dengan sengaja membuyarkan konsentrasi para tikus yang asik makan dengan melemparkan sepatu miliknya hingga suara getaran dari jeruji besi santer terdengar.
Mata Sandara melotot. Mata para hewan pengerat yang belum selesai ia ringkus kini tertuju padanya.
"Cit! Cit! Cit!"
Sandara panik dan segera berlari menghindar ketika kumpulan tikus berlari mendatanginya dengan mulut penuh darah usai menyantap bangkai serigala.
"Dara!" teriak Neon lantang sampai berdiri dari tempat ia duduk.
***
ILUSTRASI
SOURCE : PINTEREST
__ADS_1
uhuy tengkiyuw tipsnya. lele padamu❤ ditunggu sogokan tips koin lainnya. kwkwkw