
"Aku mencintaimu."
Mata Naomi melebar seketika. Ia kaget setengah mati mendengar pengakuan Tuan
Mudanya yang terdengar begitu jujur, tak terlihat tipuan di matanya.
Arjuna menatap mata Naomi lekat. Terlihat keduanya gugup di dalam mobil yang bercahaya remang.
"Namun, aku akan jujur padamu, Naomi. Aku tetap harus menikahi Tessa, tapi kupastikan. Jika pernikahan itu hanya formalitas. Aku memerlukan Tessa untuk memperkuat posisiku dalam jajaran dewan. Aku tak mencintainya. Cintaku hanya untukmu," jawabnya serius.
Naomi memejamkan mata, ia meneteskan air mata. Terlihat Naomi begitu sedih. Ia memalingkan wajahnya, tapi Arjuna tak membiarkan Sekretarisnya itu berpaling darinya.
"Tetaplah di sisiku, Naomi, meski nanti Tessa menjadi pendampingku," pintanya dengan tatapan sendu.
Naomi menggelengkan kepala sembari melepaskan kedua tangan Tuan Mudanya di wajahnya yang telah tergenang air mata. Ia menolak permintaan Arjuna.
"Kau jahat sekali. Kau lelaki paling egois di dunia, hiks," ungkap Naomi pada akhirnya.
Arjuna tertegun. Ia menatap wajah Naomi seksama dengan jantung berdebar.
"Cinta macam apa itu? Kau mengatakan cinta padaku, tapi kau menikahi perempuan lain dan kau memintaku untuk tetap di sisimu? Kau gila? Apa kau tak punya perasaan? Mana ada wanita di dunia ini yang sudi di duakan kecuali dia sudah tak waras! Bahkan aku yakin, Tessa juga tak menginginkannya. Kau sangat egois, Tuan Muda. Kau hanya memikirkan dirimu sendiri," ucap Naomi mengutarakan semua perasaannya.
Arjuna langsung memeluknya erat, tapi Naomi mendorongnya kuat. Namun, Arjuna bersungguh-sungguh tak melepaskan dekapannya. Naomi menangis. Meski pada akhirnya, ia membiarkan Arjuna memeluknya.
"Lalu ... aku harus bagaimana, Naomi? Aku tak ingin membuat malu ayah dan mamaku. Kau tahu kedudukan mereka di mata mafia dan pebisnis seperti apa. Aku tak ingin nasibmu seperti Kai. Aku tak mau kau dihina karena seorang bodyguard. Aku tak sanggup mendengar dan melihat mereka merendahkanmu. Aku bisa melihat betapa tertekannya hidup Kai selama bersanding bersama mamaku. Aku tak ingin kau seperti dia," ucap Arjuna mengungkapkan perasaan terlihat cemas.
Naomi kehilangan kata-kata. Semua ucapan Arjuna benar. Ia sadar siapa dirinya, dari mana ia berasal dan di mana ia dibesarkan.
Naomi tahu posisinya. Ia hanya sebagai sekretaris, asisten dan pelindung bagi Tuannya. Agent M dan S selalu memperingatkannya akan hal itu.
Naomi berjanji tak akan jatuh cinta pada majikannya, tapi sebuah perasaan yang selalu dibina tiap harinya, membuat hal itu sulit ditepis.
Arjuna menghapus air mata kesedihan Naomi dengan keduanya tangannya perlahan dan sentuhan lembut.
Naomi masih tak sanggup melihat wajah Tuan Mudanya. Hatinya penuh dilema.
Arjuna terlihat begitu sedih saat melihat Naomi seperti kecewa padanya karena tetap memilih Tessa sebagai pendamping hidupnya, bukan gadis Jepang yang telah bersamanya semenjak sekolah.
"Percayalah, Naomi. Pegang janjiku. Aku hanya mencintaimu," ucap Arjuna kembali menegaskan, tapi Naomi tetap diam tak menjawab.
Arjuna mendekatkan wajahnya dan mencium bibir Naomi lembut penuh perasaan. Naomi tertegun dan membuka matanya perlahan.
Ia melihat Arjuna memejamkan matanya saat menciumnya. Naomi bisa merasakan sentuhan lembut dari bibir Tuan Mudanya yang perlahan menghangatkan hati.
Naomi berpikir jika malam ini akan menjadi malam terakhir ia akan mendampingi Tuan Mudanya.
Ia sudah memantabkan hatinya untuk pergi meninggalkannya. Ia tak bisa melihat Tuan Mudanya bersama Tessa selama ia tetap berada di sampingnya.
__ADS_1
Hati Naomi terasa sesak dan diliputi kekecewaan serta kesedihan mendalam.
Namun perlahan, Naomi membalas ciuman Arjuna. Ia semakin merapatkan tubuhnya dan memeluknya erat. Dua insan itu saling terbuai dalam cinta kasih yang selama ini tak terungkap.
Gelagat Arjuna makin agresif dalam sentuhannya. Tak henti-hentinya ia menciumi leher dan tengkuk Naomi.
Gadis Jepang itu makin tak bisa menahan gejolak di hatinya saat Arjuna memeluknya dari belakang. Ia bisa merasakan sentuhan hangat dan lembut dari sang Tuan Muda di kulitnya.
Arjuna tak melepaskan pelukannya. Ia terus menciumi punggung Naomi dan malah semakin buas dengan melepaskan pengait bra bodyguard-nya.
Naomi tertegun ketika kedua tangan kekar Arjuna langsung memperangkap buah dadanya dari belakang yang sudah tak berpengaman.
Bahkan tubuh Naomi yang ramping di tarik ke belakang oleh Arjuna hingga ia duduk di pangkuannya.
Naomi menahan desahannya saat tangan kiri Arjuna menyelinap ke dalam celana da*amnya. Naomi menggeliat tak karuan dan Arjuna malah makin bersemangat setiap mendengar rintihan lirih Naomi.
Arjuna membalik tubuh Sekretarisnya hingga kini mereka saling berhadapan. Naomi duduk di pangkuan Arjuna.
Naomi yang malu dengan sikapnya hanya bisa memegangi kepala Arjuna yang ia benamkan di dadanya.
Arjuna dengan sigap segera memainkan dua bulatan menggemaskan itu dengan mulutnya secara bergantian. Menghisapnya dan menjilati dengan lidahnya.
Naomi yang tak pernah berhubungan intim sebelumnya apalagi dijamahi oleh tangan lelaki, begitu sensitif dan tubuhnya serasa merinding seketika.
"Oh, ini mengeras dan terasa padat, Naomi," ucap Arjuna saat menyentuh bulatan di tengah buah dada Sekretarisnya yang wajahnya kini sudah merah padam.
"Tuan Muda, hentikan. Aku malu," ucapnya tak berani menatap wajah majikannya, tapi Arjuna tak melepaskan gadis pujaannya.
melepas segel kita, Naomi?" tanya Arjuna yang terlihat sudah sangat bergairah, memegangi pinggul Sekretarisnya erat.
Naomi terlihat kebingungan, wajahnya sudah merah merona. Tanpa menunggu jawaban, Arjuna mulai menurunkan celana penutup segel Naomi.
"Aku ingin, hanya kau yang boleh mengambilnya, bukan gadis lain termasuk Tessa sekalipun," ucapnya tegas.
Naomi menelan ludah mendengar pangkuan Arjuna yang terus menatapnya lekat. Hatinya bimbang di mana ia tahu jika tujuan Arjuna datang ke Philadelphia untuk mempersunting Tessa.
Naomi memalingkan wajah, ia kembali meneteskan air mata. Rasanya hal ini tak adil baginya. Namun, Arjuna tak melihatnya.
Arjuna yang sudah diliputi keinginan untuk bisa merasakan nikmatnya bercinta, tak menyadari jika Naomi terluka akan pengakuan cintanya.
Namun, Naomi tak bisa mengungkapkan perasaannya. Ia tak tahu bagaimana menyusun kata-kata agar Tuan Mudanya bisa mengerti kesedihan hatinya.
Arjuna merebahkan Naomi di dudukkan tengah mobil sembari melepaskan boxer-nya perlahan, membebaskan serigalanya. Cahaya remang, membuat wajah sedih Naomi samar terlihat.
Arjuna mulai mengarahkan miliknya ke liang Naomi yang masih tersegel itu. Rasa sakit yang Naomi terima membuat tubuh dan mentalnya jatuh. Ia mendapatkan serangan telak di hati dan keperaw*nannya.
Sedang Arjuna terlihat begitu menikmati aksinya yang berhasil membobol dinding lunak yang tadinya masih tersegel itu dengan erangan kenikmatan.
__ADS_1
Naomi membungkam mulutnya saat Arjuna menyodoknya dari belakang. Naomi bersujud di dudukkan mobil. Ia hanya bisa pasrah karena tak dapat dipungkiri jika sebenarnya, ia juga memiliki perasaan kepada Tuan Mudanya.
"Agh, Naomi!" rintih Arjuna yang sudah terbuai oleh kenikmatan dan pada akhirnya ia menyemburkan miliknya di punggung gadis pujaannya itu.
"Emph. Aku tak bisa mengeluarkannya di dalam. Kau masih membutuhkan rahim kosongmu untuk bekerja. Jika kau hamil, itu akan menghambat pekerjaanmu," ucap Arjuna dengan nafas tersengal.
Hati Naomi hancur. Ia semakin yakin jika Arjuna membutuhkannya hanya sebagai asisten meski ia mengatakan mencintainya.
Arjuna terlihat begitu puas dan lemas. Ia duduk di bangku dengan nafas tersengal dan mata terpejam.
Sedang Naomi, sebuah perubahan besar terlihat di wajahnya setelah mendengar semua pengakuan Tuan Mudanya malam itu.
Naomi berjalan keluar dari mobil begitu saja tak berbusana menuju ke sungai. Arjuna tertegun, melihat Naomi malah merendam dirinya di sungai padahal udara malam itu begitu dingin.
Saat Arjuna akan keluar, ia menyadari jika dudukan mobil bisa di buka. Ia membuka jok dan melihat ada seragam tempur Black Armys di sana dua buah, salah satunya Ninja.
Arjuna segera mengambil dua set baju itu untuk pakaian ganti Naomi dan dirinya. Arjuna segera berpakaian. Ia merasa tubuhnya sudah membaik tak menggigil lagi.
Ia segera berlari mendatangi Naomi yang masih berendam di sungai.
"Naomi!" panggil Arjuna lantang dan Naomi menoleh dengan wajah sendu.
Naomi perlahan naik dan mendatangi Tuan Mudanya. Arjuna tersenyum lebar saat ia memakaikan seragam tempur Black Armys Ninja ke tubuh bodyguard-nya sembari menciumi kulitnya yang mulus, tapi Naomi diam saja dengan wajah datar.
"Bagaimana? Sudah lebih hangat?" tanya Arjuna dan Naomi mengangguk pelan.
Arjuna merangkul Naomi dan mengajaknya kembali ke mobil. Naomi memunguti pakaian basahnya termasuk milik Arjuna.
Anak kedua Vesper terkejut saat mendapati lendir dan bercak darah di dudukan mobil. Namun tak lama, ia tersenyum.
Arjuna terlihat bahagia karena ia orang pertama yang mengambil mahkota gadis pujaannya, termasuk keperjakaannya.
Arjuna membereskan mobil yang berantakan karena isi kotak obat dan aksi bercintanya tadi. Arjuna mencoba menyalakan mesin mobil dan kali ini berhasil, meski bagian depan mobil penyok.
"Akan kuganti mobilmu dengan yang lebih bagus, Naomi. Kau pantas mendapatkan yang terbaik," ucap Arjuna saat mendudukkan Sekretarisnya di bangku samping ia mengemudi. Naomi diam saja.
Selama perjalanan kembali ke New York, Naomi memalingkan wajah, menatap keluar jendela dengan wajah murung tak terlihat kebahagiaan.
"Tidurlah, kau pasti lelah. Akan kubangunkan saat sampai nanti," ucap Arjuna lembut sembari mengelus kepala Naomi dan mencium punggung tangannya yang ia genggam.
Naomi tak menjawab. Ia menuruti perkataan Arjuna dan memejamkan mata agar bisa tertidur lelap.
Berharap, sebuah mimpi indah datang padanya di mana Naomi merasa jika kenyataan pahit mulai datang menghampirinya.
***
tengkiyuw tips koinnya. lele padamu💋
__ADS_1
lele nebeng tips hasil dubbing bwt beli kuota😆