4 YOUNG MOBSTERS S2

4 YOUNG MOBSTERS S2
Kegilaan Sierra


__ADS_3

Pagi itu, Sierra yang tak boleh ditemui siapapun, membuat Jonathan mencemaskan keadaan calon isterinya.


Ia terlihat gelisah saat duduk di bangku peserta sidang. Semua orang yang mengetahui hubungan pasangan muda itu hanya bisa diam dan mengikuti jalannya persidangan.


Mereka bicara dalam bahasa Inggris.


"Bawa Sierra masuk," perintah Amanda.


Terlihat, gadis cantik bermata biru itu ketakutan. Meski Sierra menggunakan kaki robot, tapi pengendali pada sarung tangannya dilepas.


Sepatu itu kini lebih mirip seperti aksesoris baginya. Sierra di dudukkan pada kursi roda elektrik yang dikendalikan oleh Julia di belakangnya.


"Nona Sierra. Anda sudah paham dengan prosedur Pengadilan 13 Demon Heads, bukan?" tanya Amanda dari tempatnya duduk yang berada di atas. Sierra mengangguk pelan. Amanda memberikan kode pada Merry untuk memulai prosedur.


Sierra menarik nafas dalam ketika masker gas dipasangkan ke wajahnya yang menutup hidung serta mulutnya.


Roza menganggukkan kepala. Sierra terlihat berusaha untuk tetap tenang dalam menjalani prosedur tersebut.


Satu menit sudah berlalu, Merry melepaskan masker gas tersebut. Semua orang terlihat tegang, tapi ketakutan tak bisa ditutupi Jonathan yang terlihat begitu mencemaskan keadaan kekasihnya.


"Ia akan baik-baik saja. Jangan khawatir," ucap James menenangkan.


Jonathan menarik nafas dalam dan menghembuskannya sampai pipinya cembung seperti katak. James tersenyum tipis.


"Sierra, apa kau mendengar suaraku?" tanya Roza, dan Sierra mengangguk, tapi matanya terpejam.


Roza melirik Merry dan kawan-kawan Red Skull yang berada di sekitarnya. Ia merasa gelagat Sierra berbeda, tak seperti Tessa dan para mafia lainnya yang pernah terkena dampak dari gas halusinasi, termasuk William.


"Buka matamu," pinta Roza.


Perlahan Sierra membuka matanya. Namun, Roza terkejut karena Sierra menatap matanya tajam tanpa berkedip. Gadis itu tak linglung, tak berliur, dan seperti ... tak terkena dampak dari gas tersebut.


Tiba-tiba, KRANGG!!


Roza terkejut. Sierra menggerakkan kedua tangannya yang terperangkap dalam gelang besi yang menahan kedua tangannya, termasuk leher dan kedua pergelangan kaki yang memakai kaki robot. Semua orang terkejut. Kening Kai, Jeremy, Amanda, dan Vesper berkerut.


"Kau siapa?" tanya Sierra dengan tatapan aneh.


Roza tersentak. Ia bingung dengan keadaan ini. Ia melirik ke arah anggota Red Skull yang mengelilingi Sierra dengan alat penyetrum dalam genggaman mereka.


Sierra malah menoleh ke kanan dan ke kiri. Ia mengamati wajah orang-orang yang duduk di sekitarnya dengan tatapan curiga.


Namun yang mengejutkan, saat mata Sierra tiba kepada Jonathan, ia seperti mengacuhkannya. Jonathan bingung.


"Bawa Tessa, dan Click and Clack kemari," perintah Vesper melalui sambungan earphone kepada petugas di luar.


Lalu seketika, pergerakan mata Sierra terhenti ke sosok Vesper yang duduk di kejauhan. Sierra langsung melotot tajam dan menunjuknya, meski ia tak bisa bergerak bebas.


"You," ucapnya dengan wajah bengis. "Kau yang melakukan ini padaku? Tempat apa ini, Vesper? Bagaimana bisa kau menangkapku?! Kemari kau, akan kurobek wajahmu!"


Mata semua orang terbelalak mendengar ucapan keji dari gadis cantik bermata biru itu. Mata Sierra tak lepas dari wajah sang Ketua Dewan.

__ADS_1


Namun, Vesper juga melakukan hal serupa, ia balas menatap Sierra tajam tanpa berkedip.


"Ada apa?" tanya Tessa bingung karena ia dibawa masuk ke ruang persidangan bersama Click and Clack di belakangnya.


"Tessa! Hei! C-C!" panggil Sierra lantang, terus berusaha melepaskan gelang besi yang membelenggunya.


Tiga orang itu terkejut saat melihat Sierra memanggil nama mereka.


"C-C? Kenapa dia memanggil kalian begitu? Apakah ... oh, mungkinkah?!" pekik Tessa langsung melotot lebar dan menutup mulutnya terlihat begitu terkejut.


"Ya, bisa jadi," jawab Click terlihat serius, begitu pula Clack.


"Kenapa kalian diam saja? Vesper di sana! Bunuh dia!" perintah Sierra lantang yang mengejutkan semua orang.


Semua orang makin terkejut. Jonathan terlihat shock, melihat perubahan dalam diri kekasihnya.


Tessa, Click and Clack terlihat kebingungan. Para mafia ikut panik dengan keanehan ini. Namun tiba-tiba, Vesper berdiri dan dengan sendirinya, berjalan mendekati gadis cantik calon menantunya.


"Ve-Vesper," panggil Manda mencoba menghentikan apapun yang akan dilakukan oleh sahabatnya itu, tapi Vesper mengangkat tangan kanannya ke atas meminta agar semua orang tetap duduk di kursi.


"Kau punya nyali bertemu denganku," ucap Sierra bengis.


"Hem, begitulah. Lantas, kau mau apa?" tanya Vesper menantang, berdiri tegak di hadapannya berlagak sombong.


"Lepaskan belenggu ini. Kau akan rasakan kematian dariku," jawabnya. Terlihat jelas, rahang gadis itu sampai mengeras dan terdengar gemertak gigi saling bergesekan.


"Oke. Julia, lepaskan," pinta Vesper tenang dengan kedua tangan menyilang di depan dada.


Arjuna melirik para bodyguard sang Ibu. Para pria itu mengangguk dengan sebuah kode, termasuk Buffalo. Orang-orang itu terlihat siap dengan senjata dalam genggaman.


Jonathan panik, ia ketakutan saat melihat tangan James memegang gagang Silent Gold, siap untuk menebas siapapun yang menyakiti Nonanya.


KLANG!!


"Harrghhh!!' erang Sierra lantang dengan kedua tangan terjulur, siap untuk mencekik Vesper yang masih berdiri tenang tak bergerak seperti menunggu serangannya. Namun, BRUKK!


"Agh!"


"Sierra!" Jonathan dengan sigap dipegangi Sun agar tak beranjak dari tempat duduknya. Kai melirik Jonathan tajam, dan anak ketiga Vesper tersebut sampai pucat dengan keringat dingin mulai membasahi tubuhnya.


"Agh! Kenapa kakiku? Benda apa ini? Lepaskan!" teriaknya marah.


Vesper tersenyum miring. Ia menyilakan rok pada gaunnya dan berjalan melenggang memunggungi Sierra.


Gadis itu terlihat begitu marah. Ia berusaha untuk bangkit dengan menggunakan kedua tangannya untuk menopang tubuh.


"Oh!" seru orang-orang ketika melihat Sierra mampu berdiri dan menggerakkan kedua kaki robotnya meski diseret. Vesper bisa mendengar gesekan besi di lantai dari sepatu robot Sierra.


Saat sang Ratu berbalik, "Agh!"


"Mama!" teriak Arjuna panik, ketika Sierra berhasil mencekik Vesper dengan kedua tangannya.

__ADS_1


Semua orang berdiri, tapi Han malah mengangkat tangan kanannya dengan kepalan. Semua orang kembali duduk.


"Aku ingin lihat, sejauh mana, Sierra bisa menjatuhkan isteriku. Saksikan dan jangan ikut campur," tegasnya dari tempat ia duduk.


Semua orang terlihat cemas. Vesper mencoba melepaskan cekikan di lehernya dari tangan Sierra.


Tessa, Click and Clack dijaga ketat. Mereka masih berdiri di ujung ruang persidangan, terlihat kebingungan dengan hal ini.


Tiba-tiba, DUAKK!!


"Ugh!"


"Sierra!" teriak Jonathan panik ketika kedua tangan Ibunya memegangi lengan Sierra dan meluncurkan tendangannya ke salah satu kaki gadis itu hingga cekikan Sierra melemah.


GRAB! DUAKK!!


BRUKK!!


"Aghhh," rintih Sierra saat Vesper memanfaatkan peluang itu dengan menarik tubuhnya dan membenturkan dahinya tepat ke wajah.


Sierra roboh seraya memegangi wajahnya yang sakit. Han tersenyum tipis berikut beberapa orang yang melihat Vesper mampu mengatasi hal tersebut.


"Apakah leherku bengkak?" tanya Vesper menepuk lehernya perlahan dengan wajah lugu ke arah anggota Red Skull. Para wanita itu menggeleng dengan cepat. Vesper tersenyum. "Sudah? Ada lagi?" tanya Vesper tetap tenang seraya merapikan gaunnya yang kusut.


DUAKK!


SRETTT!! KREEEKKK!!


"Oh!" pekik para penonton saat Sierra mendorong tubuhnya dengan kedua telapak tangan menumpu di lantai.


Sierra memanfaatkan lantai persidangan yang licin untuk meluncur dan menendang salah satu pergelangan kaki Vesper hingga sang Ratu jatuh terlentang.


Sierra merangkak dan menarik bagian bawah gaun sutera tersebut, tapi Vesper dengan cepat berdiri. Namun, bagian bawah gaun tersebut malah robek. Mata Vesper melotot lebar.


"Kau merusak gaun kesayangku! Tak bisa dimaafkan! Dasar menantu kurang ajar!" teriak Vesper marah.


Sierra yang duduk di lantai dan memegang robekan gaun itu berkerut kening.


"Agh!" rintih Sierra saat Vesper dengan cepat mendatangi dan melilitkan robekan kain itu ke leher kekasih Jonathan. Putera mendiang Erik panik, ketika sang Ibu membuat simpul hingga Sierra tercekik.


"Akan kugantung kau di menara Black Castle!" geramnya seraya menyeret Sierra yang memberontak dengan memegangi tali yang menjerat lehernya.


Vesper menarik kain itu dalam genggaman tangan kanan dan terus berjalan dengan gusar menuju ke pintu persidangan. Suasana riuh seketika.


Sierra terus berusaha agar terlepas dari jeratan itu, tapi Vesper yang mengamuk membuatnya tak bisa berkutik.


"Mama!" teriak Jonathan panik.


***


Ini eps bonus sebagai syukuran karena Simulation menang uyy walopun juara 6. Tapi alhamdulilah, dari 700 karya lebih yang masuk, karya lele bisa singgah di sana. Tengkiyuw yg udah kasih dukungan. Lele bisa bikin hoodie buat lele sendiri meski tombok 50k. Kwkwkw

__ADS_1



__ADS_2