4 YOUNG MOBSTERS S2

4 YOUNG MOBSTERS S2
Kebulatan Tekad


__ADS_3

Di kamar tempat Vesper dibaringkan dengan wajah pucat dan lesu.


"Sayang, kau tak apa? Katakan, apa yang kau rasakan," tanya Kai terlihat begitu khawatir karena Vesper memejamkan mata meski ia masih sadar.


"Kabulkan permintaanku, Kai. Katakan pada mereka jika aku sungguh ingin pensiun. Biarkan aku menikmati sisa hidupku tanpa harus terlibat dalam hal ini lagi. Aku ingin meluruskan semua tanpa kursi Ketua Dewan dalam jabatanku," jawab Vesper terlihat sedih seperti akan menangis ketika membuka matanya.


"Kenapa, Nyonya?" tanya Afro ikut sedih.


"Keluargaku hancur, Afro. Arjuna pergi begitupula Sandara. Jikapun mereka kembali, itu hanya raga mereka saja. Hati dan pikirkan mereka sudah bukan seperti Arjuna dan Sandara yang kukenal dulu. Mereka pasti berubah dan itu semua karena salahku. Aku ingin memperbaikinya," ucap Vesper berlinang air mata.


"Aku berjanji akan membawa Sandara kembali, Nyonya. Aku berjanji akan membuat Sandara seperti gadis kecilmu yang manis dan baik hati seperti dulu," sahut Afro langsung memegang tangan Vesper dan duduk di samping ranjang.


"Janjimu itu sangat berat, Afro. Itu bisa menghabiskan seluruh sisa hidupmu dan mungkin, aku sudah tak ada untuk melihatnya," jawab Vesper sedih.


"Jangan bicara lagi. Sudah cukup, hentikan. Kau sebaiknya beristirahat saja, tak usah mengatakan apapun lagi. Kalian semua keluar," ucap Kai langsung melepaskan tangan Afro dari genggaman sang isteri dan mendorong semua orang keluar dari kamar.


Orang-orang terlihat bingung, tapi mereka menurut karena Kai menunjukkan keseriusannya.


Vesper melihat Kai yang masih berdiri memunggunginya dengan wajah tertunduk menahan pintu menggunakan kedua tangan.


"Kai ...," panggil Vesper lirih.


"Diam. Jangan bicara lagi. Aku tak mau dengar," jawabnya ketus.


"Kai ...."


"Aku bilang diam! Kenapa kau tak menurut, hah?!" teriaknya marah dengan mata berlinang saat membalik tubuhnya.


Vesper mengangguk paham. Ia membalik tubuhnya dan kini tidur dalam posisi miring memunggungi suami termudanya.


Kai terlihat begitu sedih saat Vesper menyelimuti dirinya sampai ke kepala. Kai mendekati Vesper dan memeluknya meski sudah tertutup selimut.


"Aku minta maaf sudah membentakmu, tapi sungguh. Ucapanmu membuatku sedih, Sayang. Jangan berkata demikian seolah kau sudah akan pergi meninggalkan kami selama-lamanya. Aku tahu kau tertekan, kau sakit dan mengemban banyak beban. Aku minta maaf jika bantuanku selama ini tak cukup untuk menolongmu, tapi kumohon ... bertahanlah. Aku akan berusaha sebaik mungkin untuk membantumu menyelesaikan semua masalah ini. Aku juga merasa gagal sebagai seorang Ayah karena Sandara berubah dan aku tak menyadarinya," ucap Kai meneteskan air mata meski tak ada isak tangis di sana.

__ADS_1


Vesper diam tak menjawab meski Kai bisa merasakan jika tubuh sang isteri gemetar seperti menahan gejolak di hatinya.


Kai membiarkan isterinya untuk tetap dalam kondisi itu karena ia tak sanggup melihat kesedihan dari wajah sang Ratu.


Sedang Afro, terlihat sudah sangat siap untuk bertempur. Baru kali ini, ia tak sabar ingin segera bertemu Jordan.


Sudah bertahun-tahun lamanya ia pergi menghindar karena takut akan hukuman yang ia terima dari sang Eksekutor Kematian.


"Hei, di mana Vesper?" tanya Doug yang telah kembali dari penelusuran bersama tim lainnya.


"Kau bisa katakan pada kami. Vesper ... ia ... sedang sakit. Sebaiknya jangan membebaninya," jawab Ivan terlihat ragu.


"Vesper sakit? Benarkah? Oh, wanita itu sungguh malang. Semoga dia baik-baik saja," ucap Doug terlihat cemas.


"Apa yang kau dapat, Paman?" tanya Afro yang sudah mengenakan setelan Black Armys untuk bertempur.


"Ujung lorong itu adalah sisi Timur Black Castle. Tak ada jebakan selama kami menyusuri lorong ataupun cabang lain yang menuju ke suatu tempat. Seingatku dari cerita Tuan Robert, dulu ia yang membangun Kastil ini atas rancangan permintaan Tuan Charles. Namun, ada beberapa orang yang membantunya. Salah satunya, Tuan Wilson. Karena Tuan Robert telah tewas, aku rasa, kunci kita dalam menguak pintu-pintu tersembunyi Black Castle ada pada pria tua tersebut," jawab Doug menjelaskan.


"Lalu, di mana Tuan Wilson sekarang?" tanya Afro menatap Ivan.


Tak lama, Sherly datang sembari membawa ponsel dengan wajah cemas.


"Jangan bilang hal buruk yang akan kau sampaikan, Sayang," ucap Ivan menebak.


"Sayangnya, memang itulah yang terjadi. Pesawat yang akan ditumpangi oleh Wilson dan Silhouette meledak di hanggar. Mereka tewas dan tak ada yang selamat. Aku tahu dari pesan masuk di ponselku dan itu dari Venelope. Ia mengatakan akan melenyapkan semua orang dalam jajaran 13 Demon Heads dan menjadikan Arjuna satu-satunya penguasa jika kita tak berpihak padanya. Apakah ... ini akan menjadi akhir dari sejarah 13 Demon Heads, Ivan?" tanya Sherly terlihat takut dengan air mata berlinang.


Semua orang terkejut mendengar penuturan Sherly. Ivan langsung memeluk isterinya yang menangis sedih membayangkan hal buruk terjadi pada keluarganya.


"Selama aku masih hidup, hal itu tidak akan terjadi. Aku bersumpah," ucap Ivan tegas dan Sherly mengangguk pelan dengan air mata.


Petugas di Pusat Komando mengkonfirmasi jika laporan dari Sherly benar. Amanda ikut membenarkan dari pantauan GIGA SIA miliknya.


Kabar kematian Tuan Wilson tentu saja membuat gempar jajaran 13 Demon Heads karena dua senior mereka telah tewas dengan cara yang mengenaskan.

__ADS_1


Kabar buruk itupun terpaksa disampaikan oleh Ivan kepada Kai dan Vesper di mana sang Ratu masih mengurung diri di kamar. Ivan menyelipkan kertas di bawah pintu kamar dan Kai membacakannya.


"Seperti kataku, Kai. Aku menunggu kematianku," ucap Vesper dari balik selimut yang menutup tubuhnya.


"Dan aku tak akan membiarkan hal itu terjadi. Kali ini, aku membangkang dari laranganmu. Aku akan ikut bertempur untuk membawa anak kita kembali. Jika aku harus mati untuk melindungi orang-orang yang kusayangi, biarlah. Aku rela nyawaku sebagai imbalannya," ucapnya tegas dan keluar dari kamar sang isteri.


Vesper langsung membuka penutup selimutnya dan menangis saat ia mendapati suami termudanya telah pergi dari sisinya untuk ikut bertempur.


Ruang Meeting Black Castle.


"Aku senang karena pada akhirnya kita memiliki satu tujuan, Jordan. Menghancurkan No Face sampai ke akar-akarnya," ucap Afro menjabat tangan rivalnya dengan mantab.


"Ya. Namun, hal ini tak semudah itu, Afro. Arjuna dan Sandara yang akan menjadi lawan kita. Jangan lupa, mereka kawan kita. Berusahalah tak membunuh mereka," sahut Jordan sembari menyambut jabat tangannya.


"Hem. Kulihat kau sudah bisa menggantikan Sandara di hatimu, Jordan," ucap Afro saat melihat Naomi datang bersamanya.


"Aku merelakannya. Aku mendengarkan nasehat orang-orang padaku. Aku yang naif karena mempertahankan Sandara dengan segala keegoisanku. Aku beruntung karena Naomi mau mengisi kekosongan hatiku. Hanya saja, aku masih bisa melihat jika Naomi belum sepenuhnya mencintaiku. Dia masih ragu dengan hatinya," jawab Jordan terlihat sedih saat melihat Naomi berbicara serius dengan Kai, Ivan dan Doug.


Afro melirik anak Boleslav dengan senyuman. "Naomi butuh waktu, Jordan. Arjuna menyakitinya sangat dalam. Kau tahu, aku sangat berharap melihat Arjuna menyesali dirinya karena telah mengecewakan Naomi. Bisakah ... kau mewujudkannya? Berikan Arjuna serangan telak hingga temanku itu banjir air mata dan merasa seperti lelaki tak berguna. Kau ... bisa mengabulkan permintaanku?" tanya Afro tersenyum licik.


"Apa yang akan kau berikan padaku sebagai imbalannya?" lirik Jordan.


Mulut Afro menganga lebar karena merasa diperas. "Aku miskin! Perusahaan ayahku saja direnggut dariku. Aku tak punya apapun, Jordan. Hidup saja aku menumpang pada nyonya Vesper. Aku masih bisa bertahan sampai sekarang dan lolos darimu saja itu sebuah keajaiban. Kau sungguh manusia tak memiliki belas kasih," ucap Afro mendesis kesal.


Jordan tersenyum tipis. "Ada yang ingin kubicarakan tentang Perusahaan ayahmu. Mari temui nyonya Vesper. Aku cukup yakin dia mau diganggu untuk membahas hal ini," ajak Jordan keluar dari ruang meeting bersama Afro dengan alasan ke toilet. Kai dan lainnya mempersilakan.


***


uhuy tengkiyuw tipsnya. adeh dr kmrin ngetik pake hp. kalo ada tipo2 harap maklum ya~



Oia di MT lagi ada lomba nih😆 Pengen ikut deh cuma gak tau waktunya bakal keburu atau gak, secara lele on going 3 novel. Kalo tar bisa ikutan, lele pake akun Asisten_LL utk ikut lomba. Bagi temen2 autor, kuy bisa coba peruntungan bwt ikutan siapa tau menang ya kan. Semangat!!!

__ADS_1



__ADS_2