4 YOUNG MOBSTERS S2

4 YOUNG MOBSTERS S2
Pesta Ketegangan*


__ADS_3

Akhirnya, hari yang mendebarkan itu tiba. Pesta pernikahan Tobias dan Lysa diselenggarakan di kediaman Darwin Flame, Melun, Perancis pada malam hari.


Hanya saja, Sierra tak bisa datang karena takut jika kemarahannya nanti akan menghancurkan acara yang telah dipersiapkan matang oleh ayahnya, Tobias.


Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Non-baku bahasa Indonesia campuran.


"Maaf, Daddy. Aku masih sakit hati dengan Venelope dan jajarannya. Aku ikut bahagia atas pernikahanmu. Semoga kau dan mimi Lysa terhindar dari malapetaka. Doaku menyertai kalian berdua," ucap Sierra dengan senyum tipis terukir di wajah, terlihat begitu tulus mendoakan untuk mempelai yang berbahagia hari itu dari sambungan video call.


"Terima kasih, Sierra. Maaf, aku belum bisa datang menjenguk Jonathan. Aku titip salam untuknya ya. Katakan padanya, jangan berkecil hati dengan luka di tubuhnya. Jika paman James dan mama bisa kembali pulih, pasti dia juga. Aku sudah menghubungi Atit dan Albino untuk memeriksa Jonathan. Minta ia sabar menunggu, oke?" jawab Lysa mewakili Tobias yang terlihat sudah siap untuk menerima para tamu dengan tuksedo hitam ia kenakan.


Sierra tersenyum dan melambaikan tangan mengucapkan terima kasih. Lysa menghembuskan nafas panjang. Ia sedikit lega karena Sierra sungguh berbeda dengan calon adik iparnya nanti, Tessa.


Lysa yang mengetahui jika Vesper tak merestui pernikahan Arjuna dan Tessa terlihat begitu puas. Baginya, Arjuna pantas mendapatkan penolakan itu.


"Oh, look at you! Kalian berdua sungguh tampan," ucap Lysa menatap King D yang selalu pergi kemanapun dengan Obama Otong di sisinya.


"Pony King D juga udah di dandani loh, Tante Lysa. Gak kalah genteng sama kita," sahut Obama Otong dengan wajah berbinar.


Lysa terkekeh dan mengangguk dengan senyuman. Pesta tersebut lebih mirip seperti jamuan keluarga, tak ada dekorasi mewah seperti pernikahan Lysa dan Javier bak keluarga Raja.


Bahkan kue pernikahan mereka sungguh unik. Lysa memandangi kue pesanan khusus Tobias sebagai salah satu bentuk mengenang mendiang sang ayah, Joel Ramos.


Lysa terharu melihat suaminya mulai bersikap wajar tak bar-bar seperti dulu. Tobias perlahan bisa mengikhlaskan kematian sang ayah meski ia salah satu penyebab tewasnya Joel. Rasa penyesalan kembali merundung jiwa Lysa saat menatap kue tersebut.



Namun, Lysa kembali menguatkan mentalnya. Ia melihat sekitar di mana para tamu menikmati pesta pernikahan sederhana tersebut yang hanya dihadiri oleh kubu The Circle serta jajaran Vesper.


Lysa memang menginginkan agar pesta itu tak mencolok. Ia hanya berharap agar pernikahannya dengan Tobias sebagai bentuk pemersatu dari dua kelompok yang selalu bersiteru meski ia tak yakin akan terwujud.


Hingga akhirnya, pandangan Tobias beralih ke arah dua sejoli yang berjalan memasuki pintu ballroom mansion.


Wajah Lysa berubah serius, ketika mendapati Arjuna dan Tessa hadir dengan warna senada, biru tua.


"Selamat atas pernikahan kalian. Maaf, kami tak tahu harus memberikan hadiah apa. Namun sepertinya, sebuah helikopter sudah sangat cukup," ucap Tessa seraya merangkul lengan Arjuna yang berdiri di sampingnya memasang wajah malas.


"Jika kau sampai memberikan barang jelek, aku tak segan mengobrak-abrik rumahmu, Tessa. Aku suka pemandangan laut dan rumahmu di Belize. Sangat menggodaku untuk memilikinya," jawab Tobias sembari memasukkan kedua tangan di dalam saku celana.


Lysa menemani Tobias, berdiri di sampingnya yang menggenggam kedua tangan di depan perut dengan senyum tipis.


Tessa mengerucutkan bibir terlihat seperti tersinggung akan ucapan Tobias yang memasang wajah tengil.


Arjuna bahkan tak menyalami Tobias atau Lysa. Ia diam saja seperti membenci keduanya.

__ADS_1


"Terima kasih atas kedatangannya. Silakan nikmati sajian yang sudah kami persiapkan," ucap Lysa tetap tenang dan dua orang itu segera pergi dari hadapan dua mempelai.


Zaid yang didampingi Yena, ikut mengurus pesta pernikahan Tobias-Lysa. Mereka berkeliling untuk memastikan jika semua kebutuhan selama pesta tetap tersedia.


"Kalian bertengkar? Hoho, ini seru, Sayang. Aku paling senang dengan aroma pertikaian, apalagi dalam keluarga," ucap Tobias dengan senyum merekah menatap isterinya seksama.


Lysa memasang wajah datar dan Tobias seperti tidak peka akan maksud dari raut ekspresinya.


Tobias malah mengajak King D menari dengan gembira saat musik dari band pengiring mendendangkan lagu riang gembira.


Lysa tersenyum lebar melihat King D selalu ceria ketika bersama Tobias ketimbang Javier dulu.


Lysa kembali teringat saat King D selalu diberikan barang mewah oleh Javier. King D begitu dimanjakan, sayangnya, waktu kebersamaan King D dengan Javier hanya sebentar karena Sultan selalu sibuk dengan pekerjaannya.


Lysa memejamkan mata, mencoba untuk melupakan kenangan manis yang berubah pahit jika teringat akan penghianatan Javier padanya.


Namun, saat Lysa membuka mata, ia terkejut ketika mendapati sosok pria berambut putih panjang memasuki ballroom diikuti oleh Smiley.


Mata Lysa menajam karena ia sudah mengenali wujud mereka atas informasi yang Vesper berikan ketika ia dan timnya berkunjung ke Cuba.


"Toby," panggil Lysa menoleh sekilas dan pandangannya kembali pada sosok pria yang kini berjalan perlahan mendekatinya.


GRAB!


"Kau ... cantik. Tobias sangat beruntung bisa menikahimu, Nona Lysa Herlambang. Ah ... Herlambang. Aku ingat saat detik-detik terakhir kematiannya di tanganku. Aku bisa melihat ketakutan di matanya ketika aku menarik lehernya yang terjerat hingga ia tercekik dan ... mati," ucapnya pelan, tapi menimbulkan luka teramat dalam bagi Lysa saat teringat akan kisah kematian sang kakek.


"Aku pastikan, kau akan mati dengan cara yang sama, Mr. White," jawab Lysa yang matanya terkunci pada pria keji di depannya yang masih tersenyum tak terlihat khawatir akan ancaman barusan.


"Lepaskan tangan hinamu, Mr. White. Kau pikir siapa yang kau pegang, hem?" tanya Tobias sembari menggandeng King D, berjalan mendekati salah satu tamu undangannya itu.


Mr. White menundukkan wajah seraya melepaskan genggaman tangan Lysa dan melangkah mundur.


Tobias berdiri di samping sang isteri yang terlihat seperti berusaha menahan amarah.


"Smiley. Kita bertemu lagi," ucap Tobias menyapa dan Smiley tersenyum. "Kau tak memelukku? Apa karena kau sudah tak menganggapku sebagai salah satu anak didikmu yang paling bertalenta?"


Smiley langsung mendekati Tobias dan memeluknya, tapi Tobias terdiam. King D melihat gerak-gerik orang dewasa di depannya dengan wajah lugu, tak berkomentar apapun.


"Tanganku sibuk di saku celana dan menggandeng King D. Aku tak bisa membalas pelukanmu, tapi terima kasih karena kau mau melakukannya setelah aku ingatkan," ucap Tobias santai, tapi membuat suasana canggung seketika, terlebih Smiley.


"Mana si Jelek Venelope? Apa dia tak ingat jika ada hukuman dariku bila ia tak datang?" tanya Tobias menatap Mr. White dan Smiley tajam.


"Dia sakit. Namun, tak lupa hadiah pernikahanmu. Sebuah mobil mewah, limited editon, sudah aku bawakan dan kini ada di halaman depan rumahmu," jawab Mr. White dengan senyuman.

__ADS_1


"Hah! Hahahaha! Hanya sebuah mobil? Karya Jonathan seribu kali lebih baik dari hadiah Venelope. Aku bahkan mendapatkan dua darinya. Satu untukku dan satu untuk Lysa," kekeh Tobias menyindir. Lysa tersenyum licik.


"Hem, kalian sungguh mengecewakan. Kalian sengaja membuat pertikaian denganku. Sebuah mobil? Apa ada peledak di dalamnya? Jika ya, aku tak segan mendatangi dan membinasakan kalian satu persatu. Ingat ini, Mr. White. Darius mati dan itu salah kalian. Click and Clack bahkan dicuci otak. Calon pengantin Sierra terluka parah hingga ia tak bisa datang kemari. Kesalahan kalian sungguh sangat fatal dan tak dimaafkan," ucap Tobias geram menunjuk Mr. White dan Smiley bergantian dengan wajah iblisnya.


Mata Lysa menyipit dan terlihat seperti siap untuk menuntaskan dendam jika dua orang di depannya memicu pertikaian.


Mr. White dan Smiley menatap Tobias serta Lysa tajam yang memandangi mereka dengan tatapan sama, membunuh.


Namun seketika, ketegangan sirna saat mendapati sosok Vesper yang datang dengan gaun merah menyala dan belahan kaki terbuka cukup tinggi sampai ke paha, dengan bagian atas yang menunjukkan lekukan tubuh seorang wanita dewasa.


"Oh, sudah ramai. Hallo," sapanya ramah menatap semua orang bahkan Mr. White dan Smiley.


Mata semua orang tertuju padanya yang berjalan dengan melenggang mendatangi Mr. White dan Smiley dengan senyum terkembang.


"Apa rambut ini asli? Kau kelainan?" tanya Vesper begitu saja yang memegang rambut panjang Mr. White bahkan pria itu terkejut karena tak menyadari gerakan Vesper saat menyentuh rambutnya.


Mr. White tak menjawab. Matanya tertuju pada sosok Vesper yang berdiri di depannya terlihat santai dan sangat menggoda untuk dibunuh karena tak menggunakan pakaian pengaman.


"Oh, kau. Smiley. Mana senyumanmu, Tuan Tampan? Apakah namamu kebalikan dari sifat aslimu yang berwajah masam?" tanya Vesper memberikan tangan kanan mengajak berjabat.


Smiley hanya melihat tangan Vesper dan tak disambutnya. Vesper tersenyum miring dan GRAB!


Smiley tertegun karena tangan Vesper memegang salah satu tangannya seolah ia menerima jabat tangannya.


Mata Smiley melebar saat tubuh Vesper menempel dan wajahnya terlihat jelas di matanya.


"Kau sepertinya sangat membenciku hingga tak mau menerima jabat tanganku, Smiley," ucap Vesper penuh penekanan dan menatap mata Smiley tajam.


"Kau membunuh Madam dan orang-orang kami tak terhitung jumlahnya," tegas Mr. White.


Vesper terkekeh dan kini menoleh ke arah Mr. White meski tangannya masih menggenggam erat salah satu tangan Smiley.


"Beda denganku. Aku menghitung semua orang yang tewas karena perbuatan kalian. Akan ku kirimkan datanya ke rumahmu, Mr. White agar kau tahu betapa banyak kesedihan yang kuterima selama ini," sahut Vesper berwajah serius seketika.


Suasana kembali tegang, tapi Vesper kembali tersenyum lebar. Ia melepaskan tangan Smiley dan berjalan melenggang begitu saja meninggalkan mereka.


"Oh, Toby. Mobil mewah di depan sebaiknya untuk Bayu saja. Bayu menemukan peledak di dudukkan tengah. Maaf, dia lancang karena mobil untukmu ternyata sesuai seleranya," ucap Vesper menoleh sekilas dan kembali berjalan mendatangi cucunya yang asyik memakan cake pernikahan bersama Obama Otong sampai belepotan.


Tobias langsung mengunci pandangannya pada Mr. White yang terlihat gugup karena hadiahnya ternyata ditebak dengan benar oleh Tobias dan Vesper menambah bukti padanya.


***


uhuy tengkiyuw tipsnya. eh yang belom baca Casanova buruan ya. kayaknya udah di lock loh. kwkwkw tapi itu jumlah koinya dikit kok. kalian jalanin misi buat dapet koin gratis untuk buka epsnya. sama kaya di mt kalian jalanin misi buat dapetin poin. terus gem disana kalo disini kaya vocer. beda nama dan bentuk doang. lele padamu💋💋💋

__ADS_1



__ADS_2