4 YOUNG MOBSTERS S2

4 YOUNG MOBSTERS S2
Kesederhanaan*


__ADS_3


Lugu Lake, China.


Mereka bicara dalam bahasa Mandarin. Terjemahan.


"Kita harus mengamankan wilayah ini dengan persenjataan Vesper dan Boleslav dari serangan ayahku yang bisa terjadi kapanpun," saran Cassie, tapi wanita berwajah Asia selaku pemimpin tempat tersebut menggeleng pelan dengan senyuman saat menyentuh tangan lawan bicaranya. "Kenapa?" tanya gadis cantik itu heran.


"Jika dipersenjatai, Miles akan tahu dan merasa jika kita siap bertempur. Biarkan saja tempat ini seperti apa adanya. Sederhana dan alami. Meski demikian, kita tetap harus waspada, tapi tidak dengan senjata melainkan kemampuan bela diri," ucap wanita cantik yang berumur sepantaran dengan Vesper.


"Aku sangat setuju, Saudari," sahut Vesper diikuti oleh para wanita di belakangnya.


"Jangan anggap remeh kami. Meskipun kami terlihat lemah, tapi kami wanita tangguh," sahut seorang gadis bangga.


Vesper dan lainnya tersenyum. Akhirnya, kumpulan wanita muda itu berkumpul untuk memulai latihan bela diri bersama pemimpin mereka yang baru, Nyonya Jiao.


Sedang Cassie, berada di rumah pondok bersama Vesper dengan para bodyguard siap menunggu para keluarga Dewan yang akan tinggal di sana sementara waktu.


Mereka bicara dalam bahasa Indonesia.


"Belajar ilmu bisnis?" tanya Cassie menatap Vesper lekat yang duduk di sebelahnya sedang menikmati teh hangat dari cangkir keramik.


"Kau mencintai Jonathan?" tanya Vesper seraya meletakkan cangkir teh perlahan di tatakan. Cassie mengangguk. "Kau tahu kekuranganmu sebagai pendamping Jonathan nanti?" Cassie terdiam. "Jonathan menyukai bisnis. Dia pengusaha. Sebagai seorang isteri, sudah tugasmu untuk membantunya. Jonathan dalam keadaan sulit. Aku ingin kau menemuinya nanti ketika kau sudah menguasai ilmu bisnis. Kedatanganmu dengan perubahan sikap disertai keahlian baru, akan membuat Jonathan menyesal karena sudah mengabaikanmu."


Seketika, mata Cassie melebar. Ia mengangguk mantap dan segera mengambil sebuah kertas dan pulpen dalam genggaman.

__ADS_1


"Apa yang harus kupelajari. Aku siap belajar lagi demi anakku dan Jonathan," ucap Cassie kembali duduk ke bangku seperti seorang mahasiswi yang sedang mendapatkan mata kuliah khusus dari dosen pembimbing.


Orang-orang yang melihat sikap Cassie tersenyum. Vesper menatap Cassie lekat seraya menyilangkan kaki.


"Tulis jawabanmu dari pertanyaan yang kuajukan. Aku ingin tahu pengetahuanmu dalam bisnis Jonathan," ucap Vesper dengan senyuman dan kedua tangan telengkup di atas meja. Cassie mengangguk siap.


"Sebutkan macam usaha bisnis legal Jonathan dan letaknya," pinta Vesper dan Cassie dengan segera menjawabnya.


Vesper melirik dan melihat jika tulisan tangan Cassie cukup berkarakter. Vesper diam memperhatikan saat gadis cantik itu terlihat serius menjawab seraya mengingat-ingat meski sesekali melirik ke arah bayinya yang masih tertidur pulas di keranjang.


Hingga akhir bulan, para anggota dari keluarga dewan datang satu persatu ke tempat itu termasuk anak-anak.


Para anggota Dewan dan para pelaku bisnis ilegal yang dalam jajaran 13 Demon Heads sengaja tak ikut mendatangi Lugu Lake karena khawatir jika Miles mengincar mereka.


Para anggota keluarga dipindahkan diam-diam dan tak diberitahukan oleh para penjemput kapan kedatangan mereka.


"Vesper akan melindungi kalian. Ayah berjanji semua akan segera berakhir dan kita akan berkumpul lagi," ucap Bojan saat memeluk anak gadis yang disayanginya ketika Bambang The Kamvret menjemput keluarganya.


Sisca terlihat begitu sedih saat harus berpisah dengan sang ayah. Bojan berusaha untuk tetap tegar dan memilih untuk tak mencari tahu ke mana keluarganya akan diungsikan.


Bambang dan seluruh orang yang dilibatkan dalam evakuasi mengantisipasi serangan Miles bergerak bagaikan bayangan.


Namun, Sherly enggan untuk pergi. Ia mempercayakan anak lelakinya kepada Buffalo.


"Tolong jaga dia. Aku tak bisa meninggalkan Ivan. Kami yakin akan bisa bertahan," ucap Sherly berusaha tegar meski terlihat jelas ia sedih karena harus berpisah dengan buah hatinya.

__ADS_1


Buffalo mengangguk mantap dan segera membawa Lazarus pergi bersama para Black Armys yang mengawalnya.


Para anggota keluarga dewan yang merasa kehidupan mereka selama di Lugu Lake akan penuh penderitaan karena minimnya fasilitas karena hidup dalam kesederhanaan, perlahan mulai bisa menerima kehidupan sulit mereka karena Vesper selalu memberikan pencerahan pada orang-orang itu.


"Aku tahu jika tempat ini terasa membosankan. Tak ada mall, fasilitas mewah, mandi susu bahkan perawatan tubuh. Namun percayalah, hidup sederhana seperti ini dibutuhkan dalam hidup agar kita bisa menghargai waktu yang selalu dihabiskan untuk mengejar kemewahan dan kekuasaan dunia," ucap Vesper di hadapan para isteri anggota dewan dan mafia elit lainnya.


"Baiklah. Jika seorang Vesper saja bisa melakukannya, aku yakin jika kami juga bisa. Bagaimanapun, aku adalah isteri dari seorang mafia," ucap isteri Martin-Nathalie.


Vesper mengangguk dan mengajak para wanita sosialita itu berkumpul di sebuah pondok untuk merajut.


Meskipun sulit, tapi terlihat jelas para wanita itu antusias.


"Berikan hasil karya terbaik kalian untuk suami tercinta. Sebuah syal cantik buatan tangan, lebih berkesan ketimbang makan malam romantis di restoran mahal," ucap Vesper yang ikut merajut dengan membuat syal dengan warna merah muda.


"Anda ingin memberikan syal itu untuk tuan Kai atau tuan Han, Nyonya Vesper?" tanya Sisca karena merasa warna itu terlalu feminim untuk dua pria yang mulai berumur.


Vesper tak menjawab dan hanya tersenyum seraya terus merajut.


***


Masih banyak acara jadi maklum aja kalo pendek epsnya. Trims tipsnya❤️



ILUSTRASI

__ADS_1


SOURCE : GOOGLE


__ADS_2