4 YOUNG MOBSTERS S2

4 YOUNG MOBSTERS S2
Pembalasan Jordan


__ADS_3

Selama perjalanan di mobil, mata Naomi sayup seperti orang yang hampir hilang kesadaran. Baru kali ini, Match terlihat panik tak seperti biasanya. Berulang kali ia menoleh ke belakang.


"Naomi! Naomi!" panggil Match lantang karena Naomi sudah hampir tak sadarkan diri.


Match miris melihat kondisi menantu dari majikannya. Hingga akhirnya, Match nekat melakukan sesuatu.


CITT!


"Kau harus tetap sadar sampai ke rumah sakit. Bertahanlah. Kau wanita kuat."


CRAT!


"Hah! Argh!" erang Naomi langsung membuka mata dengan wajah memerah menahan sakit.


Match menyiramkan cairan alkohol larutan desinfektan ke tubuh Naomi yang terluka karena cakaran Jordan.


"Maaf, aku terpaksa melakukannya. Bertahanlah! Kita akan segera sampai!" seru Match yang bergegas duduk dengan sigap di bangku kemudi.


Match mengemudi dengan gesit seraya membunyikan klakson berulang kali agar kendaraan yang menghalangi jalannya menyingkir.


Tak lama, NGENG!!


"Match!" panggil Roza bersama anggota Red Skull bermotor lantang.


Roza dan gengnya muncul. Mereka mengapit mobil yang dikendarai oleh Match.


"Bersihkan jalan!" titah Match.


"Oke!" jawab Roza cepat dan segera memerintahkan anggota geng beranggotakan wanita seluruhnya untuk mengamankan laju mobil tersebut.


Tubuh Naomi gemetaran menahan perih karena cairan alkohol mengenai lukanya. Match bermaksud agar bakteri pada luka Naomi tak menyebabkan infeksi.


Selain itu, rasa perih membuat Naomi tetap sadar. Jika Naomi sampai pingsan, bahaya besar bisa mengancam janin dan sang ibu.


Setelah 15 menit perjalanan, akhirnya rombongan itu berhasil sampai ke rumah sakit meski harus mengemudi layaknya pembalap jalanan.


"Suster!" panggil Roza lantang saat membuka pintu ruang IGD dan mendapati banyak perawat yang bertugas di sana.


Segera, para petugas medis itu mendatangi calon pasien mereka seraya mendorong ranjang beroda.


Naomi memegangi perutnya yang terasa nyeri seperti mengalami kontraksi ketika dibantu duduk oleh anggota Red Skull lainnya.


"Ya Tuhan!" pekik petugas medis langsung melebarkan mata melihat kondisi pasiennya yang mengenaskan karena banyak luka cakaran di sekujur tubuh hingga bajunya robek.

__ADS_1


"Dia kenapa? Apakah diserang hewan buas?" tanya perawat lain saat tubuh Naomi dipindahkan ke ranjang dorong untuk dibawa ke IGD.


"Ya, begitulah. Tolong," pinta Roza cemas. Dengan sigap, para perawat segera melakukan tindakan.


Baik Roza, Match atau pun anggota Red Skull tampak panik karena Naomi mengalami serangan fisik dan psikis. Roza segera mengurus administrasi agar Naomi mendapatkan perawatan.


Tak lama, seorang dokter keluar menemui para kerabat Naomi yang menunggu di luar ruang IGD.


"Keluarga pasien?"


"Ya. Saya ... Pamannya. Bagaimana, Dok?" tanya Match cemas.


"Nona di dalam mengaku bernama Naomi. Benar?" Semua orang mengangguk. Dokter itu tampak percaya. "Pasien harus segera melakukan operasi caesar. Nona Naomi mengalami kondisi gawat janin. Kadar oksigen bayi mulai melemah dan pasien mengalami kontraksi. Selain itu, pasien juga harus menjalani pengobatan untuk luka-lukannya. Kasus penyerangan hewan liar ini akan kami informasikan kepada pihak kepolisian agar segera ditangani supaya tak menyerang warga lain."


Praktis, mata Match melebar seketika.


"Aku sudah membunuh hewan itu. Dia ... anjing peliharaan kami. Sebaiknya kasus ini jangan dibesar-besarkan. Jangan!" tegas Match penuh penekanan menatap Dokter itu tajam seraya menunjuk dadanya.


"Ah, tapi ... ups," sanggahnya, tapi langsung diralat. "Oke. Aku tak akan melaporkan ke pihak kepolisian. Case close," ucapnya tegang dan kedua tangan spontan terangkat ke atas saat banyak moncong pistol menempel di tubuhnya dari para wanita yang mengelilinginya.


"Segera lakukan tindakan medis untuk menyelamatkan bayi dan ibunya. Cepat. Kami mengawasi dari sini. Awas jika kau gagal," tegas Match dan Dokter itu tampak pucat saat menelan ludah.


Pria itu segera membalik badan dan masuk ke ruang persalinan. Match dan anggota Red Skull bernapas lega karena aksi kekerasan tak perlu terjadi. Namun, Match tetap waspada.


"Oke!" jawab para wanita itu seraya keluar dari ruang tunggu dan berpencar di sekitar rumah sakit.


Ternyata, Sia ikut dirawat di rumah sakit yang sama. Roza bertemu dengan William saat pengurusan administrasi.


Roza menceritakan kondisi Naomi. Roza pun menjenguk Sia yang telah ditangani lebih dahulu.


Sia terlihat sedih karena kehilangan janinnya. William terlihat marah dan mengalahkan Jordan atas kasus ini.


Diam-diam, William pergi menemui Jordan usai mengetahui jika Naomi juga terluka dan hampir keguguran karena perbuatan gilanya.


Di kediaman Amanda, Florida.


BRAK!


"Di mana dia?!" pekik William marah besar saat masuk ke ruang tamu dengan langkah gusar.


Seketika mata pria bermanik biru itu melotot.


"You!" tunjuknya penuh kebencian.

__ADS_1


Dengan sigap, Mix langsung berdiri dan menahan tubuh mantan agent CIA tersebut.


"Kau sadar yang kaulakukan, ha? Kau membuat isteriku keguguran! Kau membuat Naomi terluka parah dan harus melahirkan lebih cepat karena perbuatanmu! Kau gila dan kau seorang monster!" ucapnya lantang dengan mata melotot.


Jordan yang duduk dengan handuk membungkus tubuhnya meringkuk. Ia terlihat begitu terpuruk.


Napas William memburu. Ia melihat sebuah tablet yang diletakkan di atas meja di hadapan Jordan. Ternyata, kamera CCTV merekam kejadian barusan.


"Dia sudah mengetahui perbuatannya tanpa kau harus menyumpahinya, William. Pergilah. Tak ada gunanya kau tetap di sini," tegas Mix menatap menantu Boleslav tersebut saksama.


"Pastikan kau memeriksa kejiwaannya, Mix. Dia sakit, dan penyakitnya itu merugikan orang lain," tegas William seraya menarik tubuhnya yang masih dipegangi pria berbadan besar tersebut.


Jordan menyembunyikan wajahnya seperti tak ingin dilihat siapapun.


"Berdoalah isteri dan bayimu selamat, Jordan. Berdoalah," tegas William dan bergegas pergi meninggalkan rumah tersebut.


Mix menarik napas dalam. Ia melihat tubuh Jordan gemetaran di balik selimutnya.


"Aku monster, Mix. Aku monster," ucapnya dengan suara bergetar.


"Aku bersumpah, Jordan. Aku akan mencari pelaku itu. Dia sengaja melakukannya. GIGA sedang menyelidikinya. Kita pasti akan menemukannya. Kita akan memburunya dan membunuhnya dengan sangat keji," tegas Mix berdiri tegap di hadapan putera Boleslav.


Perlahan, Jordan menyibakkan selimut yang menutupi tubuhnya. Jordan berdiri meski wajahnya tertunduk.


"Aku harus membalasnya. Dia harus mati di tanganku," jawab Jordan bengis dengan kedua tangan mengepal.


"Ayo," ajak Mix dan Jordan mengangguk pelan.


Match yang diberikan kabar dari rencana Jordan segera bersiap. Namun, ia tak ingin orang-orang tahu.


"Aku titipkan Naomi padamu. Nyonya Manda dan lainnya akan segera kemari," ucap Match serius.


"Kau mau ke mana?" tanya Roza curiga.


Match memalingkan wajah tak menjawab, tapi wanita itu seperti tahu apa yang dipikirkan oleh pria di hadapannya.


"Pergilah. Aku bisa jaga rahasia. Temukan pelaku itu dan buat dia menderita. Kau sangat ahli di bidangnya, Sayang," ucap Roza seraya menyentuh pipi suaminya dengan senyuman.


Match mengangguk pelan dan mencium bibir Roza sebagai ucapan perpisahan. Roza menarik napas dalam dan mengembuskannya perlahan saat suaminya bergegas pergi meninggalkan rumah sakit.


***


__ADS_1


uhuy makasih tipsnya. jadi dobel eps kan. siapa tau ada yg nyogok lagi lele bisa khilaf jadi 3 eps sehari gitu. kwkwkw


__ADS_2