
Keesokan harinya. Kediaman Amanda di Napoli, Italia sudah ramai orang. Beberapa dari mereka berkumpul atas permintaan Kai.
Amanda menyambut orang-orang yang singgah di rumahnya sampai memutuskan pergerakan selanjutnya.
Sebagian dari mereka memilih tinggal di Markas peninggalan Theresia karena tempat yang lebih luas.
Namun, Kai pergi ke kediaman Afro yang selama ini di tempati oleh Buffalo, Drake dan dijaga oleh Black Armys.
Doug ikut serta karena diminta oleh Kai untuk memastikan jika kediaman peninggalan Elios tak memiliki jebakan ataupun ruangan tersembunyi yang membuat orang-orang No Face bisa menyusup ke dalamnya.
Di Rumah Sakit tempat Han, Tora dan One di rawat.
Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Non-baku bahasa Indonesia campuran.
"Tak kira Ustazah dari mana, pangling loh Eko," ucap bodyguard berkepala gundul asal Jawa tersebut dengan wajah penuh kekaguman karena mendapati majikannya mengenakan kerudung dan pakaian tertutup seperti orang Timur Tengah.
"Biasanya kalau Ustazah itu meluruskan yang bengkok, tapi kalau Nyonya Vesper itu membelokkan yang sudah bengkok, jadinya melintir, hehehehe," sahut Biawak Hijau dan semua orang terkekeh mendengarnya termasuk orang yang bersangkutan.
"Hem, aku suka sindiranmu, Hijau. Aku berikan bonus 10 juta nanti. Ingatkan aku," ucap Vesper dengan senyum terkembang, tapi mengejutkan para pendengar.
"Matur sembah nuwun, Kanjeng Ratu Vesper," ujar Hijau melakukan sungkem dan sujud di hadapan Bos besarnya.
Eko dan lainnya terlihat sebal karena Hijau mendapatkan uang dengan begitu mudahnya. Eko tak mau kalah, ia mengambil peran sebagai pencerah.
"Soal mas Han. Mbak Vesper gak usah sedih. Mbak Vesper 'kan nikah sama doi bukan baru sehari atau sebulan. Jadi ... yah, Eko gak perlu kasih wejangan apapun," ucapnya seperti orang tua yang memberikan nasehat kepada anak yang lebih muda.
"Hem, oke," sahut Vesper mengangguk pelan.
"Kalo ngomongmu kaya gitu gak bakal dapet bonus, Ko," sahut Biawak Putih berbisik.
"Eko mendadak lupa mau ngomong apa. Udahlah, Eko ikhlasin 10 juta buat Kang Ijo," jawabnya memelas.
Semua orang yang mengerti apa yang Eko katakan hanya tersenyum tipis.
"Sebaiknya Anda istirahat dulu, Nyonya. Akan kami berikan kabar begitu Han dan lainnya sudah bisa dijenguk," ucap Verda yang ikut datang karena mencemaskan keadaan suaminya-One-dan Vesper mengangguk dengan senyuman.
Buffalo mengajak Vesper untuk beristirahat di kediaman Amanda bersama beberapa orang ikut bersamanya.
Verda, Biawak Putih, Hijau dan Tim Bunga yang selamat tetap berada di Rumah Sakit untuk memastikan jika tak ada pihak-pihak yang mengambil keuntungan dari cidera yang sedang menimpa jajaran Vesper.
Kediaman Amanda, Napoli, Italia.
"Vesper," sambut Manda di malam yang sudah larut.
Vesper tak berucap apapun dan hanya bisa memeluk Amanda erat. Semua orang bisa melihat jika Vesper begitu sedih karena insiden ini.
"Han dan lainnya akan baik-baik saja. Jujur, mungkin sudah waktunya bagi mereka untuk beristirahat ketika pulih nanti. Kejadian ini mengingatkanku akan Antony, Vesper. Keselamatan kalian itu penting, terutama kesehatan. Jika kalian sampai tumbang, hal buruk akan berdampak ke jajaran dan anak buah di bawah naunganmu. Jadi sebaiknya, kalian mengendalikan dari jauh saja. Aku mendukungmu untuk pensiun. Oleh karena itu, aku sedang menyiapkan Yena dan Jordan untuk menggantikan posisiku kelak," ucap Amanda serius seraya menggenggam kedua tangan Vesper erat.
Semua orang yang mendengar diam mendengarkan.
__ADS_1
"Ya, aku juga ingin seperti itu, Manda. Hanya saja, aku tak tahu kepada siapa harus melimpahkan hal ini. Keempat anakku bersiteru. Mereka tak kompak seperti dulu. Siapapun yang percaya, pasti akan timbul pertikaian di kemudian hari karena salah satu diantara mereka merasa jika lebih pantas. Baru kali ini, Amanda ... baru kali ini aku tak tahu kepada siapa harus memilih," ucapnya sedih meski tak menangis.
Semua orang yang berdiri di sekitar mereka hanya saling melirik terlihat bingung.
"Aku mengerti perasaanmu. Maaf, aku sudah mengatakan hal ini. Kau istirahatlah, jangan terlalu dipikirkan. Kita pasti akan menemukan jawabannya nanti," ucap Amanda terlihat bersalah karena ucapannya malah semakin membebani sahabat mafianya itu.
Naomi mengantarkan Vesper ke kamarnya untuk beristirahat. Jordan dan Afro mengikuti mereka di belakang.
Saat Vesper akan masuk ke pintu, ia menghentikan langkah dan menatap tiga remaja di depannya. Tiga orang itu terlihat bingung.
"Di mana Sun?" tanya Vesper penasaran.
"Dia kami sekap di penjara bawah tanah. Anda ingin menemuinya?" tanya Afro dan Vesper mengangguk.
Naomi kembali mengajak Vesper ke ruangan di tempat Sun serta anak buah Arjuna di kurung dalam sel.
Orang-orang itu terkejut melihat kedatangan Vesper dan segera berdiri. Mereka membungkuk dan terlihat gugup dalam bersikap.
"Lepaskan Sun," pinta Vesper. Jordan dan lainnya tertegun. "Dia utusanku. Mata-mataku. Maaf, Naomi, aku tak memberitahukan hal ini padamu. Aku memiliki tujuan lain dari penempatan Sun selama ini."
Mata Naomi terbelalak, tapi ia mengangguk paham. Jordan terpaksa melepaskan Sun berikut gelang pemenggal di salah satu tangan dan kakinya. Sun berterima kasih.
"Aku tak melepaskan sanderaku begitu saja. Anda harus menjelaskannya," tegas Jordan.
"Aku mengerti. Di mana ruang meeting kalian," jawab Vesper tenang dan Naomi kembali menunjukkan jalan menuju ke ruangan yang Vesper minta.
Ruang Meeting Kediaman Amanda Theresia.
Vesper seperti dikeroyok karena semua mata tertuju padanya. Sun berdiri diam terlihat gugup di belakang Vesper.
"Dengarkan baik-baik, aku tak akan mengulang," ucapnya membuka pembicaraan dan semua orang mengangguk paham.
Vesper melirik Sun dan pemuda itu melangkah pelan. Ia kini berdiri di samping Vesper terlihat seperti akan menyampaikan suatu hal.
"Aku anak dari Agent M. Rekan satu tim Nyonya Vesper dulu saat di Colombia," jawabnya yang mengejutkan semua orang.
"Ha? M punya anak? Nikahnya kapan?" pekik Eko kaget.
"Ayahku tak pernah menikah karena ... aku dilahirkan dari rahim seorang wanita pekerja **** komersial, seperti Naomi."
Semua orang langsung terlihat canggung sembari membenarkan dudukkan. Sun masih memasang wajah datar. Naomi diam tertunduk.
"Kita gak menghakimi kok. Jenis pekerjaan itu ... wajar di dunia kita, ya to," ucap Eko kikuk dan semua orang mengangguk cepat meski terlihat tertekan. Sun tersenyum dan berterima kasih.
"Jangan lupakan Bunga," sahut BinBin dan semua orang makin canggung karenanya.
"Lanjutkan, Sun," pinta Vesper meliriknya sekilas.
"Saya dilatih secara khusus setelah dinyatakan bersedia menerima misi. Saya ditawari pekerjaan ini ketika berumur 10 tahun oleh Agent M atas permintaan Nyonya Vesper untuk misi khususnya."
"Misi khusus?" tanya Amanda berkerut kening.
__ADS_1
"Ya. Seharusnya saya yang menjadi bodyguard tuan Arjuna, bukan Naomi." Naomi menarik nafas dalam dan hanya diam tertunduk. Jordan melirik kekasihnya yang terlihat murung. "Namun, pertimbangan dari Nyonya Vesper kala itu menjadikan Naomi pilihannya. Selama Naomi menjalankan tugas sebagai bodyguard bayangan dan meneruskan sebagai asisten pribadi serta sekretaris Perusahaan, saya mencari tahu tentang No Face, terutama keterlibatan Tessa," ucapnya menjabarkan.
"Kau ... melakukan misi tunggal selama ini? Begitu?" tanya James dan Sun mengangguk.
"Saya meneruskan penyelidikan dari semua laporan yang didapat oleh tim yang pernah berurusan dengan No Face sebelumnya. Kediaman Tessa di Belize, Perusahaan Elios di Italia, Kediaman Darwin di Melun, Markas Tessa di Guatemala, Makam Lucifer Flame, Kediaman Sierra di Wilmington-Carolina Utara, Bar Tessa di Philadelphia, Black Stone dan Gua Lucifer di Turki, Australia Alice Spring, Rumah Yudi di Kenya-Nairobi, serangan di Kediaman Herlambang dan masih banyak lagi. Saya merampungkan dan menyelesaikan laporan itu sampai yang terakhir misi pelenyapan sisa aset dari The Circle oleh kalian. Satu pekerjaan saya yang belum dirampungkan adalah ... keterlibatan The Mask. Saya tak tahu mereka siapa. Rencananya, jika tuan muda Arjuna tetap menikahi Tessa, saya bisa menyelidikinya dari dalam, tapi ternyata ... gagal."
"Gagal? Kenapa?" tanya Seif bingung.
"Tuan Muda Arjuna dicampakkan oleh Tessa. Yap, wanita itu membatalkan pernikahan dengan tuan muda secara sepihak dan ... begitulah. Tuan muda kini buron," jawabnya diakhiri hembusan nafas panjang.
Wajah Naomi berubah. Ia terlihat seperti senang akan sesuatu meski tak ada senyuman di wajahnya. Jordan menatap Naomi tajam tanpa berkedip dan gadis cantik itu tak menyadarinya.
"Kau merencanakan semua hal ini dan hanya kau, Sun, lalu siapa lagi yang tahu?" tanya Amanda menatap Vesper tajam dari tempatnya duduk. Vesper menggeleng. "Bahkan Kai dan Han tak tahu?" pekiknya. Vesper tersenyum.
"Mbak Vesper gak percaya sama kita? Kenapa kita gak dilibatin?" tanya Eko langsung memasang wajah sebal.
"Kau tak ingat berapa banyak keluhanmu saat mendapatkan pekerjaan dariku, Eko? Bahkan kau pernah bersiteru dengan para Biawak, Red Ribbon, The Kamvret, Daniel bahkan Red tentang banyaknya pekerjaan yang kau terima dariku. Kau ingin aku libatkan, hem?" tanya Vesper melirik tajam.
Eko langsung bersiul dan mengalihkan pandangan. Eiji dan lainnya yang ingin protes mengurungkan niat dengan membungkam mulutnya rapat. Amanda memijat kepalanya terlihat pusing memikirkan beban Vesper.
"Wajar saja jika kau terlihat begitu letih, Nyonya. Apakah ... salah satu usaha mencariku juga masuk dalam agenda Sun?" tanya Afro dan Vesper tersenyum. Afro menghela nafas karena tebakannya benar.
"Baiklah, misi terselubungmu sudah terbongkar. Jadi ... apa rencanamu selanjutnya. Kali ini tak boleh ada yang ditutupi," tegas Amanda menunjuk sahabatnya itu dengan wajah garang.
"Bukankah Sun sudah mengatakan jika laporan selesai. Kesimpulannya, Arjuna batal menikahi Tessa dan kita tak tahu apapun tentang The Mask. Aku juga sedang tak berniat untuk menginterogasi Tobias karena aku kesal setengah mati dengannya. Perbuatan terakhirku nyaris membunuhnya, tapi entah kenapa aku senang bisa menyakitinya, hehe," jawabnya dengan senyum terkembang.
"Kumat, kumat. Pasti nagih pengen rusuh lagi. Inget umur, Mbak. Pecicilan loh," sahut Eko langsung melirik majikannya sadis.
Vesper berkerut kening karena merasa sikapnya dilarang dan tak boleh melakukannya lagi.
"Memang kenapa? Aku mengatakan pada Tobias jika aku akan memburu Mr. White dan membunuhnya. Tak ada yang salah dengan hal itu," tanyanya memonyongkan bibir.
"Itu akan menjadi tugas kami, Nyonya Vesper. Anda sebaiknya fokus untuk kesembuhan Tuan Han. Saat ia sadar nanti, hanya Anda yang dia butuhkan, bukan kepala Mr. White," sahut Afro dan Vesper tersenyum lebar karena anak mendiang Elios bisa mengerti keadaan.
"Baiklah, aku menurut. Aku akan menjadi isteri yang baik, menghabiskan masa tuaku dengan bersenang-senang bersama dua suamiku, lalu ... bermain bersama cucuku dan ... oh, kalian tahu? Ini tak buruk. Meskipun daftar kegiatanku hanya berisi 3 baris sampai beberapa tahun ke depan, tapi ... sepertinya akan menyita banyak waktu," ucapnya riang.
Namun entah kenapa, wajah semua orang tak sebahagia Vesper yang sedang membayangkan dirinya seperti menikmati masa liburan.
"Anda ... tetap duduk di kursi Ketua Dewan 'kan?" tanya Drake memastikan.
Vesper mengangguk dengan senyum terkembang. Semua orang lega karena mereka pikir Vesper akan pensiun sungguhan.
Vesper menugaskan Red Ribbon yang masih ditawan oleh Mix and Match untuk melakukan pencarian keberadaan Arjuna, Sandara, Mr. White, Venelope dan Smiley.
Orang-orang tersebut menjadi target utama dalam misi kelas S. Kedua puluh anggota Red Ribbon siap menjalankan perintah Bos besar mereka.
***
ILUSTRASI
SOURCE : GOOGLE
__ADS_1
eps nyantai membongkar keruwetan kisah dan misi terdahulu. eps agak panjang sebagai bonus karena beberapa hari sebelumnya dpt bonus eps dr tips audio book. jadi utang lele lunas. uhuy😍 hari ini satu eps aja karena gak ada tips koin masuk😆