
Minggu kedua bulan April.
Akhirnya, acara yang dinantikan oleh para kalangan mafia termasuk pasangan calon pengantin itu pun tiba.
Acara pernikahan Sandara Liu dan Afro dilangsungkan di kediaman Elios, Italia. Pesta itu terbilang cukup unik.
Vesper dan Kai selaku orang tua, memasrahkan acara kepada pasangan pengantin dan penyelenggara.
Pesta akhirnya diadakan selama dua hari. Namun, kalangan yang hadir hanya dari golongan mafia saja. Orang-orang dalam jajaran Dream High Entertainment turut diundang meskipun tertentu.
Tentu saja, ekspresi terkejut ditunjukkan saat mereka baru mengetahui jika Sandara telah berubah rupa. Orang-orang itu tampak kaget, tapi juga memuji.
Mereka bicara dalam bahasa Korea. Terjemahan.
"Woah! Sungguh, aku sampai tak mengenalimu, Dara," ucap In Ho dengan mata melebar dan mulut menganga.
"Apakah ... kalian menyukai wajah baruku?" tanyanya terlihat sedih.
"Bagi kami, kau tetap Sandara yang cerdas, manis dan baik hati. Teruslah pertahankan sikap itu, Dara," sambung Ryeon.
Sandara mengangguk dengan buket dalam genggaman. Terlihat, ia gugup ketika kawan-kawan artisnya datang ke ruang rias sebelum ia memasuki altar pernikahan satu jam lagi.
"Kami selalu mendoakan yang terbaik untukmu. Namun, jujur. Apa kau melakukan manipulasi umur, nama dan sejenisnya untuk melangsungkan pernikahan ini?" tanya Hyun Ki penuh selidik.
"Ish! Hal seperti itu tak perlu kautanyakan. Kau ini bodoh apa bagaimana?" sahut Manager Park langsung menggebu.
Semua orang terkekeh karena Hyun Ki menjadi sasaran hujatan. Manager Song memeluk Sandara erat terlihat begitu merindukannya dan iba dengan kisahnya setelah mendengar dari Vesper langsung ketika tiba di kediaman Afro.
"Semoga nasib baik selalu berpihak padamu, Dara. Sungguh, aku, ibumu dan ayahmu, menginginkan kau meninggalkan dunia mafia. Kau sudah banyak menderita. Aku yakin jika Afro juga akan setuju dengan saran kami," ucap Song seraya memegang kedua lengan Sandara erat.
"Terima kasih atas perhatianmu, Manager Song. Akan kupikirkan," jawabnya dengan senyuman.
Tak lama, Atid, Beny, Sohee dan Albino masuk ke dalam ruang rias. Mereka mengusir para tamu di ruangan karena harus mempersiapkan calon pengantin wanita yang sebentar lagi menuju pelaminan.
Sandara melambaikan tangan kepada kawan-kawannya yang cemberut karena merasa waktu mereka tak banyak untuk bercengkrama melepas rindu.
Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan.
"Kau ingat 'kan jika dua gaunmu yang lain memiliki belahan rendah. Jadi, aku akan menutup lukamu dengan keajaiban make up," ucap Atid seraya menggerakkan jemari lentiknya seperti penyihir yang akan menggunakan kekuatan magic. Sandara tersenyum dan mengangguk pelan.
Di halaman belakang kediaman Elios.
Suasana terasa begitu meriah karena semua tamu sudah hadir. Sayangnya, perasaan kecewa terlihat di wajah sang Ratu, meski ia menutupi dengan senyuman.
Han mengelus punggung isterinya lembut karena baik Arjuna, Jonathan atau pun Lysa, tak tampak dalam perhelatan itu.
Han dengan sigap menjauh dari kerumunan dan menyendiri di bawah pohon rindang dekat altar pernikahan yang sudah ditata dengan dekorasi cantik.
"Hallo?"
"Kau di mana?" tanya Han memasang wajah serius.
"Aku tak bisa datang. Aku sudah meminta kepada dua BIAWAK untuk mewakiliku. Itu sudah lebih dari cukup," jawabnya ketus.
"Kau keterlaluan, Arjuna. Adikmu menikah, dan kau tak hadir? Sombong sekali," jawab Han dengan napas menderu.
"Dia adik tiriku, bukan adik kandungku. Maaf, Ayah. Hanya saja, aku telah mengetahui satu hal setelah dua BIAWAK kembali dari Peru dan Panama," jawabnya yang membuat kening Han berkerut.
"Apa itu?"
"Tak usah berpura-pura. Kau bersekongkol dengan mama untuk hal ini. Kalian ingin melenyapkan seluruh keturunan The Circle 'kan? Apakah pernikahan Sandara sebuah jebakan? Harusnya kausadar kenapa kak Lysa dan Jonathan tak hadir. Kalian akan membunuh pasangan kami ketika berada di sana. Maaf, Ayah. Aku mencintai Tessa, bahkan dia mengandung calon cucumu. Bagaimana bisa kau begitu keji ingin membunuh calon anakku," tegasnya yang membuat mata Han melebar seketika.
"Apa kaupernah mendengar istilah ini? Fitnah lebih kejam dari pada pembunuhan? Aku tak menyangka kau sepicik itu, Kim Arjuna. Sungguh, aku kecewa padamu. Kau bahkan—"
KLEK! TUT ... TUT ... TUT ....
Mata Han melebar. Ia tak percaya jika teleponnya diputus oleh sang anak. Napas Han menderu, tangannya mengepal seakan ponsel dalam genggamannya ingin ia remukkan.
Namun tak lama, dua BIAWAK utusan Arjuna mendatanginya. Han melirik dua orang itu saksama.
__ADS_1
"Dari mana kalian dapat informasi itu?" tanya Han ketus.
"Jonathan menghubungi kami. Dia mengatakan agar kami berhati-hati. Jujur, Tuan Han, menurut kami ... hal ini sangat konyol. Nyonya Vesper memang kejam, tapi ia tak mungkin membunuh wanita yang sedang mengandung bukan? Dia seorang ibu," tanya Biawak Putih menatap Han lekat.
"Jika sudah tahu, kenapa masih bertanya? Kalian sama bodohnya dengan anakku!" jawab Han melotot. Dua BIAWAK tersentak.
"Lalu ... sekarang bagaimana, Mas Han?" tanya Biawak Hijau pucat.
"Siapkan alasan masuk akal saat bertemu Afro dan Sandara. Gunakan Tessa yang sedang sakit atau apalah sebagai alasan Arjuna tak bisa datang. Sungguh, anakku itu sangat mengecewakan. Bagaimana bisa dia terlahir dengan watak menjengkelkan seperti itu?" tanyanya geram.
"Jangan tanya kita berdua. Kita jenis pejantan gak pernah hamil dan gak tau rasanya melahirkan. Kalau ngeden karena susah BAB sering, Mas Han. Mungkin rasanya mirip tipis-tipis lah," sahut Biawak Hijau santai.
Kening Han dan Biawak Putih berkerut. Biawak Hijau langsung membungkam mulutnya rapat terlihat serius tak bicara lagi. Han pergi begitu saja meninggalkan dua orang aneh itu.
"Kan, apa kataku. Gak mungkin Vesper setega itu. Selain itu, bos Junet kayaknya lupa dengan informasi kita yang paling penting tentang hasil penyelidikan di Peru dan Panama. Dia gak lakuin apapun loh sampai sekarang. Bahaya ini," tegas Biawak Putih menatap kawan bertubuh gemuknya itu lekat.
"Katakan padaku."
Praktis, dua orang itu sampai terperanjat karena tak menyangka ada yang mendengar pembicaraan mereka.
Biawak Putih dan Hijau pucat saat ditatap tajam oleh Vesper yang tersenyum miring di belakang mereka. Putih dan Hijau menelan ludah.
"Halo, tes, tes," ucap Zaid terlihat gugup seraya memegang microfone dalam genggaman tanpa kabel.
Tentu saja, pandangan semua tamu undangan kini terfokus padanya.
"Kita akan mulai acaranya. Silakan duduk. Maaf, aku ... tidak suka basa-basi," ucap Zaid meringis dan semua orang mengangguk pelan.
Yena yang menjadi MC untuk acara pada hari itu terkekeh saat suaminya mengambil alih profesinya. Semua tamu undangan duduk di kursi seperti yang telah disediakan.
Kai terlihat gelisah saat ia menunggu anak perempuannya muncul di pernikahannya yang telah lama ia impikan.
Vesper yang sudah selesai berurusan dengan dua BIAWAK ikut serta menunjukkan senyum menawan seolah hal buruk yang akan terjadi tertutupi oleh sikap tenangnya.
Akhirnya, pengantin wanita muncul di dampingi oleh Manager Song dan Amanda di kanan kirinya. Keduanya membawa Sandara sampai ke jalan masuk menuju altar.
Afro yang telah berdiri di samping pengesah pernikahan tampak gelisah dan menarik napas berulang kali.
Para bodyguard Vesper yang duduk di barisan depan terkekeh melihat Afro tampak pucat di hari pernikahannya.
Dekorasi yang sengaja dibuat meliuk-liuk itu pun memberikan kesan tersendiri di hari pernikahan anak terakhir Vesper.
"Akhirnya, tugas utama kita untuk menikahkan anak-anak selesai," ucap Vesper lembut seraya menyentuh tangan Kai dan Han bersamaan.
Kai dan Han mengangguk terlihat sedih karena kini anak-anak mereka sudah memiliki pasangan hidup.
Ketiga orang tua itu bertepuk tangan, usai mendengar kesaksian Dara dan Afro di altar pelaminan. Kai berusaha agar tak menangis di hari bahagia itu.
Sedang Vesper, tiba-tiba menangis. Han dan Kai sampai dibuat heran termasuk para bodyguard Vesper karena sang Ratu terisak meski ia berusaha untuk menahan suara tangisannya.
Tentu saja, hal itu menarik perhatian semua tamu undangan yang duduk di sekitarnya.
"Hei, kau tak apa, Sayang?" tanya Han cemas karena Vesper sampai sesenggukan.
"A-aku ... aku tak bisa menghentikan tangisanku, Kak Han. Air mata sialan ini tumpah begitu saja," jawabnya sembari mengipasi wajahnya dengan kedua tangan.
Han dan Kai terkejut karena hal ini tak pernah terjadi sebelumnya. Saat dua suami Vesper ingin memeluk wanita yang dicintainya itu, mereka malah bingung karena tangan dua lelaki itu malah bersentuhan. Han dan Kai merasa jijik seketika.
Sandara yang melihat ibunya menangis sampai napasnya tersengal segera turun dari altar dan mendatanginya.
"Mah, kau tak apa?" tanya Sandara cemas yang kini berdiri di hadapan ibunya.
Vesper tak bisa menjawab dan terus menangis. Sandara bingung. Kali ini, ia sungguh tak tahu apa yang dipikirkan atau dirasakan oleh sang ibu. Sandara memeluk ibunya erat dan Vesper membalasnya dengan hal yang sama.
Semua orang bingung dalam bersikap. Antara terharu, heran, dan bahagia bercampur aduk. Orang-orang memilih diam meski beberapa dari mereka saling berbisik.
"Kautahu kenapa nona Lily menangis?" tanya James berbisik ke arah Seif.
"Ya. Sebentar lagi hal itu terjadi, James. Kita harus bersiap. Aku bisa merasakannya," jawab Seif balas berbisik terlihat waspada.
Mata pria bertubuh besar itu memindai sekitar seperti mengawasi sesuatu.
__ADS_1
"Jangan bahas hal itu di sini. Ini hari libur terakhir kita, Kawan-kawan," tegas Buffalo berbisik dengan wajah serius.
Ketujuh bodyguard Vesper menghela napas panjang dan mengangguk dengan pandangan tertunduk.
"Afro! Laper nih! Makan dong," seru Eko memecah suasana haru.
Semua orang tertawa, tapi setuju dengan permintaan Eko. Yena pun segera naik ke altar dan mengucapkan selamat kepada pasangan pengantin. Selanjutnya, acara makan siang dilaksanakan masih dalam area tersebut.
Suasana meriah begitu terasa. Sandara seperti masa bodoh tanpa kehadiran tiga saudaranya, meski beberapa tamu membicarakan hal tersebut karena tiga anak Vesper lainnya tak hadir sekedar memberikan selamat atau mengikuti acara.
Saat orang-orang menikmati sajian yang dihidangkan, tiba-tiba ....
"Oh! Bisa-bisanya pesta pernikahan tetap dilangsungkan sedang aku masih berduka atas kematian Tobias. Bahkan, tak ada satu pun dari kalian yang membantuku untuk mengusut hal ini. Terutama kau, Ma," ucap Lysa tiba-tiba datang ke pesta pernikahan dengan gaun hitam diikuti oleh para Pion di belakangnya.
Praktis, kedatangannya membuat semua orang terkejut karena Lysa terlihat seperti siap bertempur dari senapan laras panjang yang ditunjukkan secara terang-terangan oleh para Pion.
"Pembunuh suamimu tak ada di sini, Lysa. Kau salah tempat," tegas Martin dari tempatnya berdiri.
"Benarkah? Aku rasa, tidak," jawabnya seraya berjalan dengan langkah tegap di antara para tamu undangan.
Tora tampak gugup, tapi ia berusaha tenang. Vesper diam saja mengawasi dengan Kai dan Han di sisinya.
"Pergi! Kau merusak pesta pernikahanku. Kau datang ke sini bukan sebagai bentuk dukungan, tapi malah membuat kerusuhan. Kau tak diterima, Kak Lysa. Kau bahkan tak mengucapkan selamat," tegas Sandara melotot tajam.
"Kau ... mengusirku?" tanya anak pertama Vesper berdiri di kejauhan menatap Sandara tajam.
"Yes. Kau keterlaluan, Kak Lysa. Kau terjebak dalam dendam yang kau buat sendiri. Kau yang menciptakan petakamu. Kau menyindir mama, tapi lihatlah, kau lebih buruk darinya. Kau menyerahkan Fara dan King D pada orang lain karena kesibukanmu mencari pembunuh Tobias. Kau menelantarkan anak-anakmu. Kau, tak pantas disebut sebagai Ibu," tegas Sandara tajam.
Praktis, mata Lysa melotot. Para tamu yang datang di acara hari itu tampak setuju dengan ucapan Sandara.
Yuki mendatangi sahabatnya bersama Torin. Tentu saja, Lysa kaget karena ternyata pria yang ditembaknya masih hidup.
"Seperti melihat hantu, Lysa? Pergilah. Kau tak diterima di sini. Kau sudah dibutakan oleh dendam. Tobias pasti kecewa padamu, aku yakin itu," ucapnya berwajah dingin.
Namun, Lysa malah tertawa terbahak. Vesper tertunduk diam terlihat sedih melihat anak-anaknya bertikai.
"Wow! Jadi begitu ya. Oke, oke. Kalian akan menyesal," ucapnya seraya menunjuk orang-orang memperlihatkan seringainya.
Semua orang tampak tegang saat Lysa berpaling. Vesper berjalan tergesa mendatangi anak perempuannya.
"Lysa!"
PLAK!
"LYSA!" teriak Kai lantang saat melihat tangan isterinya ditampik kuat oleh anak pertamanya. Vesper tertegun akan sikap puterinya.
"Apa kau yang memerintahkan seseorang untuk membunuh Tobias? Aku sudah tahu, kau merencanakan pelenyapan keturunan The Circle. Kau sungguh kejam, Mah. Kau membunuh pria yang kaukatakan sebagai puteramu sendiri. Kaulah pembunuh Tobias. Kau membunuh ayah dari cucumu Fara. Kau membuat King D kehilangan sosok ayah dari hidupnya. Semua kebencian ini, kau yang memulainya," ucap Lysa tajam.
Vesper terlihat shock. Ia terhuyung ke belakang. Han dan Kai dengan sigap mendatangi sang isteri lalu memegangi tubuhnya. Lysa lalu melirik Afro menunjukkan senyum sindiran.
"Kau berhati-hatilah, Afro. Kau keturunan The Circle 'kan? Kau juga diincar. Pernikahan ini hanya tipuan. Nikmatilah masa bahagiamu sebelum kematianmu."
Praktis, mata Sandara melebar, termasuk suaminya itu. Saat Lysa berpaling, Afro malah menyuarakan isi hatinya.
"Aku akan berumur panjang, Lysa. Aku ... berdarah campuran. Tak murni seperti Sierra, Tobias dan Tessa. Mungkin anggota The Circle lainnya akan selamat, tapi tidak dengan tiga orang itu. Kau, melupakan detailnya," tegas Afro.
Lysa langsung membalik tubuhnya dengan napas memburu. Semua orang tampak serius mendengarkan pertikaian itu. Sedang Vesper, memilih untuk menjauh dari keramaian ditemani oleh dua suaminya.
Lysa terlihat serius memikirkan ucapan Afro barusan. Ia segera pergi dengan para Pion yang kini menjadi pengikutnya.
Afro tersenyum miring seraya melambaikan tangan meski Lysa tak melihatnya. Sandara melirik suaminya dan Afro menunjukkan senyum terkembang.
"Jangan khawatir. Seperti kataku. Aku akan berumur panjang. Kau cantik hari ini, Sayang," ucap Afro yang diakhiri dengan kecupan manis di dahi sang isteri. Sandara tersipu malu dan mengangguk pelan.
Orang-orang masih tampak tegang meski Lysa sudah meninggalkan pesta. Yena dengan sigap memecah ketegangan itu dengan meminta pemain musik dari para Black Armys rekrutan sebagai pengiring selama pesta pernikahan.
***
ILUSTRASI
SOURCE : GOOGLE
__ADS_1
Uhuy makasih tipsnya. puanjang nih 2k lebih. kalau mau crazy up ditunggu vote koin berlimpahnya ya. lele padamu❤️