4 YOUNG MOBSTERS S2

4 YOUNG MOBSTERS S2
Tumbang


__ADS_3

Uhuy tengkiyuw tipsnya Alra💋 Yg lain ditunggu ya sekarat nih brankas😆 Selamat berbuka puasa❤️ Smg gak ada typo nyambi makan soalnya😁



---- back to Story :


Arjuna berusaha mengobati lukanya sendirian. Ia menyuntikkan pereda nyeri dan suntikan untuk menghentikan pendarahan sementara.


Arjuna merasa jika ia kehilangan banyak darah karena tubuhnya menggigil dan berkeringat dingin. Namun, ia harus menahan sakit di sekujur tubuhnya karena pertempuran belum usai.


Sejenak, pemuda itu merasakan sepi. Ia membayangkan dirinya sendirian tak ada sanak saudara di sisi jika semua orang mati. Namun, ia teringat akan Loria. Ia berjanji pada Tessa untuk menjaganya.


"Harus aku sendiri yang merawatnya. Aku Ayahnya. Tak akan kubiarkan Loria hidup menderita sepertiku. Cukup aku saja," ucap Arjuna menguatkan hati dan fisiknya lagi.


Arjuna menarik napas dalam sampai matanya terpejam. Ia mengembuskan napas panjang dan membuka matanya perlahan.


Pemuda itu mengintip dan melihat Miles masih terfokus pada Sandara. Ia melihat Jonathan yang masih terus mengerang, tapi tak agresif dikarenakan luka yang dideritanya.


Sedang Lysa, terlentang di atas rumput terlihat mulai tak berdaya. Ia berada diantara Miles dan Sandara yang saling bertatapan tajam.


"Hempf ... kami tak boleh mati, tidak boleh! Argh!" erang Arjuna seraya menggendong tas milik Sandara di punggung, bersiap untuk mengambil serum anti-Monster demi menyadarkan Jonathan.


Saat Arjuna melongok untuk melihat keadaan, tiba-tiba, "Oh!" pekik Arjuna melihat kesempatan ketika Lysa melemparkan pisau milik Miles yang menyakitinya tadi.


Miles terkejut karena tak menyadari serangan itu. Sandara yang menyembunyikan belati Silent Blue miliknya dengan sigap menyerang Miles dari jarak dekat.


"Argh!" erang Arjuna berlari tergopoh menahan sakit.


Lysa menyadari kedatangan adik lelakinya. "Juna! Lemparkan!" pintanya saat Arjuna melewati mayat salah satu anggota The Circle.


Dengan sigap Arjuna mengambil senjata laras panjang itu dan melemparkannya pada Lysa. Wanita cantik itu menangkap senapan tersebut dalam posisi tidur miring.


"Mati kau, Miles!" teriak Lysa dengan wajah bengis saat membidik pria yang sedang bertarung dengan Sandara.


Sandara dengan cekatan langsung merunduk. Lysa menajamkan matanya. Seketika, DODODODODOR!!


Miles langsung berlari menghindar. Namun, Sandara tak memberikan celah. Ia memunguti senjata apapun yang ia temukan dari para mayat anggota The Circle.


SWING! BLUARR!!


Suara tembakan dan ledakan dari granat mini, praktis membuat suasana yang sempat hening itu heboh seketika.


Arjuna mengambil serum penawar itu dan kembali pada Jonathan. Ia sengaja menindih tubuh adiknya karena terus memberontak.


CLEB!


"Harghh!" erang Jonathan saat Arjuna menyuntik lengannya sembari menahan tubuh dengan beratnya.


"Hah, hah, kau akan baik-baik saja," ucap Arjuna saat ia berhasil menyuntikkan seluruh cairan tersebut ke dalam tubuh adiknya.


Jonathan masih mengerang. Arjuna kembali bangkit dan kini berjalan tergopoh mendatangi Lysa meski ia jatuh bangun berulang kali karena kakinya yang sakit.


"Lysa! Lysa!" panggil Arjuna mendatangi kakaknya yang kini merayap untuk mengambil senjata lain karena miliknya telah habis amunisi.


Lysa melihat kedatangan Arjuna. Pemuda itu dengan sigap melemparkan tas milik Sandara padanya. Lysa menangkap tas tersebut dan segera membuka isinya.

__ADS_1


"Segera obati lukamu! Biar aku yang membantu Sandara!" seru Arjuna mendatangi para mayat dan roboh di atas tubuh mereka.


Lysa melakukan yang Arjuna perintahkan. Ia bergegas menutup lukanya seraya menyuntikkan pereda nyeri sekaligus menghentikan pendarahan. Lysa melihat Jonathan mulai tenang meski napasnya masih tersengal.


"Bukankah kau sangat menyukai persenjataan Vesper, hah? Kuberikan semua padamu!" seru Arjuna lantang seraya mengisi ulang pelontar granat dengan Rainbow Gas Bom.


Miles kali ini tak berkutik, ia diserang dua arah oleh Sandara dan Arjuna. Arjuna dengan sigap melontarkan bom-bom beracun itu ke arah Miles.


Dengan cepat, Sandara berlari menghindar. Arjuna terus membidik pria itu hingga Miles terkepung oleh asap-asap mematikan tersebut.


Namun ternyata, Miles memiliki serum penawar. Ia menyuntikkan sekaligus ke tubuhnya dan hal itu membuat Sandara langsung melebarkan mata.


"Pergi dari sini!" teriak Sandara yang membuat Arjuna bingung. "Serum penawar tak boleh disuntikkan bersamaan. Itu akan memicu reaksi yang membuat orang tersebut seperti—"


"Harghhh!" raung Miles dengan kepala mendongak ke atas dan tangan mengepal seperti merasakan dampak dari serum tersebut.


"Monster!" teriak Sandara yang membuat mata Arjuna dan Lysa terbelalak. "Run!" teriak Sandara panik, tapi ia tak menghindar. Sandara malah berlari menuju ke arah Miles untuk menusuknya, tapi ....


BUAKK! SRAKK!


"Agh!" rintih Sandara saat Miles tiba-tiba saja memukul dadanya. Sandara jatuh tersungkur dan membuat belatinya terlempar.


Sandara merasakan sakit luar biasa seperti rusuknya retak. Saat gadis cantik itu berusaha bangkit, lagi-lagi ....


"AAAAAA!"


"DARA!" teriak Arjuna dengan mata melebar saat salah satu kaki Sandara ditangkap oleh Miles yang terlihat begitu kuat.


Pria itu mengangkat kaki Sandara dan memutar tubuh rampingnya bagai baling-baling. Sandara histeris saat ia merasakan tubuhnya dilempar.


Benar saja, BUAKK!! BRUKK!


"Dara!" panggil Arjuna panik yang jalan tergopoh dan kini menggenggam senapan laras panjang.


"Juna! Awas!" teriak Lysa saat melihat Miles berlari ke arah adiknya dengan tatapan bengis seperti siap mencabiknya.


"Mati kau!" seru Arjuna seraya menekan pelatuk.


DODODODODOR!


Arjuna terus memberondong Miles dengan peluru-peluru tajam tersebut, tapi Miles berhasil menghindar dengan gesit.


"Ergh," rintih Jonathan yang mulai siuman.


"Oh! Nathan!" panggil Lysa seraya membantu adiknya duduk.


"Dingin," ucapnya menggigil.


Lysa mengajak Jonathan untuk berdiri. Sayangnya, dua kaki mereka terluka parah. Lysa dan Jonathan ambruk berulang kali.


"Hah, agh, siaal. Jonathan, kita datangi mayat-mayat itu. Pakailah seragam mereka. Tas kita sulit untuk digapai. Jadi—"


"Kita ambil senjata dari The Circle. Ya, aku paham," sahut Jonathan dengan wajah pucat.


Lysa dan Jonathan terlihat fokus pada tujuan mereka.

__ADS_1


"Go!" seru Lysa di mana keduanya malah seperti melakukan latihan militer dengan merayap di atas rumput.


Keduanya tampak berusaha keras menahan sakit di tubuh. Jonathan bahkan tak peduli jika tubuhnya lecet karena tak berpakaian. Ia hanya ingin menyelimuti tubuhnya yang dingin meski dari pakaian mayat.


Jonathan dan Lysa berhasil sampai ke kerumunan mayat. Jonathan dengan sigap melucuti pakaian mantan anak buahnya itu dan memakainya.


"Siaal! Nathan jadi kaya paman BinBin pakai baju bekas mayat!" gerutunya seraya memakai celana.


Sedang Lysa, sibuk mengecek senjata yang berhasil di dapatnya meski ikut menahan sakit di tangan. Lysa baru sadar jika perbannya menjadi merah karena telapak tangannya berdarah.


Lysa gemetaran, tapi melihat kondisi mereka tak menguntungkan dan bisa tewas di tangan Miles, Lysa mengabaikan kesakitannya.


"Juna! Tangkap!" seru Lysa karena tak lagi bisa membidik akibat jemarinya meradang.


Arjuna dengan sigap menangkap senapan itu. Miles terus menghindar. Arjuna tak memberikan celah pada Miles untuk mendekatinya.


"Lysa! Lagi!" serunya.


"Tak ada! Habis! Tak ada amunisi cadangan!" jawabnya panik usai mengecek seluruh senjata yang ditemukannya.


"Miles!" seru Jonathan lantang menunjuk pria buas itu yang berlari ke arah mereka.


Arjuna terkejut. Ia yang menoleh segera menghadap ke depan, tapi DUAKK!!


"JUNA!" teriak Lysa saat rahang adiknya ditendang oleh Miles hingga wajah Arjuna mendongak dan darah langsung tersembur keluar.


Arjuna ambruk dengan mata terbuka. Jonathan panik dan berusaha melawan Miles dengan melemparinya menggunakan segala jenis benda yang berhasil digapainya, tapi DUAKK!! BRUKK!!


"NATHAN!" teriak Lysa saat kepala Jonathan ditendang Miles bagaikan bola hingga tubuh pemuda itu terlempar ke samping.


"Harghhh! Miles!" seru Lysa marah besar karena tiga adiknya dibuat tak berdaya dan terluka parah.


Lysa menggenggam senjata laras panjang yang telah habis amunisi dalam genggaman tangan. Miles mendatangi Lysa dengan langkah cepat saat wanita cantik itu tak bisa berdiri karena kedua kakinya terluka parah.


Lysa melihat pergerakan Miles yang ingin menendangnya. Puteri pertama Vesper menahannya dengan senapan laras panjang di depan wajah ketika Miles mengangkat kaki kanannya tinggi siap menggunakan tumit untuk memecahkan kepala lawan.


Lysa dengan sigap mengangkat senjatanya lebih tinggi dengan tubuh ia robohkan. Namun, DUAK! KRAKK!


Mata Lysa melebar saat kaki Miles bahkan mampu mematahkan senapan besi itu. Lysa tertegun dan BUAKK!


"Ohok!"


Tubuh Lysa spontan tersentak hingga tertekuk seperti orang meringkuk karena injakan kuat kaki Miles.


BUKK! BUKK!! BRUKK!


Miles mendaratkan pukulannya dua kali ke wajah Lysa dengan kepalan tangan hingga ibu dari King D dan Fara langsung ambruk dengan posisi terlentang. Hidung Lysa berdarah hebat karena patah.


SREKKK!


Miles menjambak rambut Lysa, tapi wanita cantik itu sudah tak bisa melawan lagi. Fisiknya sudah tumbang, begitupula semangatnya. Miles menyeretnya, dan Lysa hanya pasrah dengan nasibnya meski ia masih sadar.


BRUKK!!


Miles menyeret satu per satu anak Vesper dan menumpuknya. Empat anak itu sekarat dan tak bisa berdiri. Tubuh mereka seperti terkejut. Mata mereka terbuka dengan tubuh berlumuran darah.

__ADS_1


"Terbakarlah," ucap Miles keji yang ternyata masih bisa mengendalikan pikirannya.


Miles menyiramkan minyak ke tubuh empat anak Vesper, siap untuk membakarnya.


__ADS_2