Duren Manis

Duren Manis
Salahmu


__ADS_3

Alex bernafas lega mendapat chat dari Ronald kalau kabar kehamilan Rara masih belum jelas. Masih 50 : 50 dan mereka harus menunggu dua minggu lagi untuk lebih jelasnya.


Mia yang melihat chat itu jadi tidak sabar menunggu kepastiannya. Mereka masih berkutat dengan pekerjaan Alex yang berserakan di karpet bawah sofa.


Alex sudah merubah ruang kerjanya jadi tempat yang lebih nyaman untuk bekerja. Karena Mia mau membantu Alex dalam pekerjaannya, ia mengeluh bosan dirumah hanya tidur dan makan.


Belum lagi lonjakan berat badannya membuat dokter kandungannya menyarankan Mia lebih banyak bergerak agar tidak terlalu gemuk. Usia kandungannya baru 3 bulan tapi sudah naik 3kg.


Dokter kandungannya takut Mia terlalu gemuk nantinya hingga susah melahirkan normal. Belum lagi resiko bayi besar dalam kandungan.


Jadinya Mia ikut ke kantor Alex untuk membantunya bekerja. Alex sich ok ok saja dengan catatan kalau Mia tidak boleh terlalu capek.


Alex juga senang sekali karena Mia bisa membantunya mempercepat pekerjaannya. Jadi dia tidak perlu sering lembur seperti dulu.


Sedang asyik mereka bekerja, ada telpon dari salah satu klien yang komplain karena pengiriman yang dilakukan perusahaan Alex terlambat sangat lama. Padahal paket itu sudah ada di perusahaan sejak 2 minggu lalu.


Alex mengkerutkan keningnya melihat data klien dan paket yang mereka titipkan. Berkas itu baru dikirim ke ruang kerjanya sekitar 3 hari lalu dan diterima Mia langsung.


Tapi apa yang menghambatnya dikirim? Alex meng-scroll layar laptopnya dan melihat kalau berkas itu sudah sampai di ruang kerjanya sekitar 10 hari lalu. Tapi berkasnya kembali lagi ke gudang dengan alasan kurang ttd dan Mia yang melakukan itu.


Alex : "Mia, kita terima komplain dari client nich."


Mia membaca detail yang ditunjukkan Alex dan memanyunkan bibirnya pada Alex.


Mia : "Itu salahmu, mas."


Alex : "Kok jadi aku?"


Mia mengingat kejadian 10 hari lalu, berkas itu memang balik lagi ke gudang. Dan besoknya berkas itu dikirim lagi ke ruang kerja Alex. Tapi saat Mia harusnya menerima berkas itu, Alex malah ingin mengunjungi anaknya.


Alex mengingat-ingat juga dan menggeleng,


Alex : "Gak gitu kali."


Mia : "Gak gitu gimana? Kenyataannya kayak gitu, mas. Hampir tiap hari kamu minta jatah di kantor."


Alex : "Aku kan wajib mengunjungi anakku biar dia gak kesepian."


Mia : "Iihh!!"


Mia mencubiti lengan dan tubuh Alex sampai Alex bergulingan di karpet. Ia kesal sekali pada suaminya yang selalu pintar mencari alasan alias ngeles.


------


Mia dan Alex baru pulang kerja ketika mereka melihat Rara dan Arnold yang juga baru tiba. Rara langsung mendekati Mia dan memeluknya.


Rara : "Mama, rumpi yuk."


Mia : "Oh, ada kabar apa?"


Kedua wanita muda itu mulai bisik-bisik sambil sesekali ketawa cekikikan. Alex dan Arnold saling pandang bingung. Mereka berjalan masuk ke dalam rumah dan melihat nenek sedang duduk di meja makan.

__ADS_1


Para wanita berkumpul dan suasana rumah jadi ramai dengan suara mereka. Mia membantu nenek mengupas bahan makanan untuk makan malam, sementara Rara memotong-motong sayur.


Arnold merebahkan tubuhnya di bantal ruang keluarga, ia menghidupkan televisi mencari channel olahraga. Alex juga ikut duduk di sampingnya,


Alex : "Papa sudah cerita, Rara beneran hamil?"


Arnold : "Belum tahu, pah. Nunggu dua minggu untuk lebih pastinya. Tapi memang Rara uda muntah-muntah dari pagi."


Alex : "Katamu mau nunda momongan?"


Arnold : "Iya, pah. Tapi kayaknya sempat lupa pake pengaman..."


Alex : "Trus kalo misalnya hamil, kalian masih tinggal disini kan?"


Arnold : "Iya sich, pah. Tapi sepertinya kami belum siap punya momongan."


Alex : "Trus gimana?"


Arnold : "Tapi kalau uda hamil, kami akan belajar menjaganya. Beneran dech, pah." Arnold cepat-cepat bicara agar Alex tidak salah paham padanya.


Alex : "Bagus. Rara sudah jadi tanggung jawab kamu sekarang. Kamu harus jaga dia baik-baik."


Arnold : "Iya, pah."


Rara membawakan kopi untuk Arnold, dan Alex jadi protes karenanya.


Alex : "Papa gak dibuatin nich?"


Alex : "Anak papa kok gitu sich." Alex cemberut pura-pura merajuk.


Rara : "Bercanda, pah. Papa sensi amat sich. Iya, Rara buatin."


Alex tersenyum senang karena Rara mau membuatkannya kopi. Ia kembali melanjutkan pembicaraannya dengan Arnold seputaran bisnis mereka.


-----


Setelah para istri selesai memasak, mereka masuk ke kamar masing-masing untuk membersihkan diri. Mia sedang membuka pakaiannya di depan lemari saat Alex masuk ke dalam kamar.


Mia sempat kaget dan hampir menarik pakaiannya menutup lagi ketika melihat Alex, tapi Alex langsung berbaring di ranjang tanpa menyentuhnya.


Mia menatap heran pada suaminya yang bersikap tidak seperti biasanya. Ia bergegas mandi karena sudah berkeringat dan gerah sekali.


Alex yang masih berbaring di ranjang, sibuk memainkan ponselnya tidak menoleh waktu Mia keluar dari kamar mandi hanya berbalut handuk.


Lagi-lagi Mia merasa heran, tapi ia sedikit senang karena Alex tidak terlalu mengganggunya kali ini.


Mia : "Mas, mandi dulu."


Alex : "Iya."


Jawaban singkat Alex membuat Mia memandangi tubuhnya yang semakin berisi. Tampak beberapa bagian lemak yang menumpuk di beberapa bagian tubuhnya yang dulu ideal.

__ADS_1


Mia mengelus perutnya yang mulai terlihat buncit. Ia mulai merasa kalau Alex mulai berubah, tidak lagi tertarik padanya. Mata Mia berkaca-kaca dengan pikiran-pikiran anehnya.


Mia memakai pakaiannya dengan malas, perlu waktu hampir 15 menit baginya untuk memilih baju. Saat ingin memakai bra, Mia kesulitan mengaitkan talinya. Ia jadi kesal dan melanjutkan memakai celana dalamnya.


Tiba-tiba tangan dingin Alex menyentuh punggung Mia, mengaitkan tali bra-nya. Ia memeluk perut buncit Mia,


Alex : "Sayang, kamu sengaja ya?"


Mia : "Apa??!!" Alex merasa kalau Mia sedang kesal padanya.


Alex : "Ini salah kamu.."


Mia : "Kenapa jadi aku??"


Mia merasakan ciuman Alex di punggungnya dan pakaian dalamnya hampir lepas lagi.


Mia : "Mas, jangan nakal. Uda mau makan malam. Lepasin."


Alex : "Aku sudah menahan diri dari masuk ke dalam kamar. Tapi kamu gak berhenti godain aku."


Mia : "Aku gak ada godain kamu, mas. Geli...!!"


Alex menggesekkan kumis tipisnya ke punggung dan tengkuk Mia tanpa ampun.


Alex : "Lepas baju depan aku, trus abis mandi gak langsung pake baju malah goyangin bokong kamu didepanku. Itu gak godain namanya?"


Mia : "Aku kira mas uda gak suka liat badanku gemuk gini. Aku jelek... Hiks... Hiks... Hiks..."


Mia langsung menangis membuat Alex memeluknya semakin erat.


Alex : "Cep, cep, sayang. Aku mencintaimu apapun keadaanmu. Lagian gara-gara aku juga kan kondisi badan kamu jadi gini. Maaf ya, sayang."


Mia : "Aku juga cinta sama kamu, mas. Aku bahagia kok mengandung anak kita. Maaf kalau aku childish."


Alex : "Wajar kan hormonmu lagi gak stabil. Btw, kamu mau lanjut atau kita makan?"


Mia : "Aku laper, nanti aja lanjut lagi."


Alex : "Ashiaapp..."


Mia dan Alex segera berpakaian dan bergabung di ruang makan bersama yang lain.


------


Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca novel author ini, jangan lupa juga baca novel author yang lain ‘Menantu untuk Ibu’, ‘Perempuan IDOL’, ‘Jebakan Cinta’ dengan cerita yang tidak kalah seru.


Ingat like, fav, komen, kritik dan sarannya ya para reader.


Vote, vote, vote...!!! Yang uda vote makasi banyak ya...


Dukungan kalian sangat berarti untuk author.

__ADS_1


--------


__ADS_2