
Keesokan paginya,
di rumah kakek Elo, mama Ratna sedang memeriksa hadiah yang akan mereka bawa ke
rumah Riri besok. Ia memastikan sendiri hadiah untuk calon menantunya dan
meletakkan hadiah itu terpisah pada
kotak khusus.
Pelayan yang
membantu mama Ratna, menatap intens hadiah untuk Riri. Satu set perhiasan emas
dengan berlian sebagai batunya. Mama Ratna melirik pelayan itu dan memanggil
Pak Kim.
Mama Ratna : “Pak
Kim, tolong taruh semua hadiah ini di kamar saya. Semuanya tanpa kecuali, saya
tidak mau ada kesalahan besok. Dan kalau sampai terjadi, semua pelayan di rumah
ini harus menanggung akibatnya. Pak Kim sudah mengerti maksud saya.”
Mama Ratna hanya
berkata begitu dan pelayan yang tadi menatap hadiah untuk Riri langsung
menunduk, siap menunggu perintah.
Pak Kim : “Saya
mengerti, nyonya Ratna.”
Pak Kim memanggil
beberapa pelayan lain dan tugas yang diberikan mama Ratna selesai dengan cepat.
Mama Ratna : “Ach,
masih ada yang kurang. Pak Kim, apa Riri sudah memilih konsep pernikahan yang
diinginkannya?”
Pak Kim : “Nona
Riri hanya mengirimkan gaun pengantin dan gaun malam yang ingin nona Riri
pakai. Saya juga sudah tanyakan ke tuan Alex dan nyonya Mia, tapi mereka hanya
menyampaikan agar konsep pernikahannya dibuat sederhana dan simple saja.”
Mama Ratna : “Oh,
sederhana dan simple. Apa kita buat pesta kebun? Bayangkan Pak Kim, kita semua
memakai flatshoes dan berjalan diatas rumput. Papa akan suka ini. Dan bunganya
harus mawar merah dan putih. Mawar merah untuk kamar pengantin dan mawar putih
untuk dekorasi.”
Mama Ratna terus
bicara tentang apa yang diinginkannya untuk pesta pernikahan Elo. Pernikahan
eksklusif yang hanya mengundang beberapa orang penting dan terpandang.
Pak Kim : “Tapi
bagaimana dengan resepsinya? Apa kita adakan di tempat yang sama?”
Mama Ratna : “Tidak,
tidak. Pagi ijab disini setelah itu menyapa para tamu dan foto bersama. Resepsi
malam di hotel terdekat dari sini. Ada kan, Pak Kim?”
Pak Kim : “Ada,
nyonya Ratna. Saya sudah memastikan penthouse kosong saat hari H, jadi tuan Angelo
dan nona Riri bisa menginap setelah resepsi.”
Mama Ratna : “Oh,
bagus sekali. Saya tidak tahu apa Angelo akan berhasil, tapi apa salahnya kita
coba, kan. Atur juga pakaian di lemari mereka. Pak Kim mengerti maksud saya,
kan?”
Pak Kim : “Saya
mengerti, nyonya Ratna. Untuk catering dan juga pengisi acara sudah siap semua.”
Mama Ratna : “Bagus
sekali. Besok kita berangkat pagi, Pak Kim. Tolong siapkan semuanya. By the
way, where’s my son?”
*****
Elo sedang
berkunjung ke rumah Riri, ia membawa beberapa kotak makanan untuk keluarga
Alex. Ia benar-benar tidak bisa menahan dirinya untuk tidak bertemu Riri setiap
__ADS_1
hari. Padahal saat itu Riri sedang ada di dalam kamarnya, ia melakukan
perawatan bersama Kaori.
Riri : “Mas, jangan
masuk dulu. Kami masih perawatan.”
Elo : “Loh, Rio gak
bilang tadi waktu ketemu di bawah.”
Riri : “Rio gak
tahu kita perawatan disini. Mas udah sarapan?”
Elo : “Uda sich
tadi. Ri, keluar bentar dong. Aku kangen nich.”
Kaori tersenyum
menggoda Riri yang wajahnya sudah memerah.
Riri : “Mas, malu
tau. Ada Kaori disini.”
Elo : “Coba udah
sah, mas yang bantu kamu perawatan.”
Riri : “Mas! Mas
tunggu dibawah aja dech. Kita hampir selesai kok.”
Elo : “Hehe... Iya,
mas turun dulu ya. Jangan lama-lama.”
Elo turun ke bawah
dan melihat Alex dan Mia sedang duduk di ruang keluarga bersama baby twin Rava
dan Reva.
Elo : “Selamat
pagi, om, mama Mia.”
Alex : “Pagi.
Jangan panggil om, panggil papa saja. Sama Mia aja mau manggil mama.”
Mia : “Yang sabar
ya, sayang.” Mia menenangkan Alex yang mulai emosi, tidak suka dipanggil om.
Alex : “Kamu dari
mana?”
Riri, om... eh, papa.”
Alex : “Trus Riri
mana?”
Elo : “Tadi masih
perawatan, katanya mau mandi dulu. Baru turun.”
Alex : “Kamu lihat
Riri lagi perawatan?”
Mia : “Ehem... Mas,
gak usah ditanya detail gitu napa sich? Ntar Elo takut sama mas.”
Elo : “Saya gak
lihat, om... papa. Riri gak kasi saya masuk. Katanya ada Kaori juga lagi
perawatan didalam kamar.”
Rio : “Oh ya?”
Rio yang kebetulan
lewat di dekat mereka, langsung menguping.
Alex : “Rio, duduk.”
Alex sudah tahu apa yang ada dipikiran putranya itu.
Rio : “Apa sich,
pah. Rio mau ke kamar bentar.”
Alex : “Sampai Riri
dan Kaori turun, kamu harus tetap duduk disini.”
Mia : “Rio sayang,
denger kata papa ya.”
Rio : “Ya, mah.”
Alex menatap Rio
__ADS_1
dan Mia bergantian. Rio cuma nurut sama Mia tanpa membantah, sementara dirinya
harus debat dulu dengan Rio. Elo yang memperhatikan interaksi anak dan orang
tua itu, hanya senyam-senyum.
Tak lama, para
gadis turun dari lantai 2 tampak segar dan wangi banget. Riri duduk di samping
Elo dan Kaori duduk di Rio. Rio mengendus rambut Kaori, menempelkan hidungnya
ke rambut Kaori.
Rio : “Wangi...”
Kaori : “Rio, ada
mama papamu tuch. Kamu gak malu kayak gini.”
Rio : “Kan lebih
aman di depan mereka daripada di belakang. Atau kamu mau dibelakang?”
Kaori : “Rio!”
Kaori membungkam
mulut Rio dengan tangannya dan mendorong Rio menjauh darinya. Sementara
pasangan satunya cuma duduk dengan tenang sambil sesekali melirik satu sama
lain dengan malu-malu.
Alex dan Mia saling
pandang,
Mia : “Gak salah
nich, yang masih pacaran lebih agresif dari yang mau nikah.”
Alex : “Ini
pengaruh hormon, sayang. Aku juga bisa jadi agresif.”
Mia : “Mas lupa ya.
Aku masih sakit.”
Alex : “Iya, mas
tau. Tapi nyolek boleh kan?”
Alex mencolek dagu
Mia, membuatnya tersipu. Giliran kedua pasang kekasih di depan mereka yang
bengong melihat kemesraan kedua orang tua itu.
Riri : “Ehem...”
Rio : “Ehem...”
Riri : “Mas, kita
pindah ke kamarku yuk.”
Rio : “Sayang, kita
ke kamarku yuk.”
Alex : “Eits, Rio
dan Kaori tunggu disini. Mama sama papa ada keperluan bentar. Kalian jaga si
kembar ya.”
Rio bengong melihat
Riri dan Elo berjalan menaiki tangga ke lantai 2, sementara Alex dan Mia masuk
ke kamar mereka.
Rio : “Trus kita
ngapain disini?”
Kaori : “Jadi baby
sister. Cepat cek, kayaknya ada bau gak enak nich.”
Rio segera mengecek
popok si kembar dan tidak mendapati apapun di popoknya.
Rio : “Gak ada
nich. Trus bau darimana?”
Kaori : “Sepertinya
dari ketiakmu, kamu belum mandi ya?”
Rio gemas sekali
melihat Kaori meledeknya. Ia menarik Kaori yang terkikik geli melihat ekspresi
wajahnya dan memeluk gadis itu sampai berhenti tertawa.
🌻🌻🌻🌻🌻
__ADS_1
Klik profil author ya, ada novel karya author yang
lainnya loh (jangan lupa tinggalkan jejak kk).