Duren Manis

Duren Manis
Bukti cinta


__ADS_3

Alex melihat no HP yang tidak dikenalnya, ia mengangkat telpon itu,


Alex : “Halo?”


Santi : “Hai, Lex. Apa kamu ada waktu? Aku mau ketemu.”


Mia menatap Alex yang juga menatapnya, Alex menekan tombol loudspeaker


dan suara manja tante Santi terdengar.


Santi : “Aku mau bicara penting sama kamu.”


Alex : “Aku agak sibuk, San. Kalau penting, bicara saja sekarang.


Kalau untuk ketemu, aku gak punya waktu.”


Santi : “Ih, kok kamu gitu sich. Aku cuma mau menawarkan bantuan.”


Alex : “Bantuan apa?”


Santi : “Aku lihat kamu sibuk banget ngurusin anak-anakmu. Aku bisa bantu kamu mengurus mereka, bisa bantu ngurus kamu juga…”


Alex : “Intinya apa? Kamu mau jadi pengasuh anak-anakku?”


Santi : “Aku bisa jadi pengasuh anak-anakmu, jadi pengasuh kamu juga, Lex…”


Mia menatap malas pada ponsel Alex, ia muak mendengar tante Santi menggoda Alex seperti itu. Alex tidak membiarkan Mia lepas dari pelukannya.


Alex : “Aku gak butuh pengasuh, San. Anak-anakku juga sudah besar, mereka sudah bisa mengurus diri mereka sendiri.”


Santi : “Ayolah, Lex. Masa kamu gak kesepian? Aku bisa memuaskanmu.”


Alex : “Kamu ini gak takut kedengeran suamimu?”


Santi : “Jangan bicarakan dia, aku udah sebulan gak ketemu. Paling dia


pergi liburan sama simpanannya.”


Alex : “Kalau soal memuaskan aku… aku sudah punya orangnya…”


Alex berkata begitu sambil mencium bibir Mia yang cemberut karena kesal. Alex sengaja merangsang Mia agar mendesah keras,


Mia : “Aaahhh… Mmmpphh… mas…”


Santi : “Kamu lagi nonton film plus-plus ya… Mending kamu ke rumahku, aku kasi plus-plus ntar.”


Alex : “Aku lagi live…”


Santi : “Kamu bayar berapa? Sama aku gratis dan dijamin memuaskan, Lex…”


Alex : “Kamu masih mau ngomong apa lagi, aku lagi bercinta sama calon istriku, ibunya anak-anak…”


Santi menggeram kesal, karena suara desahan Mia semakin keras dan suara-suara lain khas orang bercinta mulai terdengar dari ponsel Alex yang sudah tergeletak sembarangan. Alex sibuk mencumbu Mia lagi, menunjukkan betapa ia mencintai gadis manis yang sudah terlentang di bawahnya.


Alex : “Aku mencintaimu, sayang.”


Mia : “Aku juga, sayang…”


Alex melirik ponselnya yang sudah mati karena Santi sudah mematikan sambungan. Ia menatap Mia lagi,


Alex : “Kamu mandi dulu ya, aku pesankan makanan. Baru kita pulang, nanti mamamu marah kalau kamu pulang kemalaman.”


Mia : “Mas, jangan berhubungan sama tante Santi lagi ya… Aku mau muntah denger rayuan murahannya. Aku gak bisa ngrayu kamu kayak dia gitu.”

__ADS_1


Alex : “Aku janji akan menghindar dari Santi, kamu gak perlu ngrayu aku kayak gitu. Tanpa kamu rayu, aku udah jatuh sama kamu, Mia.”


Mia : “Aku percaya sama kamu, mas. Tolong jangan sakitin aku…”


Alex : “Kalau kamu gak mandi sekarang, aku takut nyakitin kamu. Adik aku uda pengen masukin kamu, sayang.”


Alex tertawa melihat Mia buru-buru mendorongnya dan masuk ke kamar


mandi. Pesanan makanan mereka datang setelah Mia selesai mandi. Mereka makan


sambil sesekali ngobrol.


Jam 10 malam, Alex membukakan pintu untuk Mia. Di depan pintu rumah, mama


Mia sudah menunggu. Alex mengantar Mia sampai ke depan mamanya dan berpamitan.


Mia melambaikan tangan pada Alex dengan senyum bahagia.


Mama Mia : “Kalian kemana aja?”


Mia : “Mas Alex mengajak fitting baju pengantin, mah. Tapi Mia bilang, abis wisuda aja mulai disiapin. Trus Mia jalan-jalan sama anak-anak juga ke mall, nonton sama makan siang.”


Mama Mia : “Tapi tadi kata Rara, kalian uda pulang pas magrib. Hayo, kemana lagi berduaan aja…”


Mia : “Cuma makan malam sama menyelesaikan kesalah pahaman.”


Mia menceritakan tentang tante Santi dan godaannya pada Alex tapi meng-cut kejadian di motel. Bisa diamuk mama kalau Mia bilang yang sebenarnya.


Mama Mia : “Hmm… Alex cukup tegas juga ya. Tapi kalian gak bener-bener bercinta kan?”


Mia : “Mia cuma akting ngikutin alur aja mah.”


Mama Mia : “Ngikutin alur? Trus kenapa lehermu merah-merah gitu.”


Mama Mia : “Sana ngaca dulu.”


Mia : “Paling digigit nyamuk, mah.”


Mama Mia : “Ya, ya nyamuk besar berambut hitam. Mama mau tidur. Lain kali jangan kebablasan ya.”


Mia : “Iya, mah. Selamat malam.”


Mia masuk ke kamarnya, memeriksa lehernya yang terlihat dua tanda kemerahan disana. Ia mengirim chat pada Alex menanyakan cara menghilangkan tanda itu.


Mia : “Mas, gimana caranya ngilangin tanda merah di leherku nich. Malu sama mama.”


Alex : “2 hari lagi juga ilang. Besok aku tambahin yang banyak.”


Mia : “Maass..!! Serius nich.”


Alex : “Hehe…”


Mia : “Mas masih di jalan ya.”


Alex : “Iya… Dari tadi Santi nelpon terus, aku gak angkat.”


Mia : “Blokir aja no-nya, mas.”


Alex : “Iya, sampai rumah aku blokir.”


Mia : “Kabarin kalau uda sampe ya, mas.”


Alex : “Iya.”

__ADS_1


Mia meletakkan ponselnya di atas nakas. Ia mengganti dress-nya dengan piyama tidur. 15 menit kemudian ada chat masuk dari Alex,


Alex : “Sayang, aku uda sampe rumah ya. Besok kita jadi kan ke villa?”


Mia : “Mas serius nich? Berdua aja?”


Alex : “Iyalah. Biar aku puas liat kamu pake bikini.”


Mia : “Mas mau nakal ya.”


Alex : “Tergantung, kamu mau nakal apa gak.”


Mia : “Besok jemput jam berapa?”


Alex : “Jam 8 ya. Reservasiku jam 9. Kita bisa cerita atau bercinta, terserah kamu aja…”


Mia : “Maasss naaakkkaall!!”


Alex : “Mas lagi bayangin kamu pake bikini merah, ugh panas…”


Wajah Mia memerah membaca kata-kata vulgar Alex,


Mia : “Uda ach, mas. Aku mau tidur dulu.”


Alex : “Selamat tidur sayang. Jangan mimpiin aku ya, aku lebih ganteng kalau di mimpi.”


Mia : “Hahaha… Met tidur sayang.”


-------


Alex sudah menjemput Mia jam 8 tepat, berpamitan pada mamanya yang cuma berpesan agar mereka hati-hati di jalan. Di dalam mobil,


Alex : “Sayang, kamu uda bawa bikininya?”


Mia : “Uda sich, tapi bukan yang warna merah.”


Alex : “Oh ya, aku bawain bikini yang warna merah, tuch dibelakang.”


Mia : “Kapan mas belinya?”


Alex : “Waktu di mall kemarin. Tapi gak ada yang tahu, hehe…”


Mia : “…”


Alex : “Ntar pake ya.”


Wajah Mia memerah malu, duda satu ini benar-benar pengalaman membuat luluh hati Mia dengan rayuannya.


Alex membawa Mia ke villa di pinggir kota, mereka tiba tepat jam 9 pagi. Saat check in, kondisi villa dalam keadaan ramai dan tanpa Mia sadari, ada seseorang yang mereka kenal juga ada disana. Memotret mereka saat check in, bahkan sampai masuk ke dalam villa private yang mereka pesan.


-------


Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca novel author ini,


jangan lupa juga baca novel author yang lain ‘Menantu untuk Ibu’, ‘Perempuan


IDOL’, ‘Jebakan Cinta’ dengan cerita yang tidak kalah seru.


Ingat like, fav, komen, kritik dan sarannya ya para reader.


Dukungan kalian sangat berarti untuk author.


--------

__ADS_1


__ADS_2