
Akhir pekan Mia sudah siap menemani Rara ke pesta ulang tahun salah satu senior mereka di kampus, Jodi yang juga gebetan Rara mengadakan pesta ulang tahunnya di sebuah klub yang cukup elit. Alex memperingatkan mereka agar tidak pulang terlalu malam dan tidak menyentuh minuman keras.
Rara : “Kalau papa khawatir, kenapa gak ikut aja?”
Alex : “Papa masih ada pekerjaan, sayang. Kan mama sudah menemanimu kesana.”
Mia : “Aku akan hubungi mas kalau ada apa-apa.”
Alex mendekati Mia yang terlihat seksi dengan dress hitamnya, ia memegang pinggang Mia dan mengecup keningnya di depan semua orang rumah. Wajah Mia memerah ketika Rara dan si kembar berteriak heboh
menggodanya.
Alex : “Kamu cantik banget, jangan nakal ya.”
Mia : “Mas cemburu nih ceritanya.”
Alex : “Dikit, kalau kamu nakal nanti aku hukum.” Bisik Alex sambil memeluk Mia.
Rara : “Aduh, ini kita mau berangkat jam berapa?”
Alex : “Ayo berangkat.”
Alex mengantar mereka berdua ke klub yang dimaksud. Meski baru jam 8 malam, suasana klub sudah ramai karena pesta ulang tahun Jodi. Rara masuk bersama Mia, mencoba mencari Jodi untuk menyerahkan kado secara langsung. Mia yang melihat Jodi sedang duduk di tengah ruangan, memberitahu Rara dan menghampirinya.
Rara : “Kak Jodi, selamat ulang tahun ya.”
Jodi : “Makasi, Ra. Kamu cantik banget, mau minum apa?”
Rara : “Nanti Rara ambil sendiri, kak.” Rara tersipu dipuji cantik oleh gebetannya.
Mia yang memperhatikan dari jarak aman, tersenyum sendiri melihat Rara dan Jodi ngobrol berdua. Beberapa senior laki-laki mendekati Mia yang duduk sendirian. Mereka menawari Mia minuman tapi Mia menolaknya dengan halus. Saat salah satu dari senior itu mengatakan kalau Mia sombong, Mia hanya bilang terima kasih dan pergi menjauh dari mereka.
Ia mencari Rara yang menghilang dari tempat semula, pandangannya beredar di segala penjuru ruangan pesta. Sambil mencari Rara, Mia disapa beberapa senior dan teman seangkatannya. Mereka ngobrol singkat sebelum Mia mencari Rara lagi.
Mia : “Kemana anak itu?”
Mia bersandar di meja bar, mengamati dengan lebih teliti setiap bagian ruang pesta yang terlihat jelas dari sana.
Seorang pelayan datang dan memesan minuman lagi pada bartender.
Pelayan : “Minuman lagi, bro. Bos Jodi membawa gadis baru lagi. Benar-benar gila.”
Bartender : “Kali ini dosis tinggi atau yang sedang?”
Pelayan : “Sedang 1, tinggi 2.”
Mia mendengarkan dengan sabar, ia bisa mengikuti pelayan itu untuk mencari keberadaan Rara. Pelayan itu mulai bergerak menuju sebuah ruangan VIP, saat membuka pintunya, Mia bisa melihat Rara ada di dalam. Jodi sedang menyodorkan minuman padanya, Rara terlihat menolak tapi Jodi memaksanya minum.
__ADS_1
Mia : “Rara!”
Mia masuk ke dalam ruangan dan mendapati didalam sana ada beberapa pasangan yang hampir berbuat mesum.
Mia : “Rara, ayo pulang.”
Mia menatap tajam pada Jodi yang mencoba menahan Rara, Rara yang terbuai dengan kata-kata manis Jodi sedikit enggan meninggalkan ruangan.
Mia : “Lihat sekelilingmu, kamu mau berakhir seperti mereka.”
Rara mengedarkan pandangannya dan menatap ngeri beberapa pasangan yang sedang asyik bercumbu. Bahkan sampai ada yang hampir telanjang. Mereka sudah mabuk jadi tidak sadar kalau Mia masuk kesana. Rara bangkit dari sisi Jodi, mengalihkan pandangannya ke Mia yang sudah menarik tangan Rara keluar dari sana.
Mia merasakan tangan Rara gemetar, Mia paham apa yang Rara rasakan. Pemandangan yang baru saja dilihatnya sudah menodai pikiran suci Rara. Mia mengajak Rara duduk di kursi yang paling dekat dengan pintu keluar. Ia sudah mengirimkan pesan pada Alex sebelum masuk ke ruang VIP, dan Alex segera datang ke klub.
Tangan Alex mengepal menahan amarahnya melihat keadaan Rara yang murung. Mia meminta Alex segera membawa mereka pulang.
Mia : “Mas, aku yang akan bicara pada Rara. Mas sabar dulu ya.”
Suasana didalam mobil sangat sepi, sesekali terdengar isak tangis Rara yang tidak bisa ia tahan lagi. Mia duduk menyamping, memegang tangan Rara yang duduk di belakang.
Mia : "Sayang, jangan nangis dong. Sudah aman sekarang."
Rara : "Hiks... Rara kecewa... hiks... gak nyangka..."
Mia : "Kita gak akan tahu yang sebenarnya sampai kita lihat sendiri. Berhenti memikirkan laki-laki itu, Ra."
Mia : "Sayang, ini pengalaman untuk Rara. Gak semua mulut manis akan berakhir manis. Kisah cinta harus ada pahit manisnya. Rara masih banyak waktu untuk menemukan yang memang mencintai Rara tanpa syarat."
Rara : "Mah, hiks... Rara gak mau... ketemu Jodi lagi..."
Mia : "Kalau Rara bilang gitu artinya Rara menghindar dari masalah. Selesaikan dengan baik, sampaikan dengan tegas apa yang Rara rasakan. Jangan bimbang, Ra."
Mobil berhenti di depan rumah Alex, ia melihat ke arah Rara yang sudah berhenti menangis. Hatinya sakit melihat putri sulungnya harus sakit hati seperti itu.
Alex : "Ini pelajaran agar Rara lebih waspada kedepannya. Papa cerewet bukan karena gak percaya, tapi karena Rara masih muda dan belum pengalaman."
Rara : "Rara ngerti sekarang, pah."
Rara beranjak memeluk kedua orang yang duduk di bangku depan mobil.
Rara : "Makasih pa, ma. Rara seneng banget punya kalian berdua."
Mia dan Alex tersenyum senang, Alex semakin mencintai wanita bijak di sampingnya.
-------
Rara sudah tertidur setelah mandi dan ganti baju. Mia menemaninya di dalam kamar, sampai tertidur.
__ADS_1
Saat Mia turun dari lantai 2, ia melihat lampu rumah Alex sudah dimatikan. Padahal Mia ingin langsung pulang setelah Rara tertidur.
Seseorang menarik tangan Mia, membawanya masuk ke dalam kamar Alex,
Mia : "Maass... Aku mau pulang."
Alex : "Sayang, nginep sini ya. Tidur sama aku."
Mia bergidik ngeri mendengar permintaan Alex, bakalan heboh orang rumah Alex kalau besok pagi mereka bangun dan memergoki mereka berduaan dalam kamar.
Mia : "Gak mau, mas. Mas uda gila ya!"
Alex : "Kemarin kamu gak keberatan, sayang. Bahkan kau melakukan itu sampai aku bisa tidur nyenyak."
Wajah Mia sukses memerah, ia mencubit lengan Alex gemas. Bisa-bisanya Alex mengingatkannya tentang aktifitas panas mereka beberapa hari lalu.
Alex : "Ibu sudah tahu kalau kau akan menginap disini. Dan aku janji kita hanya tidur. Ayolah, sayang."
Mia : "Aku tidur sama Rara aja, mas. Malu banget kalau aku kepergok tidur disini."
Alex : "Kalau gak mau, aku ulang lagi nich..."
Alex mengancam Mia sambil menjilat telunjuk Mia, membuat gadis manis itu merinding,
Mia : "Iya, iya... Iih, mas nich maksa banget."
Alex : "Mandi dulu sana, besok aku bangunin pagi-pagi, baru kamu pindah ke kamar Rara."
Mia : "Aku gak bawa baju ganti, mau pakai apa?"
Mia melotot melihat Alex melambaikan lingeri seksi di tangannya, lengkap dengan CD mini berenda.
Mia : "Gak ada yang lebih seksi lagi? Ini sama aja aku gak pake baju, mas."
Alex : "Hehe... aku bercanda. Ini kaos dan celana pendekku. Sana mandi."
Mia tersenyum lega, Alex benar-benar memenuhi kata-katanya dan tidak macam-macam. Mereka tertidur lelap saling memeluk satu sama lain.
-------
Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca novel author ini, jangan lupa juga baca novel author yang lain ‘Menantu untuk Ibu’, ‘Perempuan IDOL’, ‘Jebakan Cinta’ dengan cerita yang tidak kalah seru.
Ingat like, fav, komen, kritik dan sarannya ya para reader.
Dukungan kalian sangat berarti untuk author.
--------
__ADS_1