Duren Manis

Duren Manis
Menghadap papa


__ADS_3

Jodi mendekatkan


layar ponsel ke telinganya dan mendengar suara seorang pria,


Papa Katty : “Halo,


Katty?”


Jodi : “Selamat


siang, pak. Perkenalkan saya Jodi.”


Papa Katty : “Kamu


siapa? Dimana Katty?”


Jodi : “Saya


pacarnya Katty, pak.”


Hening lagi. Jodi


sampai melihat ke layar ponsel, memastikan telpon masih tersambung.


Jodi : “Halo? Pak?”


Papa Katty : “Bisa


saya bicara dengan Katty?”


Jodi : “Sepertinya


tidak bisa, pak.”


Papa Katty :


“Kenapa? Apa terjadi sesuatu?”


Jodi : “Katty


sangat takut mendengar suara anda, pak.”


Papa Katty : “Bisa


tolong bantu saya, bisa loudspeaker panggilan ini.”


Jodi : “Baik, pak.”


Jodi menjauhkan


layar ponsel Katty dan menekan tombol loudspeaker.


Papa Katty :


“Katty? Nak... Papa tahu kamu dengar suara papa...”


Jodi : “Katty,


ngomong sesuatu dong... Papamu nunggu nich...” Jodi mengulurkan tangannya agar


Katty mau mendekatinya.


Papa Katty : “Nak,


papa dengar dari mamamu, kau mau menikah. Apa pria ini orangnya?”


Katty : “I... Iya,


pah.”


Hening. Katty


semakin mengeratkan pegangannya pada Jodi. Ia tidak mau memicu pertengkaran


atau mendengar papanya berteriak lagi. Sudah cukup selama hidupnya ia mendengar


bentakan papanya.


Papa Katty : “Apa


dia baik?”


Katty : “Iya, pah.”


Papa Katty : “Sudah


bekerja?”


Katty : “Sudah, pah.”


Papa Katty : “Apa


dia sudah punya rumah sendiri?


Katty : “...” Katty


menatap Jodi, ia bingung harus menjawab apa. Katty bingung kalau harus


menyebutkan beberapa properti yang dimiliki Jodi. Pria itu sudah memberikan


daftar aset miliknya sendiri sebagai jaminan kalau Katty menikah dengannya.


Papa Katty : “Tunggu...


Lupakan pertanyaan papa. Kalian bisa tinggal bersama kami, tidak apa-apa.”


Katty : “Kami akan


tinggal sendiri meskipun harus ngontrak, pah.”


Papa Katty :


“Baik... papa gak akan maksa... Kapan kalian ke rumah?”


Jodi : “Maaf, pak.


Bisa nanti malam?”


Papa Katty :


“...Saya tunggu.”


Panggilan terputus


dan Katty langsung memeluk Jodi. Jodi merasakan tubuh Katty menggigil dan


tangannya basah karena keringat dingin.


Jodi : “Kamu kenapa


sich? Papamu gak galak, kok kamu gemetar seperti ini.”


Katty : “Aku


takut... Gimana kalau papa gak kasi restu?”


Jodi : “Kenapa


papamu gak ngasih restu? Aku cukup mapan untuk jadi menantunya, kan?”


Katty : “Tapi aku


tadi bilang kita bakalan ngontrak rumah. Kenapa aku bodoh banget sich?”


Jodi : “Kalau gitu,


kita ikutin aja alurnya dulu. Aku juga mau lihat seberapa sayang orang tuamu


sama kamu.”


Katty : “Mereka gak

__ADS_1


sayang sama aku dan Kaori. Sama aku di tuntut terus harus sempurna, sedangkan


Kaori bebas melakukan apapun tapi tetap aja gak dapat kasih sayang mereka.


Kadang aku bingung sama orang tuaku kenapa mereka punya anak kalau


ujung-ujungnya hanya hidup berdua saja.”


Jodi : “Kamu gak


boleh ngomong gitu. Buktinya kamu bisa tumbuh besar dan bahenol gini, kalau gak


orang tuamu yang jagain, siapa lagi?”


Katty : “Ya, kalau


membayar baby sister termasuk jagain juga, aku bahkan pernah memanggil baby


sisterku mama.”


Katty melepas


pelukannya pada Jodi dan memilih berbaring diatas ranjang. Lingerienya


tersingkap saat ia melakukan itu dan membuat hasrat Jodi naik lagi. Tangan Jodi


dengan nakal menyusuri paha Katty, membuatnya memukul tangan Jodi.


Jodi : “Aduch!”


Katty : “Kamu mau


ngapain lagi?”


Jodi : “Istriku


sayang, suamimu ini ingin memakanmu lagi.”


Katty : “Baru


calon, belum tentu papaku setuju.”


Jodi : “Aku akan


membawamu lari kalau papamu gak setuju.”


Katty : “Kamu nekat


banget.”


Jodi : “Gak susah


melakukannya, papaku ahli untuk urusan itu.”


Katty : “Kamu


gila.”


Jodi : “Aku gila


karena kamu, sayang.”


Jodi mendekat dan


menciumi wajah Katty sampai Katty tertawa geli.


Jodi : “Tapi kalau


papamu lihat daftar asetku, masa masih nolak?”


Katty : “Memangnya


papaku matre? Kalau papa tau, kita sudah tinggal bersama dan sudah melakukan


itu, siap-siap aja dimarahin.”


Jodi : “Kenapa


mengambil uangku.”


Katty : “Dih,


perhitungan banget sich.”


Jodi : “Tiap bulan aku


sudah transfer untuk kebutuhanmu. Rumah udah aku beliin, mobil kamu bilang


belum perlu, padahal kamu tinggal bilang mau merk apa. Aku kan cuma minta


hak-ku sebagai suami.


Jodi


menaik-turunkan alisnya, tangannya sudah masuk ke balik lingerie Katty. Katty


cemberut melihat Jodi menggodanya.


Jodi : “Jangan


cemberut gitu, dong. Kalau kamu uda jadi istriku nanti, kamu bisa pakai semua


uangku.”


Katty : “Beneran?”


Mata Katty berbinar saat Jodi menyebut kata uangnya bisa dipakai semua.


Jodi : “Matre...”


Katty : “Enak aja!


Itu kan uang suamiku, aku boleh dong memakai semuanya. Hehehehe...”


Jodi : “Puas banget


kamu ketawa. Mau buat suamimu bangkrut?!”


Katty : “Kalau kamu


bangkrut, aku masih punya papa mertua yang kaya. Hahahahaha...”


Jodi menggelitiki


Katty hingga lingerienya terbuka, ia tahu Katty tidak serius dengan ucapannya.


Kalau Katty sematre itu, sudah sejak awal ia setuju menerima tawaran Jodi untuk


mengalihkan beberapa property Jodi atas nama Katty. Tapi sampai saat ini, Katty


tetap menolaknya.


*****


Sore harinya,


Guntur membawakan pakaian untuk Jodi dan Katty. Ia senyum-senyum melihat Jodi


membuka pintu penthouse cuma pakai handuk yang melilit di pinggangnya.


Jodi : “Masuk.


Kenapa kamu senyum-senyum gitu?”


Guntur : “Apa sudah


berhasil?” Guntur menyerahkan paper bag pada Jodi.


Jodi : “Sukses


besar, tau. Akhirnya Katty mengaku kalau dia mencintaiku. Hehe...”

__ADS_1


Guntur : “Baguslah,


pak.”


Jodi : “Gimana


lamaranmu?”


Guntur : “Sama.


Sukses juga. Meskipun ada sedikit drama.”


Jodi : “Drama apa?”


Jodi mengajak


Guntur duduk di sofa. Ia mengambilkan soft drink untuk Guntur.


Guntur : “Waktu saya


kesana bersama orang tua saya, ada pria lain yang datang untuk mengunjungi


Anisa.”


Jodi : “Apa? Trus?


Tunggu, sepertinya Katty juga ingin mendengar ceritamu ini.”


Jodi masuk ke dalam


kamar membawa paper bag yang tadi diberikan Guntur. Tak lama mereka berdua


keluar sudah berpakaian lengkap.


Katty : “Hai,


Guntur. Cepat cerita!”


Guntur : “Jadi ada


pria lain yang datang untuk mengunjungi Anisa. Pria itu meminta Anisa jadi


pacarnya.”


Katty : “Siapa ya?


Tante gak pernah cerita kalau punya teman pria.”


Guntur : “Anisa


mengatakan kalau dia sudah punya calon suami dan pria itu langsung mengamuk,


marah-marah gak jelas. Saya hampir kena pukul.”


Katty : “Dih, trus


gimana lagi?”


Guntur menatap


kedua orang yang sedang menatapnya dengan antusias, kepo dengan kehidupan


pribadinya.


Guntur : “Anisa dengan


sigap memiting pria itu dan mendorongnya keluar dari rumah. Keren sekali.”


Katty saling


pandang dengan Jodi, harusnya Guntur yang melakukan itu, kenapa jadi Anisa yang


melakukan perlawanan.


Katty : “Tapi Tante


Anisa gak ada hubungannya dengan orang itu kan?”


Guntur : “Anisa


langsung cerita kalau pria itu teman kerjanya di tempat kerja yang dulu. Ia


mengejar-ngejar Anisa, ingin Anisa jadi pacarnya. Padahal pria itu sudah punya


istri dan anak, sampai tega mau menceraikan istrinya kalau Anisa mau jadi pacarnya.


Karena itu Anisa berhenti kerja.”


Katty : “Laki-laki


brengsek!”


Kedua pria di dekat


Katty spontan menjauh sedikit karena Katty sudah menggebrak meja dengan sadis.


Guntur : “Galak


amat.”


Jodi : “Kumat lagi


dech.”


Katty : “Apa? Aku


cuma kesal sama pria itu. Trus gimana lanjutannya?”


Guntur : “Ya gitu.


Lamaran berlangsung dengan lancar dan kami akan menikah bulan depan.”


Jodi : “Sayang,


kita nikah duluan ya.” Jodi menatap Katty dengan puppy eyes-nya.


Katty : “Cepet


banget sich. Kita nikah habis Guntur nikah aja. Gak enak ngelangkahin tanteku.”


Jodi : “Yah,


sayang...”


Guntur menahan


tawanya melihat kelakuan bosnya itu. Bos yang biasanya terlihat tegas dan


dingin, sekarang lebih mirip anak anjing yang merengek minta perhatian pada


pemiliknya.


🌻🌻🌻🌻🌻


Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca


novel author ini, jangan lupa juga baca novel author yang lain ‘Menantu untuk


Ibu’, ‘Perempuan IDOL’, ‘Jebakan Cinta’ dengan cerita yang tidak kalah seru.


Ingat like, fav, komen, kritik dan siarannya ya para


reader.


Vote, vote, vote...!!! Yang uda vote makasi banyak


ya..


Dukungan kalian sangat berarti untuk author.


🌲🌲🌲🌲🌲

__ADS_1


__ADS_2