
Mia membuka matanya ketika mendengar suara berisik dari luar kamarnya. Ia bangun tiba-tiba, menatap jam dinding dan menepuk kepalanya.
Sudah jam 10 pagi, Mia melihat penampilannya yang kacau lagi karena ulah Alex subuh tadi. Mia segera mandi dan ganti baju. Ia harus segera ke kampus untuk menyelesaikan berkas wisudanya.
Alex ikutan bangun, bukan mendengar suara berisik di luar, tapi karena asistennya terus menelpon dirinya.
Alex : "Halo? Ada apa?"
Asst. Alex : "Pagi, pak. Maaf mengganggu, meeting hari ini anda harus ikut. Jam 11 dimulai, pak."
Alex : "Ok, aku datang."
Mia sudah siap, ia menatap Alex yang masih men-scrol ponselnya.
Mia : "Mas, mau sarapan? Kopi?"
Alex : "Iya, kopi sama roti bakar ya."
Mia keluar dari kamar pengantin mereka, ia menuju dapur yang sudah sepi. Si kembar pasti sudah berangkat sekolah, tapi kemana nenek dan mb Minah?
Mia segera menyiapkan kopi untuk Alex dan membuat susu untuk dirinya. Ia menyiapkan roti bakar dengan cepat dan menghidangkan semuanya di meja makan.
Mia sudah terbiasa dengan kesukaan Alex karena sebelumnya ia sering membantu nenek dan mb Minah membuat sarapan.
Alex muncul dari ruang keluarga, ia langsung duduk di meja makan masih menatap layar ponselnya. Dasinya bahkan masih ia pegang di tangannya.
Mia : "Mas, pake dasinya dulu. Mas bukannya uda terlambat meeting ya." Mia mengambil dasi dari tangan Alex dan memakaikannya. Alex tersenyum senang, akhirnya ada yang memanjakannya setelah sekian lama sendiri.
Alex : "Aku direkturnya, dan aku baru menikah kemarin. Mereka pasti mengerti kalau aku sibuk buat anak dulu."
Mia : "Mas berani bilang gitu sama karyawan mas? Gak malu?"
Alex : "Kenapa nggak? Aku juga perlu libur sebentar, sayang. Mana morning kiss-nya?"
Mia : "Ini uda siang, mas."
Alex : "Pokoknya cium, ayo cepat."
Mia menggeleng sambil tersenyum, ia melihat sekeliling suasana rumah yang sepi dan mendekati Alex.
Ia mencium Alex sekilas, tapi Alex menahan tengkuknya dan mencium Mia dengan panas. Mia mencoba melepas ciuman itu tapi Alex sudah memegangnya dengan erat.
Nenek : "Eheemm...!"
Alex melepaskan ciumannya dari Mia dan nyengir menatap ibunya yang muncul dari halaman depan.
Mia : "Ibu, selamat pagi."
Nenek : "Ini sudah siang, kalian ini ngapain saja sampai lupa bangun dan sarapan."
Alex : "Mia gak mau aku bangun, bu. Terlalu nikmat katanya."
Mia : "Mas...!" Mia mencubit pinggang Alex.
Nenek : "Kalian sama saja. Cepat sarapan."
Nenek berjalan ke dapur untuk mencuci tangannya, sepertinya tadi nenek merapikan tanaman di halaman depan.
__ADS_1
Mia : "Bu, Mia ke kampus dulu ya."
Nenek : "Iya, hati-hati di jalan. Gak berangkat sama Alex?"
Alex : "Aku antar ya."
Mia : "Ntar mas bolak-balik gak?"
Alex : "Ya, udah. Anter aja aku ke kantor, pake mobilku ke kampus. Ntar sore jemput ke kantor ya."
Mia : "Sore jam 5? Ok."
Nenek : "Kalian hati-hati dijalan ya."
Mia : "Iya, bu."
Alex dan Mia pergi bersama ke kantor Alex dulu. Beberapa karyawan yang kebetulan ada di lobby melihat Alex keluar dari mobilnya bersama Mia.
Mereka sudah tahu tentang pernikahan Alex dan Mia kemarin. Alex menarik pinggang Mia dan mencium keningnya di hadapan semua orang.
Wajah Mia terlihat memerah mendapat serangan itu. Ia mendorong Alex yang tidak memperhatikan banyak mata sedang menatap mereka dengan berbagai macam ekspresi.
Ada yang bengong karena jones, ada yang senyum-senyum ingat masa pacaran, ada juga yang malu sendiri.
Mia : "Mas, malu. Ada staf-mu tuch."
Alex : "Biarin aja. Nanti jemput jam 4 ya, aku tunggu di ruanganku."
Mia : "Kok jam segitu? Kecepetan gak?"
Alex : "Tolong bantu aku mengerjakan sesuatu."
Alex melambaikan tangannya pada Mia yang sudah menjalankan mobil keluar dari lobby kantor. Alex berbalik dengan cepat berjalan mendekati lift. Senyum manis yang tadi ia berikan untuk Mia, telah hilang dari wajahnya.
Asisten Alex sudah siap menunggunya di depan ruang meeting. Alex masuk ke ruang meeting dan memulai meeting hari itu.
-------
Mia yang sedang dalam perjalanan ke kampus, mendapat pesan dari salah satu dosen pembimbingnya untuk menemuinya disebuah hotel tempat ia sedang menghadiri seminar.
Mia sudah mengirimkan pesan pada dosen sejak berangkat dari rumah dan baru dibalas sekarang. Mia membuka aplikasi map di ponselnya dan mengetik cepat nama hotel yang dimaksud dosen itu.
Ia membelokkan mobil mengikuti petunjuk pada map, dan tiba di hotel 15 menit kemudian. Setelah memarkir mobil Alex di tempat yang sudah disediakan, Mia berjalan memasuki lobby hotel.
Mia menatap sekeliling lobby dan melihat banner seminar terpasang di sisi kiri hotel. Seorang sekuriti menghampirinya,
Sekuriti : "Ada yang bisa saya bantu, miss?"
Mia : "Saya mau ketemu orang di seminar itu. Apa saya boleh masuk?
Sekuriti : "Oh, silakan miss. Mungkin bisa ditelpon dulu orangnya."
Mia mengangguk, ia mengambil ponselnya dan menghubungi dosen pembimbingnya.
Mia : "Halo, pak. Saya sudah di lobby."
Dosen PA : "Kamu tunggu sebentar disana, saya keluar sebentar lagi."
__ADS_1
Mia : "Baik, pak. Terima kasih."
Mia kembali ke sofa dekat lobby dan duduk disana. Ia melihat beberapa orang berjalan keluar dari tempat seminar.
Tiba-tiba ada yang merangkul Mia dari belakang.
Pria A : "Sayang, akhirnya ketemu juga. Kamu udah lama nunggu?"
Mia : "Eh, siapa kamu?" Mia memaksa melepas rangkulan tangan pria asing itu.
Pria A : "Alah, pake pura-pura gak kenal. Kamu ngambek karena aku telat ya."
Mia : "Pak, sopan sedikit. Saya gak kenal bapak siapa."
Pria A : "Kamu beneran marah nich?"
Mia : "Bapak ini siapa? Bapak salah orang!"
Mia hampir berdiri saat seorang wanita datang dan menarik pria itu agar berdiri.
Wanita A : "Papa! Lagi-lagi gak pake kacamata. Mama duduk disana, papa gimana sich."
Pria A : "Mama? Loh, ini tadi siapa?"
Wanita itu mengeluarkan kacamata dari dalam tasnya dan memberikannya pada pria itu. Setelah pria itu memakainya, ia menatap Mia dengan intens.
Pria A : "Wah, maaf mb. Saya kira istri saya tadi. Sekali lagi maaf ya."
Mia duduk lagi setelah pasangan suami istri itu pergi. Dosen pembimbing Mia berjalan menghampirinya.
Dosen PA : "Ok, mana yang harus saya ttd?"
Mia : "Ini, pak. Disini juga. Maaf mengganggu acara seminar bapak."
Dosen PA : "Gak pa-pa. Tugas saya memastikan kamu lulus cepat. Dan juga selamat atas pernikahanmu."
Mia : "Terima kasih, pak. Kalau gitu saya permisi dulu."
Mia merapikan berkas diatas meja dan keluar dari lobby hotel. Ia membuka pintu mobil, masuk ke dalam dan kembali merapikan berkas sebelum pergi dari sana.
Ia mulai menjalankan mobil menuju ke arah kampus. Perlu waktu setengah jam untuk sampai disana karena macet yang cukup parah.
Mia harus bersabar masuk ke kampus juga, karena ramai dengan mahasiswa yang baru selesai kuliah. Setelah mendapat tempat parkir, Mia berlari kecil menuju ruang jurusan.
Terlambat sedikit saja, Mia akan kehilangan dosennya. Ia cukup beruntung siang itu, karena dosen yang ia cari belum pergi makan siang.
Akhirnya Mia bisa melengkapi semua berkas untuk wisudanya hari itu juga. Ia melihat jam di ponselnya, sudah hampir jam 3 sore. Pantas saja ia merasa lapar, Mia terlambat makan siang untuk kejar-kejaran dengan waktu tutup tata usaha kampus.
------
Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca novel author ini, jangan lupa juga baca novel author yang lain ‘Menantu untuk Ibu’, ‘Perempuan IDOL’, ‘Jebakan Cinta’ dengan cerita yang tidak kalah seru.
Ingat like, fav, komen, kritik dan sarannya ya para reader.
Vote, vote, vote...!!! Yang uda vote makasi banyak ya...
Dukungan kalian sangat berarti untuk author.
__ADS_1
--------