Duren Manis

Duren Manis
Extra part 61 Keira & Bilar


__ADS_3

Extra part 61 Keira & Bilar


Dalam sekejap, siaran live Silvia dengan seorang


pria beredar luas di internet. Keira juga mendapat link yang sama. Ada link itu


juga di sosmed Bilar yang langsung ditanggapi oleh netijen. Fokus orang-orang


langsung tertuju pada kelakuan Silvia yang memang sangat nakal. Beberapa pria


yang pernah berhubungan dengannya juga ada yang ikut berkomentar tentang


kehebatan Silvia di ranjang. Netijen jadi meragukan tentang ayah dari anak yang


dikandung Silvia.


Perhatian Keira teralihkan saat Bilar menekan link


yang terhubung dengan sosmednya. Silvia belum sadar kalau dirinya sudah jadi


tontonan khalayak ramai, termasuk Keira dan Bilar.


“Wah, dia bisa macam-macam gaya ya. Beda banget


sama kelakuannya di depan orang. Pura-pura lugu dan polos,” kata Bilar masih


asyik nonton.


“Oh gitu ya. Sana sama dia aja. Udah pengalaman,”


kata Keira mulai kesal karena cemburu.


Bilar langsung meletakkan ponselnya lalu kembali


menciumi Keira. Padahal mereka masih terhubung dengan Reynold yang sejak tadi


masih anteng menonton dua tayangan live di laptopnya.


“Eh, kayaknya ada yang aneh dech. Reynold!” Keira


langsung mencari ponselnya. “Halo, beb?” tanya Keira sambil  mendorong wajah Bilar menjauh sedikit.


“Halo, beb.


Lo udah selesai seneng-seneng sama Bilar? Kerjaan gue udah kelar ya. Mau dibuat


lebih drama lagi nggak?” tanya Reynold santai.


“Thanks ya, beb. Mmm, lo masih perlu gue kesana?”


tanya Keira.


“Tergantung


Renata ya. Kalau dia perlu temen, lo wajib kesini sampe gue dapetin dia.” Reynold


memiliki beberapa rencana cadangan untuk membuat Renata betah tinggal


bersamanya dan Keira termasuk di dalam salah satu rencananya.


“Gue boleh bawa Bilar kan? Gue nggak mau jadi


nyamuk disana, beb,” kata Keira dengan tangan sibuk membuat Bilar kelimpungan.


Ia kesal sekali karena Bilar membuatnya tidak bisa konsentrasi bicara dengan


Reynold.


“Lakukan yang


lo suka, asal Bilar nggak ember. Awas kalo bacotnya sampe bocor. Lo tau akibatnya,


beb,” kata Reynold penuh ancaman.


Keira bergidik ngeri, ia segera mengakhiri


pembicaraan mereka karena Bilar sudah menunggunya dengan tatapan mau banget.


“Bi, makan dulu yuk. Kamu nggak laper? Dari tadi


perutmu bunyi terus loh,” bujuk Keira sambil mencium Bilar lagi.


“Iya, tapi ntar aku boleh minta lagi ya. Pake


tangan aja, yank,” pinta Bilar sambil memeluk Keira.


“Tapi tanganmu aku iket ya. Aku nggak mau diseruduk


banteng ngamuk gara-gara keenakan,” kata Keira manja.


“Harus diiket ya? Aku nggak bisa pegang-pegang


dong.” Bilar nego tipis.


Keira menggeleng, ia tidak mau mengambil resiko.


Kalau Bilar tidak diikat, Keira yakin kalau perawannya akan langsung hilang


hari ini juga.


**


Mereka berdua pindah ke dapur untuk menghangatkan

__ADS_1


makanan dari dalam kulkas. Pak Jang masih mengirimkan makanan untuk mereka


berdua dan juga membersihkan apartment itu. Kali ini Keira memilih sapi lada


hitam dan perkedel kentang. Keira mengeluarkan wajan lalu mengisinya dengan


minyak goreng.


Bilar sudah selesai menyusun piring untuk mereka berdua


makan. Ia masih penasaran dengan komentar netijen di sosmednya. Bilar


membuka-buka komentar yang mulai berbalik menyerang Silvia. Mempertanyakan


karakter gadis yang kelihatan polos dan lugu tapi sebenarnya sangat liar di


ranjang.


Bilar mencoba meng-klik link yang masih ada di


sosmed-nya. Kali ini sepertinya Silvia baru selesai bermain. Tampak lawan


mainnya kali ini seorang pria paruh baya.


“Kei, kayaknya Silvia lagi main sama om-om. Sini


lihat orangnya,” panggil Bilar.


Keira segera mematikan kompor lalu mendekati Bilar.


Keira langsung merebut ponsel Bilar ketika melihat siapa yang bersama Silvia.


“Ini kan om Brian! Wah, mama pasti heboh nich!”


jerit Keira.


Bilar bertanya lebih detail siapa om Brian yang


dimaksud Keira. Ia curiga kalau Keira juga pernah sama om Brian. Tapi Keira


membantahnya, Katty akan membunuhnya kalau sampai berani main-main dengan


om-om.


Lupa siapa om Brian? Masih ingat Elena kan? Sepupu


Ello yang ingin menghancurkan rumah tangga Ello dan Riri. Om Brian itu sugar


daddy-nya Elena yang memberikan dukungan finansial untuk Elena dan mamanya,


tante Dewi.


“Aku cuma main-main sama Reynold. Ada juga sich


Keira terus terang.


Bilar diam saja, ia tidak ingin tahu tentang masa


lalu Keira sebenarnya. Tapi mendengar Keira berterus terang, ia merasa sedikit


tidak nyaman.


“Kamu marah ya? Wajar aja sich, soalnya kamu nggak


punya masa lalu,” ucap Keira lagi dengan nada enggan.


Keira tidak jadi mengirimkan link video panas


Silvia dan om Brian pada Katty. Ia memilih melanjutkan menggoreng perkedel


kentang. Sebelum bertemu Bilar, Keira sudah mempersiapkan hatinya patah kalau


suatu saat nanti pria yang ia cintai meninggalkannya karena punya masa lalu


yang nakal. Keira tidak mau memaksakan seseorang mencintainya dengan masa lalu


seperti itu.


Bilar yang melihat sikap Keira biasa saja, jadi


bingung dengan calon istrinya itu. Apa Keira tidak memiliki perasaan padanya?


Setidaknya Keira berusaha membujuknya, biar bagaimanapun Bilar baru pertama


kali menyerahkan semuanya pada Keira.


Aroma masakan hangat mulai memenuhi apartment


Keira. Gadis itu menghidangkan makanan di atas meja, lalu duduk disana. Keira


tidak memanggil Bilar untuk makan, ia tidak ingin mengganggu Bilar yang masih


melamun menatap ponselnya.


Keira hanya mengambil sedikit nasi dan lauk,


sepotong daging sapi lada hitam, meluncur masuk ke mulutnya. Padahal rasa


makanan itu sangat enak, tapi Keira hanya makan sekedarnya. Seolah makan siang yang


sangat terlambat kali ini hanyalah sebuah formalitas.


“Bi, makan dulu. Aku tidur duluan ya,” ucap Keira

__ADS_1


setelah selesai mencuci piring kotornya, lalu berjalan masuk ke dalam kamar.


Bilar merasakan kalau Keira sedang marah padanya,


ia memilih makan dulu sebelum membujuk calon istrinya itu. Keira tidak bisa


tidur, ia membuka-buka sosmed, melihat-lihat status teman-temannya. Biasanya


mereka janjian bertemu di club, tapi sejak bersama Bilar, Keira mengurangi


pergi ke club malam.


“Kamu mau ke club, malam ini?” tanya Bilar yang


sudah masuk ke dalam kamar.


Keira menoleh lalu menggeleng, ia tidak ingin


bertemu siapapun saat ini. Lagipula cukup berbahaya kalau mereka keluar


sekarang. Berita HOAX yang disebarkan Silvia, bisa berpengaruh buruk bagi


keamanan Bilar.


“Nggak aman keluar sekarang. Kamu nggak mau dihujat


di depan umum kan? Biar masalah ini clear dulu,” kata Keira kembali menatap


layar ponselnya.


Bilar ikut berbaring diatas tempat tidur, baru saja


ada masalah dengan Silvia, sekarang muncul lagi masalah baru. Keduanya malah


asyik membuka sosmed tanpa bicara lagi. Keira menggeser posisinya saat Bilar


memeluk pinggangnya. Pria itu membenamkan wajahnya di punggung Keira.


“Kei, maaf ya. Aku nggak maksud bikin kamu kecewa.


Harusnya aku bisa lebih dewasa. Aku mencintaimu, Kei.” Bilar mengecup punggung


Keira.


“Aku memang punya masa lalu yang nakal, Bi. Tapi


setidaknya aku masih bisa menjaga hal yang paling penting tetap utuh. Aku


ngerti gimana perasaanmu, kamu berhak memilih gadis lain yang benar-benar suci.


Meskipun aku juga mencintaimu, tapi aku iklas asal kamu bisa bahagia,” tutur


Keira tanpa ragu sedikitpun.


“Apa kamu tidak mau bertanggung jawab?” tanya Bilar.


“Astaga! Ada apa dengan tanggung jawab hari ini.


Semua orang minta tanggung jawab. Ngomong-ngomong aku harus bertanggung jawab untuk


apa?” tanya Keira tiba-tiba blank.


“Kamu sudah mengambil perjakaku, Kei. Sudah lupa?”


tanya Bilar sambil menggigit pundak Keira.


“Trus aku harus gimana? Bukan aku kan yang ngejebak


kamu. Aku kan cuma nolong, Bi. Kamu nggak denger kata dokternya.” Keira


kegelian karena Bilar menggelitiki pinggangnya.


“Kamu harus nikahin aku,” rengek Bilar tiba-tiba


manja lagi.


Dasar emang anak mami, mood-nya naik turun nggak


bisa ditebak. Keira mengangguk mengiyakan Bilar. Mereka membuka sosmed


masing-masing lagi dan Bilar melihat kalau postingan yang dikirim Silvia sudah


dihapus. Bahkan link yang beredar juga tidak bisa lagi di akses.


“Postingannya udah di hapus. Artinya apa nich?”


tanya Bilar sambil memperlihatkan sosmed-nya pada Keira.


“Mungkin om Brian yang melakukannya. Mamaku pernah


bilang, jangan berani berurusan dengan om Brian. Pria itu berbahaya,” kata


Keira dengan penuh penekanan.


“Tapi barusan Reynold melakukan sesuatu seperti itu


apa tidak bahaya buat dia?” tanya Bilar.


Keira menggeleng, Reynold punya cara sendiri untuk


bertindak tanpa takut ketahuan. Bilar tidak perlu kuatir tentang hal itu. Setidaknya


masalah mereka dengan Silvia akhirnya tuntas juga.

__ADS_1


__ADS_2