Duren Manis

Duren Manis
Kesiangan


__ADS_3

Pernikahan Riri


tinggal beberapa jam lagi, calon pengantin wanita tampak sedang mengemasi


kopernya. Kaori tetap setia mendampingi sahabatnya itu.


Kaori : “Sudah


semua baju yang mau kamu bawa?”


Riri : “Sudah sich.


Aku gak bawa banyak baju, cuma beberapa aja.”


Kaori : “Trus dus


itu isinya apa?” Kaori menunjuk dus di dekat pintu kamar.


Riri : “Bukunya mas


Elo. Belum selesai kubaca.”


Kaori mengangkat


koper agar berdiri dan mendorongnya ke dekat dus. Riri menoleh melihat


ponselnya yang berdering nyaring. Keith calling.


Kaori : “Siapa yang


telpon?”


Riri : “Kak Keith.”


Kaori : “Kok gak


diangkat?”


Riri : “Aku males


nanggepin dia.”


Kaori : “Angkat aja


sapa tau penting.”


Riri : “Aku gak


mau, Ri. Kalo mas Elo sampai tau, nanti dia marah.” Ponsel Riri berhenti


berdering dan menyala lagi.


Kaori : “Tuch dia


nelpon lagi. Sini aku yang angkat.”


Riri : “Biarin aja,


serius nich.”


Dering ponsel


berhenti, digantikan spam chat. Riri menatap malas pada ponselnya, ia akhirnya


mau menanggapi Keith. Hanya untuk terakhir kalinya. Riri membaca chat dari


Keith,


Keith : “Ri, ini


beneran, kamu mau nikah?”


Keith : “Foto


undangan pernikahan Riri.’


Keith : “Ri, jawab


telponku.”


Keith : “Riri!”


Keith : “Tolong


jawab telponku. Aku perlu bicara penting sama kamu.”


Riri : “Ngomong


lewat chat aja, kak.”


Keith : “Ri, kamu


beneran mau nikah sama Pak Angelo? Kamu kan masih kuliah.”


Riri : “Iya, kak.”


Keith : “Ri, kenapa


kamu lebih milih Pak Angelo? Apa karena dia lebih kaya dariku?”


Riri : “Aku kenal


mas Elo tanpa tahu latar belakangnya, kak. Aku kira dia cuma pegawai biasa.”


Keith : “Gak


mungkin! Apa kamu dipaksa nikah?”


Riri : “Aku sudah


bilang kan, aku cinta sama mas Elo.”


Keith : “Apa kamu


sudah hamil?”


Riri : “Itu bukan


urusan kakak.”

__ADS_1


Kaori mengepalkan


tangan membaca chat dari Keith.


Kaori : “Dia pikir


perempuan itu semuanya murahan, baru berjodoh sama orang kaya, dianggap menjual


diri. Bacot.”


Riri : “Biarin aja,


Ri. Nich, udah ku blokir nomornya.”


Kaori : “Maaf ya,


tadi aku nyuruh kamu angkat telpon dia. Aku gak nyangka sepicik itu pikirannya.”


Riri : “Gak pa-pa.


Kamu kapan nyusul aku?”


Kaori : “Aku? Kerja


aja belum. Kamu enak udah dapet Pak Angelo.”


Riri : “Maksudmu


orang kaya?”


Kaori : “Nggak gitu.


Pak Angelo kan udah kerja. Kamu juga kerja jadi novelis online. Aku masih jauh.


Nunggu ponakan dari kamu dech.”


Riri : “Idih. Aku masih


lama punya anak.”


Keduanya semakin


asyik mengobrol sampai waktu menunjukkan jam 12 malam. Ada chat masuk lagi ke


ponsel Riri.


Kaori : “Dari


siapa?”


Riri : “Mas Elo.”


Kaori : “Ya, udah. Aku


tidur duluan ya. Kamu jangan lama-lama chatnya. Besok ada kantung hitam di


bawah matamu.”


Riri : “Iya, bawel.


Tidur sana.”


chat dari Elo yang mengeluh kangen padanya. Mereka sudah gak ketemu sejak 2


hari lalu dan Elo sudah kangen setengah mati. Wajah Riri merona saat Elo bilang


akan menerkamnya setelah mereka sah besok.


Riri membalas chat


Elo dengan emoji ngambek yang langsung dibalas kalau Elo cuma bercanda. Riri


senyum-senyum sendiri membalas chat Elo berikutnya. Sampai tidak sadar kalau


waktu sudah menunjukkan jam 3 pagi.


Riri cepat-cepat


menyudahi chat dengan Elo dan bersiap tidur. MUA akan datang jam 5 untuk mendandaninya.


Meski tidak merasa mengantuk, Riri tetap memejamkan matanya dan perlahan


membawa Riri ke dunia mimpi yang indah.


*****


Satu jam sebelum


acara akad dimulai, Riri masih dirias oleh MUA. Sementara Kaori dan Mia sudah


siap sejak tadi. Riri tidak bisa dibangunkan karena tidur terlalu larut. Kaori


yang tidak sabaran, sibuk mengomel padanya.


Riri : “Oh, kau


ribut sekali. Kasian mbak MUA-nya jadi pusing.”


Kaori : “Aku kan


sudah bilang jangan chat lama-lama. Gini kan kamu susah dibangunkan. Acaranya 1


jam lagi, Riri.”


Riri : “Jangan


stress gitu. Aku aja santai kok.”


Kaori : “Kamu gak gugup?”


Riri : “Yang


harusnya gugup kan mas Elo. Kan dia yang ngucapin ijab ntar.”


MUA : “Ayo, pake


baju pengantinnya dulu. Habis ini lanjut lagi make up-nya.”


Kaori membantu MUA

__ADS_1


memakaikan baju pengantin pada Riri. Saking lamanya mereka di dalam kamar, Rio


sampai mengetuk pintu kamar Riri.


Rio : “Ri, udah


selesai blum? Kak Elo udah dateng tuch.”


Riri : “Bentar.”


Rio : “Cepetan.


Papa udah manggil tuch.”


Kaori membuka


pintu, sejak pagi ia sembunyi dari Rio yang penasaran dengan penampilannya.


Rio : “Wow... Cantiknya.


Ayo, Ri...” Rio menarik tangan Kaori yang langsung menahan tubuhnya.


Kaori : “Mau


kemana?”


Rio : “Kebawah.


Kita nikah duluan.”


Kaori langsung


memukuli dan mencubiti lengan Rio,


Kaori : “Lepasin!


Rio!” Rio tetap menarik Kaori keluar dari kamar Riri.


Riri : “Eh, Kaori


mau dibawa kemana?”


Rio : “Pinjem


bentar.”


Rio menarik Kaori


masuk ke kamarnya sendiri dan menutup pintunya. Kaori mulai panik saat Rio


mendorongnya keatas tempat tidur.


Kaori : “Rio, kamu


mau apa?”


Rio : “Cium dong.”


Kaori : “Rio,


jangan nakal. Riasanku bisa rusak ntar.”


Rio tidak mau


mendengarkan Kaori, ia naik ke tempat tidurnya dan mengukung Kaori yang menahan


tubuhnya dengan sikunya atau hair do-nya akan rusak. Kaori hanya bisa menuruti


keinginan Rio.


Riri menoleh ketika


pintu kamarnya terbuka dan Kaori masuk dengan nafas ngos-ngosan. Bibirnya


tampak pucat dengan bekas lipstik meleber ke pinggir bibirnya.


Riri : “Kamu


kenapa? Rio ngapain kamu?”


Kaori : “Hampir aja


aku malam pertama duluan tadi. Mb, minta lipstik lagi.”


MUA senyum-senyum


melihat Kaori mengambil lipstik dan memperbaiki riasan bibirnya. Riri menunduk


malu melihat kelakukan sahabatnya itu.


Kaori : “Kamu udah


selesai?”


Riri : “Dikit lagi.”


Kaori : “Cepatan


dong. Ntar pengantin prianya gak sabaran malah nyusul kesini lagi.”


Riri : “Gak sampe


gitu.”


Tok, tok, tok...


Kaori dan Riri saling pandang, kali ini siapa yang datang?


🌻🌻🌻🌻🌻


Eh, yang dateng


author minta vote dong kk. Ranking novel ini turun lagi, jadi gak semangat nich


up-nya.


Klik profil author ya, ada novel karya author yang


lainnya loh (jangan lupa tinggalkan jejak kk).

__ADS_1


__ADS_2