Duren Manis

Duren Manis
Bayi besar


__ADS_3

Setelah pembicaraan yang panjang dengan anak-anak, mereka memutuskan makan siang


bersama di kantin perusahaan.


Semua staf memberi jalan pada keluarga kecil itu. Mia yang berjalan diapit Rara dan


Riri, serta Alex yang berjalan bersama Rio.


Mia memesankan makanan untuk mereka, ia sudah hafal kesukaan mereka masing-masing.


Alex : "Mia, ambilkan aku krupuk lagi dong."


Rio : "Rio juga mau, mah."


Mia sibuk sekali melayani keluarga itu makan, beberapa staf tampak bergosip ketika


mendengar anak-anak Alex memanggil Mia, mama.


Alex senyum-senyum sendiri melihat kesibukan Mia melayani anak-anaknya. Tapi ia sedikit iri saat merasakan perhatian Mia lebih banyak untuk anak-anak.


Sesuatu yang agak gila terlintas di pikiran Alex, setelah anak-anak pulang nanti. Alex


akan melakukan rencananya.


-------


Usai makan siang, Alex meminta sopir kantor mengantar Rara dan si kembar pulang.


Sementara Mia masih harus diam di kantornya untuk membantunya bekerja.


Rara : "Mah, besok bisa mampir ke rumah bentar, Rara ada tugas yang cukup


rumit."


Mia : "Oh ya, kirim dulu tugasnya via WA ya, besok mama kerumah."


Rara dan si kembar memeluk Mia erat-erat, Rio yang masih memeluk Mia sampai harus di


tarik papanya.


Alex : "Jangan lama-lama, Rio."


Rio : "Papa, iihh... Mama aja gak keberatan kok.


Alex : "Mama juga punya papa... Bocah nakal..."


Rio : "Mama..." Rio merajuk.


Mia : "Sini, sayang. Anak mama..."

__ADS_1


Rio memeletkan lidahnya pada Alex dalam pelukan Mia. Alex ingin sekali menjitak


anak nakal itu.


Mia dan Alex melambaikan tangan pada anak-anak dan mobil kantor membawa mereka pulang.


Sopia memberikan kelonggaran untuk hari ini pada Mia karena kejadian tadi pagi. Ia


tidak harus kembali ke ruangan keuangan, meskipun suasana kerja sudah kembali


seperti semula.


Mia duduk di sofa ruang kerja Alex bersama sekretaris Alex yang sedang menunjukkan


beberapa dokumen yang harus di cocokkan Mia.


Sekretaris Alex : "Kalau ada angka yang salah sedikit saja, berikan tanda dengan spidol ini. Aku akan mengeceknya lagi nanti. Jangan terburu-buru. Dokumen ini untuk meeting 3 hari lagi, selesaikan pelan-pelan."


Mia : "Baiklah."


Alex melirik sekretarisnya yang berjalan keluar ruang kerjanya. Ia mengirimkan pesan


singkat agar sekretarisnya tidak mengganggu mereka berdua lagi.


Sekretaris Alex tersenyum melihat pesan itu dan membalas, "ok pak".


Alex berjalan ke pintu ruang kerjanya dan mengunci pintu. Mia tidak memperhatikan


Baru saat Alex mengambil kertas ditangannya dengan posisi sudah berlutut di depan


Mia, baru Mia menyadari kalau ia hanya berdua saja dengan Alex di ruangan itu.


Mia : "Mas mau apa?"


Alex : "Aku mau jadi bayi..."


Mia : "Bayi?"


Alex : "Bayi yang haus."


Refleks Mia menyilangkan tangannya di depan dada. Ia bergerak mundur, menempel erat pada sandaran sofa.


Mia : "Tapi mas, ini di kantor. Gimana kalau ada yang masuk."


Alex : "Tidak akan ada yang datang. Buka bajumu."


Mia : "Gak mau. Mas, jangan…" Alex memaksa ingin membuka pakaian yang dipakai Mia, tapi ia mempertahankannya.


Mia : "Mass... udah ya... Jangan disini..."

__ADS_1


Mia terus mencoba membujuk Alex agar menghentikan aktifitasnya, tubuhnya sudah


kembali dikuasai akal sehat.


Mia : "Mas, sayang... Alex..."


Tangan Mia membelai pipi Alex, menarik perhatian Alex dengan rayuan manis.


Mia : "Mas, aku mau dikamarmu, sayang... Bukan disini... Mas Alex..."


Kata-kata terakhir Mia bisa membuat Alex menghentikan aktifitasnya pada tubuh Mia. Alex menatap Mia, minta kepastian.


Mia : "Aku janji sayang, kita lakukan di kamarmu ya..."


Tangan Mia kembali membelai pipi Alex, menariknya keatas dan mencium bibir Alex dengan lembut.


Alex menurut tanpa bilang apa-apa lagi, ia masuk ke kamar mandi untuk membilas


tubuhnya yang basah karena keringat dan menidurkan kembali Alex kecil dibawah sana.


Mia segera merapikan penampilannya yang acak-acakan karena ulah Alex. Perasaannya


lebih lega sekarang, tapi ia sudah menjanjikan sesuatu yang sangat diharapkan Alex.


Mia : "Cepat atau lambat aku akan dimakan juga. Haduh, mas... sabar sedikit kenapa sich."


Alex yang sudah keluar dari kamar mandi, memperhatikan apa yang dilakukan Mia.


Alex : "Sayang, ingat janjimu ya."


Mia : "Mas... sabar sedikit kenapa sich."


Alex : "Aku ingat kalau lusa, Rara ada kegiatan di luar kampus dan menginap selama 2 hari. Si kembar juga berkemah selama 3 hari. Kalau ibu... aku bisa mengaturnya agar menginap di rumah bibi sama mb Minah."


Mia : "...Itu gak kecepetan ya, mas." Mia tampak merana mengingat janjinya sendiri.


Alex : "Lusa, siapkan dirimu sayang. Aku akan melahapmu sampai habis."


Alex mencium Mia dan membantunya merapikan penampilannya sebelum kembali duduk di meja kerjanya dengan senyum mengembang.


-------


Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca novel author ini, jangan lupa juga


baca novel author yang lain ‘Menantu untuk Ibu’, ‘Perempuan IDOL’, ‘Jebakan


Cinta’ dengan cerita yang tidak kalah seru.


Ingat like, fav, komen, kritik dan sarannya ya para reader.

__ADS_1


Dukungan kalian sangat berarti untuk author.


--------


__ADS_2