
Seorang teman Alex
mendekatinya dan mengajaknya ngobrol. Mia yang sedikit lapar, melihat-lihat
jenis makanan yang ada disana. Pelayan yang dikirim Linda dengan cepat
menawarkan minuman pada Alex dan temannya. Alex minta diambilkan softdrink
lagi, Mia sempat melirik pelayan menyiapkan minuman untuk Alex, tapi ia tidak
ambil pusing.
Pelayan itu
menuangkan sebutir pil ke dalam minuman Alex yang larut dengan cepat. Alex
menerima minumannya dan kembali asyik ngobrol. Pelayan kini mendekati Mia,
berpura-pura mengambil piring dan gelas kotor yang diletakkan disana. Mia sudah
meletakkan gelasnya di meja, saat Mia lengah, sebutir pil lagi masuk ke gelas
Mia.
Pelayan itu
menghilang dengan cepat, meninggalkan Mia yang hampir meminum minuman di
gelasnya. Kening Mia mengkerut melihat ada kotoran jatuh ke dalam minumannya.
Ia meletakkan gelasnya di bawah karangan bunga dan sepertinya berdebu.
Mia membawa
gelasnya dan meletakkannya di dekat tumpukan piring kotor, ia mengambil yang
baru dan bergabung dengan Alex.
Linda yang melihat
dari kejauhan, menatap puas saat melihat Alex dan Mia meminum minumannya. Ia
menghubungi seseorang,
Linda : “Lo
dimana?”
Manta : “Gue di jalan
mau ke club. Napa?”
Linda : “Lo pernah
nyicip cewek blasteran gak?”
Manta : “Seksi
gak?”
Linda : “Hot
banget. Baru habis melahirkan sich.”
Manta : “Gila lo,
istri orang tuch namanya.”
Linda : “Sejak
kapan lo nanya status cewek? Mau gak?”
Manta : “Boleh.
Dimana?”
Linda : “Hotel X.
Kamar 307 tapi gue masih di ballroom sich.”
Manta : “Gue otw.”
Linda menutup
telponnya, ia melihat ke arah Alex dan Mia lagi. Terlihat Alex mulai mengipasi
tubuhnya dan memegangi kepalanya. Mia terlihat mulai memapah suaminya itu.
Linda mengira keduanya sudah mulai mabuk.
Pelayan yang ia
bayar muncul lagi dan pura-pura membantu Mia memapah Alex menuju kamar 307.
Linda mengirimkan chat pada Manta untuk langsung ke kamar 307 saja.
Saat Linda ingin
mengusul Mia dan Alex, seseorang tidak sengaja menabraknya hingga Linda
terjatuh. Kakinya sedikit terkilir karena itu, ia meringis melihat kakinya
mulai memerah dan bengkak. Orang yang menabrak Linda meminta maaf dan meminta
obat kepada pelayan.
Linda : “Hati-hati
dong! Matamu kemana?”
Orang itu terus
meminta maaf pada Linda, pelayan memberikan obat untuk mengobati kaki Linda.
Dengan geram, Linda menunggu kakinya selesai diobati karena ia tidak bisa
berjalan dengan benar.
Pelayan yang
mengantar Mia dan Alex, terlihat datang menghampirinya,
Linda : “Sudah.
Bantu aku berjalan.”
__ADS_1
Pelayan itu
membantu Linda berjalan, meninggalkan orang yang tadi menabraknya sendirian
tanpa mengucapkan apa-apa lagi.
Linda : “Mereka
sudah di kamar?”
Pelayan : “Sudah,
nona. Bayaran saya mana?”
Linda : “Bawa aku kesana
dulu. Kau ini tidak sabaran sekali.”
Pelayan itu membawa
Linda sampai ke depan kamar 307 dan Linda membayar sisa uang yang ia janjikan
pada pelayan itu.
Linda : “Buka
pintunya.”
Pelayan membuka
pintu dan membiarkan Linda masuk ke kamar yang cukup gelap.
Linda : “Kenapa
gelap sekali? Dimana lampunya?”
Pelayan
menghidupkan lampu kamar dan mereka langsung melihat Alex sudah terkapar diatas
ranjang dengan kemeja terbuka.
Linda : “Dimana
Mia? Wanita yang bersamanya?”
Pelayan : “Saya
tidak tahu, tadi ada di sini. Saya meninggalkan mereka disini.”
Linda : “Heh!
Sepertinya dia tidak tahan dan mencari pria di tempat lain. Kau boleh pergi.”
Linda berjalan
tertatih-tatih mendekati Alex yang tidak sadarkan diri.
Linda : “Alex
sayang.”
Linda mulai
cepat Linda menanggalkan gaunnya dan naik ke atas tubuh Alex.
Linda : “Alex...”
Alex : “Hmm...
Mia...”
Perlahan Alex mulai
terbangun, ia memicingkan matanya melihat ada yang duduk diatas perutnya. Linda
dengan kurang ajar, menarik tangan Alex agar menyentuh dadanya. Kening Alex
mengkerut merasakan sesuatu yang kenyal di tangannya.
Alex : “Kau bukan
Mia...”
Alex bangun dengan
cepat, ia mendorong Linda menjauh dan mencoba berjalan ke pintu tapi Linda
menariknya dengan cepat. Linda memaksa mencium bibir Alex, tapi Alex menepis
Linda, tidak sengaja menampar pipinya.
Linda : “Aduch...!
Alex : “Mia!”
Alex terhuyung dan
hampir jatuh saat seseorang menahan tubuhnya. Mia muncul dari dalam kamar
mandi, ia menyadari ada yang salah dengan Alex setelah minum tadi. Ia tambah
curiga setelah melihat pelayan menyodorkan kartu kamar padanya. Ini bukan
sebuah kebetulan, seseorang sudah menyiapkan ini.
Ingat untuk selalu
berhati-hati dan waspada terutama di lingkungan di luar rumah
Tapi Mia tetap
tenang mengikuti alur permainan yang sudah disiapkan seseorang untuk menjebak
mereka berdua. Ia mengikuti pelayan yang memapah Alex dan membantu mereka
sampai ke kamar 307.
Saat pelayan
menanyakan apa dia dalam keadaan baik, Mia berpura-pura memegangi kepalanya dan
berakting mengikuti reaksi Alex. Pelayan membantunya berbaring diatas ranjang,
Alex langsung tertidur setelah tubuhnya dibaringkan diatas ranjang.
__ADS_1
Setelah pelayan
pergi, Mia memeriksa tubuh Alex yang memanas. Ia segera bersembunyi di kamar
mandi saat mendengar suara di depan pintu kamar. Dirinya bahkan tidak terkejut
saat Linda masuk ke dalam kamar bersama pelayan.
Mia menahan
amarahnya saat melihat Linda dengan sangat murahan membuka pakaiannya dan
merayu Alex. Ia menunggu reaksi Alex dan sedikit lega saat Alex mulai mendorong
Linda.
Alex : “Mia...”
Alex menggelengkan
kepalanya yang pusing, tangannya terarah menekan dada Mia dan segera memeluk
istrinya itu.
Alex : “Sayang...
aku kepanasan.”
Mia : “Sabar ya.
Aku harus urus pelakor dulu.”
Mia mendudukkan
Alex di sofa dan berjalan cepat mendekati Linda yang masih terduduk di lantai memegangi
pipinya.
Linda : “Kau
disini? Alex yang memaksaku!”
Mia : “Kau kira aku
buta. Pelakor!”
Mia menjambak
rambut Linda dan berusaha menyeretnya keluar dari kamar. Linda melawan dengan
menarik tangan Mia hingga lengannya terluka kena gores kuku tajam Linda.
Keributan yang terjadi di kamar 307 itu mengundang perhatian beberapa orang
yang kebetulan lewat termasuk Manta.
Pria playboy yang
dipanggil Linda itu tampak berdiri di depan lift dan melihat Linda diseret
keluar dengan keadaan hampil bugil. Manta menatap Mia yang terlihat sangat
marah,
Manta : “Wow,
beneran blasteran. Cantik juga. Galak banget lagi. Tapi sayang istri orang.”
Manta menyeringai
licik, mungkin lain kali ia akan mencoba bermain dengan wanita ini. Untuk saat
sekarang, ia harus menolong Linda dulu. Emang cocok yang satunya pelakor,
satunya playboy.
Manta dengan cepat
mengambil linen dari troli yang dibawa house keeping dan menyembunyikannya di
belakang tubuhnya. Ia menunggu Mia masuk lagi ke dalam kamar, dan keluar sambil
melempar barang-barang Linda.
Mia : “Jangan
pernah tunjukkan lagi wajahmu di depan kami atau rasakan akibatnya. Pelakor!”
Brak! Mia mendorong
pintu kamar 307 menutup dengan kasar. Manta sampai bengong terkesima melihat
pesona Mia yang galak. Ia mendekati Linda dan menyelimuti tubuh Linda dengan
linen yang dipegangnya.
Manta : “Cepat ikut
aku.”
Linda : “Kakiku
sakit, gendong aku.”
Manta : “Manja
banget sich. Cepat naik.”
Linda naik ke
punggung Manta yang langsung membawanya masuk ke salah satu kamar disana. Manta
ternyata sudah booking kamar di lantai yang sama. Ya kali dia harus bermain
cinta sekamar dengan Linda.
🌻🌻🌻🌻🌻
Masih penasaran sama kelanjutannya? Nantikan terus
update Duren Manis ya.
Klik profil author buat lihat karya author yang
lainnya ya.
__ADS_1