Duren Manis

Duren Manis
Siapa sich?


__ADS_3

Seorang teman Alex


mendekatinya dan mengajaknya ngobrol. Mia yang sedikit lapar, melihat-lihat


jenis makanan yang ada disana. Pelayan yang dikirim Linda dengan cepat


menawarkan minuman pada Alex dan temannya. Alex minta diambilkan softdrink


lagi, Mia sempat melirik pelayan menyiapkan minuman untuk Alex, tapi ia tidak


ambil pusing.


Pelayan itu


menuangkan sebutir pil ke dalam minuman Alex yang larut dengan cepat. Alex


menerima minumannya dan kembali asyik ngobrol. Pelayan kini mendekati Mia,


berpura-pura mengambil piring dan gelas kotor yang diletakkan disana. Mia sudah


meletakkan gelasnya di meja, saat Mia lengah, sebutir pil lagi masuk ke gelas


Mia.


Pelayan itu


menghilang dengan cepat, meninggalkan Mia yang hampir meminum minuman di


gelasnya. Kening Mia mengkerut melihat ada kotoran jatuh ke dalam minumannya.


Ia meletakkan gelasnya di bawah karangan bunga dan sepertinya berdebu.


Mia membawa


gelasnya dan meletakkannya di dekat tumpukan piring kotor, ia mengambil yang


baru dan bergabung dengan Alex.


Linda yang melihat


dari kejauhan, menatap puas saat melihat Alex dan Mia meminum minumannya. Ia


menghubungi seseorang,


Linda : “Lo


dimana?”


Manta : “Gue di jalan


mau ke club. Napa?”


Linda : “Lo pernah


nyicip cewek blasteran gak?”


Manta : “Seksi


gak?”


Linda : “Hot


banget. Baru habis melahirkan sich.”


Manta : “Gila lo,


istri orang tuch namanya.”


Linda : “Sejak


kapan lo nanya status cewek? Mau gak?”


Manta : “Boleh.


Dimana?”


Linda : “Hotel X.


Kamar 307 tapi gue masih di ballroom sich.”


Manta : “Gue otw.”


Linda menutup


telponnya, ia melihat ke arah Alex dan Mia lagi. Terlihat Alex mulai mengipasi


tubuhnya dan memegangi kepalanya. Mia terlihat mulai memapah suaminya itu.


Linda mengira keduanya sudah mulai mabuk.


Pelayan yang ia


bayar muncul lagi dan pura-pura membantu Mia memapah Alex menuju kamar 307.


Linda mengirimkan chat pada Manta untuk langsung ke kamar 307 saja.


Saat Linda ingin


mengusul Mia dan Alex, seseorang tidak sengaja menabraknya hingga Linda


terjatuh. Kakinya sedikit terkilir karena itu, ia meringis melihat kakinya


mulai memerah dan bengkak. Orang yang menabrak Linda meminta maaf dan meminta


obat kepada pelayan.


Linda : “Hati-hati


dong! Matamu kemana?”


Orang itu terus


meminta maaf pada Linda, pelayan memberikan obat untuk mengobati kaki Linda.


Dengan geram, Linda menunggu kakinya selesai diobati karena ia tidak bisa


berjalan dengan benar.


Pelayan yang


mengantar Mia dan Alex, terlihat datang menghampirinya,


Linda : “Sudah.


Bantu aku berjalan.”

__ADS_1


Pelayan itu


membantu Linda berjalan, meninggalkan orang yang tadi menabraknya sendirian


tanpa mengucapkan apa-apa lagi.


Linda : “Mereka


sudah di kamar?”


Pelayan : “Sudah,


nona. Bayaran saya mana?”


Linda : “Bawa aku kesana


dulu. Kau ini tidak sabaran sekali.”


Pelayan itu membawa


Linda sampai ke depan kamar 307 dan Linda membayar sisa uang yang ia janjikan


pada pelayan itu.


Linda : “Buka


pintunya.”


Pelayan membuka


pintu dan membiarkan Linda masuk ke kamar yang cukup gelap.


Linda : “Kenapa


gelap sekali? Dimana lampunya?”


Pelayan


menghidupkan lampu kamar dan mereka langsung melihat Alex sudah terkapar diatas


ranjang dengan kemeja terbuka.


Linda : “Dimana


Mia? Wanita yang bersamanya?”


Pelayan : “Saya


tidak tahu, tadi ada di sini. Saya meninggalkan mereka disini.”


Linda : “Heh!


Sepertinya dia tidak tahan dan mencari pria di tempat lain. Kau boleh pergi.”


Linda berjalan


tertatih-tatih mendekati Alex yang tidak sadarkan diri.


Linda : “Alex


sayang.”


Linda mulai


cepat Linda menanggalkan gaunnya dan naik ke atas tubuh Alex.


Linda : “Alex...”


Alex : “Hmm...


Mia...”


Perlahan Alex mulai


terbangun, ia memicingkan matanya melihat ada yang duduk diatas perutnya. Linda


dengan kurang ajar, menarik tangan Alex agar menyentuh dadanya. Kening Alex


mengkerut merasakan sesuatu yang kenyal di tangannya.


Alex : “Kau bukan


Mia...”


Alex bangun dengan


cepat, ia mendorong Linda menjauh dan mencoba berjalan ke pintu tapi Linda


menariknya dengan cepat. Linda memaksa mencium bibir Alex, tapi Alex menepis


Linda, tidak sengaja menampar pipinya.


Linda : “Aduch...!


Alex : “Mia!”


Alex terhuyung dan


hampir jatuh saat seseorang menahan tubuhnya. Mia muncul dari dalam kamar


mandi, ia menyadari ada yang salah dengan Alex setelah minum tadi. Ia tambah


curiga setelah melihat pelayan menyodorkan kartu kamar padanya. Ini bukan


sebuah kebetulan, seseorang sudah menyiapkan ini.


Ingat untuk selalu


berhati-hati dan waspada terutama di lingkungan di luar rumah


Tapi Mia tetap


tenang mengikuti alur permainan yang sudah disiapkan seseorang untuk menjebak


mereka berdua. Ia mengikuti pelayan yang memapah Alex dan membantu mereka


sampai ke kamar 307.


Saat pelayan


menanyakan apa dia dalam keadaan baik, Mia berpura-pura memegangi kepalanya dan


berakting mengikuti reaksi Alex. Pelayan membantunya berbaring diatas ranjang,


Alex langsung tertidur setelah tubuhnya dibaringkan diatas ranjang.

__ADS_1


Setelah pelayan


pergi, Mia memeriksa tubuh Alex yang memanas. Ia segera bersembunyi di kamar


mandi saat mendengar suara di depan pintu kamar. Dirinya bahkan tidak terkejut


saat Linda masuk ke dalam kamar bersama pelayan.


Mia menahan


amarahnya saat melihat Linda dengan sangat murahan membuka pakaiannya dan


merayu Alex. Ia menunggu reaksi Alex dan sedikit lega saat Alex mulai mendorong


Linda.


Alex : “Mia...”


Alex menggelengkan


kepalanya yang pusing, tangannya terarah menekan dada Mia dan segera memeluk


istrinya itu.


Alex : “Sayang...


aku kepanasan.”


Mia : “Sabar ya.


Aku harus urus pelakor dulu.”


Mia mendudukkan


Alex di sofa dan berjalan cepat mendekati Linda yang masih terduduk di lantai memegangi


pipinya.


Linda : “Kau


disini? Alex yang memaksaku!”


Mia : “Kau kira aku


buta. Pelakor!”


Mia menjambak


rambut Linda dan berusaha menyeretnya keluar dari kamar. Linda melawan dengan


menarik tangan Mia hingga lengannya terluka kena gores kuku tajam Linda.


Keributan yang terjadi di kamar 307 itu mengundang perhatian beberapa orang


yang kebetulan lewat termasuk Manta.


Pria playboy yang


dipanggil Linda itu tampak berdiri di depan lift dan melihat Linda diseret


keluar dengan keadaan hampil bugil. Manta menatap Mia yang terlihat sangat


marah,


Manta : “Wow,


beneran blasteran. Cantik juga. Galak banget lagi. Tapi sayang istri orang.”


Manta menyeringai


licik, mungkin lain kali ia akan mencoba bermain dengan wanita ini. Untuk saat


sekarang, ia harus menolong Linda dulu. Emang cocok yang satunya pelakor,


satunya playboy.


Manta dengan cepat


mengambil linen dari troli yang dibawa house keeping dan menyembunyikannya di


belakang tubuhnya. Ia menunggu Mia masuk lagi ke dalam kamar, dan keluar sambil


melempar barang-barang Linda.


Mia : “Jangan


pernah tunjukkan lagi wajahmu di depan kami atau rasakan akibatnya. Pelakor!”


Brak! Mia mendorong


pintu kamar 307 menutup dengan kasar. Manta sampai bengong terkesima melihat


pesona Mia yang galak. Ia mendekati Linda dan menyelimuti tubuh Linda dengan


linen yang dipegangnya.


Manta : “Cepat ikut


aku.”


Linda : “Kakiku


sakit, gendong aku.”


Manta : “Manja


banget sich. Cepat naik.”


Linda naik ke


punggung Manta yang langsung membawanya masuk ke salah satu kamar disana. Manta


ternyata sudah booking kamar di lantai yang sama. Ya kali dia harus bermain


cinta sekamar dengan Linda.


🌻🌻🌻🌻🌻


Masih penasaran sama kelanjutannya? Nantikan terus


update Duren Manis ya.


Klik profil author buat lihat karya author yang


lainnya ya.

__ADS_1


__ADS_2