Duren Manis

Duren Manis
Chapter five - mulai akrab


__ADS_3

" ini pak, silahkan dinikmati hidangannya " siti menghidangkan satu persatu makanan dan minuman yang dipesan oleh rendy.


" Terima kasih ya sit " Rendy menerimanya dengan senang hati.


" Sama-Sama pak "


Sejujurnya siti sangat gugup jika harus berhadapan dengan rendy. Tangan mungilnya terlihat gemetaran ketika menghidangkan makanan. Walau tak ketara. Siti sangat pandai jika menyembunyikan rasa gugupnya.


" kalau gitu, saya permisi pak. Saya harus kembali bekerja "


Siti beranjak pergi dari rendy dan anaknya. Dia tidak betah berlama-lama disana. Karena itu akan membuat dirinya terkena serangan jantung. Dia harus segera pergi dari sana. Mungkin saja ada pengunjung baru. Jadi dia harus melayaninya.


" Tunggu "


Deg


Seketika jantung siti seperti berhenti berdetak. Tubuhnya kaku bak patung. Tangannya merasa dingin. Kakinya mati rasa.


" Bisakah kamu menemani saya dan anak saya makan disini "


Dua kali. Rendy sukses membuat siti kaget setengah mati. Seluruh tubuhnya seperti dilumuri es. Terasa dingin. Siti tak tau harus bagaimana. Bibirnya keluh untuk menolak. Perlahan tapi pasti ia berbalik arah. Mereka saling bertatapan.


" Maksud bapak apa?, saya harus kembali bekerja " siti memaksakan senyumannya, walau dalam hati ia tau apa maksud perkataan itu.


" Temani saya dan anak saya makan disini, saya akan bicara pada atasan kamu siti. Jadi kamu tidak perlu khawatir " ujar rendy. Dalam hati siti ia bimbang. antara setuju atau tidak.


" kaka ayuk makan cini cama papa cama apie " ( kakak ayo makan sini sama papa sama rafie )


Itulah yang membuat siti tidak bisa menolak permintaan rendy. Anaknya pun juga memintanya. Mana bisa siti mengabaikan bocah kecil menggemaskan itu. Akhirnya siti menerima ajakan rendy. Dia mendekat. Duduk di samping rafie. Berhadapan dengan rendy.


Rendy yang terlihat senang ketika ajakannya diterima oleh siti. Walau ia tau siti akan menolak. Tetapi dengan bantuan rafie siti mau menerimannya. Applause untuk rafie.


Rafie. bocah itu terlihat gembira. Tak henti-henti menebar senyum untuk siti. Siti pun sama meskipun suasana masih canggung tapi terlihat cukup senang. Walau dalam hati ia was-was. Takut istri rendy mengetahuinya. Takut dicap wanita yang tidak baik.


" ehem " deheman rendy mampu memecah kecanggungan yang ada. Siti dan rafie saling menatap rendy.


" sebelum nya saya minta maaf jika ajakan saya sedikit mengganggu kamu sit. Lagi pula waktu itu saya sudah janji akan mengenalkanmu kepada anak saya "


" bukannya saya menolak pak. Hanya saja saya takut nanti istri bapak tidak suka dengan keberadaan saya "


Istri. Satu kata yang membuat rendy tidak nyaman.


" Saya hanya berdua dengan rafie, kamu tidak perlu khawatir " rendy memasang raut wajah datarnya. Siti tau kalau rendy tidak suka membahas mengenai istrinya.


Rafie. Bocah itu merengek lapar. Rendy menyuruh nya untuk makan terlebih dahulu. Tentu saja rafie langsung melahap makanan yang ada didepannya. Tak lupa membaca do'a sebelum makan. Siti terenyuh. Dia tak menyangka jika rafie sejak kecil sudah ditanamkan akhlak yang baik oleh rendy. Bisa dilihat dari cara rafie makan dan mengawalinya dengan do'a. Tentu saja, karena rendy seorang guru agama.


" emm, siti. Kenalkan dia anak saya, namanya Muhammad Alrafie Yu chen. Kamu bisa memanggilnya rafie "


Siti menatap bocah itu. Dia tersenyum. Tak menyangka jika rendy memiliki anak selucu ini. Siti mengusap kepala rafie. Berkali-kali ia mengusap. Rafie yang terlihat senang. Menoleh ke arah siti menampilkan deretan gigi susu yang belum tersusun rapi. Tersenyum lebar. Menandakan jika ia senang akan perlakuan siti. Rendy yang sedari tadi melihat mereka. Tersenyum lega. Ternyata kekhawatirannya selama ini salah.


"Siti bisakah kamu menjaga rafie. Saya akan menemui pemilik cafe ini untuk mengijinkanmu "


" Bisa pak "


" Rafie jangan nakal " rendy memperingati rafie untuk tidak berbuat nakal.


" Otey " ( okey ) rafie menyatukan ibu jari dan telunjuk nya. Membalas perkataan rendy.


Rendy meninggalkan siti dan rafie. Hanya berdua. Dia memang sengaja. Agar mereka berdua bisa mengenal satu sama. Dia tau jika siti bersama nya akan terlihat gugup. Maka dari itu rendy memberi waktu untuk siti beradaptasi dengan rafie. Agar ketika mereka menikah nanti. Siti dan rafie sudah bisa menerima satu sama lain.


Menikah? Boro-boro. Melamar saja belum.


Rendy berjalan meninggalkan mereka. Menuju kasir yang ada dilantai 1. Bertanya apa pemilik cafe sedang ada ditempat. Mbak - mbak kasir itu sempat terperangah dengan ketampan rendy. Bahkan rekannya juga ikut mengagumi juga. Inilah yang paling membuat rendy tak suka. Resiko menjadi orang ganteng.


Mbak-mbak kasir itu bilang jika pemilik sedang ada diruangannya. Bahkan mbak-mbak kasir itu menawari untuk mengantar rendy ke ruangan pemilik cafe. Tapi, rendy menolak. Dia mengatakan jika ia bisa pergi sendiri. Rendy menyuruh mbak-mbak kasir itu untuk menunjukan ruangan pemilik cafe. Mbak-mbak kasir itu mengatakan jika ruangan pemilik cafe ada di lantai tiga. Rendy segara pergi kesana. Sedangkan mbak-mbak kasir itu sedikit kecewa. Karena rendy menolak tawarannya. Dan rendy tidak peduli hal itu.


Rendy pergi kelantai 3 untuk menemui pemilik cafe. Daniel zhang. Dia melewati lantai 2 tanpa melirik ke arah siti dan rafie. Dia berjalan tergesa-gesa. Setelah sampai kesana. Dia mengetok pintu ruang daniel zhang. Tak berapa detik daniel zhang membuka pintu. Dia terkejut siapa yang berdiri tepat didepan ruangan nya. Seniornya semasa kuliah dulu.


" Senior " Daniel benar-benar terkejut. Tak menyangka jika seniornya datang ke cafe nya. Dia memeluk rendy. Menepuk-nepuk punggung rendy. Rendy pun membalas pelukan daniel. Daniel merangkul pundak rendy. Menyuruhnya masuk.


" bagaiman kabarmu senior, sudah lama kita tidak bertemu "


" aku baik. Kau sendiri bagaimana. Kulihat usaha mu benar-benar sukses. Cafe mu ramai sekali "


" Aku baik senior. Sejak lulus kuliah 2 tahun lalu. Aku langsung merintis cafe ini. Sekarang aku benar-benar bersyukur pada tuhan karena usahaku ini berjalan dengan baik "


" aku turut bahagia. Dan bisakah kau jangan memanggilku senior "


"Ahh, Baiklah. Aku akan memanggil senior kakak "


" kau sama seperti dulu tidak berubah sama sekali "


" tentu saja aka tidak berubah kak. Aku ini bukan power rangers apalagi ultramen " Gurau Daniel.


" Dasar kau ini " rendy mengapit kepala daniel ke ketiaknya. Daniel mengadu kesakitan. Mereka tertawa lepas. Daniel menyuruh rendy untuk melepaskannya. Rendy menurutinya. Daniel menyuruh rendy duduk. Lalu ia duduk di depan rendy.


" kau sendiri kesini kak "


" tidak. Aku kesini dengan anakku "


" maksud kakak wenwen "


wenwen adalah panggilan kesayangan Rafie ketika masih dihongkong.


" iya "


" apakah dia sudah besar, sudah lama aku tak melihatnya. Terakhir kali aku melihatnya ketika wenwen masih berusia 1 tahun "


" Dia sudah tumbuh besar "


" Lalu dimana dia? "


" Aku meninggalkan nya di bawah "


" Apa kau gila kak. Bagaimana jika wenwen ketakutan "


" heh, jangan mengataiku gila. Aku ini masih waras. Kau tenang saja aku meninggalkan nya dengan seseorang yang tepat "


" Siapa? "


" Salah satu pegaiwaimu. Siti "


" Siti? Kau mengenalnya "

__ADS_1


" tentu saja. Dia dulu muridku waktu masih SMP "


"Benarkah, aku tidak tau kalau kakak pernah menjadi guru "


" hanya 1 tahun aku mengajar "


" Ohhh. Apakah kakak mengajak kak angel "


" Tidak. Aku dan dia sudah berpisah " daniel sangat terkejut mengetahui jika rendy dan istrinya sudah berpisah.


" Kenapa? "


Rendy menceritakan pada daniel alasan mengapa mereka berpisah. Dari mulai perselingkuhan yang dilakukan istrinya. Dia menceritakan secara detail dan lengkap. Daniel mendengar dengan seksama. Bahkan ia tak percaya jika istri rendy. Angel. Wanita yang baik itu bisa berselingkuh. Rendy pun tak percaya. Namun itulah kenyataan nya. Apa yang terlihat baik belum tentu baik.


" maaf kak, aku benar-benar tidak tau. sejak kapan kalian berpisah "


" Sejak 4 tahun lalu. 2 bulan setelah kau berkunjung. lagi pula itu hanya masa lalu. Tak apa


"


" Lalu apa yang akan kakak lakukan kedepannya. Apa kakak akan menikah lagi "


" Iya " rendy menjawab dengan singkat, padat dan jelas.


" Apa?, jadi kakak sudah bisa melupakan kak angel "


Rendy menghelas napas sebentar, " dengar daniel. Aku menikah dengan nya bukan karena cinta. Pernikahan kami, pernikahan bisnis. Awalnya aku bisa menerimanya. Mungkin saja cinta akan tumbuh dengan sendirinya. Ternyata aku salah.Tidak ada cinta yang tumbuh di antara kami "


" Lalu apakah jalinan bisnis diantara keluarga kalian terputus? "


" Awalnya ayah akan mengakhiri kontrak bisnis kami. Tapi ibu menolaknya. Dia bilang jalinan bisnis keluarga kami sudah terjalin secara terun - temurun. Tidak mungkin diputuskan secara sepihak. Maka dari itu ayah memberi syarat, jika angel dan keluarganya tidak bisa bertemu wenwen sampai usianya 16 tahun "


Daniel menggelengkan kepalanya, " keluarga kalian benar-benar rumit " dia tak habis pikir dengan keluarga rendy. Untung saja di terlahir dari keluarga yang biasa-biasa saja. Dia tak bisa membayangkan jika harus dipaksa menikah dengan orang tidak ia cintai. Benar-benar mengerikan.


" kau saja yang mendengar pusing. Apalagi aku yang mengalaminya "


" yang sabar kak.. Aku yakin suatu saat nanti kakak akan mendapatkan istri yang terbaik untuk kakak "


" amiiin. Semoga saja. Oh ya ngomong - ngomong, bisa kau menyuruh seseorang untuk mengantikan siti "


" untuk apa? "


" sudah lakukan saja "


Daniel mendengus kesal, " iya-iya " daniel menghubungi seseorang untuk menggantikan siti bekerja.


" Daniel bagaimana pendapatmu mengenai siti "


" Dia gadis yang baik dan manis, aku menyukainya "


Rendy melotot kesal, " kau menyukainya ? "


" iya, memangnya kenapa? ada yang salah "


" iya. Kau tidak boleh menyukainya "


" jangan bilang kakak... " Daniel menutup mulutnya. melotot lebar.


" iya. aku menyukai nya "


" iya "


" kau gila. Pedofil. Ingat usiamu kak"


" hey, dua kali kau mengataiku gila. Lagi pula kenapa dengan umur kami. Umur bukan batasan untuk seseorang merasakan cinta "


" Tapi dia masih sekolah kak. Apa kau tidak kasihan dengannya "


" Dia akan tetap sekolah. Bahkan jika siti ingin kuliah aku yang akan membiayai nya. Dan aku lebih kasihan pada diriku sendiri jika siti dimiliki oleh orang lain " ujar Rendy tegas.


"Terserah kakak saja. Yang penting kakak bahagia "


" aku butuh saranmu. Bagaimana cara mendekati mendekati siti?"


" PDKT?"


" Iya? "


Daniel tampak berpikir, " bagaimana jika kakak menjadi gurunya siti. Dengan begitu kakak bisa dekat denganya "


Rendy menjentikkan jarinya," ide yang bagus "


" apakah kakak tau siti sekolah dimana " Tanya daniel. dan rendy menggeleng dengan polosnya. Hingga membuat Daniel ingin menenggelamkannya ke rawa-rawa. jika saja rendy bukan seniornya.


" tidak. Aku belum bertanya denganya "


Daniel menupuk jidatnya. dia sangat gemas. Tak habis pikir bagaimana rendy yang pintar berubah menjadi rendy yang bodoh karena cinta.


" Untung saja aku kemarin sempat menanyainya. Kalau tidak salah dia sekolah di SMA puncak bukit"


" SMA puncak bukit?"


" iya "


" ah, Baiklah. Kebetulan aku mengenal pemilik SMA itu " Rendy menghentikan sejenak ucapannya.


" Kau tau. Siti itu berbeda dengan gadis yang lain. Aku mengenalnya sudah lama. Dia benar-benar gadis yang unik "


" tentu saja dia berbeda. Cetakannya saja tidak sama " ujar daniel santai. Rendy menyipitkan matanya kesal.


" Baiklah aku akan kembali ke bawah. Aku sudah sangat lapar. Makanan ku pasti sudah dingin "


" Aku ikut "


Rendy memutuskan berajak pergi dari ruangan daniel. dia sangat lapar. sudah beberapa menit ia meninggalkan siti dan rafie. pasti Rafie sedang menggerutu kesal.


Daniel memutuskan untuk menyusul rendy. Tapi rendy hanya berdiri di anak tangga. Dia memandang sesuatu. Dan itu membuat hatinya menghangat. Siti dan rafie saling bersenda gurau bersama. Siti juga terlihat menyuapi rafie makan. Rafie, bocah kecil itu tak sungkan menerima suapan dari siti. Rafie terlihat sangat bahagia. Dan itu membuat rendy bahagia juga.


" hei, kak kenapa kau berhenti ditengah jalan " Rendy tak menjawab ucapan Daniel.


" kau ini sedang memandang apa " Daniel mengikuti arah pandangan rendy. Dan yang ia lihat hanya ada siti dan seorang bocah laki-laki yang tampak bergurau bersama.


" Kurasa kakak tak perlu lagi PDKT. Langsung saja bawa ke KUA " bisik daniel tepat di samping rendy.

__ADS_1


Rendy memandang daniel kesal. Ucapannya benar-benar tidak membantu. Dia pergi meninggalkan daniel menuju mereka. Rendy tak menggubris ucapannya daniel, membuat daniel kesal.


" Hey! Kak "


Sekarang rendy tepat berada disamping siti. Siti sedikit terkejut dengan keberadaan rendy. Rendy duduk di kursinya kembali. Rafie terlihat kesal dengan papanya itu. Terlalu lama.


" Papa kenapa lama cekali cih, apie cama kakak lama nunggu " ucap rafie kesal. papanya lama sekali.


" Maaf, tadi papa sedikit berbincang dengan teman papa "


Rafie mencebikkan bibirnya kesal. Siti tertawa geli. Menurutnya rafie terlihat sangat menggemaskan. Rendy hanya menggaruk lehernya yang tak gatal.


" Maaf ya sit "


" Tidak apa-apa pak "


" Soalnya tad- "


" Permisi " ucapan rendy terpotong karena tiba-tiba daniel datang dengan cengengesannya. Siti yang tau jika bos menghampiri mereka seketika berdiri menyapa daniel.


" Kak Daniel "


" Eh, Sudah sit, kamu duduk saja "


Daniel menyuruh siti untuk duduk kembali. Namun, siti terlihat sungkan. Tidak mungkin dia duduk sedangkan bos nya berdiri.


" Duduk saja sit " ujar rendy. Dia juga menyuruh siti untuk duduk. Meskipun sedikit sungkan. Akhirnya Siti duduk kembali.


Daniel mengambil tempat duduk disamping Rendy. mereka diam selama beberapa detik. dan itu membuat daniel tak suka dengan kecanggungan ini.


" Hey, kenapa kalian diam "


Rafie manatap daniel kesal. Dia sedang makan disuapi dengan siti.


" om, alau makan idak boleh bericik " ( om, kalau makan tidak boleh berisik ) tegur rafie. dan itu membuat rendy tertawa. dia menyenggol lengan daniel


" Tuh, Dengerin "


" Hmm " Daniel memasang wajah sebalnya. Rendy menggeleng kan kepalanya. lalu menyantap makanannya. tak lupa ia berdo'a.


Rafie. bocah itu masih sibuk di suapi oleh siti. Daniel yang sedari tadi melihat hal itu. membisikan seseuatu ke telinga rendy.


" Kenapa kakak tidak menikah dengan siti besok saja "


Rendy tersedak mendengar ucapan daniel. rafie yang melihat papanya tersedak. langsung menegur Daniel.


" Om, alau olang cedang makan angan di ajak omong " ( om, kalau orang sedang makan jangan di ajak ngomong )


Daniel memasang wajah tak bersalahnya. Membuat rafie kesal. mereka berdua ribut hebat. membuat orang - orang yang berada di sana menatap ke arah mereka. Rendy. dia tak melerai mereka. sibuk makan.


Siti. jangan tanya. dia terlihat sangat bingung. bingung untuk melerai mereka. Rendy memberi isyarat agar siti diam saja.


dan siti menurut saja. jadilah rafie dan daniel beradu mulut hingga malam.





" maaf pak, saya merepotkan bapak lagi "


" Tidak apa-apa sit "


Rendy dan siti. mereka sedang di dalam mobil. perjalanan ke rumah siti. Rendy memutuskan untuk mengantar siti pulang ke rumahnya. dia tidak mau sampai terjadi sesuatu dengan siti. dia tidak mungkin membiarkan siti pulang larut malam sendirian. Awalnya siti menolak, tapi rendy memaksa. jadinya siti menerimanya dengan pasrah. lumayanlah, jadi dia bisa menghemat tenaga. sepeda siti, rendy menaruhnya di jok belakang mobilnya. muat?. pastilah muat. mobil rendy besar.


bagaimana dengan rafie. bocah itu sudah tertidur di kursi penumpang. karena terlalu lelah beradu mulut dengan daniel.


siti. dia duduk disamping rendy. karena tentu saja rendy yang memaksanya.


beberapa menit perjalanan, akhirnya mereka sampai si rumah siti. siti dan rendy turun dari mobil. rendy mengeluarkan sepeda siti dari jok belakang mobilnya.


mendengar suara mobil berhenti. ibu dan bapak siti keluar dari rumah. mereka menghampiri siti dan rendy. bapak siti, wisman. terkejut siapa yang mengantar putrinya pulang.


" Pak rendy? "


" Pak wisman, apa kabar pak. sudah lama tidak bertemu " Rendy menyalami wisman.


" Ah, iya pak "


" ayo pak rendy, masuk dulu "


" tidak perlu bu, saya langsung pulang saja. sudah malam soalnya "


" ah, begitu ya. terima kasih pak sudah mengantar siti pulang "


" Sama - sama bu, kalau begitu saya pamit "


" Assalamualaikum "


" wa'alaikumsalam "


rendy masuk kedalam mobilnya. menyalakan mesin. beranjak pergi dari sana.


" pak rendy tambah ganteng ya sit " ujar wisman. siti tidak merespon ucapan bapaknya. dia pergi menaruh sepedanya. disamping rumah. lalu masuk kedalam meninggalkan kedua orang taunya.


" hey, kenapa anak itu " tanya wisman pada istrinya,


" Bapak sih pakai acara bilang pak rendy ganteng "


" lah wong pancen ganteng kok " ( lah memang ganteng kok )


" bapak kok ora peka toh " ( bapak kok tidak peka sih )mirna meninggalkan suaminya sendiri di luar.


" peka ya opo toh maksudte " ( peka bagaimana maksudnya )


wisman benar-benar tak mengerti. dia menyusul istrinya.




__ADS_1


TBC... maaf lama update nya.. soalny author lagi sibuk ngerjain tugas classroom.. author bakal usahan in update cepat...🙏🙏🙏


__ADS_2