Duren Manis

Duren Manis
Misi pengejaran


__ADS_3

Bianca mulai bekerja sebagai asisten Mia, ia berpenampilan lebih rapi dan tertutup karena Mia tidak suka melihat penampilan sebelumnya. Ia memakai blazer tertutup sampai leher dan rok panjang menutup lututnya.


Untuk memudahkannya mendekati Ilham, mereka ditempatkan di satu ruangan kerja. Alex memperingatkan Bianca agar tidak terlalu mengganggu Ilham karena pekerjaannya lumayan banyak.


Bianca mencoba menyesuaikan diri dengan pekerjaan barunya. Untungnya ia mengerti cara menggunakan laptop dan printer. Setelah lulus kuliah ia lebih banyak menghabiskan waktu belajar jadi ibu rumah tangga yang baik.


Ia bisa memasak, membuat roti, mengurus rumah dan juga mengurus keluarga. Calon istri idaman banget tapi sayang, standarnya untuk calon suami agak tinggi. Jadi sampai saat ini dia belum juga menemukan orang yang tepat.


Kecuali Alex dan Ilham, Alex termasuk duda limited edition dan Ilham menarik karena auranya memikat perhatian Bianca. Bisa dibilang Ilham termasuk pria yang menolaknya tapi membuat Bianca penasaran.


Bianca senang sekali bekerja berdampingan dengan Ilham, ia mencoba mengajak ngobrol Ilham,


Bianca : "Ilham, nanti siang kamu makan apa?"


Ilham : "Apa saja yang ada di kantin."


Bianca : "Aku bawa bekal, kamu mau makan bekalku?"


Ilham : "Trus nona makan apa?"


Bianca : "Jangan panggil nona, kita kan rekan kerja. Panggil Bianca atau sayang juga boleh..."


Ilham menghentikan pekerjaannya dan menatap Bianca,


Ilham : "Jangan bercanda, cepat selesaikan pekerjaan nona. Kita ada meeting sebentar lagi."


Bianca menatap kecewa pada Ilham, tapi ia berusaha tenang karena baru pertama kalinya mereka bicara. Bianca yakin cepat atau lambat Ilham pasti akan luluh padanya.


Bianca berusaha menyelesaikan pekerjaannya dan menyerahkannya pada Ilham. Ia mengira pekerjaannya sudah benar sampai Ilham menyerahkan kembali pekerjaan itu yang banyak dipenuhi coretan.


Ilham : "Kerjakan lagi yang benar. Saya mau meeting dulu. Tolong catat semua telpon masuk."


Bianca menelan ludahnya mendengar instruksi Ilham, galak banget tapi entah kenapa dia menyukainya. Ia berusaha menyelesaikan pekerjaannya dengan benar sambil sesekali menerima telpon dari luar.


-----


Saat jam makan siang, Bianca merenggangkan ototnya yang kaku. Mia dan Alex baru keluar dari ruang kerjanya untuk makan siang.


Mia : "Bianca, kamu gak makan?"


Bianca : "Aku nunggu Ilham. Dari tadi belum keluar dari ruang meeting."


Alex : "Bukannya Ilham uda keluar duluan tadi. Kamu lihat kan?"


Mia : "Aku gak lihat, mas. Apa dia masih di dalam?"


Bianca berjalan menuju ruang meeting, ia ingin memastikan kalau Ilham benar-benar masih ada disana atau tidak. Ia mengetuk pintu dan membukanya perlahan. Gelap, lampu di ruang meeting sudah dimatikan dan tidak ada seorang pun di dalam sana.


Bianca : "Trus Ilham kemana?"


Alex : "Mungkin sudah ke kantin duluan. Ayo, kita makan, sayang."


Alex merangkul pinggang Mia, berjalan ke lift. Bianca menatap sirik pada keduanya yang tampak mesra.


-----


Di kantin, Alex menarik salah kursi untuk Mia duduk. Hari ini Mia ingin makan soto yang tersedia di kantin kantor Alex. Alex memesan dua porsi soto untuk mereka. Mia melihat sekeliling kantin yang mulai penuh, sosok Ilham ada diantara mereka.


Ilham sedang makan sambil melihat ponselnya. Sesekali ia mengetik sesuatu dengan cepat. Q1 1


Mia : "Mas, Ilham disana tuch."

__ADS_1


Alex : "Biarin aja kenapa sich. Urusan dia juga. Aku disini lebih penting sama kamu."


Mia : "Mas, aku bukannya mau ikut campur. Kalau Bianca bisa sama Ilham, aku kan jadi tenang. Berkurang satu ulet bulu gatel yang ngejar-ngejar kamu."


Alex : "Hehe... Ngomong-ngomong soal bulu, kayaknya yang dibawah uda mulai lebat."


Mia : "Iihh, mas genit. Malu di denger staf-mu, mas."


Alex : "Bodo amat. Aku lagi ngobrol sama istriku. Nah, itu sotonya dateng."


Mia : "Ayo kita makan. Anak mama uda laper banget."


Mereka makan sambil ngobrol, sesekali Alex terlihat menyuapi Mia makan. Kemesraan mereka membuat galau staf jomblo yang juga makan disana.


Setelah selesai makan siang, Mia dan Alex kembali ke ruang kerja mereka. Bianca masih ada di ruang kerja, dan sepertinya belum makan.


Mia : "Bianca, kamu uda makan?"


Bianca : "Belum, aku nunggu Ilham."


Mia : "Tapi Ilham uda makan di kantin, tadi aku lihat disana. Ya kan, mas."


Alex : "Iya."


Bianca : "Oh, gitu ya. Aku akan buat kopi. Kalian mau kopi?"


Alex : "Ya."


Mia : "Nggak. Biar aku yang buat kopi untuk mas Alex."


Bianca : "Ok."


Mia melihat mata Bianca berkaca-kaca, sekilas ia merasa kasian, tapi Alex sudah menariknya masuk ke ruang kerja mereka.


------


Bianca : "Ilham, kamu sudah makan? Aku bawa bekal, kita makan..."


Ilham : "Aku uda makan."


Bianca : "Ih, kamu tega banget ninggalin aku makan."


Ilham : "Cepat makan sana, kita banyak kerjaan."


Bianca meletakkan kopinya sedikit membanting diatas meja. Kopi itu bergejolak dan tumpah membasahi meja dan mengenai dokumen yang ada di atas meja.


Ilham : "Kamu ceroboh sekali! Cepat bersihkan."


Bianca : "Ma... Maaf, aku gak sengaja."


Ilham meneliti satu persatu dokumen yang basah, ia mendengus kesal karena harus mengulang pekerjaannya yang hampir selesai.


Ilham : "Jangan bawa makanan atau minuman ke ruangan ini. Disini banyak dokumen penting. Mengerti."


Bianca : "Baik. Aku permisi."


Bianca sudah tidak kuat menahan air matanya, mengejar pria bisa sangat menyakitkan seperti ini. Meskipun baru hari pertama, rasa sakit yang ia terima sudah cukup menghancurkan hatinya. Ia tidak pernah di tolak, bahkan oleh papanya sekalipun.


-----


Bianca tidak kembali juga setelah ia pergi, bahkan sampai Mia dan Alex mau pulang dan berpamitan pada Ilham.

__ADS_1


Mia : "Loh, Bianca dimana, Ilham?"


Ilham : "Dia pulang duluan."


Mia : "Kamu gak pulang?"


Ilham : "Sebentar lagi, bu."


Mia : "Kami pulang duluan ya. Jangan terlalu malam."


Ilham hanya mengangguk pada Alex dan Mia. Ia harus menyelesaikan apa yang dirusak Bianca tadi malam ini juga.


Setelah beberapa jam, Ilham merasa pegal dan sedikit lapar. Ia ingin makan malam sebentar sebelum melanjutkan pekerjaannya.


Tok, tok, tok... Seseorang mengetuk pintu ruangannya dan Ilham mendapati Bianca berdiri di depan pintu membawa sesuatu yang aromanya sangat enak.


Bianca : "Makan dulu, Ham. Biar aku yang lanjutkan."


Ilham : "Aku sudah bilang..."


Bianca : "Iya, aku tahu. Makanya kamu makan dulu diluar, aku lanjutkan pekerjaanmu."


Bianca memberikan kotak makanan itu pada Ilham dan duduk di kursinya. Ia melihat sampai dimana pekerjaan Ilham dan mulai lanjut menjalankan printer.


Ilham yang menerima kotak makanan itu membawanya keluar ruangan. Ia makan di sofa yang menghadap ke ruangannya. Dari sana ia bisa melihat wajah serius Bianca saat sedang bekerja.


Bianca membantu Ilham menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat dan benar. Ilham yang sudah selesai makan, memeriksa pekerjaan Bianca dan mengangguk puas.


Bianca : "Pekerjaanmu sudah selesai kan? Ayo, kita pulang."


Ilham : "Kenapa kau balik lagi? Bukannya tadi uda pulang?"


Bianca : "Aku sedikit kesal tadi, tapi aku sadar kalau itu juga salahku sendiri. Jadi aku balik lagi untuk bantuin kamu membereskan kekacauan yang kubuat."


Ilham : "Bagus, setidaknya kamu bisa bertanggung jawab."


Bianca : "Ayo, pulang. Aku antar kamu ya."


Ilham : "Gak usah, aku naik ojol. Kamu pulang diantar sopirmu kan?"


Bianca : "Aku nyetir sendiri sich."


Mereka diam untuk beberapa saat, Ilham melirik jam tangannya, sudah hampir jam 10 malam.


Ilham : "Ayo, aku antar pulang."


Bianca : "Apa? Benarkah?"


Ilham : "Cepatlah sebelum aku berubah pikiran. Hitung-hitung terima kasih karena membawakanku makanan."


Bianca mengangguk, ia memberikan kunci mobilnya dan malam itu Ilham mengantar Bianca pulang.


------


Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca novel author ini, jangan lupa juga baca novel author yang lain ‘Menantu untuk Ibu’, ‘Perempuan IDOL’, ‘Jebakan Cinta’ dengan cerita yang tidak kalah seru.


Ingat like, fav, komen, kritik dan sarannya ya para reader.


Vote, vote, vote...!!! Yang uda vote makasi banyak ya...


Dukungan kalian sangat berarti untuk author.

__ADS_1


--------


__ADS_2