Duren Manis

Duren Manis
DM2 – Happy family


__ADS_3

DM2 – Happy family


“Gitu? Bisa emang berhasil?”tanya Rio lagi.


Ia mengangkat bayi Kaori dari car seat dan mengeluarkan keranjang piknik. Ia


melanjutkan ngobrol dengan Kaori seolah bayi itu mengerti apa yang sedang ia


katakan dan pembicaraan mereka cukup nyambung.


Sampai di dalam rumah, Rio bertemu Mia yang


sedang duduk di ruang keluarga. Mia mengulurkan tangannya meminta Kaori.


“Kalian cepet banget pulangnya. Happy


disana?”tanya Mia.


Rio melengos di samping Mia. Gadis yang


baru keluar dari kamar mandi, langsung mencari Alex yang sedang bermain game di


ruang kerjanya. Sebelum ke kamar mandi tadi, Gadis menanyakan keberadaan papa


mertuanya itu pada Mia. Rio melihat Gadis menutup pintu ruangan itu.


“Dia mau ngapain?”tanya Rio.


“Gak tau. Baru dateng langsung nyari papa.


Kaori udah maem? Kamu laper gak?”tanya Mia.


Mb Roh yang mendengar kedatangan Kaori


langsung menyiapkan makanan untuk bayi itu. Ia mengambil alih Kaori dari tangan


Mia untuk disuapi bubur.


“Kalian bertengkar?”tanya Mia.


Rio mengangguk, ia menceritakan apa yang


terjadi tadi termasuk pernikahan Melda dan X yang mendadak. Mia


manggut-manggut, ia cukup terkejut meengetahui kalau X dan Melda memiliki


hubungan sejauh itu. Tapi Mia cepat-cepat menyalahkan Rio yang tidak percaya


pada Gadis.


“Bisa-bisanya kamu nuduh Gadis begitu.


Cepat minta maaf sana.”kata Mia.


“Dia gak mau ngomong sama aku, trus gimana


mah?”rengek Rio seperti anak kecil.


Mia membisikkan sesuatu ke telinga Rio,


pria itu langsung bangkit berdiri dan pergi keluar rumah lagi.


Di dalam ruang kerja Alex,


“Pah, aku boleh ganggu bentar gak?”tanya


Gadis hati-hati.


“Hmm. Apa, Dis? Mau makan sesuatu?”tanya


Alex yang tahu kalau orang ngidam suka makan aneh-aneh.


“Bukan, pah. Gini, tadi kan aku piknik sama


Rio sama Melda juga. Ketemu kak Katty disana. Nah, kak Katty bilang kalau dia


pernah liat Melda. Dia ngasi foto waktu pemakaman Kaori, pah. Melda ada disana


jadi body guardnya kak Katty.”


Alex menekan tombol pause, ia duduk


menghadap ke Gadis. “Maksudmu apa?”tanya Alex.


“Kak Katty penasaran dan bilang mungkin gak


kalau Melda itu dikirim seseorang untuk jadi mata-mata di kantor papa.”


Alex mengatakan kalau begitu siapa yang


mengirimnya dan untuk apa? Selama ini Melda mengerjakan tugasnya jadi

__ADS_1


sekretaris dengan baik. Bahkan membantu Alex menemukan beberapa karyawannya


yang korupsi. Ia juga sangat cekatan mengerjakan semua pekerjaannya.


Gadis juga sempat bilang kalau Katty


terlalu banyak menonton film mata-mata. Tapi ia teringat dengan Kinanti. Apa mungkin


Melda dikirim Kinanti untuk mengawasi mereka? Atau lebih parah lagi untuk


mengambil Kaori dari Gadis.


“Kalau gitu harusnya dia bisa menghancurkan


perusahaan dengan mudah, kan? Hampir semua rahasia perusahaan ada di ruangan Romi


dan dia bisa keluar masuk dengan mudah.”kata Alex.


“Itulah, pah. Aku masih ragu-ragu. Takutnya


kalau beneran ada udang dibalik rempeyek, kan bisa berbahaya, pah. Lagian aneh


kalo udah jadi bodyguard, ngapain alih profesi jadi sekretaris lagi.”kata Gadis


serius.


“Kalau udang di balik rempeyek, yang ada


malah enak dimakan, Dis.”canda Alex melihat wajah serius Gadis. Ia tidak ingin


menantunya itu berpikir terlalu keras dan bisa mempengaruhi kandungannya.


Gadis cemberut karena Alex malah bercanda


disaat dirinya mencoba serius. Alex mengacak rambut Gadis.


“Kamu tuch udah kayak detektif aja. Gini


dech, coba papa kasih dia test ya.”


“Emangnya dia sekolah dikasi test segala.”sambar


Gadis.


“Maksud papa kayak jebakan gitu. Ntar papa


pikirin dech langkah selanjutnya.”


Gadis melengos di sofa, ia sudah cukup


melihat Gadis tidak bicara lagi, kembali melanjutkan game-nya. Ia asyik bermain


game dengan Gadis di sampingnya. Gadis terus menatap layar TV yang menampilkan


permainan game sepak bola itu sampai kantuknya tak tertahan lagi dan ia


tertidur pulas.


Alex tersenyum melihat Gadis tertidur. Ia menekan


pause lagi di stick game dan perlahan mengangkat tubuh Gadis lalu


membaringkannya di tempat tidur. Gadis menggeliat mencari posisi yang nyaman


untuk melanjutkan tidurnya. Sementara Alex lanjut bermain games. Ia berpikir


tentang Melda dan akan melakukan test pada sekretarisnya itu nanti.


Mia yang menunggu Gadis keluar dari ruang


kerja Alex, jadi bingung kenapa Gadis gak keluar juga. Ia beranjak kesana dan


melihat Gadis melungker diatas tempat tidur.


“Sstt... dia ketiduran. Sini, sayang.”panggil


Alex pada Mia.


“Cucumu belum lahir udah nempel terus sama


opa-nya. Gimana dah lahir nanti ya?”tanya Mia.


Mia duduk di samping Alex yang langsung bergeser


duduk di belakang Mia. Ia menanyakan apa yang mereka bicarakan tadi. Alex


mencium leher Mia, tangannya meraba masuk ke balik kaos Mia.


“Itu, Katty bilang sama Gadis kalau Melda


mungkin mata-mata yang kirim Kinanti.”singkat, padat, dan jelas yang dikatakan

__ADS_1


Alex membuat Mia membulatkan matanya kaget.


Saat Mia hampir berteriak, Alex sudah


membungkamnya dengan ciuman yang dalam. Alex menekan tengkuk Mia sampai


istrinya itu tidak bisa melepaskan ciuman mereka. Selain mencium, tentu saja


tangan Alex tidak bisa diam. Ia mencari tempat favoritnya dan ketika


menemukannya, Alex tidak mau berhenti.


“Maa..sss.”lirih Mia di telinga Alex.


“Yank, pindah ke kamar yuk.”ajak Alex


sambil menarik Mia bangun. Mereka keluar dari ruang kerja Alex dan masuk ke


kamar mereka.


Beberapa menit kemudian,


Rio baru kembali dari luar, ditangannya ada


paper bag dan juga bunga mawar. Ia masuk ke dalam rumah sambil celingukan berharap


Gadis tidak memergokinya. Ia melangkah dengan cepat naik ke lantai atas. Sampai


di kamarnya, Rio menutup pintu kamar rapat-rapat dan memulai aksinya.


Setelah menyiapkan kejutan untuk Gadis, Rio


mulai mencari keberadaan istrinya itu. Saat melewati kamar orang tuanya, Rio


berhenti sejenak. Ia berjengit mendengar lenguhan Alex dari dalam sana.


“Dih, gak siang gak malem, hajar trus, pah.”kata


Rio sambil lanjut ke ruang kerja Alex.


Dibukanya pintu perlahan, ia melihat Gadis


tertidur di atas tempat tidur. Rio ikutan juga berbaring di samping Gadis, ia


ingin memeluk istrinya itu.


“Mmm...”gumam Gadis yang terbangung karena


gerakan di tempat tidur.


“Yank, dah bangun ya. Jangan marah lagi


dong. Maaf aku yang salah.”kata Rio merajuk.


Gadis mencibirkan bibir bawahnya yang


langsung dilahap Rio. Gadis memukul-mukul dada Rio, ia ingin melepaskan ciuman


mereka. Tapi Rio malah mengukungnya dengan lengan kurusnya yang tetap kuat.


“Lepasin!”kata Gadis.


“Gak mau! Aku mau peluk kamu. Pengen peluk,


pengen cium.”rajuk Rio.


“Kamu nyebelin!”kata Gadis menunjuk-nunjuk


pipi Rio.


“Maaf!!”kata Rio tidak mau melepaskan


tangannya yang memeluk Gadis.


“Kamu buat aku malu. Disana banyak orang


yang liat kita!”teriak Gadis masih menunjuk-nunjuk Rio.


“Iya, aku tau salah. Maafin ya, sayang.


Bobok lagi.”


Gadis tidak mau tidur lagi, ia menggelitiki


pinggang Rio agar bisa lepas dari pria itu. Gadis bangun dengan cepat dan


keluar dari ruang kerja. Ia langsung naik ke lantai atas menuju kamarnya, saat


ia membuka pintu matanya terbelalak melihat kejutan dari Rio.


*****

__ADS_1


Klik profil author ya, ada novel karya author yang


lainnya loh (jangan lupa tinggalkan jejak kk). Tq.


__ADS_2