
Hal yang sama
“Loh, bukannya
tadi udah dibersihin?”tanya Riri.
Lili menunduk
malu menyadari dia sudah salah ngomong. Dion mengalihkan perhatian semua orang
dengan menghidangkan makan malam mereka. Ia juga mengatakan akan menghias kamar
pengantinnya sendiri nanti. Elo dan Riri tidak berhenti menggoda Lili dan Dion
sepanjang makan malam mereka.
Malam itu, Lili
membantu Dion membereskan kamarnya. Tapi saat Lili ingin membantu Dion menghias
kamar pengantin mereka nantinya, Dion mengatakan akan melakukannya sendiri. Semua
pesanan Dion sudah datang sejak tadi dan Lili kembali ke kamarnya membiarkan
Dion mengunci diri di kamar.
Riri
memperlihatkan semua perlengkapan untuk pernikahan Lili besok dan mereka
beristirahat lebih awal agar bisa bangun lebih pagi.
*****
Gadis sudah kembali bekerja di kantor Alex
seperti biasanya. Ia sedang membereskan berkas untuk meeting Alex dengan client
baru mereka. Saat itu kurir datang membawa sebuket bunga.
“Dari siapa?”tanya Gadis sebelum menerima
bunga itu.
“Silakan dilihat kartunya, nona. Saya hanya
mengantar.”
Gadis mengambil kartu dari bunga itu dan
melihat tulisannya. ‘Untuk calon istriku, dari calon suami yang sangat
mencintaimu.’ Gadis menerima buket bunga itu dan mencium kelopak mawar merah
yang berbau wangi.
“Bisa romantis juga ya. Pasti ada yang nyuruh.”Gadis
mengedarkan pandangannya dan melihat Romi sedang mengintip dirinya. “Tuch, kan
beneran ada yang nyuruh. Tapi gak pa-pa dech.”
Gadis beranjak ke pantry, ia mengambil vas
bunga kosong dan merangkai bunga itu di dalamnya. Ketika kembali dari pantry,
Gadis berpapasan dengan Rio yang baru selesai meeting dengan Thalia, putri
pemilik perusahaan yang menjadi client mereka. Gadis melirik tangan wanita
seksi itu yang melekat erat di lengan Rio.
“Oh, bunga yang cantik. Siapa yang
mengirimnya?”tanya Thalia sambil merebut kartu di tangan Gadis. “Oh, manis
sekali dari calon suamimu ya. Selamat atas pernikahanmu.”
“Terima kasih, nona Thalia.”
“Rio, sekretarismu saja sudah mau menikah.
Kamu kapan?”tanya Thalia dengan genit.
Rio hampir menjawabnya tapi Gadis sudah
__ADS_1
lebih dulu mengatakan kalau Rio masih menunggu waktu yang tepat untuk menikah.
Ia hanya ingin melihat reaksi Rio saat Thalia mendesaknya. Rio hanya menatap
Gadis yang berlalu ke mejanya dan meletakkan vas bunga itu di sudut meja.
Thalia memaksa Rio untuk mengantarnya
kembali ke mobilnya. Ia bahkan hampir membawa Rio dengan paksa kalau ponsel Rio
tidak berdering. Saat Rio kembali ke atas setelah menjawab telpon, ia tidak
melihat Gadis di mejanya. Alex meminta Gadis membereskan mejanya yang
berantakan dan ia akan pergi untuk mengantar Mia dan si kembar imunisasi.
Tanpa sepengetahuan Gadis, Rio masuk ke
ruang kerja Alex setelah papanya pergi. Ia sempat memberi tahu Romi kalau ia
ingin membicarakan sesuatu dengan Gadis dan minta agar mereka tidak diganggu.
“Jangan lama-lama. Lagian Gadis baru saja
keguguran. Apa kau merencanakan sesuatu?”selidik Romi sambil memicingkan
matanya.
“Ach, om. Aku cuma ingin memastikan
sesuatu.”
Gadis menoleh saat Rio mendesaknya di sudut
meja kerja Alex. “Rio, jangan ganggu aku.”
“Apa maksudmu tadi? Kenapa gak bilang kalau
kita yang akan menikah. Aku calon suamimu.”
Gadis meletakkan berkas di tangannya. “Aku
lihat kau sangat nyaman di pelukan wanita itu. Aku tidak mau menghilangkan
senyumannya dari wajahnya. Cepat atau lambat dia juga akan tahu akhirnya.”
“Tidak.”
Rio merangkul pinggang Gadis, mendekatkan
tubuh mereka berdua hingga menempel satu sama lain. “Rio, ini di kantor.
Seseorang bisa masuk...”
“Aku sudah menahannya dari tadi. Cium aku,
Gadis. Kau terlihat cantik membawa bunga itu tadi. Kau suka bunganya.”
“Aku suka bunganya tapi tidak dengan orang
yang memberikannya.” Rio menjauh sedikit, ia menatap mata Gadis yang terlihat
kesal padanya. “Apa kau mengirimkan bunga itu untuk membujukku?”
“Membujuk apa?”
“Jadi kau bisa gampang minta maaf habis
merayu wanita seperti Thalia.”
Rio tersenyum senang, Gadis jelas cemburu
padanya. Ia menarik Gadis masuk ke ruang istirahat Alex. “Rio, kamu mau apa?
Jangan dikunci pintunya. Dokter melarang kita melakukan itu dulu!”
“Aku cuma mau menghukummu sedikit saja.
Kenapa banyak bicara? Apa pikiranmu sekotor itu?”
Wajah Gadis memerah menyadari Rio nyengir
lebar, pria itu hanya ingin menggodanya seperti biasanya. Rio mendekati Gadis,
mencium wanita pujaannya itu sampai nafas mereka tak beraturan. Tubuh Gadis
__ADS_1
gemetar saat Rio mencium daun telinganya.
“Rio, kamu... sudah...”
“Jangan lakukan lagi. Kau calon istriku.
Kita akan menikah sebentar lagi dan tidak memalukan mengakuinya sekarang.”
“Popularitasmu akan turun kalau kita
mengatakannya sekarang. Kau ini diam-diam sangat mirip dengan papamu ya. Banyak
sekali wanita yang masih mengejarnya, meskipun sudah menikah.”
“Jangan sampai mamaku tau, atau mereka akan
ditendang satu per satu.”
“Apa aku akan mengalami hal yang sama? Sibuk
menendang pelakor?”
Gadis duduk bersandar diatas tempat tidur
dengan Rio duduk diantara kakinya. Tangan Rio mulai nakal, mengelus-elus paha
Gadis sampai Gadis harus memukul tangan Rio.
“Aku mau pegang. Sini tanganmu.”Rio mencekal
kedua tangan Gadis ke belakang punggungnya.
“Rio! Geli! Jangan pegang disitu. Ampun.
Rio, jangan!”
Rio menatap wajah merah Gadis dengan
ekspresi menahan geli di pahanya yang terus di elus Rio. Ia melihatnya sebagai
undangan untuk melangkah lebih jauh. Saat Rio hampir melucuti baju Gadis,
ponselnya berdering.
Rio menekan icon hijau di layar ponselnya
dan juga loudspeaker. Suara manja Thalia terdengar dari sana. “Halo Rio, kamu
lupa sesuatu ya?”
“Halo, nona Thalia. Saya lupa apa ya?”
“Proposalnya. Bawa ke rumahku nanti malam
ya.”undang Thalia sambil mendesah gak jelas.
Gadis berusaha melepaskan tangannya yang
masih di cengkram Rio tapi Rio malah sengaja menyentuh area sensitif Gadis
sampai wanita itu mendesah cukup keras.
“Rio! Kamu lagi ngapain sich? Ada siapa
disitu?!” Thalia berteriak kesal.
“Nanti saya kirim ya, nona. Saya sedikit
sibuk sekarang.”
“Tapi...”
Rio menekan tombol merah dan kembali konsen
pada Gadis. “Rio, kamu jangan nakal. Jangan lepas bajuku!”
Keributan di ruang pribadi Alex, menarik
perhatian Alex yang baru kembali dari mengantar Mia dan si kembar. Ia mendekati
pintu ruangan itu, mulai menguping.
*****
Klik profil author ya, ada novel karya author yang
__ADS_1
lainnya loh (jangan lupa tinggalkan jejak kk). Tq.