Duren Manis

Duren Manis
Undangan pesta


__ADS_3

Siang itu, saat Mia


sedang makan siang bersama Nenek dan Mb Minah, kurir datang mengantarkan


sesuatu untuk Mia.


Mia : “Iya, saya


sendiri.”


Kurir : “Silahkan


bu. Permisi.”


Mia menatap kotak


besar di tangannya dengan bingung. Ia mengocoknya sedikit tapi tidak terdengar


apapun. Mia membawa kotak itu ke dalam rumah.


Nenek : “Apa itu,


Mia?”


Mia : “Nggak tau,


bu.”


Nenek : “Coba


buka.”


Mia : “Iya, bu.”


Mia duduk di ruang


keluarga dan mulai membuka kotak itu. Sebuah gaun malam berwarna biru langit


yang sangat cantik muncul dari dalam kotak.


Nenek : “Wow, bagus


banget. Siapa yang ngirim?”


Mia membongkar


kotak itu, mengeluarkan semua isinya. Gaun, sepatu, tas tangan dan sebuah


kartu. Mia membuka kartu itu, “Sayang, pakai ini untuk malam ini. Aku akan


jemput jam 7. With love. Alex.”


Mia : “Dari mas


Alex, bu. Mia mau dijemput jam 7.”


Nenek : “Mau diajak


kemana?”


Mia : “Sepertinya


ke pesta sama relasinya, bu. Mia coba bajunya dulu ya.”


Nenek : “Lanjutin


makan dulu, Mia. Lagi dikit tuch. Ntar si kembar keburu bangun.”


Mia : “Eh, iya bu.”


Mia meletakkan gaun


itu kembali ke dalam kotak dan melanjutkan makan siangnya yang sempat tertunda.


Setelah membantu


membereskan meja makan dan mencuci piring, Mia membawa kotak itu ke dalam


kamarnya. Ia melihat ke dalam boks bayi, si kembar masih anteng tertidur lelap.


Mia membuka kotak


itu dengan tidak sabaran dan segera mengganti pakaiannya dengan gaun itu. Ia


melihat pantulan dirinya di cermin besar.


Mia : “Wow! Pas


sekali.”


Gaun itu membungkus


tubuh Mia dengan sangat baik, membuat lekuk tubuhnya terlihat jelas. Mia


mencoba sepatunya juga yang ternyata sangat nyaman.


Mia : “Mas Alex


pinter banget milihnya.”


Mia tersenyum


senang, ia tidak menghubungi Alex lagi karena memang Alex akan mengajaknya ke


pesta nanti malam.


Mia segera


mengganti pakaiannya lagi ketika dilihatnya baby Reva mulai menggeliat. Ia


segera mengurus bayi kembarnya kembali.


*****


Jam 7 malam, Alex


benar-benar datang untuk menjemputnya. Alex menatap kagum pada sosok Mia yang


sudah siap.


Alex : “Kamu cantik


banget, sayang.”


Mia : “Mas, jangan


lama-lama ya perginya. Kasian mb Minah jagain si kembar sendiri.”


Alex : “Kamu tenang

__ADS_1


aja.”


Tiba-tiba dari


ruang tamu muncul Ilham dan Bianca, Rara dan Arnold juga ada disana.


Bianca : “Hai, hai.


Tante Bianca datang mau jagain baby twin.”


Rara : “Iya, mah.


Mama pergi aja sama papa. Biar si kembar kita yang jagain.”


Mia : “Makasih


banyak ya, Bianca, Ilham. Rara sayang, mama pergi dulu sama papa ya.”


Alex menggandeng


tangan Mia, berjalan keluar rumah. Alex membantu Mia masuk ke mobilnya dan


segera masuk ke mobilnya juga.


Alex : “Sudah siap,


sayang?”


Mia : “Sudah, mas.


Mas kok ganteng banget sich.”


Alex tersenyum


lebar mendengar pujian istrinya. Tangan Alex menarik tangan Mia dan mencium


punggung tangannya. Kening Alex sedikit berkerut mencium bau tangan Mia.


Alex : “Yank, tadi


kamu makan sambel terasi ya. Ditanganmu masih bau sambel.”


Mia : “Masa sich?”


Mia mencium


tangannya sendiri, ia nyengir lebar dan mengambil tisu basah dari dalam tas


tangannya.


Mia : “Hehe... tadi


mb Minah habis buat sambel terasi untuk makan malam, aku kan laper, mas. Jadi


nyobain dikit.”


Alex : “Buyar dech.


Baru mau romantis.”


Mia : “Ayo jalan,


mas. Ntar telat ke pestanya.”


Alex menjalankan


mobilnya dengan kecepatan sedang,


kamu tahu kita mau ke pesta?”


Mia : “Itu... Romi


yang bilang.”


Alex : “Oh, kamu


nanya dia waktu gaunnya nyampe ya? Kenapa gak nelpon aku?”


Mia : “Gak keburu,


mas. Si kembar bangun sich.”


Mia tidak mau


membahas mengenai chat misterius yang ia terima, ia tidak mau merusak malam


yang baik ini dengan pertanyaan-pertanyaan yang akan membuat mereka bertengkar


nantinya.


*****


Alex menghentikan


mobilnya di parkiran sebuah hotel. Sebelum turun, Alex menoleh pada Mia,


Alex : “Sayang,


kamu bawa lipstik gak?”


Mia : “Bawa, mas.


Kenapa?”


Belum sempat Mia


bicara lagi, Alex sudah membungkamnya dengan ciuman yang membuat Mia terlena.


Alex bahkan tidak memberi jeda pada Mia yang mulai kehabisan nafas. Mia


ngos-ngosan diserang Alex,


Alex : “Sayang...


Kau seksi sekali.”


Mia : “Maas....


kita gak masuk?”


Alex : “Kita masuk


bentar aja ya. Habis itu ke kamar.”


Mia : “Jangan, mas.


Ntar kemaleman, kasian si kembar.”


Alex : “...Iya,

__ADS_1


sayang. Ayo kita masuk.”


Alex menuntun Mia


turun dari mobil setelah Mia memperbaiki dandanannya. Alex tersenyum dan


menggandeng tangan Mia masuk ke ballroom tempat pesta kalangan atas itu


dilaksanakan.


Pesta itu adalah


pesta ulang tahun perusahaan salah satu relasi Alex dan Alex mendapat undangan


untuk menghadirinya. Saat beberapa orang teman bisnis Alex melihatnya, mereka


melambaikan tangan pada Alex.


Mia : “Mas, ini


bukan pesta yang biasanya ya?”


Alex : “Iya, ini


rekan bisnisku yang lain. Kamu santai aja.”


Mia mengikuti


langkah kaki Alex mendekati salah satu temannya, mereka menatap Mia dan memuji


kecantikan Mia. Meskipun masih sedikit mekar, tubuh Mia memang bagus, kulitnya


juga putih mulus.


Alex mulai cemburu


melihat cara pria-pria disana menatap tubuh Mia. Para undangan pria kebanyakan


tidak membawa pasangan mereka yang sebenarnya, jadinya tidak ada yang cemburu


melihat kelakuan mereka.


Alex : “Sayang,


kita cari minum yuk.”


Mia : “Ya, mas.”


Alex membawa Mia


mendekati meja yang berisi minuman, seorang pelayan membantu mengambilkan apa


yang mereka butuhkan. Mia meminum minuman yang lebih ringan kadar alkoholnya,


sementara Alex hanya minum softdrink karena harus menyetir.


Alex : “Gak pa-pa


kamu minum itu? Ntar ASI-nya gimana?”


Mia : “Gak pa-pa


kalo dikit cuma buat menghangatkan badan aja, mas. Ya jangan sebotol juga.”


Alex : “Kalau untuk


menghangatkan badan, aku ada caranya.”


Mia tersenyum saat


Alex membisikkan sesuatu padanya, ia memukul pelan dada Alex saat Alex mencium


pipinya. Kemesraan mereka dilihat seseorang yang sejak awal terus memperhatikan


kedatangan mereka tanpa menunjukkan dirinya.


Linda meremas gelas


minuman di tangannya, ia melirik minuman di tangannya dan tersenyum licik.


Linda melihat pelayan datang ke arahnya dan melambaikan tangan padanya,


Linda : “Bantu aku.


Kamu mau uang?”


Linda


memperlihatkan segepok uang di dalam tas tangannya.


Linda : “Kamu lihat


pria yang bersama wanita berbaju biru langit disana?”


Pelayan menoleh


sebentar, memicingkan matanya dan mengangguk.


Linda : “Masukkan


ini ke minuman pria itu dan ikuti mereka. Kalau bisa yang wanita juga. Katakan


mereka bisa beristirahat di kamar 307, ini kartu kamarnya.”


Pelayan itu


mengangguk dan Linda memberikan sebagian uang di dalam tasnya.


Linda : “Kalau kau


berhasil, aku kasi sisanya. Sudah sana.”


Linda tersenyum


licik melihat pelayan itu berjalan mendekati Mia dan Alex.


🌻🌻🌻🌻🌻


Hai, salam buat pembaca semua. Author selalu


menantikan like dan komentar kalian loh. Kasi author semangat dong. Meskipun


gak bisa up banyak, tapi kan kasi semangat buat rutin up gitu.


Author lagi kumat malesnya nich. Jangan lupa vote


juga ya.


Hehe, author banyak banget permintaan...

__ADS_1


Klik profil author buat lihat karya author yang


lainnya ya.


__ADS_2