Duren Manis

Duren Manis
Anak mama dan papa


__ADS_3

Saat Lili mulai


merasa kepedasan, Dion menyodorkan air putih ke hadapannya. Terus mengisi gelas


kosong Lili dengan air sampai Lili merasa lebih baik. Lili mengusap air matanya


yang jatuh lagi. Ia beralasan tidak tahan pedas sehingga menangis seperti itu. Padahal


jauh di dalam lubuk hatinya ia sangat terluka dengan perlakuan manis Dion.


Setelah


selesai makan, Elo mengajak Riri pulang ke rumah besar. Karena Ratna sudah


menunggu mereka untuk mengatakan sesuatu. Lili kembali masuk ke mobil bersama


Dion. Ia tetap tidak mau mengatakan sepatah katapun untuk Dion.


Lili


hanya memperhatikan keadaan sekitar sampai mereka tiba kembali di rumah besar.


Lili keluar lebih dulu dan langsung mengikuti Riri yang ingin mandi dulu. Elo


menunggu Dion keluar dari mobilnya. Sementara Lili membantu Riri yang mau


luluran, Elo mengajak Dion duduk di ruang santai.


Diruang


santai itu banyak terdapat permainan, Elo ingin bertanding sepak bola dengan


Dion. Setelah Dion menyetel permainan yang mereka ingin mainkan, keduanya


memulai pertandingan itu.


*****


Jodi


masuk ke kamar VVIP tempat Kaori dan mamanya menunggu operasi selesai. Tadi


Jodi menjemput Katty pulang dulu agar Katty tidak curiga dan beralasan ada


meeting mendadak dengan client dari luar negeri. Jodi membawakan makanan untuk


mereka berdua.


Jodi : “Mama


sama Kaori makan dulu ya.”


Kaori : “Iya,


kak makasih. Operasinya masih belum selesai ya?”


Jodi : “Belum.


Dokter bilang akan menelpon kalau sudah selesai.”


Mama Kaori


: “Nak Jodi sudah makan?”


Jodi : “Sudah,


mah. Tadi Katty ngajak makan dulu sebelum Jodi balik kesini.”


Kaori


membujuk mamanya agar mau makan, jadi mereka bisa kuat menjaga papa nanti. Setelah


mereka selesai makan, ponsel Jodi berdering. Dokter memberi tahu kalau papa Kaori


sudah dibawa ke ruang ICU dan kondisinya stabil. Mereka hanya perlu menunggu


papa Kaori sadar dari obat bius.


Jodi


menatap dua orang yang sedang menunggu Jodi selesai bicara di telpon.


Jodi : “Papa


sudah di ruang ICU. Operasinya berjalan lancar. Kita tinggal tunggu papa sadar.”


Mama Kaori


langsung memeluk Jodi dan mengucapkan terima kasih pada calon menantunya itu.


Jodi : “Kaori,


kakak bisa kasi tau Katty kan? Kalau papa sudah sadar, kakak gak mau Katty


curiga karena kakak terus beralasan keluar dari rumah.”


Kaori : “Iya,


kak.”


Tapi


Jodi gak perlu mengatakan apapun pada Katty karena pada saat yang bersamaan,


pintu ruang VVIP terbuka dan Rio masuk bersama Katty.

__ADS_1


Rio : “Kaori,


maaf. Aku terciduk...”


Jodi : “Sayang...”


Katty : “Mana


papa?!” tanya Katty dengan nada marah.


Jodi : “Sayang,


tenang dulu. Tolong tenang, papa di ICU. Baru selesai operasi. Kamu kok bisa


kesini?”


Katty : “Bawa


aku kesana.”


Jodi : “Iya,


ayo.”


Jodi


menuntun Katty dan mamanya keluar dari ruang VVIP. Sementara Rio dan Kaori


menyusul di belakang mereka.


Kaori : “Kenapa


kamu bisa datang sama kak Katty?”


Rio : “Aku


baru nyampe disini tadi. Aku gak tahu kenapa kak Katty tau-tau muncul, aku


dicegat dan aku gak bisa ngelak, Ri. Maaf.”


Kaori : “Gak


pa-pa, Rio. Tadi gimana kuliahnya? Ada tugas?”


Rio : “Iya,


ada. Nanti kamu mau nginep disini?”


Kaori : “Iya.


Tapi kayaknya aku pulang dulu dech. Mama kan gak bawa baju.”


Rio : “Nanti


Kaori : “Iya,


sayang. Makasi ya.” Kata Kaori dengan wajah imut.


Rio : “Coba


kita di mobil, udah habis kamu...”


Kaori


memeletkan lidahnya pada Rio. Mereka sudah sampai di depan ruang ICU. Katty


meminta ijin untuk melihat papanya, tapi mereka hanya bisa melihat pasien dari


luar untuk menghindari virus masuk karena papanya baru selesai dioperasi. Jodi mencoba


nego tapi suster malah memohon maaf sambil membungkuk mereka.


Katty hanya


mengangguk, suster membuka korden yang menutup jendela, dan papa Katty terlihat


tertidur diatas bed dengan banyak selang dan peralatan canggih mengelilinginya.


Katty merasa lemas di kedua kakinya melihat papanya masih belum sadar. Mamanya


juga hampir jatuh kalau Rio tidak menahannya.


Rio : “Kaori,


kamu harus kuat. Papamu akan baik-baik saja.”


Rio


takut Kaori bakalan pingsan juga. Rio menuntun mama Kaori duduk di kursi yang


tersedia dan berdiri di samping Kaori. Merangkul bahu kekasihnya itu. Mereka


melihat kondisi papanya stabil dan sedikit bernafas lega. Jodi menuntun Katty


duduk di samping mamanya. Kaori juga duduk disamping mamanya.


Mama : “Nak


Jodi, berapa semua biayanya? Mama akan kasi sertifikat rumah, tolong kasi kami


waktu untuk mengembalikan uang itu.”


Jodi : “Apa


mama mau jual Katty?”

__ADS_1


Mama : “Nggak!


Kenapa kamu ngomong gitu?”


Jodi : “Mama


gak anggap Jodi anak mama dan papa juga ya?”


Katty : “Kamu


nich, jangan buat mama tambah bingung. Intinya apa?”


Jodi : “Mama


gak perlu memikirkan masalah biaya perawatan dan biaya pernikahan Katty. Jodi


sudah ngasi uang pernikahan sama Kaori dan untuk biaya perawatan papa sudah


lunas semuanya.”


Mama menggeleng,


Mama : “Nak,


itu uang yang banyak sekali. Katty, dari mana Jodi dapat uang sebanyak itu?


Kalian baru membeli rumah. Uang darimana, nak?”


Jodi


garuk-garuk kepala, calon mertuanya sama sekali tidak tahu kalau calon


menantunya sangat kaya. Jodi memberi kode pada Katty untuk membantunya bicara.


Katty : “Mah,


Katty sama Jodi yang bayar. Mama tenang aja ya itu semua uang halal. Yang


penting sekarang mama jaga diri. Tunggu papa sadar, ya.”


Mama Katty


memeluk Jodi dan Katty sekali lagi dan mengucapkan banyak sekali terima kasih


dengan air mata berlinang.


*****


Rio


menghentikan mobilnya di rumah Kaori. Mereka langsung turun dan berjalan ke


rumah yang tampak gelap itu. Kaori membuka kunci rumah dengan Rio menyenter


menggunakan ponselnya. Mereka masuk ke ruang tamu yang tampak sederhana tapi


sangat bersih.


Rio : “Kok


sepi? Tanya Rio setelah Kaori menghidupkan lampu di dalam dan luar rumah.


Kaori : “Dirumah


ini cuma tinggal orang tuaku. Ada ART yang datang untuk membersihkan rumah dan


mencuci baju tapi sudah pulang jam 5 sore. Besok datang jam 6 pagi.”


Kaori


masuk ke salah satu kamar dan mengambil pakaian milik mamanya. Ia memasukkannya


ke dalam tas besar. Setelah membawa tas itu keluar, Kaori masuk ke kamarnya


sendiri.


Kaori : “Rio,


aku mau mandi dulu ya. Kamu kalau mau minum, ambil sendiri di dapur ya.”


Rio : “Aku


boleh masuk ke kamar kamu, gak?”


Kaori : “Kamu


mau ngapain?”


Rio : “Cuma


mau liat.”


Kaori


menimbang sesuatu dan membuka pintu lebih lebar. Rio menatap...


🌻🌻🌻🌻🌻


Rio menatap vote


yang kurang banyak dan minta reader buat vote novel ini.


Klik profil author ya, ada novel karya author yang


lainnya loh (jangan lupa tinggalkan jejak kk).

__ADS_1


__ADS_2