
Saat Lili mulai
merasa kepedasan, Dion menyodorkan air putih ke hadapannya. Terus mengisi gelas
kosong Lili dengan air sampai Lili merasa lebih baik. Lili mengusap air matanya
yang jatuh lagi. Ia beralasan tidak tahan pedas sehingga menangis seperti itu. Padahal
jauh di dalam lubuk hatinya ia sangat terluka dengan perlakuan manis Dion.
Setelah
selesai makan, Elo mengajak Riri pulang ke rumah besar. Karena Ratna sudah
menunggu mereka untuk mengatakan sesuatu. Lili kembali masuk ke mobil bersama
Dion. Ia tetap tidak mau mengatakan sepatah katapun untuk Dion.
Lili
hanya memperhatikan keadaan sekitar sampai mereka tiba kembali di rumah besar.
Lili keluar lebih dulu dan langsung mengikuti Riri yang ingin mandi dulu. Elo
menunggu Dion keluar dari mobilnya. Sementara Lili membantu Riri yang mau
luluran, Elo mengajak Dion duduk di ruang santai.
Diruang
santai itu banyak terdapat permainan, Elo ingin bertanding sepak bola dengan
Dion. Setelah Dion menyetel permainan yang mereka ingin mainkan, keduanya
memulai pertandingan itu.
*****
Jodi
masuk ke kamar VVIP tempat Kaori dan mamanya menunggu operasi selesai. Tadi
Jodi menjemput Katty pulang dulu agar Katty tidak curiga dan beralasan ada
meeting mendadak dengan client dari luar negeri. Jodi membawakan makanan untuk
mereka berdua.
Jodi : “Mama
sama Kaori makan dulu ya.”
Kaori : “Iya,
kak makasih. Operasinya masih belum selesai ya?”
Jodi : “Belum.
Dokter bilang akan menelpon kalau sudah selesai.”
Mama Kaori
: “Nak Jodi sudah makan?”
Jodi : “Sudah,
mah. Tadi Katty ngajak makan dulu sebelum Jodi balik kesini.”
Kaori
membujuk mamanya agar mau makan, jadi mereka bisa kuat menjaga papa nanti. Setelah
mereka selesai makan, ponsel Jodi berdering. Dokter memberi tahu kalau papa Kaori
sudah dibawa ke ruang ICU dan kondisinya stabil. Mereka hanya perlu menunggu
papa Kaori sadar dari obat bius.
Jodi
menatap dua orang yang sedang menunggu Jodi selesai bicara di telpon.
Jodi : “Papa
sudah di ruang ICU. Operasinya berjalan lancar. Kita tinggal tunggu papa sadar.”
Mama Kaori
langsung memeluk Jodi dan mengucapkan terima kasih pada calon menantunya itu.
Jodi : “Kaori,
kakak bisa kasi tau Katty kan? Kalau papa sudah sadar, kakak gak mau Katty
curiga karena kakak terus beralasan keluar dari rumah.”
Kaori : “Iya,
kak.”
Tapi
Jodi gak perlu mengatakan apapun pada Katty karena pada saat yang bersamaan,
pintu ruang VVIP terbuka dan Rio masuk bersama Katty.
__ADS_1
Rio : “Kaori,
maaf. Aku terciduk...”
Jodi : “Sayang...”
Katty : “Mana
papa?!” tanya Katty dengan nada marah.
Jodi : “Sayang,
tenang dulu. Tolong tenang, papa di ICU. Baru selesai operasi. Kamu kok bisa
kesini?”
Katty : “Bawa
aku kesana.”
Jodi : “Iya,
ayo.”
Jodi
menuntun Katty dan mamanya keluar dari ruang VVIP. Sementara Rio dan Kaori
menyusul di belakang mereka.
Kaori : “Kenapa
kamu bisa datang sama kak Katty?”
Rio : “Aku
baru nyampe disini tadi. Aku gak tahu kenapa kak Katty tau-tau muncul, aku
dicegat dan aku gak bisa ngelak, Ri. Maaf.”
Kaori : “Gak
pa-pa, Rio. Tadi gimana kuliahnya? Ada tugas?”
Rio : “Iya,
ada. Nanti kamu mau nginep disini?”
Kaori : “Iya.
Tapi kayaknya aku pulang dulu dech. Mama kan gak bawa baju.”
Rio : “Nanti
Kaori : “Iya,
sayang. Makasi ya.” Kata Kaori dengan wajah imut.
Rio : “Coba
kita di mobil, udah habis kamu...”
Kaori
memeletkan lidahnya pada Rio. Mereka sudah sampai di depan ruang ICU. Katty
meminta ijin untuk melihat papanya, tapi mereka hanya bisa melihat pasien dari
luar untuk menghindari virus masuk karena papanya baru selesai dioperasi. Jodi mencoba
nego tapi suster malah memohon maaf sambil membungkuk mereka.
Katty hanya
mengangguk, suster membuka korden yang menutup jendela, dan papa Katty terlihat
tertidur diatas bed dengan banyak selang dan peralatan canggih mengelilinginya.
Katty merasa lemas di kedua kakinya melihat papanya masih belum sadar. Mamanya
juga hampir jatuh kalau Rio tidak menahannya.
Rio : “Kaori,
kamu harus kuat. Papamu akan baik-baik saja.”
Rio
takut Kaori bakalan pingsan juga. Rio menuntun mama Kaori duduk di kursi yang
tersedia dan berdiri di samping Kaori. Merangkul bahu kekasihnya itu. Mereka
melihat kondisi papanya stabil dan sedikit bernafas lega. Jodi menuntun Katty
duduk di samping mamanya. Kaori juga duduk disamping mamanya.
Mama : “Nak
Jodi, berapa semua biayanya? Mama akan kasi sertifikat rumah, tolong kasi kami
waktu untuk mengembalikan uang itu.”
Jodi : “Apa
mama mau jual Katty?”
__ADS_1
Mama : “Nggak!
Kenapa kamu ngomong gitu?”
Jodi : “Mama
gak anggap Jodi anak mama dan papa juga ya?”
Katty : “Kamu
nich, jangan buat mama tambah bingung. Intinya apa?”
Jodi : “Mama
gak perlu memikirkan masalah biaya perawatan dan biaya pernikahan Katty. Jodi
sudah ngasi uang pernikahan sama Kaori dan untuk biaya perawatan papa sudah
lunas semuanya.”
Mama menggeleng,
Mama : “Nak,
itu uang yang banyak sekali. Katty, dari mana Jodi dapat uang sebanyak itu?
Kalian baru membeli rumah. Uang darimana, nak?”
Jodi
garuk-garuk kepala, calon mertuanya sama sekali tidak tahu kalau calon
menantunya sangat kaya. Jodi memberi kode pada Katty untuk membantunya bicara.
Katty : “Mah,
Katty sama Jodi yang bayar. Mama tenang aja ya itu semua uang halal. Yang
penting sekarang mama jaga diri. Tunggu papa sadar, ya.”
Mama Katty
memeluk Jodi dan Katty sekali lagi dan mengucapkan banyak sekali terima kasih
dengan air mata berlinang.
*****
Rio
menghentikan mobilnya di rumah Kaori. Mereka langsung turun dan berjalan ke
rumah yang tampak gelap itu. Kaori membuka kunci rumah dengan Rio menyenter
menggunakan ponselnya. Mereka masuk ke ruang tamu yang tampak sederhana tapi
sangat bersih.
Rio : “Kok
sepi? Tanya Rio setelah Kaori menghidupkan lampu di dalam dan luar rumah.
Kaori : “Dirumah
ini cuma tinggal orang tuaku. Ada ART yang datang untuk membersihkan rumah dan
mencuci baju tapi sudah pulang jam 5 sore. Besok datang jam 6 pagi.”
Kaori
masuk ke salah satu kamar dan mengambil pakaian milik mamanya. Ia memasukkannya
ke dalam tas besar. Setelah membawa tas itu keluar, Kaori masuk ke kamarnya
sendiri.
Kaori : “Rio,
aku mau mandi dulu ya. Kamu kalau mau minum, ambil sendiri di dapur ya.”
Rio : “Aku
boleh masuk ke kamar kamu, gak?”
Kaori : “Kamu
mau ngapain?”
Rio : “Cuma
mau liat.”
Kaori
menimbang sesuatu dan membuka pintu lebih lebar. Rio menatap...
🌻🌻🌻🌻🌻
Rio menatap vote
yang kurang banyak dan minta reader buat vote novel ini.
Klik profil author ya, ada novel karya author yang
lainnya loh (jangan lupa tinggalkan jejak kk).
__ADS_1