
Alex terbangun mendengar suara alarm di ponselnya. Jam 6 pagi, tepat 3 jam lagi, Mia akan jadi istri sahnya.
Alex segera mandi dan bersiap-siap. Seseorang mengetuk pintu kamarnya saat ia baru memakai kemeja putihnya.
Rio muncul dari balik pintu, terlihat tampan dengan jas hitamnya.
Rio : "Papa perlu bantuan?
Alex : "Wow, anak papa ganteng banget. Sini, nak. Papa perlu teman, papa sedikit gugup."
Rio tersenyum melihat ekspresi papanya yang gugup. Ia menatap papanya lewat cermin dan mereka terlihat seperti saudara kembar beda usia.
Wajah keduanya terlihat mirip dengan tatanan rambut yang sama.
Rio membantu papanya memakai dasi dan jas berwarna putih. Mirip dengan pakaian Arnold tapi berbeda sedikit pada bagian ornamennya.
Alex melihat penampilannya di cermin dan tersenyum puas. Ia memeluk pundak Rio sambil berjalan keluar dari kamar pengantinnya yang sudah dihias sejak semalam.
Beberapa bunga akan ditambahkan lagi sebelum malam pengantinnya dengan Mia untuk menambahkan kesegaran kamar itu.
Mereka sarapan bersama karena nenek dan Riri masih di rias. Sementara Rara dan Mia sudah ada di gedung sejak jam 4 pagi untuk dirias.
Mama Mia sudah mengatur penata rias untuk Rara juga.
-------
Jam 8 pagi, Riri sudah selesai dirias dan ganti pakaian. Ia memakai kebaya berwarna gold dan kain coklat. Sedangkan nenek memakai warna senada tapi lebih gelap.
Rio dan Alex menoleh ke tangga saat Riri berjalan menuruninya sambil membawa sebuah tas tangan.
Rio dan Alex : "Wow! Cantik." Keduanya kompak memuji Riri yang memang terlihat cantik.
Sungguh berbeda dengan penampilannya sehari-hari yang selalu memakai kacamata dan rambut tergerai.
Riri : "Ach, bisa aja. Riri emang cantik dari lahir."
Rio : "Hmm... mulai ge-er."
Alex : "Semua sudah siap kan? Ayo kita berangkat."
Rio : "Papa gak sabaran ya."
Alex : "Papa kangen sama mama Mia. Uda 2 hari gak ketemu."
Riri : "Ayo berangkat, kami juga uda kangen sama mama."
Mereka menaiki mini bus yang disewa Alex untuk mengangkut keluarga besar mereka, sementara Alex mengendarai mobilnya.
Iring-iringan mobil pengantin dari pihak Arnold juga sudah siap menunggu mereka di depan rumah.
Arnold tampak mengendarai mobilnya sendiri, ia mengebel menyapa Alex yang melewatinya bersama rombongan pengantin dari pihak Alex.
Mereka beriringan bersama menuju gedung tempat pernikahan mereka akan berlangsung.
__ADS_1
-------
Rara sudah selesai didandani dan sedang dibantu memakai kebaya berwarna putih. Wajahnya merona merah ciri khas calon pengantin wanita yang malu-malu.
Sedangkan Mia belum selesai dirias tapi sudah berpakaian duluan. MUA yang bergantian mengurus mereka tampak bolak-balik diantara sekat ruangan.
Mia dan Rara ditempatkan diruangan yang sama tapi disekat dengan tirai yang cukup besar. Mereka belum diijinkan bertemu muka dan hanya bisa berbicara satu sama lain.
Rara : "Mah... Mama...?"
Mia : "Iya, Ra?"
Rara : "Mama uda selesai?"
Mia : "Kayaknya belum... mama kan gak boleh lihat ke cermin."
Rara : "Iya, Rara juga gak boleh. Ini Rara masih pakai baju pengantin."
Mia : "Kamu gugup, Ra? Suaramu agak aneh."
Rara : "Sedikit mah, gak tau kenapa gugup aja."
Mia : "Mama juga, gak tau dari tadi perut rasanya mules."
Mereka tertawa bersamaan, sampai membuat MUA kebingungan.
Mia : "Hadeh, pasti papamu juga gugup. Kebayang wajahnya kalo lagi tegang."
Rara : "Arnold juga mungkin sama gugupnya. Semoga aja semua lancar ya, mah."
Mereka masih mengobrol tentang banyak hal untuk mengurangi ketegangan yang melanda mereka karena waktu hampir menunjukkan jam 9 pagi.
Mama Mia yang sudah siap, memasuki ruangan tempat mereka berdua. Ia menatap puas ke arah Rara dan Mia yang hampir selesai.
Mama Mia : "Rombongan pihak pengantin pria baru saja datang. Kalian cepat selesaikan ya." Katanya pada MUA yang masih sibuk mengurus Rara.
MUA 1 : "Ok sip. Sebentar lagi selesai."
Mia : "Mah, mas Alex uda datang?"
Mama Mia : "Menurutmu? Dia datang paling pertama dan langsung duduk di meja tempat ijab. Gak sabaran."
Mia : "Hehe... kan kangen mah. Uda 2 hari gak ketemu."
Mama Mia cuma geleng-geleng kepala menyadari tingkat kemesuman anak gadis dan calon menantunya itu.
Mama Mia : "Kalian mau langsung bulan madu atau gimana?"
Mia : "Kalau bulan madu mas Alex bilang baru berangkat lusa, mah. Mau beres-beres di rumah dulu. Lagian, Mia masih ngurus berkas untuk wisuda nanti."
Mama Mia : "Loh, belum selesai juga? Katanya uda daftar."
Mia : "Uda selesai, mah. Tapi ada beberapa berkas lagi yang perlu disiapin. Tinggal Mia serahkan saja ke kampus. Kan kemarin gak boleh keluar rumah."
__ADS_1
Mama Mia : "Ya, sudah. Bajumu sudah mama kirim ke rumah Alex. Kalau ada yang mau dibawa lagi, ambil sendiri ke rumah ya."
Mia : "Iya, mah."
Mama Mia memperhatikan penampilan Mia dan tersenyum. Mia terlihat sangat cantik dengan tata rias pengantin Jawa.
Mama Mia : "Anak mama cantik banget... Kalau uda nikah, jangan lupa sama rumah ya. Sering-sering dateng."
Mia : "Ma, Mia gak bakalan lupa. Mia kan cuma pindah rumah. Mia tetep anak mama kok."
Mia meraih tangan mamanya dan menciumnya perlahan. Mereka tidak bisa berpelukan karena bisa merusak penampilan keduanya.
Akhirnya Mia dan mamanya hanya bisa berpegangan tangan sambil menahan haru. MUA yang merias Mia memperingatkannya untuk tidak menangis karena riasannya bisa rusak.
Rara yang mendengarkan sejak tadi juga ikut terharu tapi ia berusaha menahan tangisannya. Ia berpikir apa mungkin papanya juga merasakan hal yang sama nanti.
Tiba-tiba pintu diketuk seseorang. Nenek dan Riri muncul dari balik pintu. Sementara Rio masih menunggu di depan bersama Alex.
Mama Mia : "Ini Riri sudah datang sama ibu juga. Mama ke depan dulu ya."
Mama Mia menutup pintu setelah Riri mencium tangannya dan ia menjabat tangan nenek.
Riri : "Wow, kakak cantik banget. Mama juga."
Rara : "Ri, kak Arnold uda dateng?"
Riri : "Uda tadi lagi ngobrol sama papa. Kakak kangen ya."
Rara : "Iya dikit."
Riri : "Kangen dikit... kakak abis nikah jangan lupain Riri ya..."
Rara menoleh menatap mata Riri yang sudah berkaca-kaca. Nenek mengelus punggung Rara, tersenyum menatap cucu pertamanya.
Nenek : "Nenek juga jangan dilupain ya. Nanti gak ada yang ngajak nenek shopping ke pasar lagi."
Rara, Riri dan Mia terkikik mendengar kata-kata nenek, masa shopping ke pasar. MUA juga ikut menahan tawanya.
Kali ini Rara tidak bisa menahan air matanya. MUA dengan sabar merapikan kembali dandanan Rara.
-------
Suasana di gedung mulai ramai dan penghulu juga sudah datang. Alex dan Arnold duduk di meja yang sudah di sediakan. Mereka ngobrol bersama penghulu dan para saksi.
Papa Mia yang sudah tiba sejak kemarin, terlihat asyik ngobrol dengan Alex. Karena keterbatasan bahasa, wali nikah Mia jadi beralih ke penghulu sesuai persetujuan papa Mia.
Sedangkan Rara akan dinikahkan langsung oleh Alex. Jadi prosesi pernikahan Alex duluan, dilanjutkan pernikahan Rara dan Arnold.
-------
Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca novel author ini, jangan lupa juga baca novel author yang lain ‘Menantu untuk Ibu’, ‘Perempuan IDOL’, ‘Jebakan Cinta’ dengan cerita yang tidak kalah seru.
Ingat like, fav, komen, kritik dan sarannya ya para reader.
__ADS_1
Dukungan kalian sangat berarti untuk author.
--------