
attention❗❗❗
pada part ini author bakal ngilangin embel-embel pak pada rendy.
semoga kalian suka ya. terima kasih kerena sudah membaca❤❤❤
Happy Reading
••••••
Siti dan rendy, keduanya telah sampai di kediaman siti yang sederhana. Rendy memapah siti keluar dari mobil, ibu siti yang kebetulan keluar dari rumah untuk menjemur pakaian melihat keduanya dengan tatapan bingung, ia keget meilihat putrinya yang lengannya terbalut dengan perban, ia segera menghampiri keduanya.
"Astaghfirullah siti kamu kenapa nak?". Dengan sigap ia mengambil siti dari genggaman rendy
" siti tadi hanya terjatuh bu, tidak apa-apa kok". Yakin siti, meskipun begitu ia sangat khawatir.
" maaf bu, ini semua salah saya, siti terjatuh karena saya ". Sesal rendy, ibu siti menatap pria tersebut, ia membelalakkan matanya terkejut.
" pak rendy, Ya Allah. Bagaimana kabar bapak, siti bilang kalau bapak pindah ke hongkong ". Ibu siti terkejut setelah tau siapa yang mengantarkan siti pulang.
"Saya baik bu. Memang beberapa tahun lalu saya memang pindah ke hongkong karena permintaan orang tua saya, tapi saya pindah kembali ke sini untuk mengurus salah satu cabang perusahaan yang ada di kota ini". Jelas rendy, siti dan sang ibu hanya ber oh ria.
" ayo pak masuk dulu". Ibu siti memapah siti, masuk ke dalam rumah, di ikuti dengan rendy. Rendy terlihat bernostalgia, ia mengingat saat pertama kali ia berkunjung kesini, sampai sekarang tak pernah berubah. Rumah siti yang bercat biru dan dikelilingi oleh tanaman-tanaman hias, pagar kecil yang terbuat dari kayu, dan ruang tamunya tak berubah sama sekali, masih menggunakan kursi leter L. Ibu siti menyuruh rendy duduk disalah satu kursi.
"Ayo pak silahkan kan duduk, saya akan buatkan minum dulu. Siti kamu temanin pak rendy dulu ya". Ibu siti menuju dapur mereka untuk membuatkan rendy kopi. Siti menemani rendy diruang tamu
" rumah kamu sama sekali tidak berubah ya sit, masih sama seperti dulu". Rendy memandang sekeliling rumah siti.
Siti menatap rendy dalam, ternyata dia masih mengingat betul keadaan rumahnya dari dulu. Siti sempat berpikir bahwa rendy sudah lupa akan semua tentangnya, ternyata sama sekali rendy tak melupakan hal itu.
"Iya pak, soalnya kalau seperti ini, terlihat lebih asri, dulu bapak sempat ingin mendekorasi ulang rumah ini, tapi ibu tidak setuju dengan usul bapak". Jelas siti, rendy hanya mengangguk angguk mengerti.
Tak lama kemudian ibu siti datang dengan membawa secangkir kopi dan segelas teh untuk siti, " silahkan pak, diminum kopinya, mumpung masih hangat." ibu siti mempersilahkan rendy mencicipi kopi yang sudah ia buat, rendy tak sungkan untuk meminumnya.
"Rasa kopinya masih sama seperti dulu bu, enak." puji rendy
" bapak bisa aja. masih enakan kopi bikinan siti pak" gurau mirna ibu siti. siti hanya menunduk malu.
" sebelumnya saya minta maaf bu, gara-gara saya siti jadi terluka seperti ini". Rendy terlihat menyesal atas kejadian beberapa jam yang lalu, ibu siti tak mempersalahkan rendy.
" seharunya saya yang minta maaf pak, karena saya mobil bapak jadi lecet." sesal siti,
Siti menjelaskan kepada ibunya, bagaimana dia bisa terluka. Ibu siti hanya senyum memaklumi, mungkin kejadian ini memang sudah kehendak tuhan yang maha kuasa.
" lain kali kalau bersepeda hati-hati, masa kamu tidak malu sama pak rendy, 2 kali loh pak rendy nolongin kamu." goda ibu siti.
Siti jadi teringat beberapa tahun lalu saat ia masih SMP, ketika itu siti pulang dari sekolahnya dengan bersepeda waktu dijalan sepedanya tersandung batu, siti jatuh terjerembab ke semak belukar membuat nya terluka dan ia pun menangis histeris. Seseorang menolongnya dan itu adalah pak rendy, guru nya. Rendy membawa siti pulang kerumahnya, dan waktu itu lah rendy jadi dekat dengan keluarga siti, bahkan jka ada waktu senggang rendy sering berkunjung kerumah nya, untuk sekedar menengok siti dan keluarga.
" bu.." rengek siti, ia terlihat malu jika mengingat kejadian waktu itu. Ibu siti dan rendy tertawa geli, membuat siti semakin malu.
Tiba tiba ponsel rendy berbunyi, ia meminta ijin untuk mengangkatnya,
Assalamualaikum
Wa'alaikumsalam, ada apa Nik?
Mohon maaf pak, meeting dengan klien, akan segera dimulai. Perwakilan dari ZO group sudah hadir
Baiklah saya akan berangkat sekarang, minta perwakilan dari ZO group untuk menunggu sebentar
Baik pak
Rendy menutup telponnya, ia meminta maaf pada siti dan ibunya bahwa ia tidak bisa berlama-lama disini.
" maaf bu, saa tidak bisa berlama-lama, karena sekretaris pribadi saya menelpon, ada rapat penting yang harus saya hadiri". Ujar rendy
"Tidak apa-apa kok pak, saya tau pak rendy pasti sibuk".
__ADS_1
" kalau begitu, saya pamit bu". Setelah rendy berpamitan dengan siti dan ibunya, ia bergegas pergi ke kantornya untuk meeting.
•
•
•
" ibu tidak menduga kalau kamu bisa bertemu dengan pak rendy lagi". Ujar ibu siti, ia membantu siti berbaring ditempat tidur, menyelimuti putrinya.
" siti juga nggak tau bu, siti kira pak rendy sudah bahagia hidup bersama istrinya di hongkong " sahut siti sedih, mirna ibu siti duduk ditepi ranjang, ia menatap putrinya dalam.
"kamu masih suka sama pak rendy ". Tanya mirna, ia berharap rasa itu sudah hilang dalam hati putrinya, mengingat rendy sudah berkeluarga.
Siti mengangguk, mirna menghela napas dalam, " ibu harap kamu bisa menghilangkan rasa itu siti, ibu tidak mau kamu sakit hati ". Siti mengangguk mengerti, meski dalam hati ia tidak rela menghapus rasa yang selama ini telah ada dalam dirinya.
" yasudah, ibu mau menjemur baju dulu, kamu istirahat saja. Kamu sudah menghubungi wali kelas kamu kan?". Tanya mirna, dibalas anggukan oleh siti. Mirna keluar dari kamar siti, lalu menutup pintunya.
Siti bangkit dari ranjangnya, ia menuju meja belajarnya yang berada dipojok kamar, membuka lacinya dan mengeluarkan selembar foto, lalu membawanya ke atas ranjang. Ia menatap foto itu sedih, setetes air matanya keluar. Ia memeluk foto itu, matanya terus mengeluarkan air, siti menangis terisak, menutup mulutnya agar tak mengeluarkan suara. Dia berbaring dia atas ranjang sambil terus menatap foto itu.
ini fotoku pertama kali dengan pak rendy, sebelum ia pindah ke hongkong. Foto ini yang selalu kulihat ketika aku sedang merindukannya, aku tau aku salah telah mencintai orang yang sudah berkeluarga. bahkan orang itu adalah guruku sendiri, Tapi rasa ini semakin lama semakin melekat dalam hatiku, pak rendy adalah cinta pertamaku, yang sampai kapanpun tak akan pernah bisa aku miliki
Siti menatap langit langit kamarnya, sedari tadi ia terus memikirkan rendy. Karena terlalu memikirkan rendy mata siti mulai berat, ia berbaring miring ke kanan, sebab lengan kiri sitilah yang terluka. ia menutup matanya, dan mulai pergi ke alam mimpinya.
•
•
•
" meeting kali ini sudah selesai, untuk proposal yang diajukan ZO group cukup mengesankan, mungkin ada sedikit kekurangan dalam penyampian promosi. kita butuh sesuatu hal yang sangat menarik sehingga bisa memunculkan daya tarik tersendiri. Kita bisa memulai dibidang akomodasi, memunculkan ide-ide baru atau pun tema yang berbeda setiap bulannya, untuk dana yang dikeluarkan kalian tidak perlu khawatir, dengan adanya kas kecil membuat kita cukup terbantu, keuntungan yang kita peroleh nanti akan lebih besar, dari pengeluaran kita cukup dengan bagaimana kita mengelolah dengan baik, insya Allah perusahaan kita akan berkembang pesat. Kerja sama antar perusahaan akan menghasilkan keuntungan yang besar bagi kedua belah pihak. " semua bertepuk tangan setelah meeting ditutup oleh rendy dan sedikit masukan dari rendy, baik YC group dan ZO group sendiri memberi rendy apreasiasi
" anda benar pak kita memang membutuhkan ide-ide baru untuk pengembangan proyek kita, saya sangat setuju atas usul anda " ujar bernard grover perwakilan dari ZO group.
Saya sangat setuju pak
Kami semua setuju pak
" baiklah, proposal ini saya terima. Mulai hari ini YC group dan ZO group menjalin kerja sama dalam bidang akomodasi ". Rendy berjabat tangan dengan bernard grover sebagai tanda persetujuan kerja sama.
Prokk..prokk...prok..prokk..prokk (suara tepuk tangan)
" terima kasih atas kerja samanya pak rendy, saya harap YC group dan ZO group akan berkerja sama dengan baik"
" Aamiiin, semoga kedepannya kerja sama ini akan berjalan lancar. Kebetulan saya juga ingin bertemu dengan CEO ZO group, bisakah anda menyampaikannya kepada CEO ZO group? "
" pasti akan saya sampaikan, CEO kami juga mrminta maaf atas ketidak hadiran dalam meeting kerja sama ini, karena sedang perjalanan bisnis di negara lain"
" saya tidak masalah pak grover "
" baiklah pak kalau begitu kami akan kembali keperusahaan untuk mengurus surat kerjasama ini "
(Singkat cerita mengenai YC group. Yc group adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang akomodasi, perusahaan yang didirikan oleh go yu chen, warga kebangsaan hongkong, memiliki berbagai cabang di berbagai negara, salah satunya di negara kita. YC group memiliki berbagai jenis akomodasi, seperti : Hotel, resort, apartement, guest house, dll. Juga memiliki beberapa swalayan dengan nama perusahaan mereka sendiri, seperti Mall Yu-i di negara hongkong, dan mall Yu-ji di seoul, korea selatan. Sedangkan ZO group adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang properti)
Setelah bernard grover selaku perwakilan ZO group dan para anggota rapat berpamitan, rendy kembali ke ruang kerjanya, menata kembali berkas - berkasnya. disibukkan dengan setumpuk kertas yang berisi tulisan-tulisan yang hanya dia lah yang tau. Membaca sana membaca sini, membolak balik kertas adalah suatu hal biasa baginya. Diluar sedang hujan, tak deras, hanya gerimis, membuat suasana lebih tentram. Ia menghentikan perkerjaan nya, berjalan menuju jendela kaca yang tebal, melihat keluar kaca. Pemandangan kota dari atas terlihat indah, semua nya terlihat dari gedung 50 lantai ini, orang - orang berlalu lalang, meneduh dipinggir kios. Hujan semakin deras, keadaran dijalan mulai renggang, pengguna sepeda motor memilih berdiam di kios kios pinggir jalan. Rendy melihat ke luar dengan pandangan kosong, entah apa yang dipikirkan kan, sehingga ia tidak tau seseorang mengetuk pintu ruang kerjanya.
Tok..tok..tok
Tak ada jawaban dari dalam, membuat seseorang itu lebih keras mengetuk pintu.
Tokk..tokk..tokk
Ketukan yang keras membuat rendy ter sadar dari lamunannya, ia mempersilakan seseorang tersebut masuk. Seorang wanita menggunakan rok span hitam selutut, jas berwarna hitam pula, membawa map biru muda, rambut digerai rapi, tak lupa polesan make up nya yang tebal membuat sedikit elegan penampilan nya.
" ada apa?"
"Ini berkas yang bapak minta "
__ADS_1
"Taruh dimeja saja"
Wanita itu berjalan gontai, menaruh map itu dimeja. ia berdiri disitu enggan keluar.
" ada apa lagi? "
Tak menjawab pertanyaan rendy, wanita itu mendekat, membelai lengan rendy, dipasangnya wajah merayu, bergelayut manja dilengannya. Rendy menepis tangannya, menatap wanita itu garang.
" sudah saya bilang, jangan berlaku seperti ini. Saya tidak suka". Wanita itu mundur, rendy menatapnya tajam, terlihat jelas aura ketegasannya.
" saya hanya berusaha menghibur bapak ". Randy tampak jengkel dengan wanita itu, ia tak memperdulikannya, menyuruh wanita itu keluar. Tapi dengan segala cara wanita itu mencari alasan agar rendy bisa termakan rayuannya.
" saya tau bapak membutuhkan seseorang untuk menghangatkan ranjang bapak ". Kata - kata yang sungguh gila, rendy tak habis pikir bagaimana ia mendapatkan karyawan yang luar biasa gilanya. Sungguh rendy masih normal, tapi ia tak tergoda sama sekali, karena ia sudah dibentengi iman kuat. rendy beristighfar dalam hati. kalau saja wanita itu bukan seorang single parents. mungkin ia sudah dipecat dari perusahaannya. ingatkan dia untuk mengganti karyawan itu dengan yang baru. yang masih waras tentunya.
Dengan nada tegas ia menyuruh wanita itu keluar, dengan pasrah akhirnya wanita itu memilih menyingkir dari hadapan rendy. Rendy segera menutup pintu dan menguncinya, ia kembali kekursinya, sedikit memijat keningnya. Ia membuka laci meja kerjanya, mengambil sebuah bingkai foto, mengusap -usap foto tersebut, menatapnya penuh rindu.
Siti, sekarang kamu sudah dewasa, dulu saya ingat waktu kamu masih kecil, terlihat lucu ketika rambutmu dikuncir dua keatas, terlihat imut dan menggemaskan. Dengan senyum merekah kamu mampu membuat hati saya tidak karuan. Mungkin sudah saatnya saya mengatakan apa yang saya rasakan beberapa tahun ini kepadamu siti. pertemuan singkat kita membuat saya yakin kalau kamu adalah jodoh saya yang sebenarnya.
ponsel rendy berdering, ia menaruh bingkai foto di atas meja, tepat disebelah foto putranya. merogoh saku celananya, mengambil ponselnya dan segera mengangkatkan. ibu nya lah yang menelponnya. jujur ia sangat merindukan wanita yang telah melahirkannya, membesarkannya, dan yang telah merawatnya dengan penuh kasih sayang. ia tersenyum gembira, meskipun sudah beberapa bulan ia tinggal disini, ia masih merasa sendiri jika ibunya tak disampingnya, hari demi hari ia lewati hanya bersama dengan putranya.
'assalamualaikum'
wa'alaikumsalam, el bagaimana kabar kamu nak, ibu sangat rindu padamu.
'alhamdulillah, el baik bu. ibu sendiri bagaimana?'
ibu baik baik saja. hanya hati ibu yang tidak baik karena terlalu merindukan anak-anak ibu.
'ibu tidak perlu khawatir, el akan menjaga diri el dengan baik disini. menjaga rafie juga'.
rafie dimana el, ibu ingin mendengar suaranya.
'rafie sedang sekolah bu. el memasukkan rafie ketaman kanak-kanak'.
benarkan?, ibu senang mendengar nya, dengan begitu rafie bisa beradaptasi dengan baik.
'el harap juga begitu'
kamu sudah bertemu dengan kakak kamu el?
'belum bu rencananya el besok mau kerumah kak sia'.
sampaikan salam ibu pada kakak kamu el
'tentu bu'
el, ayah kamu ingin menjodohkan mu dengan seseorang.
'dengan siapa bu?'
entahlah ibu juga tidak tau. itu masih rencana ayah kamu
'bu, tolong sampaikan pada ayah agar tidak perlu mencarikan el calon istri. el bisa mencarinya sendiri. lagi pula el sudah bertemu dengan seseorang yang akan menjadi teman masa tua el nanti'
siapa el, kasih tau ibu dong. ibu ingin mengenal calon mantu ibu. ibu harap calon mantu ibu bisa menerima semua kekurangan kamu el, dan juga bisa menerima rafie seperti anaknya sendiri.
'itu pasti bu, lain kali el akan mengenalkannya pada ibu dan ayah'.
rendy memutar kursinya. menatap ke luar jendela kaca tebal. ia tersenyum simpul. sejak awal dia sudah merencanakannya dengan sangat matang.
•
•
•
TBC.
__ADS_1