Duren Manis

Duren Manis
Membantu om


__ADS_3

Beberapa hari setelah kesembuhan Rara, Riri, dan


nenek, Alex menagih janji pada Mia. Malam itu di kantornya, Alex menelpon Mia,


Alex : “Halo, Mia?”


Mia : “Ini siapa?”


Alex : “Kamu gak save no-ku?”


Mia : “Om Alex? Ngapain saya save nomor om?”


Alex : “Hei, jangan panggil om dong. Gak enak banget


dengernya, kesannya aku tua banget.”


Mia : “Memang om udah tua kan?”


Alex : “Kamu mau kuhukum lagi? Gini-gini aku


sanggup membuatmu lemes...”


Mia : “Mau dong dilemesin.” Goda Mia dengan


berani karena Alex tidak ada di dekatnya.


Alex : “Benaran boleh?”


Mia : “Om ngapain nelpon?” Mia mengalihkan


pembicaraan, ia takut kalau mereka bertemu, Alex akan benar-benar melakukannya.


Alex : “Aku mau menagih janjimu. Aku minta kamu menemaniku


ke pesta bisnis dan kau harus mengaku kalau kau pacarku.”


Mia : “Apa??!!”


Alex : “Jangan teriak, sayang... Gaunmu akan


dikirim besok siang, untuk ukurannya... aku sedang membayangkan tubuhmu


sekarang..”


Mia : “Iihh, mesum!”


Alex : “Hahahahaha... Jangan lupa bersiap, jam 7


aku jemput. Apa perlu aku ijin sama mamamu?”


Mia : “Gak perlu, Mia bilang sendiri aja. Lagian


gak sampai malam kan?”


Alex : “Cuma sampai jam 10, aku juga gak suka


lama-lama. Jadi kurang waktuku bersamamu, kan?”


Mia : “Om genit ya...”


Alex : “Masih manggil om, panggil mas. Besok


jangan sampai salah lagi.”


Mia : “Iya, mas...”


Alex : “Apa? Coba bilang lagi...”


Tut, tut, tut... Mia memutuskan panggilan karena


malu. Dalam hatinya sudah tidak sabar menunggu besok.


-------


Besok malam, jam 7 kurang, Alex sudah siap di


depan rumah Mia. Mia tidak mengijinkan Alex masuk karena keluarganya akan


menahan Alex lama. Mia berjalan keluar rumah, sementara mamanya mengintip dari


balik jendela.


Alex menatap penampilan Mia yang memukau, gaun


hitam yang dikenakan Mia membalut tubuhnya sangat pas. Belum lagi make up dan


hair do yang mendukung, membuat Alex semakin jatuh hati.


Alex : “’Wow! Cantik sekali. Coba putar. Aku


pintar memilih ukuran kan?”


Mia : “Om, jangan menggodaku.”


Alex : “Apa?”


Mia : “Ups, mas. Sudah siap? Kita berangkat


sekarang?”


Alex : “Tunggu sebentar.”


Alex mengeluarkan sesuatu dari saku celananya,


sebuah kalung yang bersinar dan memakaikannya pada Mia. Alex merapikan kembali

__ADS_1


rambut Mia dan menatapnya,


Alex : “Kau sangat mempesona, ayo pergi.”


Alex membukakan pintu mobilnya dan Mia masuk ke


dalam mobil. Ia memasang sabuk pengaman dan Alex mulai menjalan kan mobilnya


menuju ke sebuah hotel mewah,


Mia : “Mas, apa yang harus kulakukan di pesta


nanti?”


Alex : “Cukup pegang tanganku dan tersenyum, aku


akan mengurus sisanya.”


Mia : “Kenapa kau mengajakku, mas?”


Alex : “Karena aku tak mau mengajak wanita lain


selain kamu. Rekan bisnisku hanya akan mengenalmu sebagai pacarku.”


Mia : “Mas sering ke pesta seperti ini?”


Alex : “Iya, sering tapi selalu sendirian. Gak


mungkin kan ngajak Rara, kebanyakan pakaian wanita yang mereka bawa agak seksi.”


Mia : “Waduh, aku kalah seksi dong, OM...”


Alex menghentikan mobilnya karena lampu merah,


mereka hampir sampai di tempat pesta, tinggal satu perempatan lagi.


Alex : “Aku sengaja memilih gaun yang agak


tertutup seperti ini, agar mereka tidak menatap tubuhmu. Cuma aku yang boleh


melihatnya.”


Mia : “Ih, mas nich. Mana boleh, mas? Kita belum


menikah.”


Alex : “Kalau anak-anak setuju, aku akan


menikahimu. Aku gak mau hanya sekedar status pacaran.”


Mia : “Mas harus memikirkan perasaan anak-anak juga. Terutama perasaan


Rara.”


Alex cuma diam saja, ia merasa terlalu cepat


dirahasiakan sampai saat ini dengan status yang tidak jelas.


-------


Sesampainya di tempat pesta, Alex menyodorkan


lengannya pada Mia yang langsung merangkulnya. Mereka berjalan ke aula hotel,


tempat pesta berlangsung. Pesta itu bukan sekedar pesta bisnis, tapi lebih


mirip pesta sosialita sich karena kebanyakan yang datang adalah pengusaha


sukses dengan wanita mereka yang cantik dan seksi.


Mia : “Mas, banyak pemandangan indah ya.”


Alex : “Kau lebih indah lagi, sayang. Tetaplah di


dekatku dan kasi tahu kalau mau ke toilet.”


Mia : “Apa pesta ini tidak aman?”


Alex : “Aku hanya waspada saja. Mari kita kesana,


teman bisnisku sudah menunggu kita.”


Alex menyapa setiap orang yang mereka lewati,


beberapa pengusaha itu menatap Mia dengan intens. Alex merangkul pinggang Mia


sambil tetap berjalan.


Mereka sampai di meja tempat teman Alex yang


duduk bersama wanita cantik. Alex menyapa temannya dan bergabung, Wanita cantik


itu bernama Amelia, ia istri teman bisnis Alex. Amelia sangat ramah dan mudah


bergaul. Mia merasa nyaman bicara dengannya.


Sepanjang pesta, Alex menarik Mia kesana kemari


untuk menemui relasinya. Mereka mengira kalau Mia adalah pacar Alex, yang


langsung diiyakan oleh Alex. Deg! Jantung Mia gak bisa berhenti berdebar setiap


melihat senyum manis Alex padanya.


-------

__ADS_1


Sebelum pesta usai jam 10 malam, Alex mengajak


Mia keluar dari tempat pesta. Mereka masuk ke mobil Alex dan Mia melepas


sebelah heels yang ia pakai,


Alex : “Kenapa, Mia?”


Mia : ”Kakiku sedikit pegal, mas, eh om. Maaf


saya kebiasaan .”


Alex : “Panggil mas aja.”


Alex ikut membungkuk melepas heels Mia di kaki


satunya, ia memijat betis Mia perlahan, tangannya mulai merayap naik menelurusi


kaki Mia.


Mia : “Eh, mas jangan, biar aku saja.”


Saat mereka bertatapan, tiba-tiba Alex mencium


Mia. Lidah Alex menelusuri bibir dan rongga mulut Mia. Mia mulai membalas ciuman Alex, dengan nafas yang mulai memburu.


Grek! Sandaran kursi Mia turun, memberi mereka


tempat yang lebih leluasa untuk bergerak. Mobil yang bergoyang pelan


tersamarkan suasana parkiran yang sepi dan sedikit gelap.


Mia : “Hmmp.. emmp… Alex… “


Alex : “Aku menginginkanmu, sayang.”


Saat Mia hampir kehabisan nafas karena lumatan


Alex, ciumannya pindah ke leher Mia. ****! Duda yang satu ini sangat lihai


meraba tubuh Mia, membuatnya


terbuai kenikmatan.


Mia : “Kalau terus gini, aku bisa...” kata Mia


dalam hati, sambil menikmati sentuhan Alex pada tubuhnya.


Mia : “Maas, jangan...” Mia mendorong tangan dan tubuh Alex,


sebelum terlambat.


Alex : “Kau sangat cantik, Mia. Boleh aku


memberimu **?”


Mia : “Ja... jangan, mas. Mamaku bisa marah kalau


melihatnya.”


Alex : “Boleh aku mencium dadamu?”


Mia : “Mas mau apa?”


Alex : “Membuatmu lemes...”


Mia meringkuk sampai ke pintu mobil, ia


benar-benar takut kalau Alex memaksanya. Alex mendekatkan wajahnya,


Alex : “Sekarang kau tahu apa akibatnya kalau kau


menggodaku kan?”


Mia : “Ak... aku tidak...”


Alex : “Berani mengelak? Apa ini yang kau


inginkan?”


Tangan Alex meraba masuk ke dalam bagian bawah dress Mia, meremas pahanya,


Mia : “Ak.. maaf mas...”


Alex : “Kau sangat manis, Mia.”


Alex kembali duduk di belakang setir, ia menunggu


Mia tenang dan menaikkan kursinya. Cepat-cepat merapikan penampilannya yang berantakan akibat ulah Alex.


Alex : “Ayo, kita pulang.”


Mia hanya mengangguk sambil tersenyum malu. Kalau Mia tahu menggoda duda yang satu ini, terasa sangat nikmat, dia


akan tetap melakukannya.


-------


Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca novel author ini,


jangan lupa juga baca novel author yang lain ‘Menantu untuk Ibu’, ‘Perempuan


IDOL’, ‘Jebakan Cinta’ dengan cerita yang tidak kalah seru.


Ingat like, fav, komen, kritik dan sarannya ya para reader.

__ADS_1


Dukungan kalian sangat berarti untuk author.


--------


__ADS_2