
Pagi ini, Mia bangun pagi sekali. Ia mandi dengan cepat dan berdandan seadanya. Mia melihat penampilannya dan merasa sangat puas. Meskipun tanpa make up yang berlebihan, Mia masih saja terlihat cantik.
Alex yang baru kembali dari lari paginya, menatap heran pada Mia yang sudah rapi. Biasanya Mia belum mandi, dan bahkan belum bangun sepagi itu.
Mia : "Sayang... Udahan larinya? Aku ikut ke kantor ya."
Alex : "Tumben... Tapi aku ada meeting, gak pa-pa?"
Mia : "Gak boleh ya..."
Mia memasang wajah cemberut yang menggemaskan, Alex benar-benar ingin menyerangnya pagi ini kalau tidak ingat meeting pentingnya.
Alex : "Iihh... Gemes banget. Boleh ikut, kok. Ayo, sarapan dulu. Tunggu aku mandi dulu."
Mia memasukkan ponsel, charger, dompet dan beberapa buku ke dalam tas ranselnya. Sekali lagi ia melihat penampilannya yang terlihat seperti anak kuliahan daripada istri owner.
Alex segera menyelesaikan mandinya dan berpakaian, lagi-lagi ia mengkerutkan keningnya melihat penampilan Mia.
Alex : "Sayang, yakin mau pakai baju itu?"
Mia : "Emang kenapa? Ini nyaman banget."
Mia melambaikan kemeja kebesaran yang dipakainya diatas tank top warna hitam yang seksi. Alex jadi mengkhayal yang tidak-tidak.
Alex : "Tutupin, itu terlalu seksi."
Mia : "Gak keren kalo ditutupin."
Alex membuka lemari pakaiannya, mengambil topinya, ia menata rambut panjang Mia menutupi dadanya dan memakaikan topi itu.
Alex : "Aku gak suka itu kelihatan orang lain. Itu punya aku."
Mia melihat ke arah yang ditunjuk Alex dan menarik kemejanya menutup. Ia nyengir pada Alex yang sudah selesai berpakaian.
Mereka keluar dari kamar dan berkumpul dengan semua orang untuk sarapan. Bahkan si kembar juga heran melihat penampilan Mia.
Rio : "Mama mau ke kampus?"
Mia : "Gak kok, mama mau ikut ke kantor papa."
Rio : "Ngapain mah?"
Riri : "Mau berduaan sama papa. Mama kan ngidam papa."
Semua orang menoleh pada Riri yang sedang menikmati sarapannya. Kadang-kadang kata-kata Riri bisa membuat orang terpana karena memang benar.
__ADS_1
Si kembar siap berangkat diantar nenek dan mb Minah. Arnold juga bersiap ke kantor, ia akan mengantar Rara ke kampus dulu. Alex dan Mia berangkat belakangan setelah mengunci pintu rumah.
Sebuah mobil mengikuti mobil Alex, siapa lagi gerangan yang ingin mengganggu hubungan mereka? Mia memperhatikan mobil di belakang mereka,
Mia : "Mas, kayaknya ada yang ngikutin kita dech."
Alex : "Apalagi sich?! Seingatku aku gak sepopuler itu."
Mia : "Trus itu apa?"
Alex mau gak mau melihat ke kaca spion untuk memastikan kata-kata Mia. Mereka memang diikuti oleh mobil hitam itu.
Mia : "Tapi aku bingung, mas. Kalau memang mas banyak penggemar, kenapa anak-anak gak tahu? Mas gak pernah cerita?"
Alex : "Buat apa aku cerita? Mereka cuma kuanggap teman, gak lebih. Ya mana kutahu kalau ternyata mereka jadi terobsesi sama aku."
Mia : "Jadi sekarang kira-kira siapa?"
Alex : "Coba kita pancing dia ke kantor ya. Berani masuk gak. Nanti aku minta security buat nangkap dia."
Alex mengatur kecepatan agar Mia bisa mencatat nopol mobil yang mengikuti mereka. Ia mengirimkan nopol itu ke orangnya di kepolisian yang langsung melacak pemilik mobil itu.
Tak lama mereka sampai di kantor Alex dan security yang bertugas langsung menghampiri mobil yang mengikuti mereka. Terjadi sedikit keributan di depan kantor Alex saat security menangkap orang dalam mobil itu.
Alex meminta Mia menunggu di lobby bersama karyawannya yang lain sementara ia mendekati keributan itu. Ia kembali setelah mengambil kamera dan juga ponsel laki-laki itu.
Mia : "Siapa lagi ini mas?"
Alex : "Suruhan Stella, Mia. Dia cuma disuruh ngikutin kegiatan kamu."
Mia : "Sini mas, aku mau ngerjain dia."
Mia memeluk Alex, dan mengambil foto dari sudut yang cukup membuat orang salah paham. Mia mengambil beberapa foto tanpa peduli sedang ada dimana mereka saat itu.
Beberapa karyawan dan tamu yang datang jadi malu sendiri melihat kemesraan Alex bersama istri cantiknya itu. Alex bukannya mengingatkan Mia malah mengikuti saja kemauan Mia. Ia sangat menikmati waktunya berduaan dengan Mia.
Setelah mengirimkan foto yang paling sensational ke nomor Stella, Mia baru sadar keberadaan mereka. Ia menatap sekeliling dan tersenyum garing,
Mia : "Mas, aku malu... Cepetan ke atas sekarang."
Alex tertawa mendapat cubitan di lengan dan pinggangnya dari Mia. Ia merangkul pinggang Mia dan membawanya masuk ke dalam lift.
Alex : "Memang kenapa? Tidak ada yang salah dengan apa yang kita lakukan tadi."
Mia : "Tapi aku beneran malu. Apa kata karyawanmu nanti? Istri bosnya agresif sekali. Kyaa...!!"
__ADS_1
Alex memonyongkan bibirnya minta ciuman dari Mia. Mia mendorong tubuh Alex, ia takut ada yang melihat mereka didalam lift.
Alex tidak peduli, ia menarik tengkuk Mia dan melumat bibirnya. Tangannya dengan nakal masuk ke dalam tank top Mia, membuat istrinya mendelik.
Ting! Pintu lift terbuka, Alex melirik pada karyawannya yang langsung melongo melihat bosnya sedang asyik bercumbu di dalam lift. Tidak ada yang berani masuk ke dalam lift dan pintu lift kembali tertutup.
Mia memukul dada Alex agar melepas ciumannya. Ia sudah cukup malu di lobby tadi dan tidak sanggup menahan malu lagi.
Mereka akhirnya sampai di depan ruang kerja Alex, tampak sekretaris Alex menyambut mereka.
Alex : "Tolong siapkan cemilan buah dan susu untuk Mia. Client kita sudah datang?"
Wanda : "Baik, pak. Client kita sudah datang dan sudah menunggu di ruang meeting."
Alex : "Ok. Mia, ayo masuk."
Mia masuk ke ruang kerja Alex dan duduk di sofa. Alex meletakkan tasnya di atas meja kerja, ponselnya berbunyi. Ada notif pesan dari Stella yang mengirimkan foto-foto yang tadi dikirim Mia.
Stella : "Istrimu selingkuh, Lex."
Alex tersenyum melihat pesan itu dan memberikan ponselnya pada Mia.
Alex : "Responnya cepat juga. Aku meeting dulu ya. Cemilanmu akan dikirim segera."
Mia : "Ok sayang, kita balas nanti aja."
Mia tersenyum melihat pesan dari Stella. Ia menekan tombol kamera dan asyik selfie memenuhi galery ponsel Alex.
Selang setengah jam, Wanda masuk ke ruang kerja Alex membawakan cemilan dan susu untuk Mia. Alex masih belum selesai meeting.
Mia menghabiskan waktu dengan membaca buku novel romantis. Ia bersandar dengan nyaman di sofa ruang kerja Alex.
Tapi lama-lama ia merasa bosan, Mia ingin Alex menemaninya. Ketika ia ingin menelpon Alex, ponsel Alex berdering di depannya.
Untung saja Alex segera kembali ke ruang kerjanya, karena Mia sudah hampir menangis frustasi. Mia memeluk erat Alex dan tidak mau melepaskannya sampai setengah jam kemudian. Alex cuma bisa mengikuti kemauan istrinya itu.
------
Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca novel author ini, jangan lupa juga baca novel author yang lain ‘Menantu untuk Ibu’, ‘Perempuan IDOL’, ‘Jebakan Cinta’ dengan cerita yang tidak kalah seru.
Ingat like, fav, komen, kritik dan sarannya ya para reader.
Vote, vote, vote...!!! Yang uda vote makasi banyak ya...
Dukungan kalian sangat berarti untuk author.
__ADS_1
--------