
DM2 – Bahagia sampai akhir (The End)
Rio melangkah mengikuti suster yang menuju ke ruang
bayi, ia sempat menoleh dan melihat
Gadis masih tersenyum kearahnya.
“Gadis, aku cinta kamu!”teriak Rio mengagetkan
semua orang di ruangan bersalin itu.
“Aku juga, Rio.”saut Gadis malu sendiri.
Dokter kandungan yang menangani Gadis sampai
tersenyum simpul mendengar kebucinan Rio. Ia mengajak Gadis ngobrol sampai
tugasnya selesai. Suster membantu merapikan dan membersihkan Gadis. Ia sangat
mengantuk tapi tidak bisa tidur. Gadis ingin melihat anak kembarnya.
“Ibu istirahat dulu disini ya. Sebentar lagi
bayinya dibawa kesini. Sekarang masih dibersihkan dulu.”kata suster sambil
menyelimuti Gadis.
Gadis mengangguk, ia berbaring menyamping menahan
nyeri di luka jahitannya. Seseorang mendatangi Gadis saat ia hampir terlelap.
Mia masuk bersama Aira, mereka menengok keadaan Gadis yang baru habis
melahirkan.
“Mah, dimana bayiku?”tanya Gadis setengah
mengantuk.
“Bentar lagi dibawa kesini. Atau kita ke kamar dulu
ya. Nanti bayinya biar dibawa kesana.”kata Mia.
Mia mengatakan pada suster apa Gadis sudah bisa
pindah ke kamar karena kamarnya sudah siap. Suster itu balik bertanya apa Gadis
sudah bisa bangun dan berjalan. Gadis yang mendengar itu memaksakan dirinya
bangun dan duduk meski terasa nyeri. Suster mendorong kursi roda mendekat dan
membantu Gadis turun dari bed.
Aira mendorong kursi roda Gadis sementara Mia
membawakan tas Gadis. Rio masih sibuk di ruang bayi melihat kedua bayinya yang
sudah selesai dibersihkan. Tak lama setelah Gadis sampai di kamar rawat
inapnya, kedua bayi kembar mereka dibawa masuk oleh suster dan Rio.
Gadis tersenyum menatap kedua bayinya. Suster
membantu mengangkat salah satu bayi itu yang kelihatannya ingin minum. Mia
membantu membuka pakaian Gadis, ketika suster mendekatkan mulut bayi yang
dibedong dengan kain warna biru itu ke dada Gadis.
Gadis meringis merasakan sakit di dadanya saat bayi
itu mulai menyedot dengan kuat. “Bisa dipegang seperti ini ya, bu.”kata suster
mengajari Gadis memegang bayinya.
“Bisa sekalian menyusui dua-duanya, suster? Saya
bawa bantalnya.”tanya Mia.
Suster membantu menggendong bayi satunya lagi yang
dibungkus bedong warna pink. Mia memasangkan bantal ke pinggang Gadis,
membantunya meletakkan kedua bayinya agar bisa menyusu bersama-sama.
Gadis tersenyum senang melihat kedua bayinya minum
__ADS_1
dengan lahap. Suster berpamitan keluar dari ruangan itu. Rio yang melihat kedua
bayinya menyusu pada Gadis, mulai manyun.
”Yah, gak disisain buat papanya nich.”kata Rio
sambil menoel-noel pipi bayi laki-lakinya.
“Gak ada buat papa ya. Sekarang cuma buat dedek
sama kakak aja.”balas Gadis masih tersenyum manis.
Mia tersenyum geli mendengar kata-kata Rio.
Kelakuannya sama persis dengan Alex. Rio mengambil foto kedua bayinya yang
masih asyik menyusu pada Gadis. Ia mengirimkannya pada Alex setelah disensor
sedikit, pada Rara, pada Riri, pada Katty juga. Tak lupa ia kirimkan foto bayi
kembarnya dalam boks yang sama pada Ilham dan Romi. Tak lupa ia mengirimkannya
pada Melda dengan tulisan ‘Bocah asem vs Nenek lampir = dua banding setengah’.
Saat ini Melda sedang hamil anak pertamanya dengan X. Usia kandungannya baru
tiga bulan. Melda jelas marah-marah melihat chat yang dikirim Rio tapi ia
tersenyum manis melihat foto baby twin.
Rara yang menerima foto baby twin, tersenyum lebar
dan memperlihatkan foto itu pada Arnold dan Reynold. “Oh, lucu ya. Itu bayi
laki-laki dan perempuan kan? Namanya Reymond dan Reyna ya?”tanya Reynold pada
Rara. Rara dan Arnold saling pandang. Ia membalas chat Rio menanyakan apa benar
yang dikatakan Reynold.
“Reymond dan Reyna?”gumam Rio disamping Gadis.
“Ach, itu pasti Rey ya? Dia yang ngasi nama dedek
sama kakak. Dedek Reymond dan kakak Reyna.”kata Gadis.
dengan nama itu.
Rio membalas chat Rara dan mengatakan kalau namanya
dedek Reymond dan kakak Reyna. Reynold manggut-manggut dengan bangga saat Rara
memperlihatkan chat Rio padanya.
“Kalau Rey, kapan punya adik?”tanya Reynold.
Rara dan Arnold cuma bisa saling pandang dan
tersenyum satu sama lain.
Riri memperlihatkan foto bayi twin pada Donatello.
“Ello, lihat baby twin sudah lahir.”kata Riri.
“Baby twin? Ello punya adik?”tanya Ello polos.
“Iya, sayang. Adik kembar.”kata Riri.
“Boleh bawa pulang?”tanya Ello ketika melihat kedua
bayi itu.
Riri menjelaskan kalau bayi twin akan pulang ke
rumah oma Mia dan opa Alex. Ello malah merengek minta adik bayi yang bisa
dibawa pulang dan harus sama persis dengan bayi kembar itu. Elo yang baru
datang mendengar permintaan putranya. Ia duduk di samping Riri dan langsung
merengek seperti Ello juga. Riri cuma bisa nyengir sambil menenangkan keduanya.
Katty juga memperlihatkan foto bayi twin pada Keira
dan Jordan. “Wah, kalau bisa punya bayi kembar pasti seru nich.”gumam Katty
yang didengar Jodi.
__ADS_1
“Ayo, mulai. Pasti kita bisa.”kata Jodi semangat
sekali.
Keira dan Jordan cuma bengong menatap kedua orang
tuanya yang bisik-bisik sambil berjalan ke arah kamar mereka.
“Kak, mama sama papa mau kemana?”tanya Jordan
polos.
“Tadi kan mama bilang mau punya bayi kembar.”saut
Keira cuek.
Jordan berjalan ke arah kamar Katty dan Jodi, “Jordan
mau kemana? Sini!”panggil Keira.
“Mau liat bayi kembarnya udah ada, apa belum.”saut
Jordan polos.
Pak Jang langsung memasang barikade dengan mainan
dan sogokan untuk mengalihkan perhatian Jordan.
Alex mengirimkan chat pada Mia, “Yank, jadi gak
bikin adiknya si kembar? Udah lahir nich baby twin.”
“Gak tau, mas,. Tapi aku dah telat sich.”balas Mia.
“Serius nich?”balas Alex.
Mia mengirimkan emoji love yang banyak dan kata
‘ya’ yang banyak juga. Seketika Alex langsung pusing. Ia baru berencana untuk
membangun rumah baru yang saat ini masih berupa tanah kosong. Perlu waktu
setahun untuk membangun rumah mewah itu dan stock dana Alex masih kurang.
Sekarang Mia bilang kalau dirinya sudah terlambat. Chat masuk lagi dari Mia.
“Gak jadi, mas. Aku mens.”
“Horee....!!!”teriak Alex lega. Untung saja gak ada
orang di ruangannya atau mereka akan mengira Alex sudah gila.
Mia dan Aira pergi keluar untuk membeli makan
siang. Rio membantu mengangkat bayi Reymond yang sudah selesai minum. Sementara
Gadis menggendong bayi Reyna.
“Rio, kok kayaknya basah ya.”kata Gadis meraba
bedong bayi Reyna.
Rio dengan sigap meletakkan bayi Reymond dan
memeriksa bedong bayi Reyna. Gadis memperhatikan Rio yang sangat cekatan
mengurus bayi. Ia tersenyum menatap Rio yang sibuk mengganti popok bayi mereka.
“Rio...”panggil Gadis.
“Hmm? Apa sayang?”tanya Rio hampir selesai.
“I love you, papa.”kata Gadis tulus.
“I love you too, mama. Kita bahagia terus sampai
akhir ya sama baby twin.”kata Rio.
Keduanya saling menatap dalam penuh cinta.
The End
*****
Loh, masih penasaran? Mau tau kelanjutan cerita
mereka. Nantikan sequel cerita si kembar Rava dan Reva yang sudah menginjak
__ADS_1
remaja dalam ‘Cinta Kembarku’. Terima kasih atas dukungan reader sekalian.