Duren Manis

Duren Manis
DM2 – Bahagia sampai akhir (The End)


__ADS_3

DM2 – Bahagia sampai akhir (The End)


Rio melangkah mengikuti suster yang menuju ke ruang


bayi, ia sempat menoleh dan  melihat


Gadis masih tersenyum kearahnya.


“Gadis, aku cinta kamu!”teriak Rio mengagetkan


semua orang di ruangan bersalin itu.


“Aku juga, Rio.”saut Gadis malu sendiri.


Dokter kandungan yang menangani Gadis sampai


tersenyum simpul mendengar kebucinan Rio. Ia mengajak Gadis ngobrol sampai


tugasnya selesai. Suster membantu merapikan dan membersihkan Gadis. Ia sangat


mengantuk tapi tidak bisa tidur. Gadis ingin melihat anak kembarnya.


“Ibu istirahat dulu disini ya. Sebentar lagi


bayinya dibawa kesini. Sekarang masih dibersihkan dulu.”kata suster sambil


menyelimuti Gadis.


Gadis mengangguk, ia berbaring menyamping menahan


nyeri di luka jahitannya. Seseorang mendatangi Gadis saat ia hampir terlelap.


Mia masuk bersama Aira, mereka menengok keadaan Gadis yang baru habis


melahirkan.


“Mah, dimana bayiku?”tanya Gadis setengah


mengantuk.


“Bentar lagi dibawa kesini. Atau kita ke kamar dulu


ya. Nanti bayinya biar dibawa kesana.”kata Mia.


Mia mengatakan pada suster apa Gadis sudah bisa


pindah ke kamar karena kamarnya sudah siap. Suster itu balik bertanya apa Gadis


sudah bisa bangun dan berjalan. Gadis yang mendengar itu memaksakan dirinya


bangun dan duduk meski terasa nyeri. Suster mendorong kursi roda mendekat dan


membantu Gadis turun dari bed.


Aira mendorong kursi roda Gadis sementara Mia


membawakan tas Gadis. Rio masih sibuk di ruang bayi melihat kedua bayinya yang


sudah selesai dibersihkan. Tak lama setelah Gadis sampai di kamar rawat


inapnya, kedua bayi kembar mereka dibawa masuk oleh suster dan Rio.


Gadis tersenyum menatap kedua bayinya. Suster


membantu mengangkat salah satu bayi itu yang kelihatannya ingin minum. Mia


membantu membuka pakaian Gadis, ketika suster mendekatkan mulut bayi yang


dibedong dengan kain warna biru itu ke dada Gadis.


Gadis meringis merasakan sakit di dadanya saat bayi


itu mulai menyedot dengan kuat. “Bisa dipegang seperti ini ya, bu.”kata suster


mengajari Gadis memegang bayinya.


“Bisa sekalian menyusui dua-duanya, suster? Saya


bawa bantalnya.”tanya Mia.


Suster membantu menggendong bayi satunya lagi yang


dibungkus bedong warna pink. Mia memasangkan bantal ke pinggang Gadis,


membantunya meletakkan kedua bayinya agar bisa menyusu bersama-sama.


Gadis tersenyum senang melihat kedua bayinya minum

__ADS_1


dengan lahap. Suster berpamitan keluar dari ruangan itu. Rio yang melihat kedua


bayinya menyusu pada Gadis, mulai manyun.


”Yah, gak disisain buat papanya nich.”kata Rio


sambil menoel-noel pipi bayi laki-lakinya.


“Gak ada buat papa ya. Sekarang cuma buat dedek


sama kakak aja.”balas Gadis masih tersenyum manis.


Mia tersenyum geli mendengar kata-kata Rio.


Kelakuannya sama persis dengan Alex. Rio mengambil foto kedua bayinya yang


masih asyik menyusu pada Gadis. Ia mengirimkannya pada Alex setelah disensor


sedikit, pada Rara, pada Riri, pada Katty juga. Tak lupa ia kirimkan foto bayi


kembarnya dalam boks yang sama pada Ilham dan Romi. Tak lupa ia mengirimkannya


pada Melda dengan tulisan ‘Bocah asem vs Nenek lampir = dua banding setengah’.


Saat ini Melda sedang hamil anak pertamanya dengan X. Usia kandungannya baru


tiga bulan. Melda jelas marah-marah melihat chat yang dikirim Rio tapi ia


tersenyum manis melihat foto baby twin.


Rara yang menerima foto baby twin, tersenyum lebar


dan memperlihatkan foto itu pada Arnold dan Reynold. “Oh, lucu ya. Itu bayi


laki-laki dan perempuan kan? Namanya Reymond dan Reyna ya?”tanya Reynold pada


Rara. Rara dan Arnold saling pandang. Ia membalas chat Rio menanyakan apa benar


yang dikatakan Reynold.


“Reymond dan Reyna?”gumam Rio disamping Gadis.


“Ach, itu pasti Rey ya? Dia yang ngasi nama dedek


sama kakak. Dedek Reymond dan kakak Reyna.”kata Gadis.


dengan nama itu.


Rio membalas chat Rara dan mengatakan kalau namanya


dedek Reymond dan kakak Reyna. Reynold manggut-manggut dengan bangga saat Rara


memperlihatkan chat Rio padanya.


“Kalau Rey, kapan punya adik?”tanya Reynold.


Rara dan Arnold cuma bisa saling pandang dan


tersenyum satu sama lain.


Riri memperlihatkan foto bayi twin pada Donatello.


“Ello, lihat baby twin sudah lahir.”kata Riri.


“Baby twin? Ello punya adik?”tanya Ello polos.


“Iya, sayang. Adik kembar.”kata Riri.


“Boleh bawa pulang?”tanya Ello ketika melihat kedua


bayi itu.


Riri menjelaskan kalau bayi twin akan pulang ke


rumah oma Mia dan opa Alex. Ello malah merengek minta adik bayi yang bisa


dibawa pulang dan harus sama persis dengan bayi kembar itu. Elo yang baru


datang mendengar permintaan putranya. Ia duduk di samping Riri dan langsung


merengek seperti Ello juga. Riri cuma bisa nyengir sambil menenangkan keduanya.


Katty juga memperlihatkan foto bayi twin pada Keira


dan Jordan. “Wah, kalau bisa punya bayi kembar pasti seru nich.”gumam Katty


yang didengar Jodi.

__ADS_1


“Ayo, mulai. Pasti kita bisa.”kata Jodi semangat


sekali.


Keira dan Jordan cuma bengong menatap kedua orang


tuanya yang bisik-bisik sambil berjalan ke arah kamar mereka.


“Kak, mama sama papa mau kemana?”tanya Jordan


polos.


“Tadi kan mama bilang mau punya bayi kembar.”saut


Keira cuek.


Jordan berjalan ke arah kamar Katty dan Jodi, “Jordan


mau kemana? Sini!”panggil Keira.


“Mau liat bayi kembarnya udah ada, apa belum.”saut


Jordan polos.


Pak Jang langsung memasang barikade dengan mainan


dan sogokan untuk mengalihkan perhatian Jordan.


Alex mengirimkan chat pada Mia, “Yank, jadi gak


bikin adiknya si kembar? Udah lahir nich baby twin.”


“Gak tau, mas,. Tapi aku dah telat sich.”balas Mia.


“Serius nich?”balas Alex.


Mia mengirimkan emoji love yang banyak dan kata


‘ya’ yang banyak juga. Seketika Alex langsung pusing. Ia baru berencana untuk


membangun rumah baru yang saat ini masih berupa tanah kosong. Perlu waktu


setahun untuk membangun rumah mewah itu dan stock dana Alex masih kurang.


Sekarang Mia bilang kalau dirinya sudah terlambat. Chat masuk lagi dari Mia.


“Gak jadi, mas. Aku mens.”


“Horee....!!!”teriak Alex lega. Untung saja gak ada


orang di ruangannya atau mereka akan mengira Alex sudah gila.


Mia dan Aira pergi keluar untuk membeli makan


siang. Rio membantu mengangkat bayi Reymond yang sudah selesai minum. Sementara


Gadis menggendong bayi Reyna.


“Rio, kok kayaknya basah ya.”kata Gadis meraba


bedong bayi Reyna.


Rio dengan sigap meletakkan bayi Reymond dan


memeriksa bedong bayi Reyna. Gadis memperhatikan Rio yang sangat cekatan


mengurus bayi. Ia tersenyum menatap Rio yang sibuk mengganti popok bayi mereka.


“Rio...”panggil Gadis.


“Hmm? Apa sayang?”tanya Rio hampir selesai.


“I love you, papa.”kata Gadis tulus.


“I love you too, mama. Kita bahagia terus sampai


akhir ya sama baby twin.”kata Rio.


Keduanya saling menatap dalam penuh cinta.


The End


*****


Loh, masih penasaran? Mau tau kelanjutan cerita


mereka. Nantikan sequel cerita si kembar Rava dan Reva yang sudah menginjak

__ADS_1


remaja dalam ‘Cinta Kembarku’. Terima kasih atas dukungan reader sekalian.


__ADS_2