Duren Manis

Duren Manis
Menginap bersama


__ADS_3

Saat tiba waktunya


makan malam, Ratna sudah menunggu Riri dan Elo untuk makan bersama. Mereka


makan malam di meja panjang yang muat hampir 20 orang. Ratna melihat Riri yang


terlihat masih kikuk dengan cara makan ala barat.


Ratna : “Riri,


pelan-pelan saja makannya ya. Nanti Pak Kim yang bantu Riri untuk belajar.”


Riri : “Iya, mah.”


Ratna : “Oh, ya.


Malam ini Riri nginep disini ya. Mama sudah ijin sama mama Mia tadi.”


Riri : “Oh, gitu ya


mah. Mama Mia bilang apa?”


Ratna : “Katanya


gak pa-pa. Tapi besok siang sudah harus pulang. Katanya sudah ada janji sama penjahit


ya.”


Riri : “Iya, mah.


Riri tidurnya sama Lili ya. Riri agak takut kalau tidur sendiri.”


Ratna : “Ach, kamu


sama Angelo tidur sekamar saja.”


Riri : “Apaa?!”


Riri menjatuhkan


garpunya karena kaget mendengar kata-kata Ratna. Ia mengambil garpunya dengan


cepat dan kembali bersikap biasa. Tapi wajahnya sudah merona.


Elo : “Memangnya


boleh, mah?”


Ratna : “Toh,


kalian akan menikah beberapa hari lagi. Kau juga kan sudah janji untuk menjaga


Riri, Angelo.”


Keduanya saling


melirik dan lanjut makan dalam diam.


*****


Sementara itu di


taman belakang, Dion sedang menunggu Lili yang datang sedikit terlambat. Pak


Kim benar-benar menyiapkan dinner sederhana untuk mereka berdua.


Lili : “Maaf aku


telat.”


Dion : “Duduklah.


Kamu terlihat cantik pakai dress itu.”


Lili : “Ya, nona


Riri juga bilang gitu.”


Mereka mulai makan


sambil sesekali saling pandang, Dion memberanikan diri menurunkan hoodie yang


dipakainya dan melihat reaksi Lili.


Lili : “Nona Riri


beneran akan menginap malam ini dan akan sekamar dengan tuan muda.”


Dion : “Apa kau


diperintahkan berjaga? Kau bisa berjaga di kamarku.”


Lili : “Trus kamu


dimana?”


Dion : “Kita bisa


gantian kan?”


Lili : “Ok.”


Mereka melanjutkan


makan dalam diam lagi. Lili terus minum air sambil melihat Dion, ia juga


terlihat gelisah. Dio merasa gara-gara Lili melihat wajah Dion saat makan,


membuatnya tidak nyaman.


Dion : “Kamu


kenapa? Apa karena wajahku?”


Lili : “Bukan, aku


gak ada masalah dengan wajahmu. Ini dagingnya pedas sekali. Aku gak biasa makan


pedas.”


Dion bisa melihat


wajah Lili  memerah menahan pedas di


lidahnya. Dion tersenyum, ia mengulurkan air minumnya yang langsung dihabiskan

__ADS_1


Lili dalam sekali teguk. Dion mengambilkan air minum lagi untuk Lili sampai ia


merasa lebih baik.


Dion : “Jangan


dimakan lagi dagingnya.”


Lili hanya


mengangguk. Mereka menghabiskan makanan yang tersisa sambil sesekali saling


menatap satu sama lain.


*****


Malam itu, Ratna


mengantar Riri dan Elo sampai ke tangga dan menyuruh mereka segera istirahat.


Ratna : “Selamat


malam, sayang.”


Riri : “Malam,


mah.”


Elo : “Malam, mah.”


Keduanya berjalan


menaiki tangga dan berhenti di depan kamar Elo.


Riri : “Mas, apa


harus begini?”


Elo : “Setelah


menikah kita kan harus tidur sekamar. Anggap saja latihan.”


Riri : “Trus kalo


mas khilaf gimana?”


Elo : “Ya, jangan


mikir ke arah sana dong. Atau kamu mau tidur sendiri?”


Riri : “Nggak


berani. Apalagi tadi ketemu tante Dewi.”


Tiba-tiba terdengar


suara teriakan dari lantai bawah, Elo dan Riri melihat ke arah tangga dan


hampir berjalan ke tangga lagi tapi Dion sudah muncul di samping mereka.


Dion : “Jangan


turun.”


Elo : “Itu tadi


Riri : “Kok mirip suara


tante Dewi?”


Dion : “Aku


memberinya sedikit pelajaran. Sudah tidur saja. Cepat masuk ke kamar.”


Dion mendorong Elo


masuk ke kamarnya dan menunggu Riri masuk juga sebelum menutup pintu dan


menghilang lagi. Sementara di lantai bawah terjadi kehebohan karena tante Dewi


histeris seperti melihat hantu.


Riri masih berdiri


di samping pintu kamar Elo. Ia melirik Elo yang sedang mengambil piyama tidur


di atas tempat tidur.


Elo : “Aku ganti


baju dulu ya. Kamu bisa pakai kamar mandinya.”


Elo berjalan masuk


ke walk in closet. Riri melirik piyama tidur itu dan membawanya ke dalam kamar


mandi. Riri berganti baju sambil melamun. Ia melihat sikat gigi baru diletakkan


disana dan memakainya untuk menggosok giginya sampai dua kali.


Rasa gugup semakin


dirasakan Riri yang melihat penampilannya di cermin. Entah kenapa ia merasa


penampilannya akan menggoda Elo. Padahal piyama yang dipakainya hanya piyama


terusan yang terlihat sangat pas di tubuhnya.


Merasa terlalu lama


di dalam kamar mandi, Riri akhirnya keluar juga. Ia melihat Elo duduk bersandar


di tempat tidur sambil bermain dengan ponselnya. Elo yang melihat Riri sudah


keluar, menepuk tempat di sampingnya.


Elo : “Sini, Ri.


Duduk sini.”


Riri berjalan


mendekat sambil meremas-remas tangannya. Ia sangat gugup sampai tidak melihat


tumpukan buku yang disiapkan Elo diatas tempat tidurnya.

__ADS_1


Elo : “Kamu udah


ngantuk?”


Riri : “Belum.”


Elo : “Kalo gitu


kita bisa melakukan sesuatu dulu sebelum tidur.”


Riri : “Apa, mas?!”


Riri berdiri lagi


dari atas tempat tidur. Elo menatap bengong melihat reaksi Riri yang sedikit


berlebihan.


Elo : “Kamu kenapa?


Maksudku kita bisa baca buku dulu. Itu bukunya sudah kupilih yang bagus.”


Riri : “Oh, iya


mas.”


Riri duduk lagi


diatas tempat tidur. Ia memilih salah satu buku dan membaca referensinya


sebentar. Saat akhirnya Riri menjatuhkan pilihan pada salah satu buku, Elo


sudah duduk di belakang Riri dan menariknya agar bersandar pada tubuh Elo.


Riri : “Ma...


mas...”


Elo : “Tenang,


sayang. Kita hanya membaca seperti biasanya.”


Elo mengecup kening


Riri dan menarik dagu kekasihnya itu mendekat. Riri menahan tangan Elo, mereka


saling menatap.


Riri : “Mas, nanti


kelepasan...”


Elo : “Hanya


ciuman, Ri. Aku sudah janji kan.”


Riri : “Sekali saja


ya.”


Elo menarik tengkuk


Riri dan mencium calon istrinya itu dengan sangat lembut. Terhanyut dengan


ciuman Elo, Riri tidak menyadari tubuhnya sudah terbaring di atas tempat tidur.


Riri merasakan tubuhnya di tekan dengan beban berat, membuatnya membuka mata.


Riri : “Mm...


maas...”


Elo : “Hmm?” Elo


tetap menhujani bibir Riri dengan ciuman-ciuman singkat.


Riri : “Maas, udah.”


Elo : “Kita tidur


yuk. Aku udah ngantuk.”


Riri : “Iya, tapi mas


jangan peluk gini dong. Aku sesak.”


Elo melepas


pelukannya pada tubuh Riri dan berbaring di sampingnya. Ia tersenyum sebelum


memejamkan matanya.


Elo : “Selamat


malam, sayangku.”


Riri : “Met malam,


masku.”


Elo sudah lelap


tertidur, sementara Riri masih menatap keluar jendela yang tidak tertutup


korden. Cahaya bulan bisa masuk dengan mudah ke dalam kamar Elo.


Di balkon sebelah


kamar Elo, Dion tersenyum melihat Riri yang menjaga dirinya dari Elo. Di dalam


kamar itu, Dion tampak berdiri di balkon sambil memastikan sekeliling.


Sementara Lili tampak tertidur di atas sofa, sudah berganti pakaian dengan


seragamnya.


🌻🌻🌻🌻🌻


Elo tahan dong,


belum sah. Apa yang terjadi antara Dion dan Lili? Saya gak akan terlalu banyak


membahas calon pasangan ini ya.


Klik profil author ya, ada novel karya author yang

__ADS_1


lainnya loh (jangan lupa tinggalkan jejak kk).


__ADS_2