
Dengan kejadian menggemparkan sebelumnya, pihak kampus memberi Rara cuti kuliah sebulan untuk memulihkan psikis dan fisiknya.
Sementara Mia memang sudah selesai kuliah dan tinggal menunggu wisuda saja.
Menurut hasil penyelidikan, Jodi memang sudah menyusun rencana untuk menjebak Rara. Dan motifnya murni balas dendam karena tidak berhasil mendapatkan Rara sebelumnya.
Pesan yang diterima Rara ternyata dikirimkan Jodi lewat ponsel wakil ketua kelas karena mereka bersaudara kandung. Wakil ketua kelas sama sekali tidak tahu kalau ponselnya dibajak Jodi. Tapi dia tetap diminta datang ke kantor polisi untuk dimintai keterangan.
------
Mia beristirahat di kamarnya, wajahnya masih lebam karena bekas pukulan Jodi. Di beberapa bagian tubuhnya juga terdapat luka dan lebam yang cukup terlihat. Alex sedang menemani Mia disana, ia sengaja membawa laptopnya untuk bekerja sambil menjaga Mia.
Mia : "Mas, kamu gak ke kantor?"
Alex : "Aku tetep kerja kok, tapi gak ke kantor. Kamu mau makan apa?"
Mia : "Mas, kalau gini terus aku bisa gemuk, ntar baju pengantinnya gak muat."
Alex : "Badanmu masih kurus begini, ya meskipun uda montok di beberapa bagian..."
Mia : "Ssttt... mas. Ntar di denger orang, aku gak enak."
Alex : "Emang kenapa? Kita sudah hampir menikah, buat apa malu."
Mia : "... Gimana keadaan Rara, mas?"
Alex : "Dia masih trauma, sekarang lagi di rumah sama Arnold juga. Kadang-kadang tengah malam masih suka kebangun karena mimpi buruk. Untung aja ada Arnold yang selalu jagain dia."
Mia : "Mereka uda tinggal di rumah mas?"
Alex : "Ya, mau gimana lagi. Toh mereka juga akan tinggal disana sama kita."
Mia : "Mas gak khawatir kalau di kembar ngikutin mereka?"
Alex : "Si kembar uda besar. Mereka uda tahu mana baik dan buruk. Lagian mereka juga yang minta Arnold tinggal disana buat jagain Rara."
Mia : "Mas, foto prawedding kita gimana?"
Alex : "Aku uda ganti jadwalnya sampai kamu sembuh, tapi sepertinya gak sempat ya. Gimana kalau fotonya setelah akad, mereka bisa langsung cetak dan dipasang sebelum resepsi dimulai."
Mia : "Aku ikut aja, mas. Wajahku jelek banget ya."
Alex : "Gak, sayang. Tapi lebamnya masih terlihat, aku takut kalau ditutup make-up nanti wajahmu iritasi."
__ADS_1
Alex mengelus pipi Mia dan menciumnya. Ia melakukannya dengan lembut agar tidak menyakiti Mia.
Mia memejamkan matanya merasakan sentuhan lembut Alex, tangannya mulai memeluk tubuh Alex. Ia merindukan pria tampan itu.
Saat ciuman Alex turun ke leher Mia, seseorang mengetuk pintu kamar Mia. Keduanya refleks menjauh dan Alex membukakan pintu.
ART Mia masuk membawakan cemilan untuk mereka berdua, ada kopi dan oranye juice juga.
Mia : "Makasi, mb. Mama uda pulang?"
ART : "Belum, non. Permisi."
Mia menatap Alex yang sedang menyeruput kopinya, ia bergerak ke belakang Alex dan memijat bahunya.
Mia : "Mas, istirahat bentar. Mas gak capek duduk terus dari tadi."
Alex : "Capek sich, aku pengen baring tapi takut kebablasan tidur. Kerjaanku lumayan banyak."
Mia : "Aku bantu ya. Aku bosan cuma diem aja."
Alex bergeser membiarkan Mia duduk di depan laptopnya, ia duduk di belakang Mia sambil memeluk tubuhnya. Mia mendengarkan petunjuk dari Alex tentang apa yang bisa ia lakukan terhadap dokumen di depannya dan mulai bekerja.
Mia berkonsentrasi mengerjakan pekerjaan Alex, membiarkan Alex tetap memeluk tubuhnya dari belakang diselingi keisengan Alex pada tubuhnya. Sesekali Alex menjawab telpon dari client atau staf-nya.
Sampai jam 5 sore, Mia masih anteng bekerja. Ia sudah menyelesaikan hampir semua pekerjaan Alex hari ini dan menyadari tidak ada aktifitas dari Alex dibelakangnya.
Pintu kamar mandi terbuka menimbulkan suara yang menarik perhatian Alex agar bangun dari tidurnya. Ia bisa melihat Mia berdiri di bawah shower kamar mandi.
Alex bangkit dari tidurnya di karpet dan berjalan ke pintu kamar Mia, ia membuka pintu kamar Mia dan hendak berjalan keluar tapi ia mengurungkan niatnya dan malah masuk lagi sambil mengunci pintu kamar itu.
------
Jam 7 malam, Mia dan Alex keluar dari kamar Mia untuk makan malam bersama keluarga Mia. Mama Mia menatap intens pada keduanya yang keluar kamar dengan wajah memerah.
Mama Mia : "Alex, Mia, ayo duduk."
Mereka duduk di meja makan, bertingkah malu-malu seperti pengantin baru. Pasalnya tadi mama Mia sempat mengetuk pintu kamar Mia saat mereka sedang asyik berduaan di kamar mandi.
Kebayang kan gimana paniknya mereka saat itu, untung saja mama Mia cuma mengetuk pintu tanpa menunggu mereka membukakan pintu.
Mia mengambilkan makanan untuk Alex dan melayaninya seperti istri melayani suaminya makan. Kemesraan mereka membuat mama Mia tersenyum tipis.
Mama Mia : "Malam ini Alex mau menginap?"
__ADS_1
Uhuk! uhuk! Alex langsung tersedak mendengar pertanyaan mama Mia. Ia hampir menjawab tidak, tapi ia ingin tahu dimana ia akan ditempatkan kalau menginap di rumah Mia.
Alex : "Kalau boleh, mb..."
Mama Mia : "Iya, boleh. Mia gak pa-pa kan sekamar sama Alex. Toh kalian sebentar lagi menikah."
Mia : "Iya, gak pa-pa mah."
Alex : "Yeess..." Alex berbisik sambil mengepalkan tangannya dibawah meja.
Wajahnya yang tampan tambah sumringah mendengar kata-kata calon mertuanya. Mia mencubit paha Alex yang terlihat sangat gembira.
------
Alex sudah berbaring dengan pose menggoda diatas tempat tidur Mia. Ia masih menunggu Mia mengganti bajunya dengan piyama tidur. Dirinya semakin bersemangat saat melihat Mia memakai piyama tidur yang cukup seksi.
Mia menyisir rambutnya sambil bercermin melihat lebam diwajahnya yang mulai berkurang.
Alex : "Mia, sini dong."
Mia menoleh dan terkikik geli melihat pose Alex yang duduk di atas ranjang, telanjang dada dan cuma pakai boxer.
Mia : "Kenapa, mas? Jangan nakal ya. Ntar kedengeran mama."
Alex : "Siapa juga mau nakal, kamu masih sakit gitu masa kugarap juga."
Mia duduk diatas ranjang dan Alex mulai mengoleskan obat ke pipi Mia. Alex mengelus pipi Mia dengan sayang.
Alex : "Maaf, aku gak bisa jagain kamu sampai kamu luka begini."
Mia : "Bukan salahmu, mas. Untung saja kamu cepat baca chat-ku."
Alex : "Perasaanku sudah gak enak sejak berangkat ke kantor. Tapi aku gak tahu apa yang akan terjadi. Kebetulan juga waktu itu aku gak silent HP, jadi notif chat-mu langsung kedengeran."
Mia : "Maas... aku..."
Alex menatap dalam mata Mia yang sendu, seolah memendam hasrat padanya. Mereka berbaring diatas ranjang dan mulai memberikan sedikit tekanan satu sama lain tanpa bersuara.
-------
Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca novel author ini, jangan lupa juga baca novel author yang lain ‘Menantu untuk Ibu’, ‘Perempuan IDOL’, ‘Jebakan Cinta’ dengan cerita yang tidak kalah seru.
Ingat like, fav, komen, kritik dan sarannya ya para reader.
__ADS_1
Dukungan kalian sangat berarti untuk author.
--------