Duren Manis

Duren Manis
Dikerjain camer


__ADS_3

Kembali lagi ke


rumah Katty yang mulai melempar bantal di sofanya. Ia teringat kata-kata Pak


Anton dan mengepalkan tangannya dengan geram.


Katty : “Bilang mau


nikah sama aku, malah senang-senang sama cewek lain. Brengsek! Harus aku kasi


pelajaran!”


Katty mengambil


kunci mobil dan tasnya, ia bahkan hanya memakai sandal rumahan yang gak jelas saat


masuk ke dalam mobilnya dan menjalankan mobil menuju hotel milik papa Jodi


dengan kecepatan tinggi.


*****


Flash back...


Katty mengetuk


pintu ruang kerja Anton, ia dipersilakan masuk. Kattty membuka pintu lebih


lebar dan melangkah masuk.


Anton : “Katty...


masuk dulu. Bagaimana pekerjaanmu? Sudah selesai?”


Katty : “Sudah, pak


Anton. Saya sudah sampaikan kepada tim beberapa hal yang perlu untuk


dipersiapkan di awal pekerjaan. Dua hari lagi saya akan datang untuk mengecek


pekerjaan mereka.”


Anton : “Bagus


sekali. Kamu sudah kenal Pak Dika, kan. Dia senior di kantor ini dan jadi


pengawas untuk projek kali ini. Kamu bisa tanya dia kalau ada sesuatu yang belum


jelas atau janggal ya.”


Katty : “Baik, pak


Anton.”


Anton : “Katty,


mungkin apa yang saya akan sampaikan sebentar lagi tidak akan mudah kamu


terima.”


Katty : “Ada apa,


pak?”


Anton : “Kita duduk


dulu ya.”


Anton mengajak


Katty duduk di sofa. Anton mengambil nafas panjang sebelum mulai bicara pada


Katty,


Anton : “Begini,


Katty. Saya paham sekali hubungan antara kamu dan Jodi, tentang hubungan yang


saling menguntungkan.”


Katty : “Maksud


bapak?”


Anton : “Saya


langsung saja ke intinya ya, saya sudah menjodohkan Jodi dengan seorang wanita


cantik dan muda. Yah, seumur kamulah. Jodi sudah kenal baik wanita ini dan


sepertinya Jodi tertarik untuk menikahinya.”


Deg! Hati Katty hancur


seketika, ia meremas tas tangannya sampai menimbulkan bekas yang mungkin akan


susah dihilangkan. Anton diam sejenak memperhatikan perubahan pada raut wajah


Katty.


Anton : “Apa kamu


baik-baik saja, Katty?”


Katty : “Ya... apa,


pak? Saya baik... sangat baik.”


Katty mencoba


tersenyum sekilas dan kembali menatap kosong ke depan.


Anton : “Mereka


saat ini sedang dalam perjalanan ke hotel milik saya. Jodi bilang akan dinner


dengan wanita itu di penthouse dan mungkin mereka akan bersenang-senang disana.”


Katty : “Mereka ke


penthouse... Maksud bapak, Jodi akan segera menikah kan?” Katty seolah berkata

__ADS_1


pada dirinya sendiri, tapi ia segera sadar dan balik bertanya pada Pak Anton.


Anton : “Iya,


secepatnya. Mungkin 2 sampai 3 bulan lagi. Kita perlu perlu persiapan yang


matang  kan?”


Katty : “Ach, iya.


Persiapan pernikahan ya...”


Anton : “Apa kamu


bisa membantu persiapannya?”


Katty : “Apa?! Saya


cukup sibuk sih, pak. Lagipula ada WO yang bisa membantu persiapannya, kan?”


Anton : “Sayang


sekali. Padahal Jodi pasti lebih senang kalau kamu juga membantu persiapannya.”


Katty : “Mungkin


juga tidak, pak. Kalau begitu saya permisi dulu, pak Anton. Sampai jumpa lagi.”


Anton : “Kau yakin,


kau baik-baik saja kan? Wajahmu pucat.”


Katty : “Mungkin


saya kecapean, pak. Saya akan pulang dan istirahat. Terima kasih, pak. Saya


permisi dulu.”


Anton : “Ya,


hati-hati di jalan.”


Katty melangkah


dengan gontai menuju lift. Ia menekan tombol ke tempat parkir di bawah dan


segera masuk ke mobilnya. Ia menahan tangisannya dan tidak mau menangis di parkiran


kantor Pak Anton.


Flash back end...


*****


Katty melangkah


dengan cepat memasuki lobby hotel, setelah memarkir mobilnya di tempat parkir.


Ia menghampiri resepsionis yang menatapnya dengan pandangan aneh.


Katty : “Permisi,


Resepsionis : “Silakan,


nona Katty.” Resepsionis mengantar Katty memasuki lift,


Katty : “Tunggu,


dari mana mbak tahu nama saya?”


Resepsionis : “Saya


hanya diminta mengantar nona ke penthouse yang terletak di lantai paling atas


hotel ini. Mohon maaf sebelumnya, apa nona memerlukan waktu untuk memperbaiki


riasan?”


Katty : “Apa?


Kenapa?”


Katty bercermin


pada dinding lift dan berteriak histeris,


Katty : “Aarrgghh!!


Kenapa jelek sekali? Bisa minta tolong hentikan liftnya sebentar?”


Resepsionis : “Baik,


nona.”


Resepsionis itu


menekan tombol berhenti pada lift dan Katty dengan cepat membuka tasnya. Ia


mengeluarkan tas make-upnya dan mulai memperbaiki dandanannya yang sudah gak


jelas karena menangis histeris.


Setelah selesai memperbaiki


riasannya, Katty menyisir rambutnya dengan cepat dan berdiri dengan tegak


kembali. Resepsionis sampai melongo melihat kecantikan Katty, tanpa memperbaiki


make-upnya Katty sebenarnya sudah cantik. Sekarang setelah memperbaiki riasannya,


Katty semakin bertambah cantik.


Katty : “Mbak,


kenapa bengong? Jalan lagi, mbak.”


Resepsionis : “Eh,


maaf nona. Habisnya nona cantik sekali.”


Katty : “Mbak bisa

__ADS_1


aja.”


Ting! Pintu lift


terbuka di lantai penthouse, resepsionis itu mempersilakan Katty masuk dan


menutup pintu lift kembali. Katty menarik nafas panjang, pikirannya kosong, ia


tiba-tiba ragu untuk berjalan masuk.


Bayangannya Jodi


sedang memeluk wanita lain dan menciumnya, mulai membuat darah Katty mendidih.


Katty mengepalkan tangannya, ia harus membereskan masalah ini dan memergoki


Jodi sekarang.


Katty berjalan


mendekati meja makan yang sudah dihiasi lilin dan bunga mawar,


Katty : “Bahkan dia


menyiapkan candle light dinner. Jodi gak pernah ngajak aku candle light dinner.”


Gumam Katty sedih.


Bibir Katty semakin


cemberut, ia ingin menarik kain yang menutupi meja makan itu tapi diurungkan.


Urusannya hanya memergoki Jodi dan meminta penjelasannya saja.


Langkahnya beralih


mendekati kamar yang tertutup.


Katty : “Apa mereka


ada di dalam sini? Kenapa gak kedengeran apa-apa?”


Katty menempelkan


telinganya ke daun pintu dan mencoba mendengarkan apa yang terjadi di dalam.


Sepi. Perlahan Katty memutar handle pintu, ia terpesona melihat dekorasi kamar


yang sangat romantis.


Mata Katty


menyusuri bunga mawar merah yang menghiasi setiap sudut kamar. Bahkan diatas


ranjang juga ada kelopak mawar yang dibentuk hati.


Katty : “Jodi gak


pernah nglakuin ini buat aku. Tapi sama wanita ini, dia sampai menyiapkan ini


semua.”


Mata Katty berhenti


pada lingerie merah yang tergeletak di kaki ranjang. Ia mengangkat lingerie itu


dan tercium wangi parfum Jodi dari sana.


Katty : “Apa kamu


memeluk wanita itu? Saat dia memakai lingerie ini. Hiks. Hiks. Jahat banget...”


Katty mengusap air


matanya, ia melihat sekeliling, hanya ada kemeja dan celana Jodi yang


tergeletak di atas sofa. Ia ingat pakaian Jodi karena selalu dia yang


menyiapkan keperluan Jodi sebelum berangkat ke kantor.


Katty menoleh menatap


pintu terakhir di kamar itu. Pintu kamar mandi, ada suara air dari dalam sana.


Katty : “Kamu pasti


lagi di dalam sana sama wanita itu. Pria brengsek!”


Katty melampiaskan


kekesalannya pada kemeja Jodi yang masih ada di genggamannya. Kemeja itu sampai


sobek, lecek, dan kotor. Ia menghempaskan kemeja Jodi yang udah gak berbentuk


lagi ke bawah sofa dan menginjaknya dengan sadis.


Dengan langkah


cepat, Katty mendekati pintu kamar mandi dan hampir mengetuk pintu dengan


kekesalan yang memuncak, tapi pintu kamar mandi keburu terbuka.


🌻🌻🌻🌻🌻


Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca


novel author ini, jangan lupa juga baca novel author yang lain ‘Menantu untuk


Ibu’, ‘Perempuan IDOL’, ‘Jebakan Cinta’ dengan cerita yang tidak kalah seru.


Ingat like, fav, komen, kritik dan siarannya ya


para reader.


Vote, vote, vote...!!! Yang uda vote makasi banyak


ya..


Dukungan kalian sangat berarti untuk author.


🌲🌲🌲🌲🌲

__ADS_1


__ADS_2