
Sore itu, Rebecca mengantar mereka berempat menemui kakek Elo. Mereka duduk bersama di ruang
makan sambil menikmati cemilan sore dan teh hangat.
Kakek : “Selamat datang, Riri. Dan ini siapa?”
Riri : “Kakek, ini Rio, adik kembar Riri dan Kaori, teman baik Riri.”
Rio : “Kakek, terima kasih sudah mengundang kami kesini.”
Kakek : “Hoho... Anak muda sopan sekali. Semoga kalian bersenang-senang disini ya.”
Elo : “Kakek, kenapa kakek memanggil Elo kesini?”
Kakek : “Angelo, kakek ingin kamu segera berangkat ke negara AS.”
Elo : “Tapi, kek. Riri belum lulus kuliah, Elo gak mau kesana sendiri.”
Tante Dewi : “Kalau Angelo gak mau kesana sendiri, kamu bisa mengajak Elena kesana.”
Elo menarik nafas mencoba mengurangi kekesalan yang mulai melingkupinya melihat kedatangan Tante
Dewi dan Elena.
Kakek : “Oh, apa Elena mau berangkat kesana?”
Elena : “Tentu saja, kakek. Aku bersedia menemani sepupu kesana.”
Elena berjalan mendekati Elo dan menyentuh pundaknya. Elo menghindar dari Elena, ia menatap
tajam tante Dewi yang tersenyum manis.
Elo : “Elo gak mau kesana kecuali sama Riri!”
Riri menyentuh lengan Elo, menenangkan emosinya.
Tante Dewi : “Papa lihat, kan. Angelo jadi liar sejak kenal gadis itu. Dasar gadis liar.”
Rio hampir maju ingin melawan kata-kata Tante Dewi, tapi Riri menghentikannya tepat waktu.
Tante Dewi : “Tuch, lihat saudaranya juga sama saja. Gak sopan.”
Elo : “Tante jangan ikut campur urusanku sama kakek.”
Elena : “Angelo! Jangan bentak mamaku. Mama cuma ingin kita bisa berangkat bersama. Aku akan
membantumu disana.”
Elo : “Kakek bisa mengirim Elena kesana, Elo gak mau tanpa Riri.”
Mama Ratna : “Kalau gitu Elo dan Riri berangkat saja.”
Mama Elo datang tepat waktu sebelum kakek mulai marah dan mengambil keputusan yang salah.
Mama Ratna : “Riri sayang, lama gak ketemu kenapa kamu lebih kurus. Mama akan masak sesuatu
untukmu nanti.”
Tante Dewi : “Ratna, Elena juga baru datang. Kenapa kamu gak masakkan sesuatu juga buat
Elena?”
Elena : “Tante Ratna, kangen dech.”
Elena bergerak hendak memeluk mama Ratna yang langsung menahannya.
Mama Ratna :
“Jangan peluk tante, Elena. Tante lagi gak enak badan, nanti kamu ketularan.”
Riri : “Mama sakit?
Apa sudah ke dokter?”
Elena mundur
selangkah tidak jadi memeluk mama Ratna. Ia sangat takut sakit dan selalu menghindar
dari orang yang sedang sakit.
Mama Ratna : “Mama
sudah membaik berkat Riri. Miss you, dear. Kamu manis sekali.”
Riri tersenyum
manis pada mama Ratna, membuat Elena kesal setengah mati. Satu-satunya cara
hanya membujuk kakek, Elena berjalan mendekati kakek.
Elena : “Kakek,
Elena janji akan membantu Elo bekerja disana.”
Mama Ratna : “Tante
rasa Elena sudah cukup sibuk disini. Ada seseorang yang harus Elena urus disini
kan?”
Elena : “Apa
maksud, tante? Elena gak sibuk kok.”
Mama Ratna : “Oh
ya? Berarti tante salah lihat waktu di salon ya.”
Elena dan Tante
Dewi terdiam, masa iya Ratna melihat Elena di salon bersama Pak Brian.
Mama Ratna : “Ratna
juga mau Elo ditemani Riri, pah. Masalah kuliah, Ratna rasa Riri cukup kompeten
untuk kuliah di kampus yang sama dengan Elo.”
Kakek : “Jadi Elena
sibuk ya. Kalau Riri tidak keberatan, mau pergi sama Angelo?”
Riri menatap semua
orang disana, dan juga Rio.
Rio : “Kalau kamu
yakin, pergi saja. Ini kesempatan bagus untuk pendidikanmu, Ri. Aku bantu
ngomong sama papa.”
Riri : “Iya, kek.
Riri mau. Tapi harus ijin orang tua Riri dulu.”
Elo : “Aku akan
bicara dengan papamu, Ri. Kita harus menikah.”
Riri : “Menikah?!!”
Mama Ratna :
“Yeeiii... punya mantu juga.”
Kakek : “Bagus,
__ADS_1
bagus.”
Kegembiraan mereka,
membuat Elena dan Tante Dewi putar otak untuk menggagalkan rencana Elo menikahi
Riri.
🌸🌸🌸🌸🌸
Jodi melirik Katty
yang sejak tadi sibuk menatap layar ponselnya. Ia bergerak mendekati Katty,
duduk di sampingnya. Katty masih asyik menatap layar ponselnya.
Jodi : “Kamu
ngapain sih? Asyik banget.”
Katty : “Lagi
ngepoin Pak Brian.”
Jodi : “Ngapain
kamu ngepoin dia?” Jodi mulai gak sabaran dan mengambil ponsel Katty.
Ia melihat
foto-foto pak Brian bersama seorang wanita yang hot banget.
Jodi : “Besar juga
ya.”
Jodi membandingkan
ukuran dada Katty dengan wanita yang duduk di pangkuan Pak Brian.
Katty : “Ish, dasar
laki-laki mesum!”
Jodi : “Tapi pasti
gak asli. Mana ada yang bisa sebesar itu dengan alami. Gak kayak kamu, pasti
besar dengan alami.”
Jodi menekan dada
Katty, membuat wanita itu kesal dan mengambil ponselnya lagi.
Katty : “Sudah,
jangan ganggu aku.”
Jodi : “Kamu gak
boleh liat pria lain kalau sama aku. Sini.”
Jodi melemparkan
ponsel Katty ke sofa di sampingnya. Ia menahan tubuh Katty agar tidak beranjak
dan mulai menyusupkan tangannya ke balik kaos Katty.
Katty : “Jodi,
jangan disini.”
Jodi : “Kenapa?
Disini cuma ada kita, kita bisa melakukannya dimana saja.”
Katty sampai terlepas dari tubuhnya. Ia mengangkat tubuh Katty agar duduk di
pangkuannya. Katty menahan tubuhnya saat Jodi mulai menyusuri leher dan
dadanya.
Katty : “Lakukan
cepat.”
Jodi : “Mana
asyiknya kalau cepat-cepat.”
Katty : “Tanteku...
mau datang...”
Jodi : “Oh, well.
I’ll do my best.”
Katty merasakan
nafas panas Jodi berhembus di daerah sensitifnya. Ia hanya pasrah menikmati
sentuhan Jodi sampai lupa menyuruh Jodi memakai pengaman.
Setelah menuntaskan
hasratnya dan berhasil membuat Katty menjerit keenakan, Jodi membawa Katty ke
dalam kamar mandi. Mereka mandi bersama, sampai bel pintu rumah berbunyi.
Katty : “Jodi,
bukain pintunya dong. Aku belum selesai nich.”
Jodi : “Iya,
sabar.”
Jodi memakai
kembali pakaiannya dengan cepat dan keluar dengan rambut yang masih basah. Ia
mengibaskan rambutnya sebentar sebelum membuka pintu. Kening Jodi mengkerut
melihat perempuan cantik berhijab berdiri di depannya, sekilas mirip dengan
Katty.
Anisa : “Selamat
sore, maaf ini benar rumahnya Katty?”
Jodi : “Oh,
tantenya Katty ya?”
Anisa : “Iya, saya
Anisa. Kattynya ada?”
Jodi : “Masuk dulu,
tante. Silakan duduk.”
Jodi bingung
melihat tantenya Katty terlihat muda sekali. Katty yang sudah selesai mandi,
__ADS_1
segera keluar dari kamar.
Katty : “Tante, apa
kabar?”
Anisa : “Katty, aku
baik. Gimana kabarmu? Ini suamimu?”
Katty : “Ini Jodi,
tante. Dia...”
Jodi : “Saya Jodi,
tante. Calon suaminya Katty.”
Anisa : “Oh, calon
suami. Mamamu kok gak pernah cerita ya?”
Katty : “Jangan
bilang mama ya, tante. Katty belum bilang sama mama.”
Anisa : “Tapi orang
tua Jodi, uda setuju kan?”
Jodi : “Setuju,
tante. Tapi ada syaratnya, Katty disuruh kerja sama papa dulu. Kalau capai
target, baru dech akan dipertimbangkan. Mana Kattynya belum setuju lagi. Saya
dengan terpaksa harus membuatnya hamil dulu, biar mau nikah sama saya.”
Jodi sudah berdiri
dan berjalan ke arah dapur sebelum Katty mencubit lengannya karena bicara
terlalu banyak.
Anisa : “Beneran,
Katty?”
Katty : “Gitu dech,
tante. Katty pusing ach, mikirin itu. Makanya gak berani ngasi tau mama.”
Anisa : “Aku lihat
dia sangat mencintai kamu, Katty. Terima aja lamarannya.”
Katty : “Katty
masih terlalu muda buat nikah, tante. Tante aja belum nikah sampai sekarang.”
Anisa : “Tante
jangan ditungguin, kebanyakan laki-laki yang ngejar tante ngajaknya pacaran
melulu. Belum ada yang serius nglamar.”
Katty : “Kalau ada
yang nglamar, tante mau terima?”
Anisa : “Tergantung
juga. Baik gak, agamanya bagus gak, kan harus seiman juga. Dan juga punya
pekerjaan yang bagus.”
Katty : “Banyak banget
syaratnya, kapan dong tante ketemu jodoh kalo gitu.”
Ting, tong! Suara
bel pintu terdengar lagi. Jodi berjalan cepat membawa nampan berisi 2 cangkir
teh dan meletakkannya di meja di depan Katty.
Jodi : “Silakan
diminum, tante. Saya buka pintu dulu.”
Katty : “Siapa yang
dateng?”
Jodi : “Guntur.”
Jodi membuka pintu
dan masuk bersama Guntur.
Guntur : “Selamat
sore, Bu Katty. Selamat sore...”
Jodi menoleh
menatap Guntur yang bengong melihat Anisa. Katty juga bingung melihat Anisa
bengong menatap Guntur.
Anisa : “Guntur?”
Guntur : “Anisa?”
Jodi : “Kalian
saling kenal?”
Katty : “Tante udah
kenal?”
Jodi saling pandang
dengan Katty melihat kebetulan ini.
🌻🌻🌻🌻🌻
Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk
membaca novel author ini, jangan lupa juga baca novel author yang lain ‘Menantu
untuk Ibu’, ‘Perempuan IDOL’, ‘Jebakan Cinta’ dengan cerita yang tidak kalah
seru.
Ingat like, fav, komen, kritik dan
siarannya ya para reader.
Vote, vote, vote...!!! Yang uda vote makasi
banyak ya..
Dukungan kalian sangat berarti untuk
author.
__ADS_1
🌲🌲🌲🌲🌲