Duren Manis

Duren Manis
Mengejar target


__ADS_3

Mia membaringkan baby Reva di samping baby Rava yang sudah tertidur pulas di box bayi mereka. Mia ikut berbaring di samping mereka sambil merenggangkan pinggangnya yang kaku.


Tadi setelah Elo pulang, Alex meminta Kaori dan Riri untuk beristirahat. Rio menggendong Rara masuk ke dalam kamarnya bersama Alex. Setelah itu Rio juga langsung naik ke lantai 2.


Alex menggendong baby Rava ke kamar dan Mia menyusulnya membawa baby Reva.


Alex : "Sayang..."


Mia : "Apa, mas?"


Alex : "Aku kangen.."


Mia : "Belum bisa, mas. Aku masih..."


Alex : "Aku tau. Aku pusing dengan masalah anak-anak."


Mia : "Anak-anak baik-baik aja kok. Memang Rio sedikit kelewatan, tapi dia kan lagi puber. Riri juga, aku lihat Elo bisa dipercaya. Aku lebih khawatir sama Rara. Padahal Arnold udah sadar, tapi mereka masih saja berjauhan."


Alex : "Dokternya bilang apa?"


Mia : "Kata Rara masih sama saja, mas."


Alex beranjak memeluk pinggang Mia. Ia mencium pundak Mia yang terbuka karena Mia cuma pakai tank top mini.


Alex : "Kalau terus gitu, mendingan Arnold tinggal disini. Diatas kan masih ada kamar kosong."


Mia : "Coba aku tanya Rara, ya mas. Bentar, aku mau cek anaknya dulu."


Mia beranjak keluar kamar dan berjalan ke kamar Rara. Ia membuka pintu kamar dengan hati-hatiΒ  dan melihat Rara tertidur lelap. Ia tidur sambil memeluk foto Arnold.


Mia membetulkan letak kaki Rara yang sudah berpindah tempat dari atas bantal. Mia mencium kening Rara dan keluar dari kamar perlahan-lahan.


Setelah mematikan lampu di ruang keluarga, Mia kembali lagi ke dalam kamarnya.


🌼🌼🌼🌼🌼


Katty baru selesai mandi setelah ia dan Jodi makan malam bersama. Seperti ritual setelah ia mandi, Katty mulai mengoleskan lotion ke seluruh tubuhnya.


Jodi yang masuk ke kamar melirik sekilas pada Katty. Posisi Katty diatas ranjang cukup menggoda. Ia memakai bathrobe yang diikat sembarangan saja. Pundak dan pahanya terlihat jelas oleh Jodi.


Jodi : "Besok kamu kerja?"


Katty : "Iya. Pak Brian minta dicarikan rumah yang bagus didaerah elit sana. Bakalan besar komisinya tuch."


Jodi : "Kamu nich, masih kurang bulanan yang kutransfer?"


Katty : "Cukup kok. Tapi aku kan harus nabung. Gimana kalau nanti kau bosan padaku?"


Jodi : "Bagaimana bisa aku bosan? Kau selalu membuatku berhasrat."


Katty : "Kau tak bisa melakukannya malam ini."


Jodi : "Kenapa? Aku sangat siap."


Katty : "Hari ini sampai tiga hari berikutnya sedang masa suburku. Dan kamu gak mau pakai pengaman."


Jodi : "Masa?"


Jodi beranjak ke lemari minuman. Ia mengambil salah satu botol dan membawa dua gelas mendekati Katty.


Jodi : "Temani aku minum. Aku lagi stress."


Katty : "Okey, bos."


Jodi tersenyum, ia menuangkan minuman ke gelas dan memberikan satu gelas pada Katty.

__ADS_1


Katty : "Apa pekerjaanmu sulit?"


Jodi : "Ya begitulah, aku mengejar target bulan ini. Tapi aku belum yakin."


Sebenarnya Jodi tidak mengkhawatirkan pekerjaannya sama sekali. Ia terbiasa mengejar target penjualan di awal bulan. Jadi perusahaannya selalu mencapai target.


Pekerjaan yang dimaksud Jodi adalah membuat Katty segera hamil. Ia memasang wajah sedih agar Katty kasihan padanya.


Katty : "Oh, kasian. Apa perlu bantuanku?"


Jodi : "Ya, sedikit. Temani aku minum sampai mabuk."


Katty : "Ach, itu salah satu keahlianku."


Katty menegak gelas kedua. Ia mulai merasa kepanasan. Katty sibuk mengipasi tubuhnya.


Katty : "Aduh, kenapa panas sekali?"


Katty berjalan mendekati AC dan berdiri didepannya. Bukannya mendingin, Katty semakin heboh mengipasi tubuhnya.


Jodi masih tampak tenang meminum minumannya. Ia hanya memperhatikan kemana langkah Katty.


Katty : "Panas! Hah! Hah!"


Katty mulai mendekati Jodi, menggelayut di tubuh pria itu.


Katty : "Heem... Nyaman banget. Jodi, lepas bajumu."


Jodi : "Lakukan sendiri. Aku sibuk."


Katty menarik kasar kaos yang dipakai Jodi. Ia menyentuh tubuh Jodi dengan sangat agresif sampai Jodi tidak bisa menahan dirinya lagi.


🌼🌼🌼🌼🌼


Dengan cepat Jodi membersihkan tubuh Katty dan memakaikanΒ  baju tidur. Ia tidak ingin Katty berpikir kalau Jodi sudah menidurinya.


Jodi tersenyum lagi. Perlahan diusapnya perut rata Katty.


Jodi : "Kau harus jadi istriku, Katty. Meskipun dengan cara seperti ini sekalipun."


Jodi merapatkan selimut menutupi tubuh mereka dan terlelap sambil memeluk Katty.


🌸🌸🌸🌸🌸


Pagi hari yang cerah, Katty merenggangkan tubuhnya. Ia melihat ke samping, Jodi tampak tertidur lelap. Seperti teringat sesuatu, Katty meraba tubuhnya.


Katty : "Kapan aku pakai baju? Oh, kepalaku sakit. Harusnya aku tidak minum semalam."


Jodi membalik tubuhnya membelakangi Katty, ia mengintip dengan sudut matanya, melihat reaksi Katty.


Katty tampak kebingungan sebelum beranjak dari atas ranjang. Ia masuk ke kamar mandi dan keluar berbalut handuk.


Jodi : "Pagi, sayang."


Katty : "Pagi, Jodi. Kau mau sarapan apa?"


Jodi : "Kemari. Duduk sini."


Katty : "Kamu mau apa? Aku hampir terlambat."


Jodi : "Ini masih pagi. Sekali saja, aku akan cepat."


Katty : "Kau nggak pakai pengaman, aku gak mau."


Jodi : "Iya, aku pakai. Nich, lihat."

__ADS_1


Katty melirik ke bawah tubuh Jodi dan mulai mendekatinya. Mereka melakukannya dengan cepat, seperti sebelumnya saat mereka sedang terburu-buru.


🌼🌼🌼🌼🌼


Katty sudah sampai di lokasi tempat janjian dengan Pak Brian. Ia membuka pintu rumah yang akan dijualnya ke Pak Brian.


Sebuah mobil mewah berhenti di depan pintu masuk rumah itu. Katty bergegas menghampiri Pak Brian yang sudah keluar dari dalam mobil.


Katty : "Pak Brian, selamat datang di villa Harmoni."


Pak Brian : "Hai, Katty. Kenalkan ini Elena. Dia akan tinggal disini. Detailnya kau bisa tanyakan langsung padanya."


Katty melihat seorang wanita cantik menggelayut manja di lengan Pak Brian. Dadanya yang besar hampir tumpah dari gaun yang dipakainya.


Katty sudah terbiasa melihat berbagai macam wanita yang dibawa Pak Brian. Tapi baru kali ini ada yang dibelikan rumah oleh Pak Brian.


Katty : "Selamat datang, nona Elena. Silakan melihat-lihat."


Katty membawa mereka berdua masuk ke dalam dan menjelaskan detail rumah pada Elena.


Elena : "Aku suka dapurnya. Dimana lemari wine?"


Katty : "Tekan tombol disini, lemarinya akan berputar menjadi lemari penyimpanan wine."


Elena : "Sayang, aku suka lemari itu."


Pak Brian : "Katty, siapkan koleksi wine-ku dan taruh disana."


Katty : "Ok, pak. Ayo kita lihat kamar tidur utamanya."


Mereka berjalan ke seberang dapur dan masuk ke salah satu ruangan. Aroma klasik yang menenangkan melingkupi mereka saat memasuki kamar itu.


Elena : "Oh, bagus sekali. Aku suka kamar ini, membuatku ingin telanjang seharian."


Pak Brian : "Kau bisa mencobanya sekarang."


Katty melihat Elena melepas satu persatu pakaian yang dipakainya, menyisakan pakaian dalam saja. Melemparkan sepatunya sembarangan dan menarik selimut sebelum berbaring diatas ranjang.


Elena : "Apa yang membuat kamar ini begitu nyaman?"


Katty mendekati lemari buku di dekat jendela.


Katty : "Lemari ini terbuat dari kayu yang bisa menenangkan pikiran dan juga membangkitkan gairah."


Elena : "Gairah? Apa kau merasakannya, sayang?"


Pak Brian sudah duduk di samping Elena. Tangan Pak Brian mulai masuk ke bawah selimut dan bergerak disana.


Katty : "Ach, aku akan keluar dan menyiapkan minuman dingin di bar. Kalian silakan lanjutkan saja."


Baru saja Katty akan menutup pintu kamar, suara desahan Elena terdengar dari dalam sana. Entah kenapa, tiba-tiba Katty berharap Jodi ada disini juga.


γ€€


🌻🌻🌻🌻🌻


Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca novel author ini, jangan lupa juga baca novel author yang lain β€˜Menantu untuk Ibu’, β€˜Perempuan IDOL’, β€˜Jebakan Cinta’ dengan cerita yang tidak kalah seru.


Ingat like, fav, komen, kritik dan siarannya ya para reader.


Vote, vote, vote...!!! Yang uda vote makasi banyak ya..


Dukungan kalian sangat berarti untuk author.


🌲🌲🌲🌲🌲

__ADS_1


__ADS_2