
Mia diijinkan pulang hari ini, kondisinya sudah lebih baik. Dokter berpesan agar Mia dan Alex tidak berhubungan dulu selama sebulan. Alex langsung mengangguk setuju tanpa protes.
Mia menggenggam tangan Alex, tersenyum padanya. Alex juga tersenyum menatap Mia. Semalam mereka bicara dari hati ke hati tentang banyak hal.
Alex terbuka menceritakan semua tentang kehidupannya baik maupun buruk semua diungkapkan Alex pada Mia. Begitu pula dengan Mia. Untuk pertama kalinya mereka sangat dekat dalam arti penyatuan hati dan pikiran, bukan hanya fisik semata.
Sampai di rumah, Alex langsung membawa Mia ke dalam kamar mereka. Ia membaringkan Mia diatas ranjang dan menyelimutinya. Alex duduk disampingnya, memegang tangannya.
Alex : "Makasih, sayang. Makasih karena uda sabar banget sama aku. Maaf, aku belum bisa jadi suami yang sempurna untuk kamu."
Mia : "Kita menikah untuk melengkapi satu sama lain, mas. Mungkin anak itu belum berjodoh dengan kita."
Alex : "Aku janji gak akan minta jatah lagi sama kamu."
Mia : "Trus mas mau minta jatah sama siapa? Stella? Angela?"
Alex : "Maksudku mulai sekarang kamu yang ngasi jatah. Aku gak akan minta duluan."
Mia : "Jangan janji sesuatu yang kamu gak bisa penuhin, mas. Kita jalanin aja ya, aku pasti bisa hamil lagi. Dan kalaupun nggak bisa, kita masih punya Rara dan si kembar.
Alex : "Tapi aku mau seorang anak darimu. Anak kita berdua."
Mia : "Kita akan mendapatkannya, mas. Tapi pelan-pelan aja."
Alex mengangguk, ia ikut berbaring di samping Mia dan memeluk tubuh istrinya itu. Mereka terlelap saling mendekap satu sama lain. Beristirahat setelah musibah yang mereka lalui bersama. P8
------
Bianca masih menunggu pria yang akan dijodohkan dengannya. Ia menatap keluar jendela sambil bersandar pada kacanya.
Ia tidak sadar kalau seseorang sudah masuk ke dalam ruangan itu dan berdiri di belakangnya. Bayangan pria itu terlihat dari kaca yang memantulkan bayangannya.
Bianca menoleh menatap pria itu yang ternyata adalah Ilham. Ia menatap Ilham tanpa ekspresi,
Bianca : "Sepertinya aku jadi halu karena lapar. Dimana menunya tadi ya?"
Bianca bangkit dari duduknya di lantai, ia melewati Ilham dan duduk kembali di meja yang tadi. Ia melihat Ilham juga duduk di depannya.
Bianca : "Apa kamu lapar? Mau makan apa? Sebentar aku pesankan."
Bianca menekan tombol diatas meja dan seorang pelayan segera datang. Ia menunjuk asal saja makanan dan minuman didalam menu.
Pelayan itu mengangguk dan segera mempersiapkan menu yang dipesan Bianca.
Bianca : "Tunggu! Bawakan wine terbaik di tempat ini ya. Makasih."
__ADS_1
Bianca menatap Ilham lagi yang terlihat ganteng dengan jas yang dipakainya.
Bianca : "Apa kabarmu?"
Ilham : "Baik."
Bianca : "Sedang apa kamu disini?"
Ilham : "Aku mau bertemu denganmu?"
Bianca : "Kenapa?"
Ilham : "Karena papamu yang memintanya."
Bianca : "Apa kamu pria yang dijodohkan denganku?"
Ilham : "Iya."
Bianca tersenyum, ia memegangi kepalanya yang sepertinya mulai pusing,
Bianca : "Ok fix, aku halu. Mana lagi tuch pelayan lama banget. Aku lapar."
Bianca mengambil tisu basah dan bedak dari tas-nya. Pelan-pelan ia menghapus riasan matanya yang mulai luntur. Setelah itu ia memakai lipstik dan melepaskan ikatan rambutnya.
Pelayan segera datang membawa pesanan Bianca, pelayan itu menuangkan wine ke dalam gelas Bianca yang langsung meminumnya.
Bianca : "Cheers."
Bianca mengetukkan gelasnya ke gelas Ilham dan kembali menghabiskan gelas kedua. Ia melihat steak daging di depannya dan mulai memotongnya.
Awalnya pelan, lama kelamaan mulai sadis. Steak itu sampai hancur tak berbentuk lagi. Bianca kembali meminum gelas ketiga.
Wajah Ilham mulai samar terlihat, Bianca memejamkan matanya karena kepalanya mulai pusing. Ia hampir menghabiskan gelas keempat, tapi Ilham buru-buru mengambil gelasnya.
Ilham : "Kau sudah mabuk, berhentilah minum."
Bianca : "Apa urusanmu? Pergi sana. Hush...!!"
Bianca mengusir Ilham seolah Ilham hanya sebuah bayangan. Padahal Ilham benar-benar berdiri di depannya, mengikuti alur permainan yang Bianca ciptakan.
Bianca : "Kamu jahat, Ilham. Jahat banget sama aku."
Ilham : "Jahat karena apa?"
Bianca : "...Kenapa ya? Bukan gitu, aku yang salah punya perasaan sama kamu. Pergi sana! Aku uda gak cinta sama kamu."
__ADS_1
Ilham berdiri, mendekati Bianca dan menarik tubuhnya agar berdiri. Ia memeluk tubuh Bianca, menatap kedua matanya yang hampir terpejam.i
Ilham : "Jangan katakan itu, hanya aku yang harus kau cintai."
Bianca : "Kamu itu cuma bayangan, aku gak mungkin bercinta dengan bayangan."
Ilham : "Coba cek aku bayangan atau nyata."
Bianca : "Ilham..."
Mata indah Bianca menelusuri wajah Ilham, tangannya merangkul leher Ilham. Kesadaran Bianca perlahan mulai pulih.
Bianca : "Ini pasti bohong, kamu bohong."
Ilham : "Aku gak pernah bohong. Jadi, apa kamu terima perjodohan ini?"
Bianca : "Iya...!! Tentu saja."
Setelah itu kesadaran Bianca kembali menghilang, ia terjatuh dalam pelukan Ilham akibat mabuk. Ilham menggendong Bianca keluar dari ruangan itu. Diluar ruangan, X sudah menunggu mereka.
X : "Silakan ikut saya. Perlu bantuan menggendongnya?"
Ilham : "Belum. Kita mau kemana? Dan anda siapa?"
X : "Ke kamar nona Bianca. Aku X, aku yang menculikmu."
Ilham : "Kenapa anda menculik saya?"
X tidak menjawab pertanyaan Ilham. Ilham tetap mengikuti langkah X menuju lift. Ia terbiasa berolahraga untuk menjaga kebugaran tubuhnya dan mengangkat Bianca seperti berlatih baginya.
Pintu lift terbuka dan mereka masuk ke dalamnya. Ilham melihat X menekan tombol no. 5. Lift kembali berjalan menuju lantai yang mereka tuju.
Ketika akhirnya pintu lift terbuka lagi, mereka sudah sampai di lantai kamar Bianca. X keluar duluan, ia membukakan pintu kamar Bianca.
Ketika Ilham berjalan masuk bersama Bianca, X langsung menutup pintu kamar.
Ilham yang terkejut hanya bisa bengong, mau gak mau dia harus tetap disini untuk menjaga Bianca.
-----
Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca novel author ini, jangan lupa juga baca novel author yang lain ‘Menantu untuk Ibu’, ‘Perempuan IDOL’, ‘Jebakan Cinta’ dengan cerita yang tidak kalah seru.
Ingat like, fav, komen, kritik dan sarannya ya para reader.
Vote, vote, vote...!!! Yang uda vote makasi banyak ya...
__ADS_1
Dukungan kalian sangat berarti untuk author.
--------