Duren Manis

Duren Manis
Nyari Data


__ADS_3

Disinilah Rara, dikantor Arnold sedang berkutat dengan tumpukan dokumen yang hampir menutupi tubuhnya. Arnold sampai melongokkan kepalanya sangat tinggi untuk bisa melihat keadaan Rara.


Mia masih belum datang karena meeting dengan client Alex, seharusnya Mia membantu Rara mengumpulkan data hari ini.


Kring! Kring! Telpon di meja Arnold berdering, ada tamu bernama Elo yang ingin bertemu Arnold.


Arnold : "Tunggu 10 menit, trus antar dia ke ruangan saya. Makasih."


Rara melongok mendengar kata-kata Arnold. Ia berdiri dari duduknya dan berjalan mendekati Arnold.


Rara : "Mau ada tamu, mas? Aku pindah ya."


Arnold : "Cuma Elo, biarin dia nunggu bentar. Sini, sayang."


Arnold menarik Rara hingga ia terduduk di pangkuan Arnold. Rara tersenyum manis, ia melingkarkan tangannya ke leher Arnold dan mulai mencium suami tampannya itu.


Mereka asyik bercumbu dan saling ******* bibir sampai tidak sadar kalau Ilham sudah ada di belakang mereka.


Ilham : "Ehem..!!"


Ilham masih dicuekin, Arnold terlalu fokus pada bibir manis Rara.


Ihlam : "Eheem... Eheemm!!"


Brak! Ilham sampai menendang meja untuk menyadarkan keduanya yang sedang dimabuk kepayang. Disaat begini melihat mereka bermesraan, membuat Ilham ingin kembali ke kantor Alex saja.


Arnold : "Ilham? Ada apa?"


Rara bangkit dari pangkuan Arnold, merapikan rambut dan pakaiannya. Ilham sampai harus balik badan dulu.


Ilham : "Meeting hampir di mulai, pak. Silakan ke ruang meeting."


Arnold : "Tunggu! Mana mama? Kok masih belum dateng?"


Rara : "Mama masih sibuk dikantor papa."


Arnold : "Ilham, kamu ikut ke ruang meeting bentar, trus balik lagi kesini. Sebentar lagi ada tamu. Inget kamu harus diam disini."


Rara : "Mas, kak Elo kan cuma mau nyari data. Kenapa kak Ilham harus diem disini?"


Arnold : "Kalo gak suka, Elo gak boleh masuk."


Rara : "Iya, mas."


Rara heran dengan sikap Arnold, tetumben suaminya itu bersikap protektif padanya. Cuma gara-gara seorang Elo. Kalau dulu karena Jodi, mungkin Rara paham. Tapi Elo tidak bersikap kasar padanya.


Arnold dan Ilham keluar dari ruang kerja itu, Elo yang sudah diantar ke depan ruang kerja Arnold tampak berdiri diam disana. Ia diminta menunggu Ilham datang. Dan setelah Ilham selesai dengan urusannya di ruang meeting, Elo baru diijinkan masuk.


Rara : "Hai, kak. Apa kabar?"


Elo : "Hai, Ra. Aku baik. Kamu uda mulai?"


Rara : "Uda, kak. Silakan duduk. Kakak bisa langsung gabung."


Ilham : "Tapi duduk disana ya."


Ilham menunjuk tempat yang agak jauh dari tempat Rara duduk. Arnold memerintahkan seperti itu pada Ilham yang terus mengawasi mereka.


Rara : "Kakak gak kerja? Ngapain diem disitu aja?"


Ilham : "Aku disuruh diem disini. Ya aku diem disini."


Rara : "Kalo gitu bantuin ngetik. Biar cepet selesai."

__ADS_1


Ilham melengos mengambil laptop Arnold dan duduk di depan Rara, mulai membantunya. Elo sesekali mendekati Rara untuk menanyakan data yang diambilnya sudah benar atau belum.


Mereka sibuk sekali sampai tidak sempat ngobrol satu sama lain. Tak terasa dua jam berlalu, Mia akhirnya datang juga. Ia membawa pizza dan minuman untuk mereka semua.


Khusus untuk Ilham, Mia meletakkan kotak bekal makanan di depannya.


Mia : "Ini dari Bianca, with love katanya. Jangan lupa dinner kalian nanti."


Ilham : "Terima kasih, bu."


Ilham membuka kotak bekal itu dan melihat pesan cinta dari Bianca. Ia tersenyum tipis, mengambil ponselnya dan mengetik chat untuk Bianca.


Mia : "Rara sayang, maaf ya mama terlambat. Papamu itu gak ngasi mama pergi."


Rara : "Iya, mah. Uda tau."


Mia : "Loh, ini siapa?"


Mia menatap kepo pada Elo. Elo bangun dari duduknya dan memperkenalkan dirinya,


Elo : "Saya Elo, bu."


Mia : "Panggil Mia aja ya, kita kayaknya seumuran dech."


Elo : "Iya, saya setingkat diatas Rara, Mia."


Mia : "Saya seangkatan sama Rara tapi sudah lulus duluan."


Elo menunjukkan wajah bingung saat mendengar kata-kata Mia,


Mia : "Tolong jangan dipikirkan kalau diceritakan akan panjang sekali. Kita makan dulu, yuk."


Mia membuka bungkusan pizza dan membagikan minuman untuk mereka semua termasuk Ilham juga. Mereka makan sambil ngobrol ringan,


Mia : "Boleh, tapi aku gak bisa bantu revisi, hanya saran saja."


Elo : "Gak masalah. Aku sudah selesaikan sampai bab 4 juga. Tapi masih gak yakin isinya bagus."


Mia : "Ok, ntar aku baca. Kalau Rara gimana? Uda selesai bab 4?"


Rara : "Uda sich, mah. Tapi..."


Mia : "Ya uda sini, kumpul pake FD. Mama baca dulu."


Rara meng-copy skripsinya ke dalam FD dan memberikan FD itu pada Elo. Elo juga meng-copy skripsinya dan memberikan FD itu pada Mia. Mia menggunakan laptop Arnold untuk membaca kedua skripsi itu.


Ilham sudah mengambil laptopnya dan kembali membantu Rara. Arnold yang baru selesai meeting, bergabung dengan mereka. Ia menyapa Mia sekilas,


Arnold : "Hai, mah."


Mia : "Hai, Arnold."


Rara : "Mas, makan dulu. Ada pizza tuch. Atau mas mau makan apa?"


Arnold : "Makan kamu boleh gak?"


Rara : "Maasss... Malu ach..."


Arnold mengecup pipi Rara, menunjukkan kemesraan mereka di depan semua orang.


Ilham : "Ehem..."


Mia : "Ehem..."

__ADS_1


Elo cuma pura-pura batuk sambil mengambil minumnya. Rara mengambilkan pizza dan minuman untuk Arnold. Ia menemani Arnold makan dan ngobrol sambil berbisik.


Sementara Mia kembali mengecek skripsi Rara dan Elo. Elo masih menginput data, dan Ilham sudah kembali ke ruangannya sendiri.


-----


Selama dua hari berikutnya, mereka masih berkumpul di ruang kerja Arnold. Data-data yang diperlukan Rara dan Elo sangat banyak hingga mereka belum juga selesai mengetiknya.


Sebenarnya perusahaan punya softcopy-nya. Tapi aturan dari perusahaan sudah jelas kalau mau minta data, harus menyalin dari hardcopy dan dikerjakan di lingkungan perusahaan. Tidak dibenarkan membawa data hardcopy keluar dari perusahaan atau mereka akan dituntut secara hukum.


Aturan ini berlaku bahkan untuk keluarga dari pemilik perusahaan termasuk Rara dan ada surat pernyataan yang harus ditandatangani juga mengenai rahasia perusahaan.


Rara merenggangkan tubuhnya yang kaku. Sedikit lagi dan data yang ia kumpulkan akan lengkap. Elo juga begitu, ia sangat bersemangat menyelesaikan pencarian datanya.


Arnold seperti biasa, mengawasi keduanya dari meja kerjanya.


Rara : "Ugh... Dikit lagi, tapi kok capek ya."


Elo : "Aku juga lagi dikit. Ayo semangat, Ra."


Arnold yang mendengar hal itu, berjalan mendekati Rara dan memijat pundaknya. Elo cuma tersenyum miris dengan status jomblonya. Ia harus terima dijadikan obat nyamuk disana.


Perhatian mereka teralihkan ketika pintu ruang kerja Arnold diketuk seseorang. Setelah Arnold berkata masuk, pintu terbuka dan si kembar masuk sambil membawa pizza.


Rio : "Hai, kak. Kami sudah datang."


Rara : "Ih, kalian lama dech. Mama kan nyuruh pagi, ini hampir siang."


Riri : "Maklum, kak. Kami kan sibuk juga."


Rara : "Sibuk apa? Bukannya kalian libur."


Si kembar cuma senyam-senyum, pandangan keduanya tertuju pada Elo yang melongo di tempatnya.


Rara : "Ayo kenalan dulu, itu kak Elo, dan ini si kembar Riri dan Rio, adikku."


Elo menjabat tangan Rio dan ketika ia menjabat tangan Riri, keduanya terpaku satu sama lain. Elo tersenyum pada Riri yang juga tersenyum padanya.


Rio : "Ayo, mulai. Eh, makan pizza dulu dech. Ntar keburu dingin."


Mereka menikmati pizza bersama-sama. Sesekali Elo mencuri pandang pada Riri yang juga melakukan hal yang sama. Tingkah laku keduanya membuat Rara menyenggol lengan Arnold.


Rara : "Kayaknya ada sesuatu deh."


Arnold : "Cuma kebetulan aja. Masa selera Riri kayak gitu."


Rara : "Sepertinya begitu, Riri kan gak suka yang terlalu tampan seperti kamu, mas."


Arnold : "Salahku karena terlahir ganteng."


Rara mencubit pipi suaminya yang terlalu pede. Mereka kembali sibuk mengetik data dan si kembar khusus datang untuk membantu Rara menyelesaikan data skripsinya itu.


-----


Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca novel author ini, jangan lupa juga baca novel author yang lain ‘Menantu untuk Ibu’, ‘Perempuan IDOL’, ‘Jebakan Cinta’ dengan cerita yang tidak kalah seru.


Ingat like, fav, komen, kritik dan siarannya ya para reader.


Vote, vote, vote...!!! Yang uda vote makasi banyak ya...


Dukungan kalian sangat berarti untuk author.


--------

__ADS_1


__ADS_2