
DM2 – Mengejar cinta
Rio dan Melda mengangguk. Mereka sampai di
taman yang cukup luas dengan pemandangan danau dan juga pohon besar. Ketika Rio
sedang mencari tempat rindang yang nyaman, seseorang memanggilnya.
“Om Rio!!!”panggil Keira dari kejauhan. Rio
menoleh melihat Keira melambaikan tangannya dengan semangat. Katty dan Jodi
juga ada disana bersama Jordan.
“Loh, mereka disini juga. Kebetulan sekali,
kita gabung yuk.”ajak Rio pada Gadis dan Melda.
Katty menyikut Jodi ketika melihat Melda
menggendong Kaori.
“Eh, itu siapa? Bukan baby sitternya Kaori
kan? Terlalu cantik.”kata Katty.
“Coba aja tanya dulu. Tapi Rio hebat juga
bisa ngajak cewek cantik gitu.”Jodi menciut saat Katty melotot padanya.
“Kak Katty, kak Jodi, kalian disini juga.
Kita gabung ya.”kata Rio setelah mereka sampai.
Katty mengangguk, ia menyapa Gadis dan
terdiam melihat Melda. Gadis menjelaskan kalau Melda itu sekretaris Alex. Rio
sibuk menggelar tikar lipat di samping tikar milik Katty. Sementara Gadis dan
Melda sudah duduk di samping Katty.
“Sekretaris om Alex. Kok gak pernah liat
ya. Masih baru?”tanya Katty kepo.
“Iya, bu.”kata Melda. Ia sudah tahu siapa
Katty tapi berpura-pura tidak mengenalnya.
Kaori mulai menghentakkan kakinya, ia ingin
turun dari pangkuan Melda. Melda bangkit berdiri dan membawa Kaori ke tikar
yang digelar Rio tadi. Ia memilih duduk disana sambil mengawasi Kaori bermain.
Keira dan Jordan ikutan mendekati Kaori dan Melda. Mereka bermain berempat
dengan gembira.
Rio yang duduk di samping Gadis, sibuk
dengan ponselnya. Ia sedang berusaha menghubungi Ilham untuk menanyakan jadwal
penerbangan X. Ilham mengatakan kalau X akan pergi siang ini dengan pesawat.
Dan sepertinya X sedang dalam perjalanan ke bandara.
Rio kembali menanyakan mengenai teman
wanita X dan Ilham mengatakan kalau X alergi dengan wanita. Tidak mungkin
rasanya X bisa membawa teman wanita ke apartmentnya. Kening Rio mengkerut
melihat chat yang dikirim Ilham. Ia memutuskan menelpon Ilham dan menekan
loudspeaker di ponselnya.
“Halo, om Ilham. Gimana tadi? Rio belum
jelas.”kata Rio sedikit keras memancing perhatian Melda juga.
“Ya. X itu alergi sama wanita. Sodorin aja
wanita, dia pasti langsung kabur ngilang entah kemana. Bianca bilang satu-satunya
bodyguard wanita yang deket sama dia cuma Adel. Tapi cuma sebatas pekerjaan. X
__ADS_1
juga gak mungkin bawa wanita ke apartmentnya. Coba cek mungkin Adel yang dia
ajak kesana. Aku kirim fotonya ya.”kata Ilham.
“Ok, om. Nanti aku telpon lagi ya. Thanks,
om.”saut Rio.
Rio membuka foto yang dikirim Ilham dan
terang-terangan menyodorkan foto itu pada Melda. Melda terkesiap melihat foto Adel,
memang wanita itu yang masuk ke apartment X kemarin. Kepala Melda langsung terasa
panas. Ia mulai panik, “Aduh, gimana dong?”tanyanya panik.
“Ngapain masih bingung, cepetan kejar kak
X.”kata Rio.
“Tapi... Kaori.”
Rio langsung mengambil Kaori dari pangkuan
Melda dan memberikannya pada Jodi yang sejak tadi asyik main game di ponselnya.
Jodi bengong menerima Kaori sambil melihat sekeliling.
“Titip bentar, kak. Ayo, Mel.”ajak Rio
sambil menarik Melda bangun. Tapi Rio tidak segera pergi, ia balik mendekati
Gadis yang cuma ngliatin suaminya sibuk sendiri. Rio menghampiri Gadis, mencium
bibir Gadis sampai Katty memukul kepalanya.
“Woi, banyak anak kecil disini. Kamu dah
gila ya!”sengit Katty kesal.
“Addoww! Sayang, aku nganterin nenek bawel
itu ke bandara ya. Kamu gak pa-pa kan sama kak Katty? Aku segera kembali
kesini.”
“Iya, sayang. Hati-hati di jalan ya.”kata
Rio menarik lengan Melda yang masih
bingung. Melda nurut ikut dengan Rio, ia belum bisa berpikir jernih sekarang.
Sepeninggalan Rio, Katty mulai
menginterogasi Gadis tentang siapa Melda sebenarnya. Gadis menjawab kalau Melda
memang sekretarisnya Alex. Rio dan Melda jadi akrab setelah Rio kembali bekerja
di kantor Alex. Katty gak habis pikir karena Gadis membiarkan Rio pergi dengan
Melda gitu aja.
“Tenang aja, kak. Melda udah lulus seleksi,
kok.”kata Gadis tenang.
“Seleksi apa? Seleksi alam?”tanya Katty
penasaran.
“Seleksi anti pelakor dari mama Mia. Jadi
aman.”saut Gadis.
Kaori mulai menangis dan ingin minum susu.
Katty menyodorkan susu Kaori pada Jodi. Jodi jadi sibuk menjaga tiga bocah dan
bayi itu sementara Katty lanjut ngrumpi dengan Gadis. Katty masih curiga pada
Melda karena merasa pernah melihat wanita itu entah dimana.
Gadis mengatakan mungkin melihat Melda di
TV, secara Melda kan sangat cantik. Katty menggeleng, sepertinya gak disana.
Katty meminta ponsel pada Jodi yang ia tinggalkan di samping Katty tadi.
__ADS_1
Katty mengambil ponsel itu, tersenyum manis
ke layarnya yang langsung membuka kuncinya. Ia mencari di penyimpanan foto.
Gadis tidak terlalu memperhatikan Katty, ia melihat Kaori sudah tertidur pulas
di gendongan Jodi.
Gadis melambaikan tangannya memanggil Keira
dan Jordan. Kebetulan ia membuat bekal sandwich kesukaan anak-anak itu. Gadis
sibuk memberikan sandwich pada Keira dan Jordan. Saat Katty tiba-tiba terpekik.
“Tuch, kan bener. Aku pernah lihat Melda.
Nich, ini dia kan?”tanya Katty sambil menunjukkan foto seorang wanita pada
Gadis.
“Kurang jelas, kak. Mirip sich. Masa sich
itu dia? Lagian ini foto saat kapan?”tanya Gadis melihat foto banyak orang
berpakaian hitam.
“Ini waktu pemakamannya Kaori. Masa kamu
gak dateng?”tanya Katty.
Gadis mengambil ponsel Jodi, ia
memperhatikan foto itu dengan baik. Gadis mengangguk, memang itu foto saat
pemakaman Kaori dulu. “Ya, waktu itu agak heboh karena banyak body guard yang
datang ya.”
“Iya. Waktu itu kan aku masih hamil Keira
dan Jodi over protected ngirim body guard banyak biar keluarga gak berdesakan
dengan orang lain. Aku ingat Melda ini pernah jadi body guardku.”
“Kalo dia memang body guard masuk akal dia
kenal kak X. Tapi kenapa sekarang jadi sekretaris? Bisa gitu alih profesi.”
Katty bingung lagi dengan kata-kata Gadis.
Masa ia dia bisa alih profesi jadi sekretaris. Setahu Katty, body guard yang
terpilih untuk melindungi Jodi dan keluarganya adalah body guard terbaik dan
sudah berpengalaman bertahun-tahun. Bukan sembarangan body guard yang bisa alih
profesi jadi apapun.
“Apa Melda itu mata-mata yang dikirim untuk
mengawasi keluargamu?”
Gadis tergelak, “Kakak kebanyakan nonton
film mata-mata dech. Mana ada yang kayak gitu? Lagian siapa yang mau mengawasi
keluargaku, kak?”tanya Gadis.
Katty mengangkat bahunya, “Mungkin bukan
mengawasi keluarga kalian semuanya tapi lebih spesifik.”kata Katty sambil
menoleh menatap Kaori yang tertidur pulas bersama Jodi di atas tikar.
Gadis mengikuti arah pandangan Katty dan
mulai kepikiran tentang Kinanti. Kalau benar tebakan Katty, apa mungkin Kinanti
masih punya rencana untuk menghancurkan keluarganya. Gadis mengatakan pada
Katty kalau dia akan bicara dengan Rio tentang masalah ini.
Sementara itu, Rio dan Melda hampir sampai
di bandara.
*****
__ADS_1
Klik profil author ya, ada novel karya author yang
lainnya loh (jangan lupa tinggalkan jejak kk). Tq.