Duren Manis

Duren Manis
DM2 – Mengejar cinta


__ADS_3

DM2 – Mengejar cinta


Rio dan Melda mengangguk. Mereka sampai di


taman yang cukup luas dengan pemandangan danau dan juga pohon besar. Ketika Rio


sedang mencari tempat rindang yang nyaman, seseorang memanggilnya.


“Om Rio!!!”panggil Keira dari kejauhan. Rio


menoleh melihat Keira melambaikan tangannya dengan semangat. Katty dan Jodi


juga ada disana bersama Jordan.


“Loh, mereka disini juga. Kebetulan sekali,


kita gabung yuk.”ajak Rio pada Gadis dan Melda.


Katty menyikut Jodi ketika melihat Melda


menggendong Kaori.


“Eh, itu siapa? Bukan baby sitternya Kaori


kan? Terlalu cantik.”kata Katty.


“Coba aja tanya dulu. Tapi Rio hebat juga


bisa ngajak cewek cantik gitu.”Jodi menciut saat Katty melotot padanya.


“Kak Katty, kak Jodi, kalian disini juga.


Kita gabung ya.”kata Rio setelah mereka sampai.


Katty mengangguk, ia menyapa Gadis dan


terdiam melihat Melda. Gadis menjelaskan kalau Melda itu sekretaris Alex. Rio


sibuk menggelar tikar lipat di samping tikar milik Katty. Sementara Gadis dan


Melda sudah duduk di samping Katty.


“Sekretaris om Alex. Kok gak pernah liat


ya. Masih baru?”tanya Katty kepo.


“Iya, bu.”kata Melda. Ia sudah tahu siapa


Katty tapi berpura-pura tidak mengenalnya.


Kaori mulai menghentakkan kakinya, ia ingin


turun dari pangkuan Melda. Melda bangkit berdiri dan membawa Kaori ke tikar


yang digelar Rio tadi. Ia memilih duduk disana sambil mengawasi Kaori bermain.


Keira dan Jordan ikutan mendekati Kaori dan Melda. Mereka bermain berempat


dengan gembira.


Rio yang duduk di samping Gadis, sibuk


dengan ponselnya. Ia sedang berusaha menghubungi Ilham untuk menanyakan jadwal


penerbangan X. Ilham mengatakan kalau X akan pergi siang ini dengan pesawat.


Dan sepertinya X sedang dalam perjalanan ke bandara.


Rio kembali menanyakan mengenai teman


wanita X dan Ilham mengatakan kalau X alergi dengan wanita. Tidak mungkin


rasanya X bisa membawa teman wanita ke apartmentnya. Kening Rio mengkerut


melihat chat yang dikirim Ilham. Ia memutuskan menelpon Ilham dan menekan


loudspeaker di ponselnya.


“Halo, om Ilham. Gimana tadi? Rio belum


jelas.”kata Rio sedikit keras memancing perhatian Melda juga.


“Ya. X itu alergi sama wanita. Sodorin aja


wanita, dia pasti langsung kabur ngilang entah kemana. Bianca bilang satu-satunya


bodyguard wanita yang deket sama dia cuma Adel. Tapi cuma sebatas pekerjaan. X

__ADS_1


juga gak mungkin bawa wanita ke apartmentnya. Coba cek mungkin Adel yang dia


ajak kesana. Aku kirim fotonya ya.”kata Ilham.


“Ok, om. Nanti aku telpon lagi ya. Thanks,


om.”saut Rio.


Rio membuka foto yang dikirim Ilham dan


terang-terangan menyodorkan foto itu pada Melda. Melda terkesiap melihat foto Adel,


memang wanita itu yang masuk ke apartment X kemarin. Kepala Melda langsung terasa


panas. Ia mulai panik, “Aduh, gimana dong?”tanyanya panik.


“Ngapain masih bingung, cepetan kejar kak


X.”kata Rio.


“Tapi... Kaori.”


Rio langsung mengambil Kaori dari pangkuan


Melda dan memberikannya pada Jodi yang sejak tadi asyik main game di ponselnya.


Jodi bengong menerima Kaori sambil melihat sekeliling.


“Titip bentar, kak. Ayo, Mel.”ajak Rio


sambil menarik Melda bangun. Tapi Rio tidak segera pergi, ia balik mendekati


Gadis yang cuma ngliatin suaminya sibuk sendiri. Rio menghampiri Gadis, mencium


bibir Gadis sampai Katty memukul kepalanya.


“Woi, banyak anak kecil disini. Kamu dah


gila ya!”sengit Katty kesal.


“Addoww! Sayang, aku nganterin nenek bawel


itu ke bandara ya. Kamu gak pa-pa kan sama kak Katty? Aku segera kembali


kesini.”


“Iya, sayang. Hati-hati di jalan ya.”kata


Rio menarik lengan Melda yang masih


bingung. Melda nurut ikut dengan Rio, ia belum bisa berpikir jernih sekarang.


Sepeninggalan Rio, Katty mulai


menginterogasi Gadis tentang siapa Melda sebenarnya. Gadis menjawab kalau Melda


memang sekretarisnya Alex. Rio dan Melda jadi akrab setelah Rio kembali bekerja


di kantor Alex. Katty gak habis pikir karena Gadis membiarkan Rio pergi dengan


Melda gitu aja.


“Tenang aja, kak. Melda udah lulus seleksi,


kok.”kata Gadis tenang.


“Seleksi apa? Seleksi alam?”tanya Katty


penasaran.


“Seleksi anti pelakor dari mama Mia. Jadi


aman.”saut Gadis.


Kaori mulai menangis dan ingin minum susu.


Katty menyodorkan susu Kaori pada Jodi. Jodi jadi sibuk menjaga tiga bocah dan


bayi itu sementara Katty lanjut ngrumpi dengan Gadis. Katty masih curiga pada


Melda karena merasa pernah melihat wanita itu entah dimana.


Gadis mengatakan mungkin melihat Melda di


TV, secara Melda kan sangat cantik. Katty menggeleng, sepertinya gak disana.


Katty meminta ponsel pada Jodi yang ia tinggalkan di samping Katty tadi.

__ADS_1


Katty mengambil ponsel itu, tersenyum manis


ke layarnya yang langsung membuka kuncinya. Ia mencari di penyimpanan foto.


Gadis tidak terlalu memperhatikan Katty, ia melihat Kaori sudah tertidur pulas


di gendongan Jodi.


Gadis melambaikan tangannya memanggil Keira


dan Jordan. Kebetulan ia membuat bekal sandwich kesukaan anak-anak itu. Gadis


sibuk memberikan sandwich pada Keira dan Jordan. Saat Katty tiba-tiba terpekik.


“Tuch, kan bener. Aku pernah lihat Melda.


Nich, ini dia kan?”tanya Katty sambil menunjukkan foto seorang wanita pada


Gadis.


“Kurang jelas, kak. Mirip sich. Masa sich


itu dia? Lagian ini foto saat kapan?”tanya Gadis melihat foto banyak orang


berpakaian hitam.


“Ini waktu pemakamannya Kaori. Masa kamu


gak dateng?”tanya Katty.


Gadis mengambil ponsel Jodi, ia


memperhatikan foto itu dengan baik. Gadis mengangguk, memang itu foto saat


pemakaman Kaori dulu. “Ya, waktu itu agak heboh karena banyak body guard yang


datang ya.”


“Iya. Waktu itu kan aku masih hamil Keira


dan Jodi over protected ngirim body guard banyak biar keluarga gak berdesakan


dengan orang lain. Aku ingat Melda ini pernah jadi body guardku.”


“Kalo dia memang body guard masuk akal dia


kenal kak X. Tapi kenapa sekarang jadi sekretaris? Bisa gitu alih profesi.”


Katty bingung lagi dengan kata-kata Gadis.


Masa ia dia bisa alih profesi jadi sekretaris. Setahu Katty, body guard yang


terpilih untuk melindungi Jodi dan keluarganya adalah body guard terbaik dan


sudah berpengalaman bertahun-tahun. Bukan sembarangan body guard yang bisa alih


profesi jadi apapun.


“Apa Melda itu mata-mata yang dikirim untuk


mengawasi keluargamu?”


Gadis tergelak, “Kakak kebanyakan nonton


film mata-mata dech. Mana ada yang kayak gitu? Lagian siapa yang mau mengawasi


keluargaku, kak?”tanya Gadis.


Katty mengangkat bahunya, “Mungkin bukan


mengawasi keluarga kalian semuanya tapi lebih spesifik.”kata Katty sambil


menoleh menatap Kaori yang tertidur pulas bersama Jodi di atas tikar.


Gadis mengikuti arah pandangan Katty dan


mulai kepikiran tentang Kinanti. Kalau benar tebakan Katty, apa mungkin Kinanti


masih punya rencana untuk menghancurkan keluarganya. Gadis mengatakan pada


Katty kalau dia akan bicara dengan Rio tentang masalah ini.


Sementara itu, Rio dan Melda hampir sampai


di bandara.


*****

__ADS_1


Klik profil author ya, ada novel karya author yang


lainnya loh (jangan lupa tinggalkan jejak kk). Tq.


__ADS_2