
Mia tiba di kantor Alex seperti biasa karena ia masih praktek kerja disana. Mb Sopia masih belum datang, beberapa karyawan dibagian keuangan yang sudah datang hanya menyapa Mia sekilas dan lanjut berbisik-bisik sambil melihat ke arahnya.
Mia merasakan pagi yang berbeda dari hari biasanya. Kebanyakan karyawan yang sedang bergosip pagi, terdiam saat Mia lewat di dekat mereka. Seolah-olah Mia-lah topic pembicaraan hangat pagi ini.
Saat Mia duduk di mejanya, menunggu tugas dari mb Sopia, salah satu senior laki-laki disana berjalan mendekati meja Mia.
Senior Boby : “Pagi, Mia. Kemarin enak ya liburan, kapan-kapan sama aku dong.”
Mia : “Maaf, kakak bicara apa ya?”
Senior Boby : “Berlagak polos lagi kamu, bilang aja terus terang kamu dibayar berapa?”
Deg! Telinga Mia memerah mendengar kata-kata kurang ajar yang keluar dari seniornya itu. Bagaimana bisa dia
mengatakan hal itu dengan tidak tahu malu.
Senior Boby : “Aku bisa bayar kamu lebih, dan pasti lebih memuaskan.”
Mia : “Ini sebenarnya ada apa ya? Saya gak ngerti senior bilang apa.”
Senior Boby : “Wah, kalau lagi galak gini kamu lebih menantang ya.”
Mia menghindari tangan senior Boby yang ingin mencolek dagunya. Ia ingin pergi dari sana, tapi tangan senior Boby menghalanginya.
Senior Boby : “Dadamu yang besar itu, pasti sering diremes kan? Aku bisa membuatnya lebih besar lagi.”
Plak! Sebuah tangan melayang mengenai pipi senior Boby, tapi bukan dari Mia. Mb Sopia yang sudah datang dan berdiri di dekat mereka mendengarkan semuanya. Ia menahan amarah melihat Mia dilecehkan seperti itu.
Sopia : “Sepertinya perusahaan ini harus melakukan evaluasi besar-besaran terhadap moral dan etika karyawannya. Mia, ikut aku.”
Senior Boby : “Dia juga harus dievaluasi. MORALnya perlu dipertanyakan.”
Sopia : “Mia, ikut ke ruang meeting sekarang. Dan kau, tunggu saja…”
Senior Boby : “Kau mau apa? Jangan membela seseorang yang jelas-jelas berbuat salah. Menggoda bos kita.”
Mia menghentikan langkahnya, ia berbalik dengan cepat dan menampar senior Boby lebih keras dari tamparan Sopia, sampai-sampai senior Boby terhuyung ke belakang.
Senior Boby : “Beraninya kau!”
Sopia : “Kau pantas mendapatkannya, kalau kau tidak tahu apa-apa, lebih baik diam.”
Senior Boby masih mengomel di belakang mereka, Sopia sudah menarik Mia masuk ke ruang meeting. Mia menunduk menahan air matanya, dia bahkan tidak tahu kenapa dirinya dilecehkan seperti itu.
Sopia : “Maaf atas ketidaknyamanan ini. Pagi ini ada beberapa foto yang beredar di grup antar divisi di perusahaan
ini. Kamu bisa lihat sendiri.”
Sopia menunjukkan foto-foto saat Alex dan Mia check in di villa. Ada kalimat-kalimat yang menyakitkan juga tercantum disana. Mengatakan kalau Mia ayam kampus yang bisa dibooking.
Sopia : “Apa ini benar, Mia? Terus terang aku gak percaya karena ini Pak Alex, memang statusnya duda. Tapi sampai saat ini, aku belum pernah mendengar dia dekat dengan wanita manapun setelah kematian istrinya.”
Mia : “Kami…”
Brak! Pintu ruang meeting terbuka lebar dan beberapa karyawan yang sudah terprovokasi senior Boby mencoba masuk ke ruang meeting.
Sopia : “Kalian mau apa?!”
Staf A : “Kami gak mau ada ayam kampus masuk kesini. Usir dia dari sini!”
__ADS_1
Sopia : “Kalian bisa tenang dulu, gak. Aku belum menanyakan kebenarannya dengan jelas.”
Staf A : “Mana mau dia ngaku? Mb Sopia jangan tertipu wajah polosnya.”
Sopia : “Aku hanya mau ini clear tanpa ada keributan. Kalian bisa keluar dulu!”
Staf A : “Pokoknya usir dia keluar!”
Acara tarik-tarikan Mia seperti drama India antara Sopia dan karyawan lainnya dimulai. Suasana ruang meeting jadi
kacau balau karena ada yang menyiram Mia dengan air.
Alex : “Hentikan!!!”
Alex datang bersama security perusahaan, Sopia menarik tangan Mia agar berdiri di belakangnya. Sebagian tubuh
Mia sudah basah terkena air dan lantai ruang meeting juga basah.
Alex : “Manager HRD, data semua karyawan yang terlibat dengan kekacauan ini sekarang juga. CCTV akan
membantumu. Security, amankan semua orang.”
Tangan Alex mengepal melihat kondisi Mia yang berdiri di belakang Sopia, basah dan gemetaran.
Alex : “Sopia, bawa Mia ke ruangan saya. Tolong temani dia.”
Sopia : “Baik, pak.”
Semua orang menatap Mia yang dituntun Sopia meninggalkan ruang meeting. Alex berbalik menatap semua orang,
Alex : “Panggil semua manager dan staf khusus. Saya harus menyampaikan informasi penting sekarang juga. Dan kalian tetap di tempat.”
Semua orang terpana melihat foto-foto dan video saat acara lamaran Alex kepada Mia. Slide mati dan lampu ruang
meeting kembali menyala,
Alex : “Saya rasa kalian sudah bisa melihat dengan jelas apa hubungan saya dengan Mia. Dan untuk foto-foto yang
beredar di dalam perusahaan, itu adalah foto kami saat check in di sebuah private villa. Saya rasa apapun kegiatan saya dan Mia di dalam private villa itu adalah privasi kami berdua.”
Alex menatap tajam semua orang di ruangan itu, beberapa dari mereka ada yang menunduk, ada juga yang
berbisik-bisik,
Alex : “Perlu kalian ketahui juga, Mia bisa masuk praktek kerja di perusahaan ini adalah murni karena kemampuannya. Bahkan manager HRD tidak mengetahui tentang hubungan kami.”
Manager HRD hanya manggut-manggut mendengar itu, jelas-jelas tanggal lamaran Alex dengan tanggal masuk Mia ke perusahaan berbeda jauh sebelumnya.
Alex : “Saya tegaskan sekali lagi, Mia adalah calon istri saya dan dia bukan ayam kampus seperti yang dituduhkan
pengirim foto itu. Saya sudah tahu siapa yang mengirimkan foto itu dan kebetulan sekali orangnya sangat tidak sabaran ingin melihat bagaimana Mia dipermalukan di perusahaan ini.”
Dua orang security menarik masuk seorang perempuan paruh baya dan salah satu karyawan magang disana.
Santi : “Alex, apa-apaan ini. Aku kesini mau ketemu kamu.”
Alex : “Santi, kesabaranku sudah habis. Ini terakhir kalinya kita ketemu, aku dan Mia akan segera menikah. Jadi
berhentilah mengganggu hubungan kami.”
__ADS_1
Santi : “Aku gak melakukan apa-apa, Lex. Percaya sama aku.”
Alex : “Keponakanmu sudah mengatakan semuanya dengan jelas. Kalian bersekongkol untuk membuat kekacauan di perusahaanku. Mulai sekarang jangan biarkan mereka masuk ke perusahaan lagi. Silakan keluar.”
Santi diseret keluar dengan teriakan dan hinaan dari semua orang di ruangan itu.
Alex : “Saya rasa masalah ini sudah cukup jelas. Oh ya Boby, mulai besok kamu tidak perlu datang ke perusahaan
lagi. Kamu dipecat. Silakan bereskan barang-barangmu.”
Senior Boby hanya menunduk di pojokan, sifat mesumnya membawa petaka untuk dirinya sendiri. Beberapa orang di ruangan itu yang pernah jadi korban Boby bernafas lega sekarang.
Alex bergegas kembali ke ruangannya. Sopia masih disana menemani Mia yang sedang minum teh hangat. Tubuh Mia sudah dibalut selimut milik Alex.
Alex : “Sopia, kamu bisa kembali ke ruanganmu. Masalah ini bisa kau tanyakan langsung pada rekan kerjamu. Terima kasih sudah membantu Mia.”
Sopia : “Baik, pak. Saya permisi.”
Alex mengunci ruangannya, ia duduk di samping Mia yang masih menunduk.
Alex : “Sayang, kamu gak pa-pa? Maaf semua ini salahku.”
Mia : “Apa mereka masih marah? Aku…”
Alex : “Mereka sudah tahu tentang hubungan kita. Semua orang di perusahaanku ini sudah tahu kalau kamu calon
istriku.”
Mia : “Jadi mereka tahu kalau kita check in di villa?”
Alex : “Memang kenapa kalau tahu? Aku kan gak cerita apa saja yang kita lakukan disana.” Wajah Mia bersemu merah, Alex merangkul pinggang Mia dan menciumnya. Mia hanya membalas sebentar, dan menunduk lagi.
Alex : “Dimana pakaianmu?”
Mia : “Aku gantung di kamar mandi, mas. Masih sedikit basah.”
Alex : “Jadi kamu cuma pakai pakaian dalam?”
Mia : “Iy… iya. Mas jangan aneh-aneh dech. Ini kantor.”
Alex : “Trus kenapa? Ini kantorku, pintunya juga sudah kukunci.” Mia mencubit lengan Alex yang langsung tertawa,
Alex : “Aku suruh sekretarisku belikan baju ya.”
Mia : “Emm… gak usah. Rara mau kesini, mungkin bentar lagi sampai.”
Alex : “Kok dia bisa tahu?”
Mia : “Tadi waktu aku nangis, Rara telpon. Mb Sopia yang jelasin semua ke Rara.” Alex memeluk erat Mia, tangannya meraba masuk ke dalam selimut yang dipakai Mia.
Tok, tok, tok…
-------
Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca novel author ini, jangan lupa juga baca novel author yang lain ‘Menantu untuk Ibu’, ‘Perempuan IDOL’, ‘Jebakan Cinta’ dengan cerita yang tidak kalah seru.
Ingat like, fav, komen, kritik dan sarannya ya para reader.
Dukungan kalian sangat berarti untuk author.
__ADS_1
--------