Duren Manis

Duren Manis
Rumah baru


__ADS_3

Esok paginya, Rara terbangun di dalam kamarnya sendiri. Ia tersenyum mengingat kejadian semalam. Semalam saat Arnold mengantarnya pulang, pria itu menciumnya dengan lembut.


Arnold : "Aku mencintaimu, Ra. Maafkan aku ya tadi aku kurang ajar sama kamu."


Rara : "Aku juga mencintaimu, kak. Sebenarnya aku juga menginginkannya, kak. Bukan salahmu sepenuhnya. Aku tergoda melihat tubuhmu."


Arnold : "Lagi-lagi..."


Rara : "Kak, aku cuma mau jujur sama kamu. Ini pertama kalinya aku sedekat ini dengan laki-laki. Wajar kan kalau aku penasaran."


Arnold : "Sepertinya memang aku yang harus menahannya ya, Ra. Cium aku lagi, sini."


Mereka berciuman lagi sampai suara klakson mobil mengagetkan mereka, Rara menoleh melihat ke sebelah rumahnya yang tampak beberapa orang sedang menurunkan barang-barang dan membawanya masuk ke dalam rumah.


Arnold : "Kamu punya tetangga baru?"


Rara : "Harusnya nggak sich, pemiliknya kan lagi tugas keluar kota. Mungkin sudah pulang. Aku masuk ya, kak."


Arnold : "Cium lagi, boleh?"


Rara : "Besok ya kak, Bibirku bisa bengkak nich. Gak enak dilihat di kembar sama nenek."


Arnold : "Bisa malu juga..."


Rara : "Udah ach, kak. Malam, kak. Hati-hati di jalan ya."


Arnold menunggu sampai Rara masuk ke dalam rumahnya dan ia pun kembali ke apartmentnya.


------


Rara sudah selesai mandi, ia menengok ke kamar si kembar dan melihat keduanya sedang sibuk berkemas. Bahkan sepagi ini, si kembar sudah sibuk di kamar mereka.


Rara : "Loh, kalian mau kemana? Gak sekolah?"


Riri : "Sekolah libur, kak. Riri mau pindah ke kamar kak Rara."


Rara : "Trus, kakak tidur dimana?"


Riri : "Kakak pindah ke kamar papa."


Rara : "Papa tidur dimana?"


Rio : "Papa tidur di rumah baru."


Rara : "Maksudnya papa mau pindah? Kok gak ada yang bilang ke kakak??!!"


Rio : "Kakak asyik pacaran sich, jadi ketinggalan berita. Papa udah beli rumah sebelah. Kamar papa dan mama pindah kesana. Nanti kakak sama kak Arnold tinggal di kamar papa."


Rara : "... Dimana papa sekarang?"


Rio : "Kayaknya belum pulang, kemarin pergi sama mama Mia. Kakak mau nelpon papa dulu apa mau bantuin kita?"

__ADS_1


Rara : "Kakak ada kuliah pagi, nanti siang kakak bantu ya. Kakak pulang jam 1, moga aja kak Arnold bisa bantuin juga."


Rio & Riri : "Iya, kak."


Rara turun ke lantai bawah, sarapan sudah siap diatas meja makan. Mb Minah terlihat sedang mengemasi barang-barang dari kamar Alex.


Nenek : "Rara, sarapan dulu. Arnold sudah datang?"


Rara : "Kayaknya belum, nek. Nek, serius nich papa beli rumah sebelah?"


Nenek : "Iya, itu tukangnya masih kerja tapi kamar-kamarnya sudah selesai di desain. Untuk sementara Rara tinggal di kamar papa ya sampai lulus kuliah. Nanti Arnold juga tinggal disitu."


Rara : "Yah, gak bebas dong..." Rara nyengir karena keceplosan bicara di depan neneknya.


Nenek : "Papamu maunya begitu, setelah lulus terserah kalian mau tinggal dimana. Yang jelas papamu gak mau malam pertamanya terganggu."


Rara : "Ih, papa tuch." Notif di ponsel Rara berbunyi, Arnold sudah menunggunya di depan rumah.


Rara : "Nek, Rara berangkat kuliah dulu ya. Nanti Rara bantu si kembar pindahan."


Nenek : "Iya, hati-hati di jalan."


Rara keluar dari rumah dan segera masuk ke mobil Arnold,


Rara : "Pagi, kak."


Arnold : "Pagi, sayang. Cium..."


Rara : "Kak! Malu dilihat orang..."


Arnold : "Gak ada orang..."


Rara : "Kakak nakal ya, cepetan jalan. Nanti siang kakak sibuk gak? Bisa bantuin pindahan gak?"


Arnold : "Mau pindah kemana?"


Rara : "Ke rumah sebelah. Papa udah beli rumah sebelah, kak. Soalnya Riri pindah ke kamarku, trus aku pindah ke kamar papa, nah papa pindah ke kamar di rumah baru. Biar gak terganggu malam pertama katanya."


Arnold : "Kita nanti tinggal di kamar papamu?"


Rara : "Iya, kak."


Arnold : "Gak bisa nakal dong..."


Rara : "Kan nakalnya bisa di apartment kakak."


Rara menjulurkan lidahnya menggoda Arnold, untung saja ia sedang menyetir kalau tidak sudah habis dilumatnya bibir Rara lagi.


-------


Siang harinya, Rara dan Arnold sampai di rumah Rara. Nenek sudah menyiapkan makan siang untuk mereka sebelum mulai pindahan.

__ADS_1


Untuk pertama kalinya Arnold masuk ke kamar Rara yang sebagian barangnya sudah di bawa turun oleh mb Minah dibantu tukang. Sementara kamar Alex sudah kosong, semua isinya pindah ke rumah sebelah di dalam kamar di lantai bawah.


Alex sengaja mengisi perabotan baru untuk kamar pengantinnya dengan Mia. Ia ingin Mia merasa nyaman dengan kamar barunya tanpa bayang-bayang Selvi disana. Sementara barang-barang Selvi dan perabotan lama di kamarnya di taruh di ruang kerjanya di rumah sebelah.


Arnold mulai membawa turun buku-buku Rara yang tersisa, sementara di kembar mulai menata barang-barang Riri di kamar Rara.


Sampai sore hari, kegiatan mereka akhirnya selesai juga termasuk juga kamar Alex yang baru. Ketika mereka tengah bersantai di ruang keluarga, Alex dan Mia datang.


Rio & Riri : "Mama!!" Keduanya bertingkah seperti anak-anak di depan Mia padahal sudah hampir lulus SMA. Maklum saja, keduanya belum pernah merasakan kasih sayang seorang mama sejak dilahirkan.


Mia : "Sayang, kok keliatan capek gini? Habis ngapain?" Mia mengusap keringat di kening Rio, mereka bergabung dengan Rara dan Arnold yang sedang duduk bersandar di bantal besar. Rara merebahkan kepalanya ke dada Arnold. Arnold menyapa Alex dan Mia sekilas.


Rio : "Kan habis pindahan, mah. Capek, pegel lagi..."


Mia : "Mana sini mama pijitin. Kalian pindah kemana?"


Fokus Mia yang langsung pindah ke si kembar membuat Alex cemberut, ia melengos ke rumah sebelah lewat ruang keluarga yang sudah bersih dan dijebol. Mia tidak memperhatikan kalau dinding ruang keluarga itu sudah bolong.


Rio : "Riri pindah ke kamar kak Rara, trus kak Rara pindah ke papa. Nah, papa pindah ke rumah sebelah."


Mia : "Oh, uda selesai di renov ya?"


Rio : "Mama uda tau??!!"


Mia : "Semalem papamu cerita..."


Riri : "Papa sama mama kemana sich? Nginep dimana?"


Mia : "Eh, itu..."


Alex : "Papa sama mama nginep di apartment papa."


Rio & Riri : "Ngapain?" Si kembar selalu ingin tahu kalau mereka pergi berdua itu kemana aja.


Alex : "Kepo... Mia, mau liat kamar kita?"


Mia menoleh menatap Alex dan balik menatap si kembar yang masih menggelayut manja di lengannya.


Alex : "Rio, Riri, lepasin mama Mia sekarang. Ayo, lepas..."


Rio : "Nggak..."


Dan terjadi lagi tarik-tarikan antara Rio dan Alex sementara Rara, Arnold, dan Riri hanya menonton adegan itu. Mia cuma pasrah kalau sudah seperti itu, mereka akan berhenti saat lelah nanti.


-------


Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca novel author ini, jangan lupa juga baca novel author yang lain ‘Menantu untuk Ibu’, ‘Perempuan IDOL’, ‘Jebakan Cinta’ dengan cerita yang tidak kalah seru.


Ingat like, fav, komen, kritik dan sarannya ya para reader.


Dukungan kalian sangat berarti untuk author.

__ADS_1


--------


__ADS_2