
Katty membuatkan roti bakar untuk Jodi dibawah tatapan pelayan yang mengurus dapur. Entah kenapa Jodi ingin Katty yang membuatnya.
Katty terlihat seperti nyonya di rumah itu, istri Jodi. Ia menghidangkan roti bakar di depan Jodi dan mengobrol dengannya. Sesekali ia tertawa, menertawai lelucon Jodi.
Katty : "Hari ini aku mau bersantai. Bisa kau antar aku ke spa?"
Jodi : "Apa kau pikir aku ini sopirmu?"
Katty : "Bukan gitu, aku mau aja naik taksi, tapi aku harus menghemat ongkosnya."
Jodi : "Memangnya uangmu kurang berapa?"
Katty : "Aku bisa mencarinya sendiri. Uang yang kau berikan juga belum kupakai."
Jodi : "Coba kau mau jadi simpananku?"
Katty : "Apa kau segitunya mau tidur denganku?"
Jodi : "Aku cuma penasaran, gimana rasanya bercinta dengan kucing liar?"
Katty : "Kucing liar? Aku bisa tangkapkan satu untukmu. Kau tahu di sekitar rumahku ada yang sudah siap kawin sepertinya."
Jodi : "Maksudku kamu! Memangnya kau pikir aku apa?"
Katty : "Kau tidak akan suka bercinta denganku. Aku gak berpengalaman."
Jodi : "Aku bisa mengajarimu. Aku cukup ahli membuatmu mendesah."
Katty : "Aku gak yakin."
Jodi : "Kau mau coba? Sekarang?"
Katty : "Nggak, makasih."
Jodi menghabiskan sarapannya, ia beranjak dari duduknya dan menarik Katty ke lantai 2.
Katty : "Kamu mau apa sich? Jangan tarik-tarik."
Jodi : "Kau harus mandi, memangnya kau mau ke spa pakai baju tidur?"
Katty : "Kau akan mengantarku?"
Jodi : "Kenapa kau cerewet sekali?"
Katty : "Ok, aku akan mandi. Mana bajuku?"
Jodi : "Diatas ranjang. Cepatlah aku juga mau mandi."
Katty : "Kau belum mandi?"
Jodi : "Belum."
Katty : "Aku akan cepat."
Katty masuk ke kamar mandi dan benar-benar mandi dengan cepat. Ia bahkan tidak mengeringkan tubuhnya keluar dari dalam sana.
Jodi melirik handuk yang menutup tubuh Katty. Apa jadinya kalau ia menarik handuk itu ya?
Katty melihat arah pandangan Jodi dan memukul lengannya.
Katty : "Katamu mau mandi."
Jodi : "Eh, iya."
Katty berdiri membelakangi kamar mandi, ia mengambil baju yang disiapkan Jodi diatas ranjang.
Katty mulai mengganti handuknya dengan pakaian itu. Ia tidak sadar kalau Jodi melihat dirinya ganti baju dari dalam kamar mandi.
Grep! Tiba-tiba Jodi memeluk Katty, mencium wangi lehernya. Katty meronta menahan tangan Jodi yang mulai gerayangan.
Katty : "Kamu gila! Jodi!"
Jodi : "Kamu gak pernah belajar dari apapun yang aku katakan ya? Api di dalam tubuhku sudah terlanjur membara dan kau harus memadamkannya sekaran
Bruk! Jodi mendorong tubuh Katty ke atas ranjang. Ia menerjang Katty yang ingin bangkit hingga keduanya berguling jatuh ke lantai yang dingin dan keras.
Katty : "Aduch!"
Katty mendorong Jodi yang jatuh menimpanya.
Katty : "Kamu gila ya! Sakit nich."
Jodi : "Berhentilah telanjang di depanku."
Katty : "Manaku tahu kamu belum tutup pintu kamar mandinya?!"
Jodi : "Tidur denganku. Sekali saja."
Katty : "Kau pikir aku perempuan apaan? Aku cuma mau melakukannya dengan suamiku saja."
Jodi : "Ayo, kita menikah."
__ADS_1
Katty : "Apa?"
Jodi : "Nikah siri."
Katty : "Nggak mau."
Jodi : "Kenapa gak mau?"
Katty : "Kita gak saling cinta, buat apa nikah?"
Jodi : "Ayo buat perjanjian."
Katty : "Perjanjian apa?"
Jodi : "Kita nikah siri, tanpa ada yang tahu, aku akan penuhi semua kebutuhanmu dan kau penuhi kebutuhanku."
Katty : "Apa dipikiranmu cuma ada ************ doang?"
Jodi : "Kau gak akan rugi. Lagipula kau melakukannya dengan suamimu."
Katty : "Aku rasa pembicaraan ini gak akan berakhir. Aku gak mau, ok! Paham!"
Jodi : "Aku akan memperkosamu kalau kau menolak dan kalau itu terjadi, kau yang akan rugi karena aku tidak akan memberimu apapun."
Katty menatap ngeri pada Jodi.
Jodi : "Waktumu 10 menit untuk berpikir."
Jodi berjalan ke pintu dan mengunci Katty di dalam kamarnya. Katty hanya bisa termangu meratapi nasibnya.
Diluar kamarnya, Jodi mengacak-acak rambutnya. Ia kebingungan kenapa bisa terobsesi dengan Katty.
Padahal jauh di dalam hatinya, Jodi masih mencintai Rara. Ia masih bisa mengabaikan Katty, tapi tubuh wanita itu menggoda imannya.
Hati dan nafsu Jodi berperang hebat didalam dirinya. Ia sempat berpikir untuk menarik kata-katanya tapi ia akan menunggu apa jawaban Katty.
10 menit berlalu, Jodi masuk lagi ke dalam kamarnya. Ia tidak melihat Katty disamping ranjang. Ia berjalan cepat ke jendela yang terbuka, tapi tidak ada apa-apa dibawah sana.
Apa mungkin di kamar mandi? Saat Jodi berbalik, pintu kamar mandi terbuka dan Katty keluar dari sana hanya pakai bathrobe. Rambut dan tubuhnya masih basah.
Jodi : "Bagaimana keputusanmu?"
Katty : "Lakukan saja."
Jodi : "Apa?"
Katty melepas bathrobe-nya dan membiarkan tubuhnya dilihat Jodi. Ia memeluk lengannya karena sangat malu dengan apa yang baru saja ia lakukan.
Katty : "Tolong tepati kata-katamu. Penuhi semua kebutuhanku. Dan..."
Jodi : "Dan apa?"
Katty : "Jangan kasar..."
Jodi : "Apalagi? Katakan semuanya."
Jodi membenamkan wajahnya ke leher Katty menghirup wangi tubuh gadis itu. Bruk! Mereka terjatuh ke atas ranjang Jodi.
Jodi melepaskan pelukannya dan menarik selimut menutupi tubuh Katty.
Jodi : "Katakan apa yang kau mau sebagai ganti tubuhmu."
Katty : "Aku mau rumah yang cukup untuk satu keluarga kecil dan bisa kubersihkan sendiri. Aku juga mau mobil yang murah dan gampang mengurusnya. Aku juga mauΒ perhiasan emas. Aku suka memakai kalung. Kebutuhanku tiap bulan tidak banyak sekitar 5-6juta saja."
Jodi : "Apalagi?"
Katty : "Apa bisa aku minta tabungan pensiun?"
Jodi : "Kenapa kau memerlukannya?"
Katty : "Aku tidak yakin akan menikah setelah kita melakukannya. Jadi aku mungkin akan menua dan sendirian. Aku perlu uang itu kalau aku sudah tidak sanggup bekerja kan?"
Jodi : "Apa kau tidak mau tinggal dengan orang tuamu?"
Katty : "Lebih baik aku hidup sendiri daripada membiarkan mereka tahu kalau aku sudah menjual tubuhku."
Jodi : "Kau tidak menjualnya. Kita hanya melakukan barter. Tubuhmu harum sekali. Apa yang kau pakai?"
Katty : "Kau punya lotion yang bagus di kamar mandimu. Apa kamu gak tahu?"
Jodi : "Aku tidak memperhatikannya. Bisa kita lakukan sekarang?"
Katty : "...Iya..."
Jody menatap mata Katty yang hampir menangis. Ia tersenyum dan bangkit dari ranjang.
Katty : "Gak jadi?"
Jody : "Aku baru ingat ada meeting penting di kantor. Ayo, aku antar ke spa. Nanti malam bisa kita lanjutkan lagi."
Katty : "Ok..."
__ADS_1
Jodi : "Tinggallah disini, sampai kutemukan rumah untukmu."
Katty : "Sebenarnya aku sudah nyicil rumah. Apa kau bisa bantu melunasinya?"
Jodi : "Dimana lokasinya?"
Katty mengambil ponselnya dan memperlihatkan lokasi dan foto rumah yang sedang dicicilnya.
Jodi : "Kau tinggal disana?"
Katty : "Iya. Masi kosong sich. Cuma ada lemari, tempat tidur. Apalagi ya?"
Jodi : "Berikan kunci rumahmu."
Katty mengambil tasnya, ia menyeret selimut yang membelit tubuhnya. Jodi menginjak ujung selimut itu, membuat Katty tertahan.
Katty : "Iih, jangan diinjak. Aku mau ambil tas."
Jodi : "Lepasin aja selimutnya."
Katty : "Aku gak pake baju. Malu."
Jodi : "Tadi kamu gak malu nglepasin bathrobe-mu."
Katty : "Itu kan tadi... Jodi..."
Jodi berjalan cepat mengambil tas Katty dan memberikannya pada Katty.
Katty : "Memangnya kamu mau ngapain di rumahku?"
Jodi : "Mau kurenovasi."
Katty : "Jangan, aku menyukai desainnya. Lagian uangnya sayang."
Jodi : "Aku akan mengisinya dengan perabotan yang lengkap."
Katty : "Benarkah?"
Jodi : "Apa cuma itu yang kau minta? Sudah semua?"
Katty : "Lagi satu, aku gak mau sampai hamil. Dan sampai kapan perjanjian ini?"
Jodi : "Sampai aku menikah."
Katty : "Kapan tepatnya kau akan menikah?"
Jodi : "Pacar saja aku belum punya, mau nikah sama siapa."
Katty : "Lama dong. Kamu bukan tipe orang maniak kan?"
Jodi : "Maniak dari mana? Hubungan kita normal, ok."
Katty : "Dalam sebulan, kita akan melakukannya berapa kali?"
Jodi : "Sehari dua kali."
Katty : "Apa?!"
Kaki Katty mendadak lemas, ia meluncur turun jatuh di lantai.
Jodi : "Kamu kenapa?"
Katty : "Aku... Kakiku lemes."
Jodi : "Aku bercanda. Kita lakukan tiap hari kecuali kau sedang halangan."
Katty : "Tiap hari?"
Jodi : "Ya dan gak usah nego lagi."
Katty hanya mengangguk. Jodi membantunya berdiri dan mengambil bathrobe untuknya.
Jodi : "Cepat pakai bajumu. Aku akan terlambat."
Katty tersenyum menatap Jodi, meskipun harus mengorbankan kehormatannya, setidaknya ia tidak perlu khawatir dengan hidupnya.
Katty melihat ke depan cermin, ia melihat dirinya yang masih suci untuk terakhir kalinya karena nanti malam ia harus menyerahkan tubuhnya pada Jodi.
Entah ia merasa beruntung atau sangat malang, tapi ia sudah memilih dan berharap bisa menjalaninya dengan tenang.
π»π»π»π»π»
Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca novel author ini, jangan lupa juga baca novel author yang lain βMenantu untuk Ibuβ, βPerempuan IDOLβ, βJebakan Cintaβ dengan cerita yang tidak kalah seru.
Ingat like, fav, komen, kritik dan siarannya ya para reader.
Vote, vote, vote...!!! Yang uda vote makasi banyak ya..
Dukungan kalian sangat berarti untuk author.
π²π²π²π²π²
__ADS_1