Duren Manis

Duren Manis
Sibuk Shopping


__ADS_3

Rio dan Kaori


menikmati perjalanan mereka bersama Rebecca menuju pusat kota negara S. Mereka


berencana membeli oleh-oleh untuk keluarga mereka. Apalagi Katty menitip


membeli banyak sekali barang-barang yang memang bisa mereka dapatkan disana.


Kaori membaca


sekali lagi chatnya dengan Katty semalam,


Kaori : “Kak, besok


aku uda balik, kakak jadi nitip belanja?”


Katty : “Jadi dong.


Daftarnya uda aku kirim kan? Uangnya uda aku transfer kemarin, sekarang aku


transfer lagi.”


Kaori : “Kakak kok


belanja banyak banget?”


Katty : “Jodi tuch


yang minta, katanya bajuku uda gak bagus. Padahal masih bagus-bagus loh. Nih,


kakak disuruh nyingkirin baju yang gak dia suka. Nyebelin banget kan.”


Kaori tersenyum


melihat kakaknya selfie dengan mulut monyong dan latar belakang pakaian yang


berantakan. Tampak Jodi juga ada dibelakangnya sedang mengangkat lingeri milik


Katty.


Kaori : “Kak, baju


yang diangkat kak Jodi itu apa namanya?”


Katty : “Itu


lingeri, ada juga di daftarnya itu. Masa kamu disuruh milih yang paling tipis


dan mini.”


Kaori : “Trus, apa


bedanya sama piyama yang kakak minta?”


Katty : “Bedanya di


bahan aja lebih tipis dan seksi juga. Ntar coba kamu lihat sendiri ya. Di


tokonya ada semua.”


Kaori : “Kaori gak


ngerti milihnya, besok sampai di sana, v-call ya.”


Katty : “Iya.”


Kaori menscroll


daftar belanjaan Katty dan mengirimkannya pada Rebecca.


Kaori : “Rebecca,


kamu tahu toko yang menjual barang-barang itu?”


Rebecca : “Tentu


saja. Kita ke toko tas dulu kalo gitu.”


Mereka berhenti di


salah satu tempat parkir dan berjalan keluar dari mobil. Rebecca menunjuk


sebuah toko diantara deretan toko-toko itu.


Rebecca : “Ayo,


masuk.”


Kaori dan Rio


terkagum-kagum melihat deretan tas aneka warna dan model di dalam toko itu.


Rebecca : “Ini tas


yang Kaori mau beli.”


Rebecca menunjuk


tas yang ada dalam daftar belanjaan Katty.


Kaori : “Disini


bisa bayar pakai kartu, kan ya?”


Rebecca : “Bisa


saja, tapi limit kartu Kaori berapa?”


Kaori : “Sepertinya


10 jutaan. Kurang ya?”


Rebecca : “Iya,


harga tasnya sekitar 59 juta.”


Kaori : “What!!


Saya gak bisa belanja dong nich.”

__ADS_1


Rebecca


mengeluarkan sesuatu dari sakunya. Sebuah kartu berwarna hitam.


Rebecca : “Yakin


tasnya yang ini ya? Saya bayar dulu.”


Kaori : “Tapi Kaori


ada uangnya, Rebecca. Atau saya transfer ke rekening Rebecca ya?”


Rebecca : “Tuan


besar berpesan kalau ada yang ingin Kaori dan Rio beli, bisa pakai kartu ini


saja.”


Kaori : “Tapi...”


Rebecca : “Kaori


bisa langsung bicara dengan tuan besar nanti atau tuan muda Angelo.”


Rio : “Kita totalan


sama kak Elo aja nanti. Sekarang kita beli dulu yang dititipin kak Katty.


Jangan sampai dia kecewa.”


Kaori cuma


mengangguk dan beberapa saat kemudian, tas yang terpajang tadi sudah pindah ke


tangan Kaori dalam paper bag.


Mereka melanjutkan


ke toko pakaian, Rio sebenarnya ingin belanja juga, tapi ia belum punya uang


sebanyak itu. Rio hanya melihat-lihat beberapa hoodie dan juga baju kaos.


Rebecca yang melihat hal itu, menyenggol Kaori,


Rebecca :


“Sepertinya Rio mau belanja juga. Kaori tawarin sana.”


Kaori : “Dia pasti


nolak. Anaknya kayak gitu, kecuali...”


Kaori berbisik pada


Rebecca yang tersenyum sambil mengangguk. Kaori membawa baju yang diinginkan


Katty dan Jodi ke kasir. Ia menyelipkan beberapa hoodie dan baju kaos yang


terus dipegang Rio tadi. Kaori juga membeli baju untuk Riri dan dirinya


sendiri.


melihat banyaknya paper bag yang harus mereka bawa setelah Rebecca membayar


semuanya.


Rio : “Gak salah?!


Kak Katty belanja apa mau jualan?”


Kaori : “Gak tau.


Ini semua pesanannya. Ayo jalan lagi.”


Kali ini mereka


masuk ke toko sepatu. Rebecca dengan cepat menunjuk semua model sepatu dan


heels yang ada dalam list belanjaan Katty dan menyebutkan ukuran kaki Katty


pada penjaga toko.


Beberapa kotak


sepatu dan heels menumpuk di meja kasir saat Rebecca membayar semuanya.


Rebecca : “Kita mau


kemana lagi?”


Kaori : “Nyari


sepatu cowok, dimana?”


Rebecca : “Ayo,


ikut. Rio, taruh di mobil dulu belanjaan ini ya. Nanti nyusul, itu tokonya


kelihatan dari sini.”


Mereka berpisah


jalan, Rio membawa semua paper bag ke tempat parkir. Setelah meletakkan


semuanya di bagasi, Rio mengunci lagi mobil itu. Ia berjalan kembali menuju


toko yang tadi di tunjuk Rebecca. Dalam perjalanan kesana, ia melihat penjual


minuman segar dan membeli 2 cup ice coffee yang menyegarkan.


Sampai didalam


toko, Rio melongok melihat Rebecca sedang memilih sepatu cewek. Ia menghampiri


Rebecca,


Rio : “Nih, minum


dulu.”

__ADS_1


Rio menyodorkan ice


coffee pada Rebecca yang sedikit terkejut.


Rebecca : “Makasih,


Rio. Untuk Kaori mana?” Rio menunjuk ice coffee yang dibawanya.


Rebecca : “Kamu gak


minum?”


Rio : “Ntar...”


Rio melihat Kaori


yang sudah melihatnya memberikan ice coffee pada Rebecca. Ia meminum ice coffee


yang dipegangnya sambil berjalan mendekati Kaori.


Kaori : “Buat aku


mana?”


Rio : “Kamu mau


juga? Nich.”


Kaori : “Tapi kan


itu bekas kamu minum.”


Rio : “Kenapa? Kamu


gak keberatan dengan ciuman kita, kenapa masalah dengan ini?”


Rio menggoyangkan


minumannya yang terlihat menyegarkan. Kaori juga mulai haus, ia mengambil ice


coffee dari tangan Rio dan meminumnya hingga tersisa setengah. Rio tersenyum


melihat wajah Kaori memerah. Ia mengambil ice coffee dari tangan Kaori dan


menyedot sisa kopi itu.


Rio : “Aku mau cium


kamu. Ayo ke pojok sana.”


Kaori : “Kamu gila!


Ups...”


Kaori melihat


sekeliling beberapa pengunjung menoleh padanya yang tiba-tiba ngegas. Rio


menarik tangan Kaori dan mengukung gadis itu di sudut toko yang sepi.


Kaori : “Rio,


jangan disini...”


Rio : “Kamu mau


dimana? Dikamar? Pikiranmu mulai mesum ya.”


Kaori : “Aku gak


gitu. Ntar ada yang liat.”


Rio : “Disini


sekedar ciuman gak akan jadi tontonan.”


Kaori : “Kamu nakal


banget sich.”


Kaori merangkul


leher Rio dan mulai mencium pacarnya itu. Kali ini tangan Rio hanya bertengger


di pinggang Kaori tanpa bergerak sedikitpun. Kaori tersenyum di sela-sela


ciuman mereka.


Rebecca yang


kehilangan kedua tamunya, celingukan mencari keduanya. Ia sudah menumpuk


pesanan Katty di kasir dan ingin mencari mereka berdua untuk menanyakan


tambahan belanjaan. Saat menemukan keduanya sedang asyik berciuman, Rebecca


mengambil foto mereka dari sudut yang jelas. Ia nyengir mendapati kelakukan


isengnya dan berharap mereka berdua segera selesai dengan urusannya atau mereka


akan terlambat kembali ke mansion.


🌻🌻🌻🌻🌻


Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca


novel author ini, jangan lupa juga baca novel author yang lain ‘Menantu untuk


Ibu’, ‘Perempuan IDOL’, ‘Jebakan Cinta’ dengan cerita yang tidak kalah seru.


Ingat like, fav, komen, kritik dan siarannya ya


para reader.


Vote, vote, vote...!!! Yang uda vote makasi banyak


ya..


Dukungan kalian sangat berarti untuk author.

__ADS_1


🌲🌲🌲🌲


__ADS_2