
Rio dan Kaori
menikmati perjalanan mereka bersama Rebecca menuju pusat kota negara S. Mereka
berencana membeli oleh-oleh untuk keluarga mereka. Apalagi Katty menitip
membeli banyak sekali barang-barang yang memang bisa mereka dapatkan disana.
Kaori membaca
sekali lagi chatnya dengan Katty semalam,
Kaori : “Kak, besok
aku uda balik, kakak jadi nitip belanja?”
Katty : “Jadi dong.
Daftarnya uda aku kirim kan? Uangnya uda aku transfer kemarin, sekarang aku
transfer lagi.”
Kaori : “Kakak kok
belanja banyak banget?”
Katty : “Jodi tuch
yang minta, katanya bajuku uda gak bagus. Padahal masih bagus-bagus loh. Nih,
kakak disuruh nyingkirin baju yang gak dia suka. Nyebelin banget kan.”
Kaori tersenyum
melihat kakaknya selfie dengan mulut monyong dan latar belakang pakaian yang
berantakan. Tampak Jodi juga ada dibelakangnya sedang mengangkat lingeri milik
Katty.
Kaori : “Kak, baju
yang diangkat kak Jodi itu apa namanya?”
Katty : “Itu
lingeri, ada juga di daftarnya itu. Masa kamu disuruh milih yang paling tipis
dan mini.”
Kaori : “Trus, apa
bedanya sama piyama yang kakak minta?”
Katty : “Bedanya di
bahan aja lebih tipis dan seksi juga. Ntar coba kamu lihat sendiri ya. Di
tokonya ada semua.”
Kaori : “Kaori gak
ngerti milihnya, besok sampai di sana, v-call ya.”
Katty : “Iya.”
Kaori menscroll
daftar belanjaan Katty dan mengirimkannya pada Rebecca.
Kaori : “Rebecca,
kamu tahu toko yang menjual barang-barang itu?”
Rebecca : “Tentu
saja. Kita ke toko tas dulu kalo gitu.”
Mereka berhenti di
salah satu tempat parkir dan berjalan keluar dari mobil. Rebecca menunjuk
sebuah toko diantara deretan toko-toko itu.
Rebecca : “Ayo,
masuk.”
Kaori dan Rio
terkagum-kagum melihat deretan tas aneka warna dan model di dalam toko itu.
Rebecca : “Ini tas
yang Kaori mau beli.”
Rebecca menunjuk
tas yang ada dalam daftar belanjaan Katty.
Kaori : “Disini
bisa bayar pakai kartu, kan ya?”
Rebecca : “Bisa
saja, tapi limit kartu Kaori berapa?”
Kaori : “Sepertinya
10 jutaan. Kurang ya?”
Rebecca : “Iya,
harga tasnya sekitar 59 juta.”
Kaori : “What!!
Saya gak bisa belanja dong nich.”
__ADS_1
Rebecca
mengeluarkan sesuatu dari sakunya. Sebuah kartu berwarna hitam.
Rebecca : “Yakin
tasnya yang ini ya? Saya bayar dulu.”
Kaori : “Tapi Kaori
ada uangnya, Rebecca. Atau saya transfer ke rekening Rebecca ya?”
Rebecca : “Tuan
besar berpesan kalau ada yang ingin Kaori dan Rio beli, bisa pakai kartu ini
saja.”
Kaori : “Tapi...”
Rebecca : “Kaori
bisa langsung bicara dengan tuan besar nanti atau tuan muda Angelo.”
Rio : “Kita totalan
sama kak Elo aja nanti. Sekarang kita beli dulu yang dititipin kak Katty.
Jangan sampai dia kecewa.”
Kaori cuma
mengangguk dan beberapa saat kemudian, tas yang terpajang tadi sudah pindah ke
tangan Kaori dalam paper bag.
Mereka melanjutkan
ke toko pakaian, Rio sebenarnya ingin belanja juga, tapi ia belum punya uang
sebanyak itu. Rio hanya melihat-lihat beberapa hoodie dan juga baju kaos.
Rebecca yang melihat hal itu, menyenggol Kaori,
Rebecca :
“Sepertinya Rio mau belanja juga. Kaori tawarin sana.”
Kaori : “Dia pasti
nolak. Anaknya kayak gitu, kecuali...”
Kaori berbisik pada
Rebecca yang tersenyum sambil mengangguk. Kaori membawa baju yang diinginkan
Katty dan Jodi ke kasir. Ia menyelipkan beberapa hoodie dan baju kaos yang
terus dipegang Rio tadi. Kaori juga membeli baju untuk Riri dan dirinya
sendiri.
melihat banyaknya paper bag yang harus mereka bawa setelah Rebecca membayar
semuanya.
Rio : “Gak salah?!
Kak Katty belanja apa mau jualan?”
Kaori : “Gak tau.
Ini semua pesanannya. Ayo jalan lagi.”
Kali ini mereka
masuk ke toko sepatu. Rebecca dengan cepat menunjuk semua model sepatu dan
heels yang ada dalam list belanjaan Katty dan menyebutkan ukuran kaki Katty
pada penjaga toko.
Beberapa kotak
sepatu dan heels menumpuk di meja kasir saat Rebecca membayar semuanya.
Rebecca : “Kita mau
kemana lagi?”
Kaori : “Nyari
sepatu cowok, dimana?”
Rebecca : “Ayo,
ikut. Rio, taruh di mobil dulu belanjaan ini ya. Nanti nyusul, itu tokonya
kelihatan dari sini.”
Mereka berpisah
jalan, Rio membawa semua paper bag ke tempat parkir. Setelah meletakkan
semuanya di bagasi, Rio mengunci lagi mobil itu. Ia berjalan kembali menuju
toko yang tadi di tunjuk Rebecca. Dalam perjalanan kesana, ia melihat penjual
minuman segar dan membeli 2 cup ice coffee yang menyegarkan.
Sampai didalam
toko, Rio melongok melihat Rebecca sedang memilih sepatu cewek. Ia menghampiri
Rebecca,
Rio : “Nih, minum
dulu.”
__ADS_1
Rio menyodorkan ice
coffee pada Rebecca yang sedikit terkejut.
Rebecca : “Makasih,
Rio. Untuk Kaori mana?” Rio menunjuk ice coffee yang dibawanya.
Rebecca : “Kamu gak
minum?”
Rio : “Ntar...”
Rio melihat Kaori
yang sudah melihatnya memberikan ice coffee pada Rebecca. Ia meminum ice coffee
yang dipegangnya sambil berjalan mendekati Kaori.
Kaori : “Buat aku
mana?”
Rio : “Kamu mau
juga? Nich.”
Kaori : “Tapi kan
itu bekas kamu minum.”
Rio : “Kenapa? Kamu
gak keberatan dengan ciuman kita, kenapa masalah dengan ini?”
Rio menggoyangkan
minumannya yang terlihat menyegarkan. Kaori juga mulai haus, ia mengambil ice
coffee dari tangan Rio dan meminumnya hingga tersisa setengah. Rio tersenyum
melihat wajah Kaori memerah. Ia mengambil ice coffee dari tangan Kaori dan
menyedot sisa kopi itu.
Rio : “Aku mau cium
kamu. Ayo ke pojok sana.”
Kaori : “Kamu gila!
Ups...”
Kaori melihat
sekeliling beberapa pengunjung menoleh padanya yang tiba-tiba ngegas. Rio
menarik tangan Kaori dan mengukung gadis itu di sudut toko yang sepi.
Kaori : “Rio,
jangan disini...”
Rio : “Kamu mau
dimana? Dikamar? Pikiranmu mulai mesum ya.”
Kaori : “Aku gak
gitu. Ntar ada yang liat.”
Rio : “Disini
sekedar ciuman gak akan jadi tontonan.”
Kaori : “Kamu nakal
banget sich.”
Kaori merangkul
leher Rio dan mulai mencium pacarnya itu. Kali ini tangan Rio hanya bertengger
di pinggang Kaori tanpa bergerak sedikitpun. Kaori tersenyum di sela-sela
ciuman mereka.
Rebecca yang
kehilangan kedua tamunya, celingukan mencari keduanya. Ia sudah menumpuk
pesanan Katty di kasir dan ingin mencari mereka berdua untuk menanyakan
tambahan belanjaan. Saat menemukan keduanya sedang asyik berciuman, Rebecca
mengambil foto mereka dari sudut yang jelas. Ia nyengir mendapati kelakukan
isengnya dan berharap mereka berdua segera selesai dengan urusannya atau mereka
akan terlambat kembali ke mansion.
🌻🌻🌻🌻🌻
Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca
novel author ini, jangan lupa juga baca novel author yang lain ‘Menantu untuk
Ibu’, ‘Perempuan IDOL’, ‘Jebakan Cinta’ dengan cerita yang tidak kalah seru.
Ingat like, fav, komen, kritik dan siarannya ya
para reader.
Vote, vote, vote...!!! Yang uda vote makasi banyak
ya..
Dukungan kalian sangat berarti untuk author.
__ADS_1
🌲🌲🌲🌲